
disinilah Rumi berdiri netranya menyaksikan secara langsung betapa indah dan megahnya sebuah mansion yang Romi miliki.
itu terlihat seperti di mesin pencarian dan di televisi-televisi, dan alangkah senangnya kakak Ardi kesayangan tinggal di mansion yang sangat terlihat menyegarkan mata itu, ditengah-tengah panas udara kota dan padatnya penghuni kota ada sebuah bangunan yang indah dan menyejukkan mata, dengan hamparan taman yang sangat luas dan ditanami berbagai tanaman hias serta kolam renang yang bertingkat-tingkat. ada sebuah menara khusus untuk sang pemilik menara itu berbentuk hati.
"wow.....(hingga bibir Rumi berbentuk huruf o besar) seperti di negri dongeng ini apakah benar tuan , ini mansion milik tuan (udiknya kelihatan hihi....)?". Rumi
"Hem... seperti yang kau lihat, sekarang kau boleh kesini semaumu, kau bilanglah kepadaku maka orangku akan menjemputmu!!! (dengan gaya coolnya)". Romi
"selamat datang tuan muda Romi selamat datang nyonya muda (nampak para penjaga bersejajar menyambut akan kedatangan tuan mudanya bersama Rumi".para penjaga
Romi melewatinya dengan menggandeng tangan Rumi tanpa membalas sapaan dari mereka dan itu membuat Rumi yang ada disampingnya kaku dan tidak enak hati.
Romi berjalan memasuki mansion megahnya. dan nampak sama pula didepan sana para pelayan bersejajar menyambut akan kedatangan nya ini seperti sebuah penyambutan di acara-acara formal.
"selamat datang tuan muda Romi selamat datang nyonya muda..."para pelayan
ya ini pertama kali mereka menyaksikan bahwa tuan muda angkuhnya membawa seorang perempuan yang masih menggunakan seragam lengkap khas anak sekolah ke mansion nya. biasanya Mereka akan menyaksikan tuan mudanya membawa seorang wanita-wanita berpakaian **** dan penuh dengan perhiasan-perhiasan glamournya.
apakah tuan muda mereka akan melakukan hal yang sama kepada setiap perempuan/wanita (di ajak main diatas ranjang) Hem...sungguh itu terlihat menakutkan bagaimana nasib remaja yang terlihat masih polos dan memancarkan aura positif itu fikir para pelayan.
"tuan kenapa mereka memanggilku nyonya?.
itu terdengar berlebihan... bergumam". Rumi
"kau akan tau nanti, itu memang panggilan yang cocok untukmu (dengan santainya)". Romi
Rumi hanya diam ,ia tidak mau ambil pusing dengan hal yang lain.
sedari ia naik mobil duduk bersejajar dengan tuan muda Romi saja sudah membuat ia salah tingkah, dan terus mencoba menyembunyikan rasa senangnya.
__ADS_1
"ini terlihat sungguh menakjubkan tuan....maaf tuan aku terlihat norak ya ( menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan senyuman malunya)". Rumi
"bagiku kau sangatlah menggemaskan (Romi melangkahkan kakinya dan perlahan mendekat ke area wajah Rumi penuh senyuman dengan perasaan dan membisikan....) ayo kita masuk (dan melangkah mendahului Rumi yang sedari tadi salah tingkah dengan rona merahnya)". Romi
"tunggu...tuan....tunggu aku..(Rumi cepat menyusul dan mensejajarkan langkahnya dengan tuan muda Romi". Romi
"tuan...ini sungguh mengagumkan, (tiada henti Rumi memuji setiap ia menelusuri mencoba menjajal setiap ruangan yang berbeda-beda)". Rumi
"kau senang aku mengajakmu kemari?". Romi
"eem..(mengangguk) aku sangat senang tuan". Rumi
kini mereka sedang berada disebuah ruangan yang lumayan luas dengan kursi-kursi bersejajar rapi.
"ini terlihat seperti sebuah ruang bioskop tuan?". Rumi
netra Rumi melihat tuan Romi duduk diantara kursi-kursi yang bersejajar.
sebuah film drama diputar...
