
sudah hancur hidupnya tamat sudah cintanya dan hilang sudah cita-citanya.
ditengah-tengah kepasrahan dihidupnya Rumi termenung dengan tangan yang masih menggenggam erat selang air, ya dia nampak sedang menyirami kebun bunga mini miliknya yang baru ia tanam beberapa hari setelah Rama mengunjunginya. ia menanam beberapa bibit bunga secara rapih tepat dihalaman kecil didepan rumahnya dengan beberapa pot kecil dengan berbagai warna kesukaannya. ya Rama datang kerumah Rumi hanya sekedar untuk memberikan kabar bahagia baginya, namun entahlah itu kabar bahagia juga tidak untuk Rumi. Rumi menyirami bunga itu dengan menerawang dalam kekosongan hatinya. rasa sakit, kecewa ,marah, dan putus asa ,hingga rasanya ia tidak mau lagi mau tau dengan hal yang menyangkut berhubungan dengan nama suaminya. hanya Raka lah satu-satunya kenapa ia masih bisa bertahan sampai saat ini.
# flash back #
"mas aku mohon mas berikan aku izin untukku lanjut berkuliah...(dengan tatapan pengharapanya)". Rumi
ya memanglah Rumi sudah pernah sempat masuk kuliah pada waktu silam, namun semuanya hilang saat Rama datang dalam kehidupannya dan tidak memberikan kepada Rumi sebuah pilihan hingga Rumi bersedia menikahi sang monster yang kini menjelma sebagai pangeran dengan berhati yang kerjam, baginya rupa Monster lebih baik jika hatinya murni dan penuh kasih dibandingkan rupa pangeran namun hatinya dingin dan tanpa perasaan.
dulu impian nya sempat padam, namun kini Rumi tersadar dia hanyalah seorang dengan kedudukan yang rendah hingga kini impiannya bangkit tumbuh kembali ya ia ingin melanjutkan kuliahnya dan ingin meraih cita-cita yang sempat padam.
namun kini lagi-lagi Rama mematahkan semangat dan impian/cita-cita Rumi untuk kedua kalinya.
"sudah aku bilang sayang, kau cukup membesarkan anak-anakku , atau kau menginginkan seorang anak lagi dariku ? apa karena kau lakukan semua kemauan ini karena semata-mata iri kepada dara yang sedang mengandung darah dagingku? (dengan tatapan menyeringai)". Rama
"bicara apa kau mas, aku sama sekali tidak ada fikiran kesana. walaupun kau sudah lama tidak menyentuhku... sudah cukup mas kau mempermainkan perasaanku. aku juga insan biasa aku punya batas kesabaran.". Rumi
"oh... sekarang kau sudah berani bicara soal perasaan ya. bukannya kita sudah pernah membicarakan nya kita akan tetap bersama meski kini hubungan kita nampak tidak sama seperti yang dulu lagi. itu karena kau yang berubah Rumi sekarang kau terlihat dingin dan ucapan mu terkadang terdengar kasar ". Rama
"cukup mas ... jangan terus kau salahkan aku kenapa aku berubah menjadi dingin dan kasar. aku seperti ini karena aku kecewa kepadamu mas kau tidak bisa bersikap adil ingat mas kau juga mempunyai raka!!! dan pernahkah kau mendapati aku keberatan dengan hubungan diantara kalian? dan apakah selama ini kau bisa adil? jawabannya tidak mas ,dan aku tidak mempermasalahkan itu semua .dan selama ini aku hanya pendam kekecewaan ku sendiri. permintaanku hanya satu mas, yaitu izinkan aku untuk berkuliah. aku tidak akan melupakan kewajibanku untuk merawat Raka mas dan aku tidak akan berkomentar tentang hubunganmu dengan dara, aku cukup sadar diri dengan hubungan Kalian aku tidak mau ikut campur dalam rumah tangga kalian". Rumi
"bagus....kalau kau sadar diri. dan menerima nya dengan lapang dada. tapi maaf keputusan ku sudah bulat,aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk berkuliah... aku tidak mau kau diluar sana diam-diam mencari seorang ayah pengganti untuk Raka (dengan tanpa rasa salahnya)". Rama
__ADS_1
duarrrrrrrrr....begitu pernyataan yang menyakiti hati perempuan seperti Rumi, sebuah tuduhan yang tidak-tidak sedangkan dirinya tidak pernah sedikitpun berniatan berlari kearah sana , Rumi hanya ingin memantaskan dirinya... Rumi hanya ingin meraih cita-citanya ya sejak dulu Rumi menginginkan bisa menjadi tenaga pengajar seperti kakaknya Dimas, yang menjadi seorang guru yang profesional, Dimas menjadi seorang guru di sebuah sekolah favorit dikotanya.
