
Raka yang dipisahkan , tanpa kabar dari keluarga dan orang-orang yang disayangi tidak membuat Rumi menyerah dengan hidupnya.
ia percaya keajaiban akan datang.
disetiap harinya ia selalu lantunkan doa teruntuk orang yang begitu ia cintai.
semoga dikemudian hari ia akan dipertemukan, karena Rumi tau hatinya adalah akan tetap milik mas satrianya.
kandungan Rumi semakin hari semakin membesar dan sudah beberapa bulan ini dirinyapun harus menjalani hari-hari sebagai istri dari seseorang yang paling ia benci.
fikirnya kenapa ia harus menjalani kisah hidup yang tidak ia inginkan.
karena ia yakin kebahagiaannya adalah miliknya dengan suami yang Sampai sekarang masih ia anggap hidup itu.
dengan kekuatan hati Rumi menjalani perannya dengan ikhlas kepada sang pencipta dengan jalan dan alur yang sudah digariskan untuknya.
"bi, biarkan aku membantumu...(dengan kebosanan tingkat tingginya Rumi mulai melangkahkan kakinya kearah dimana para pelayan sedang berkutat dengan masakannya, disana Rumi mendapatkan kesenangan tersendiri) berikan yang itu biarkan aku yang memotongnya". Rumi
ingin melarang namun takut merusak mood dari nyonyanya pelayanan hanya menurut.
"jangan nyonya jangan, saya takut tuan ...(ucapan ketua pelayan yang melihat nyonyanya sedang asyik didapur, ia baru masuk ke dapur terhenti disaat netranya melihat sosok dengan tubuh atletisnya berjalan mengarah dimana nyonyanya sedang berada)". ketua pelayanan
"kau sedang apa disini? sudah aku katakan jangan pergi kemana-mana sebelum aku kembali...(nampak Rama membawa sebuah kotak yang lumayan besar sepertinya itu adalah sebuah kado untuk istri tercintanya)". Rama
"mas, aku bosan aku tidak mungkin untuk berdiam diri dan memanjakan kakiku lihatlah kakiku bengkak Karena kurang berolah raga ataupun beraktivitas (Rumi menghadang Rama yang terlihat akan memarahi pelayannya) ayo ikut aku...(Rumi menuntun rama menjauh dari dapur ia tidak mau kalau sang pelayan kena omel karena dirinya kepergok tengah membantu mereka)". Rumi
dengan senang hati Rama menurut tanpa penolakkan yang berarti.
* diruang keluarga *
Rumi tinggal disebuah rumah mewah yang Rama buatkan spesial untuk-nya. ya rumah itu dibuat atas permintaan Rama untuk berharap bisa selalu membahagiakan sang istri tercintanya.
rumah mewah itu menyajikan kesan yang berbeda.
__ADS_1
rumah yang memiliki perpustakaan dengan segudang bukunya itu Rama persembahkan untuk istrinya yang gemar membaca dan tidak habisnya untuk memberi kejutan-kejutan lainnya hingga istrinya bosan dengan kejutan-kejutan yang ia berikan di setiap harinya.
"apa yang kau bawa?". Rumi
"hihi....(Rama menampilkan tawa ringannya) aku membawa ini bukan untukmu jadi jangan marah dan bosan dulu (Rama membuka kotak yang dibawanya dan terlihatlah disana beberapa mainan khas bayi)kau kenapa sayang apa aku membuat mood mu buruk lagi (rama khawatir disaat Rumi membalikkan tubuhnya untuk membelakanginya)". Rama
"aku tidak apa-apa aku hanya terharu.!!! (Rumi mengusap air mata yang jatuh dipipinya ia berusaha untuk tetap tegar baginya perhatian Rama dan perlakuan baiknya selama ini terhadapnya ia anggap sebagai obsesi seorang Rama).
mas Satria aku mengharapkan yang melakukan hal ini adalah dirimu, karena ini memang benar bayi ini adalah anak kita... membatin". Rumi
"apa kau tengah menangis...(Rama membalikkan tubuh Rumi yang berusaha menyembunyikan air matanya) maafkan aku sayang aku selalu membuatmu menangis...(Rama mengusap air mata itu dan mendekap erat sang kekasih hati) maafkan aku...jika kau marah aku membawakan hadiah untuk calon anak kita...". Rama
"tidak apa-apa mas!.
aku tidak tau apa yang akan terjadi jika kau mengetahui bahwa bayi ini bukanlah anakmu mas...membatin". Rumi
ya Rama yang begitu terobsesi dengan Rumi menjadikan Rama sangat sensitif terhadap apapun yang berkaitan dengan sang istri.
ia selalu ingin memberikan hal apapun yang menurutnya pantas untuk ia berikan dan berusaha tampil spesial Dimata Rumi agar Rumi bisa menerimanya dan dapat bahagia hidup bersamanya meskipun dengan cara jalan fikiranya sendiri.