"e....(Rumi nampak bertanya-tanya namun pada akhirnya ia menurut juga dan duduk di sebelah tuan Romi) ..tuan ini bukanya drama yang sedang nge-hits itu...?(nampak berbinar karena biasanya remaja seperti nya tidak mau ketinggalan dengan produk baru)". Rumi
"Hem....". Romi
"hanya Hem? ( sungguh irit)...membatin. tuan aku...(setelah sekian lama mereka menonton dengan saling diam akhirnya Rumi angkat bicara karena dia sebenarnya tidak terlalu suka dengan keadaan diam)...
".Rumi
*drama itu menceritakan kesempurnaan cinta diantara sepasang kekasih dengan segala kebahagiaan*
__ADS_1
"huffft...(nampak Romi berlagak aneh)..aku apa? (menatap intens) aku ingin kita memiliki kisah yang sama seperti drama yang kita lihat ini...aku akan membahagiakan mu seperti laki-laki itu membahagiakan pasangannya.
(tangan Romi merambat dan menggenggam kedua tangan Rumi dengan penuh perasaan) I Love you...(dengan sejuta harapannya)". Romi
"tu..tuan...(nafas Rumi terasa menipis dan pita suaranya seakan terhambat untuk menyauti)... Rumi masih sekolah, Rumi tidak bisa! (dengan jawaban terburu-buru nya dan mengigit bawah bibirnya)". Rumi
"hahaha.... (senyum tertawa) kau akui saja kau juga menyukaikukan! lihatlah rona diwajahmu aku tau itu...". Romi
"aku? apa ia...(tangan Rumi mengelus dan menutupi kedua pipinya yang nampak merona)". Rumi
yah karena Romi dulu adalah seorang cassanova, ia tau wanita mana yang menggunakan perasaan nya, Romi menangkap tangan Rumi yang sibuk mencoba menutupi rona merahnya.
Romi menuntun Rumi kedepan layar besar berbenruk persegi itu, ia (Romi) berlutut dihadapan Rumi dengan salah satu lutut yang menopang berat tubuhnya dengan menggenggam salah satu tangan Rumi dan melabuhkan sebuah kecupan mesra disana
"cup....(dengan senyuman manisnya)".Romi
"tuan...(dengan seketika Rumi terbelalak dan sedikit memundurkan tubuhnya namun masih dengan posisi yang sama yaitu posisi berdiri dengan pandangan menatap pada Romi yang berlutut kepadanya)". Rumi
ia (Romi) mengambil sebuah kotak merah berbentuk hati dari saku kemeja putihnya. ia membuka kotak itu terlihatlah sebuah cincin yang berkilauan.
" menikahlah denganku Arumi Fitrian !!!! tidak ada penolakkan bagiku...aku anggap dirimu menerimaku... (dan memakaikan cincin yang pas itu Kejari manis Rumi) aku akan menunggumu lulus ,bukannya itu tinggal menghitung bulan?". Romi
"(Rumi menutup mulutnya tidak percaya akan mengalami hal yang diluar kuasanya, ia memandang cincin yang berkilauan itu terpasang dijari manisnya) ini salah tuan? aku tidak sederajat denganmu.aku tidak akan bisa berdiri bersejajar denganmu.
aku juga tidak akan bisa melengkapimu aku hanyalah seorang perempuan biasa...aku hanya akan membuat keluargamu malu... .(Rumi sangat bahagia dengan kenyataan ini namun ia juga tidak bisa mengelak akan resiko yang akan ia hadapi didepan nanti, ia tidak akan bisa bersanding menyamakan kedudukan nya dengan keluarga Wijaya) ". Rumi
"keluarga ku mereka tidak berhak mencampuri keputusanku dengan siapa aku akan bersanding.
aku mencintaimu Rumi, aku tidak mau menganlmu selain menikahimu, aku melakukannya dengan segenap jiwa dan tubuhku. aku janji akan membahagiakan mu, aku janji akan setia kepadamu (tatapan meyakinkan)". Romi
__ADS_1
Rumi sangat dilema dibuatnya dilain sisi ia juga sangat mengagumi sosok Romi bahkan ia mengaku didalam hatinya bahwa dirinya telah jatuh hati pada sosok tuan muda dihadapannya yang rela menyiapkan moment romantis ini.
dan dilain sisi ia juga tidak mau mengambil resiko yang membahayakan dirinya bahkan keluarga nya. (dari pandangan orang yang tidak suka karena keluarga nya tidak sederajat dengan keluarga Wijaya, dan ketidak rela'an para perempuan yang mengagumi atau menginginkan sosok tuan muda Romi.