
"hujani mereka dengan peluru.
dorrrr......dorrrr.......dorrrrr.... (suara tembakkan yang menggema dan menggelegar membelah kesunyian alam ,dan tembakkan itu berhasil membuat warga kampung berhamburan lari dan menyingkir).
siapa yang melawanku akan berakhir seperti mereka (terlihat beberapa warga berguguran karena peluru yang berhasil bersarang ditubuh mereka).
ayo siapa lagi yang ingin maju...(dengan kesombongannya)". Rama
pasukan Rama mengacungkan senjatanya siap untuk melesatkan timah panasnya bagi warga yang melawan.
warga minggir dan diam dalam perasaan sedih dan terpukulnya dalam ketidak berdayaannya .
"mas...kenapa kau selalu menyakitiku bahkan kau menyakiti mereka (Rumi berucap dengan teriakkan kecewanya dengan tangan yang sudah diapit oleh kedua bodyguard Rama)". Rumi
"sudah pernah aku bilang berilah aku kesempatan kedua, aku sudah berusaha Rumi untuk menjadi baik dan lebih baik lagi...aku sudah mengakuinya akan kesalahanku yang telah lalu. tapi apa kau malah membohongiku dan pergi kabur bersamanya dan membawa anak kita...!!". Rama
"kau seperti anak-anak mas...ada apa dengan isi kepalamu? bukannya kita sudah usai tapi kenapa kau selalu memaksaku dan tidak bisa terima dengan keputusanku? kita tidak selevel mas aku hanyalah rakyat biasa tidak pantas bersanding dengan tuan yang berkuasa seperti dirimu.
kita tidak bisa bersama lagi mas...dan yang perlu kau tau dan harus selalu ingat hati ini tidak bisa dipaksakan hati ini sudah aku berikan untuk mas Satria ". Rumi
"hahhh....kau kejam Rumi, kenapa kau lakukan ini kepadaku...kau harus tau aku sangat mencintaimu...aku tidak bisa hidup tanpamu (Rama meraih Rumi yang berdiri kaku menatapnya penuh tatapan kecewa dan kebencian)". Rama
"disini siapa yang lebih kejam mas...!!! kenapa kau kembali dan mencariku disaat aku sudah menemukan kebahagiaanku yang sesungguhnya?
kemana kau disaat waktu dulu, disaat Raka selalu menanyakan Daddynya, disaat ia sakit dan menangis ingin bertemu dengan dirimu? bukannya kau bahagia diatas penderitaanku dan anakku diwaktu itu?
katakan sekali lagi mas kalau aku ini kejam!!!
aku bahagia bersamanya mas... biarkan kita sama-sama bahagia dengan kebahagiaan masing-masing.
__ADS_1
sekarang aku mohon lepaskanlah kami.". Rumi
Rama diam dengan penuturan Rumi, ada getaran yang begitu nyata terasa mengiris perih dihatinya. dia juga sejatinya adalah manusia yang pasti memiliki hati, namun apalah daya disaat kekuasan dan kekuatan adalah terasa miliknya.
"tidak bisa sayang....aku akan meraih kebahagiaanku bersamamu dan anak kita... ayo...(Rama melepaskan pegangan tangan bodyguard yang memegangi Rumi dan dialihkan dengan tangannya)". Rama
"lepaskan tuan Rama dia adalah istri sahku...kami sudah menikah. jadi tidak ada hak kau untuk membawanya kemanapun! (satria bangkit meskipun dengan keadaan yang sudah parah)". Satria
"Daddy....(Raka dan Caca merangkul Daddy satrianya yang sudah berlumuran darah)".Caca dan Raka
"Daddy lepaskan mommy biarkan Raka dan mommy ikut bersama Daddy Satria dan Caca, kami bahagia bersamanya dad...(Raka melantunkan ucapannya dengan jelas dan berapi-api membuat satria merasa bangga dan membuat Rama merasa telah gagal)". Raka
"tau apa kau sayang, kau telah dibohongi olehnya....kau akan dibuang jika laki-laki itu sudah mendapatkan apa yang ia mau... (dengan tatapan kecewa dan membujuk kepada anak kandungnya)". Rama
"Daddy satria tidak seperti itu dad, dia tulus mencintai kita...(Raka kekeh dengan pendiriannya)". Raka
melihat Rama diam Romi mengambil alih.