"ayo pulang...". Dimas
"emm...(mengangguk, dengan menurut gladis melangkahkan kakinya membuntuti Dimas kearah dimana mobil dimas tengah terparkir)".gladis
hening...
"(gladis melirik kearah Dimas yang fokus mengemudikan laju mobilnya) pak dosen terima kasih sudah mau perduli denganku". gladis
"tidak usah berterima kasih aku melakukan ini karena ini memang hal yang seharusnya aku lakukan, aku tidak mungkin membiarkan adik ipar dari adikku sendiri dengan kebodohannya dan hampir mencoreng nama baik dari suami adikku sendiri (tegas dan tepat hingga perkataan Dimas tidak menyangka sampai kehati)". Dimas
"maafkan gladis... gladis memang bodoh (gladis menunduk)". gladis
# flash back #
__ADS_1
"usir saja usir...kita tidak mau anak- anak kita ikut-ikutan dengan pengaruh buruk yang gladis dan teman-temannya bawa (para warga nampak bosan dan geram karena semakin hari semakin meresahkan warga kelakuan gladis dan para teman-temannya)".para warga
"gladis bukan bermaksud seperti itu...(nampak gladis bersujud di hadapan para warga memohon ampun, jujur gladis juga tidak berfikir sampai bisa terjadi seperti ini,ini bukanlah maunya)". gladis
"sudah tidak usah pura-pura ,bawa saja gladis dan teman-teman nya ini ke pihak yang berwajib!".para warga
tetangga yang diminta Satria untuk menjaga gladispun sudah tidak bisa membendung warga yang tersulut emosi.
"hentikan,!!!
(semua mata tertuju kepada sosok laki-laki dengan wajah rupawanya ya laki-laki rupawan itu adalah Dimas yang terbawa rasa penasaran dengan apa yang dilakukan gadis kencur yang hidup sebatang kara semenjak kedua orangtuanya meninggal dunia dan kakak lelakinya yang hilang kabar meninggalkannya).
aku mempunyai bukti bahwa gadis ini tidaklah bersalah,disini ia juga adalah korban.". Dimas
(terlihat Dimas memberikan bukti sebuah rekaman video disana terlihat gladis yang dipaksa untuk menuruti keinginan dari teman-temannya).
dengan bantuan yang Dimas berikan gladis tidak jadi dibawa ke pihak yang berwajib dan namanya kembali bersih karena memanglah gladis disini termasuk korbannya. dan teman-teman dari gladis, Dimas berikan sanksi supaya mereka jera dan tidak melakukan hal yang serupa yang menimbulkan kesemeraut'an dan keributan bagi warga kampungnya.
dan Dimas berhasil memberikan solusi bagi gladis dan temanya.
setelah Dimas memantau ternyata gladis tidak baik dalam keadaan seperti ini. dengan Rumi yang menikahi satria membuat hati seorang Dimas tergerak untuk menyelamatkan masa depan gadis yang menurutnya dulu sangat menyebalkan akan ulahnya yang sering mencuri pandang terhadapnya /fans labilnya.
kini gladis menghuni rumah satria, hunian satria disebuah perumahan diwaktu Satria belum menikahi Rumi .
Dimas mendapatkan ide itu , fikiranya akan lebih mudah untuk memantau gladis dari sana, rumah yang dikampung masih utuh hanya dikosongkan.
ya beberapa bulan ini Dimas bagi waktunya untuk memikirkan tentang nasib gadis sebatang kara itu.
# flash back off #
melihat perubahan yang ditunjukkan gladis,dan pengakuan akan kebodohannya membuat Dimas merasa kasihan juga.
"ekhm, sudahlah jangan bersedih. maafkan aku .aku rasa aku sudah berlebihan kepadamu". Dimas
__ADS_1
"tidak apa-apa pak dosen Dimas , bapak memang benar (dengan tatapan membenarkan)". gladis
hufft....nampak Dimas menghembuskan nafas panjangnya.