"mas....( bibir Rumi tercekat dia sudah lelah berdebat dengan suami yang kembali semena-mena itu)". Rumi
"cukup aku tidak mau mendengar lagi kau memintaku untuk mengizinkanmu untuk berkuliah, dan sudah cukup aku berkunjung disini aku takut dara marah padaku karena aku terlalu lama menemuimu...aku pulang". Rama
ya seorang Rumi yang pernah dipuja Rama kini sudah tidak terlihat lagi Dimata Rama, karena kehadiran seorang dara.entah sakit mata ataukah Rama dibutakan cinta hingga pandangan jernihnya tertutup dan hatinya juga ikut terhanyut dalam permainan penuh bisa yang dara suguhkan.
# flash back off #
"nona....oh...hentikan nona, (terlihat seseorang laki-laki tampan seumurannya tengah berdiri dengan baju basah kuyupnya)". Adam
"eh....maaf tuan...maafkan saya (Rumi nampak segera mematikan selang airnya dan menaruhnya di sembarang tempat dan mendekat kearah laki-laki dengan pakaian basah kuyupnya seorang laki-laki tampan dengan manik mata tajamnya)". Rumi
_skip_
ya Rumi mempersilahkan Adam untuk duduk di kursi yang ada di teras rumahnya dan meminta maaf sebisa mungkin.
"tidak apa-apa, aku yang salah aku terlalu dekat denganmu (dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal)perkenalkan namaku Adam (dengan mengayunkan tangannya kearah Rumi bermaksud untuk berjabat tangan dengan senyum khasnya)". Adam
o..o..ow... ternyata Adam memiliki 2 lesung dipipinya itu terlihat manis dipadukan dengan wajah tampannya.
"Rumi, (Rumi membalas uluran tangan dari Adam dan membalas dengan senyuman simpulnya)". Rumi
__ADS_1
satu kata bagi Adam, bidadari!!!
ya Adam terperangah akan aura kecantikan dari Rumi. hingga menimbulkan sesuatu disana tidak mau diam dan hampir terdengar dari luar. jantungnya memompa dengan cepat, dan apakah ia telah jatuh hati pada sosok perempuan dihadapan nya ini??.
"Rumi....bergumam. oh...ya nona, apa kau tau alamat ini? sepertinya ini alamat ditunjukkan didaerah dekat-dekat sini? (Adam menyodorkan sebuah alamat)". Adam
"oh...alamat ini aku tau tuan, bukanya alamat ini menunjukan kepada tepatnya rumah didepan sana ya (Rumi menunjuk salah satu bangunan rumah yang cukup minimalis dan terlihat sederhana tidak jauh dari rumahnya berada)". Rumi
"oh ya...wah baiklah aku permisi nona, terima kasih (Adam mengembalikan handuk yang Rumi pinjamkan.dan mulai bangkit)". Adam
"umm... tuan (Rumi merasa tidak enak hati) bajunya tuan ...maaf sekali lagi". Rumi
"sudah aku bilang tidak apa-apa, aku permisi dulu rumah kita kan dekat kapan-kapan boleh mampir lagi (terlihat Adam yang melangkahkan kakinya kearah dimana kendaraan nya terparkir, terlihat Adam menghampiri sebuah motor besar sport nya berwarna hitam mengkilatnya dan terlihat Adam membawa ransel besarnya terlihat seperti membawa banyak pakaian)". Adam
"baiklah...sekali aku minta maaf". Rumi
_skip_
di belahan bumi yang berbeda.
📲 ""seperti itu ya, Hem..., bagus terus pantau keadaannya. kirimkan secara rapi informasi mengenai nyonya Rumi... jangan sampai lengah. aku akhiri obrolan kita... tuttt...tutt...(panggilan diakhiri)".* seseorang misterius
📲 *" siap tuan".* diseberang sana
__ADS_1
" Rumi sampai kapan kau akan bungkam... dengan keadaan mu yang seperti ini? menyimpannya sendiri sedangkan kau memiliki Raka kecil yang sangat butuh figur seorang orang tua yang lengkap. aku tau kau bisa Rumi... namun rasanya aku tidak sanggup terus-terusan melihatmu dengan keadaan seperti ini...". seseorang misterius