"bodyguard....(Romi melirik)". Romi
"baik tuan (beberapa bodyguard berjalan kerah satria dan menyingkirkan Raka dan Caca dan sejurus kemudian mereka memukuli Satria dengan cara mengeroyok, awalnya satria masih bisa melawan dan menangkis serangan lawannya namun karena terlalu lelah Satria akhirnya jatuh)". bodyguard
"tidak ....mas...bangun mas, jangan tinggalkan aku...aku mohon (dan beralih kepada Rama yang memegang erat tangannya) aku mohon mas hentikan mereka bisa membunuhnya...(dan beralih lagi kepada para bodyguard yang mengeroyok satria) tolong hentikan... hentikan...(Rumi merosot dalam genggaman Rama menyaksikan kekasih hati dalam ketidak berdayaannya)". Rumi
"Daddy....bangun dad, jangan om...jangan memukulinya lagi...(Caca histeris Dimata kecilnya ini sangatlah pemandangan yang menyayat hati)". Caca
"jahat....Daddy jahat...(nampak Raka mencari apa saja benda yang bisa membuat Daddy Satria nya tertolong. Raka melihat kayu yang cukup besar dan mengambilnya dan Raka pukulkan ke salah satu bodyguard yang tengah asyik menghakimi Daddy satrianya)". Raka
"apa yang kau lakukan bodoh...(disaat Rama melihat salah satu bodyguard kesakitan karena ulah Raka dan mendorong Raka kecil hingga Raka terjatuh kasar)". Rama
__ADS_1
"maafkan saya tuan ...(tanpa aba-aba Rama menembak bodyguardnya sendiri hingga memejamkan matanya)". bodyguard
pemandangan yang mengerikan sekaligus menyedihkan.
bagi para warga kampung orang-orang dengan pakaian serba hitam dengan setelan jasnya tidak lain adalah setan yang tengah kelaparan dengan amukkannya.
"cukup (dengan sekuat tenaga Rumi bangkit ia sudah tidak tahan dengan ketidak berdayaannya yang selalu saja melihat orang-orang yang ada disekitarnya selalu tersakiti oleh sang yang berkuasa yang sedang memegang erat tangannya) biarkan aku dan mas Satria pergi .
yang perlu kau tau mas Rama kami telah memiliki...(ucapannya terpotong oleh Suara larangan dari sang suami , ya sang suami masih bisa mendengar samar akan ucapan dari sang istri, ia menebak dengan apa yang akan terjadi jika sang istri mengucapkan satu kata itu. kata itu sama saja akan menghilangkan nyawa yang begitu mereka dambakan akan kelahirannya, sang calon buah hati mereka. satria berfirasat buah hatinya tidak akan bertahan jika tuan berkuasa itu mengetahuinya.)
mas....(Rumi menatap kearah dimana suaminya tersenyum dalam keihklasan dan tanpa rasa takutnya tanpa dikata Rumi mengerti akan arti tatapan itu)". Rumi
Rumi dan Satria saling menatap penuh arti.
"selalu bahagialah kapanpun dan dimanapun kau berada.... maafkan aku tidak bisa melindungimu...bergumam". Satria
"tidak.....(disaat Rumi melihat satria memejamkan netranya untuk yang terakhir kalinya meskipun begitu Satria masih saja dipukuli oleh para bodyguard)". Rumi
Rama memperhatin tatapan diantara keduanya.
"kalian telah memiliki apa?". Rama
"kami telah memiliki cinta yang sejati...(sedetik kemudian Rumipun ikut memejamkan netranya)". Rumi
"mommy....(Raka berteriak disaat netranya menyaksikan sang mommy dibawa dalam keadaan tidak sadarkan diri, Raka mengetahui sang mommy tengah mengandung adik bayinya dan jelas raut khawatirnya)". Raka
"hentikan... om jahat, hentikan pergilah...kalian jahat...kalian jahat...(raka kembali berusaha menyingkirkan para bodyguard yang masih setia dengan tugasnya)". Raka
rasa takutnya hilang disaat orang yang paling tulus mencintainya dalam keadaan membutuhkan bantuannya.
__ADS_1