
"selamat ulang tahun". para tamu undangan
.....nyanyian khas ulang tahun dinyanyikan, hingga di ruangan/Aula yang sangat luas itu disulap menjadi seperti negeri dongeng dengan berbagai pernak -pernik ciri khas ulang tahun seperti balon dari ukuran jumbo dan ukuran kecilnya dan berbagai hidangan permen-permen. ya pesta ulang tahun yang Raka langsungkan sangat megah dan meriah. suara tepuk tangan dan nyanyian itu terdengar menggema di aula tersebut.
dan terlihat semuanya seluruh keluarga besar Wijaya turut hadir ikut serta merayakan acara ulang tahun 1 tahun Raka sekaligus rasa syukur telah kembalinya seorang Rama Wijaya kehadapan publik.
mereka (keluarga besar Wijaya) sangat bersyukur bisa melihat Rama dengan wajah barunya meski tingkat kemiripannya dengan wajah yang dulu sangatlah minim,namun mereka bagaikan mendapatkan rezeki nomplok bisa melihat seorang Rama yang belasan tahun ini menghilang bagaikan di telan bumi.
mereka mengamsumsikan bahwa kembalinya Rama adalah berkat dari adanya seorang Rumi yang berada di sampingnya kini.
satu persatu keluarga besar Wijaya memberikan kado kepada Raka , begitupun para tamu undangan yang lainnya.
"kebahagiaan ini adalah milik kalian, kami doakan semoga Raka terus mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuannya...Tante sangat bersyukur Rama bisa memilikimu (dengan sorot mata yang berkaca-kaca)". Aurora
"terima kasih Tante atas doanya...(Rumi mengambil kado yang ditunjukkan untuk anaknya ya Tante Aurora adalah kakak dari mom Amanda)". Rumi
"sini om ingin sekali menggendongmu...(Yuda terlihat antusias menimang-nimang bayi Raka yang terlihat sangat menggemaskan dengan pipi tembemnya)". Yuda
__ADS_1
"hei.... jagoan (dari arah depan terlihat tuan Samuel dan nyonya Amanda mendekat kearah mereka yang berdiri mengantri untuk menggendong bayi Raka) ". Samuel
"kau sangat beruntungnya Amanda memiliki menantu sebaik dan secantik Rumi....dia sangat terlihat cekatan dalam mengasuh anak dan suaminya ". Aurora
haha.... otomatis ungkapan mengasuh yang ditunjukkan untuk kata suami membuat disekitar Rumi tertawa lucu. Rumi begitu tersipu malu, sedangkan Rama membenarkan ucapan dari tantenya itu.
"ya kalau masih ada yang seperti ini kami juga mau memiliki menantu yang sebaik dan secantik Rumi...dan dia juga sangat memanjakan suaminya ,lihatlah begitu romantisnya pasangan ini (Yuda menunjukkan dengan bahasa matanya, pegangan tangan Rumi di lengan milik suaminya yang tidak ia lepaskan sejak acaranya dimulai tadi)". Yuda
"om ini... (dengan menatap bangga kepada Rumi) tentu dan om tidak akan pernah menemukan sosok menantu seperti istriku ini. satu seorang Rumi yang hanya tercipta untuk seorang Rama". Rama
"kau...ini.. terlalu...serakah...(canda Yuda) gami lihatlah cara pamanmu, kau harus mencontoh ia dalam mencari pendamping , belajarlah kepada paman angkuhmu yang satu ini...(terkekeh) ". Yuda
"dad, gami masih 20 tahun gami masih ingin bersenang-senang....(malas gami yang selalu ditanya kapan mengenalkan seorang perempuan kepada kedua orang tuanya ya gami adalah anak terakhir dari pasangan Aurora dan Yuda) gami akan menikah setelah paman Romi menikah (celetuknya) ".gami
degggg.....mereka semua menatap kearah dimana gami melirik kearah Romi yang berdiri tidak jauh dari posisi Meraka berdiri.
Romi mendekat dengan sebuah box berukuran sedang / kado ulang tahun untuk Raka.
__ADS_1
ia perlahan mendekat kearah Rumi yang setia mengandeng lengan tangan milik suaminya.
"ini kado untuk keponakanku, apa boleh aku menggendongnya...(dengan tatapan sungguh-sungguh, ya niatan Romi adalah minta izin kepada Rama karena hubungan diantaranya memanglah kurang baik)". Romi
suasana menjadi tegang ya karena memang Romilah yang kini sedikit menjauh dari keluarga besar Wijaya itu tidak terlepas dari pernikahan gagalnya bersama Julie, ia butuh waktu untuk memenangkan fikirannya sejenak dan waktu beberapa tahun ini belumlah cukup untuk mengobati rasa kecewanya. terutama kini orang yang begitu ia cintai dulu kini berbahagia dengan saudara kembarnya sendiri.
" my love....(Rumi membisik tepat diarah telinga Rama ya karena Rama sejak tadi tidak memberikan jawabannya)". Rumi
"tentu boleh...kau boleh menggendongnya ...(dengan senyum simpulnya)". Rama
huffft......ssss.... terdengar helaan nafas lega diantara semua orang yang berada disana tanpa terkecuali Rama, akhirnya lidahnya bisa berucap layak biasannya ia akan memaki Romi bila ia menjumpanya.
"terima kasih my brother....(membalas senyuman dari Rama dan sedetik kemudian Romi membawa bayi Raka dalam gendongannya)". Romi
akhirnya sejak beberapa belasan tahun mereka semua berkumpul dalam satu ruangan yang sama berbagi rasa bahagia dan ini adalah moment dimana baru pertamanya keluarga Wijaya berkumpul kembali,
terakhir kali mereka bisa berkumpul seperti ini di pernikahan Rama dan dara ,namun sungguh sayang itu adalah dimana awal berakhirnya hidup seorang Rama.
__ADS_1
dan kini mereka semua bersyukur berkat hadirnya seorang perempuan baik dan pembawa energi positif telah hadir di kehidupan Rama, hingga kini Rama seakan terlahir untuk kedua kali.
suasana haru dan penuh dengan kebahagiaan yang tercipta, menciptakan seseorang di sudut sana menatap dengan tatapan merahnya namun ia sembunyikan didalam senyumannya.