Tangisan Suci

Tangisan Suci
Maafkan Raka


__ADS_3

_skip_


"mas Satria....hah....huhhhhhhft (nampak Rumi terbangun dari tidur lelapnya, ia bermimpi mas satrianya ingin menggapainya dalam jeritan kerinduannya)...aku hanya bermimpi.. huffft... (ia menyeka keringat dinginnya, ia mengedarkan pengelihatannya namun beruntunglah Rama tidak ada disisinya bisa saja akan menjadi bumerang disaat bibirnya menyebutkan nama Satria dan terdengar oleh laki-laki posesif yang kini menjadi suaminya).


mas Satria apa kabarmu mas? apa kau sedang bahagia dengan perempuan pilihanmu disana? apa kau sudah menikahinya yang kau jadikan istri tercinta dan satu-satunya?


kita hanya beberapa bulan menjalin sebuah hubungan dekat dan melangkah kesebuah jenjang pernikahan dan lahirlah Aydan sebagai tanda cinta diantara kita.


jujur mas sampai saat ini aku masih menyimpan namamu disini meskipun kau sudah memporak-porandakan hatiku mas.


(rasa rindunya kembali lagi disaat satu mimpi merundungnya begitu nyata)


aku akui cintaku sudah terlalu besar kuberikan kepadamu mas, tapi kini aku cukup bersyukur dengan perubahan mas Rama. aku bersyukur untuk kesetiaannya dan benar bisa menerima anak kita Aydan sebagai anaknya juga.... membatin". Rumi


cklekkk... Suara sebuah pintu dibuka...dan terlihatlah Rama yang baru selesai dengan ritual mandinya.


"sayang kau sudah bangun, kenapa kau terlihat melamun? apa yang kau rasakan ,kau sakit? (menatap khawatir mendekat dan memeriksa beberapa bagian tubuh milik sang istri tercintanya yang masih utuh dengan balutan selimutnya)". Rama


"um... tidak mas, aku hanya terlalu senang akan bertemu dengan Raka rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera menggendongnya (tersenyum kaku disaat terciduk melamun)". Rumi


"jangan digendong Raka sudah besar, dari pada menggendong Raka masih mending kau menggendongku (tersenyum hangat dan menggoda)". Rama


"kau ...bisa saja mas...kau sudah mandi, baiklah sekarang giliranku untuk mandi bukanya pagi ini kita akan berangkat menemui Raka? (dengan senyum semangatnya)


maafkan aku mas Rama aku masih saja memikiran laki-laki lain...hatiku tidak bisa berbohong mas... maafkan aku... membatin". Rumi


ya melihat Rama selalu berusaha membahagiakannya meskipun dengan segala peraturan absurdnya Rumi menghargai akan kesetiaannya, karena saat ini adalah kesetiaan yang menjadi patokannya ,bukan cinta yang selalu membunuh perasaan dan hatinya.


"Hem, segera mandilah...(Rama menatap penuh cinta sepertinya perempuan yang selalu menghangatkan ranjangnya sudah benar kembali mencintainya karena selalu menuruti keinginan dan peraturannya tanpa sebuah tangisan penolakkan yang ditunjukkannya lagi, sekarang Rumi terlihat sudah bisa menerima kehadirannya)". Rama


"eem...(mengiyakan)". Rumi


"aku akan menunggumu, jangan lama-lama...". Rama


"bersabarlah sebentar...(Rumi bergegas, ia tidak mau mandi bersama sang suami reseknya bisa-bisa akan memakan waktu berjam-jam bila mandi bersamanya)". Rumi


Rama tersenyum senang melihat kepergian sang istri penurutnya yang hilang dari balik pintu.


baru beberapa menit Rumi mengguyur tubuhnya terdengar suara pintu yang dibuka, Rumi dapat memastikan siapa sang pengganggu itu.


"mas...,sudah aku duga...(sudah terlihat Rama berdiri didepan kaca transparan yang menjadi penghalang air untuk keluar dari daerahnya)". Rumi


pemandangan itu sudah tidak asing lagi baginya, seorang bayi besar dengan tingkat kemesumannya tengah tersenyum kearahnya.


"aku rasa aku belum menggosok bagian yang ini, aku lupa karena terburu-buru (dengan nada nakalnya ikut masuk mensejajarkan diri hingga keduanya bisa saling melihat kepemilikan masing-masing)". Rama

__ADS_1


"laki-laki tidak ada batasnya... bergumam.


aku malu mas, meski ini bukanlah hal yang rahasia lagi (mencoba mengalihkan pandangannya)". Rumi


"milikku hanya milikmu, dan milikmu akan tetap menjadi milikku (dengan leluasa Rama kembali melakukan apa yang ia inginkan kepada perempuan yang ada dihadapannya perempuan yang kini menjadi istrinya lagi perempuan yang begitu benar ia sangat cintai)". Rama


"bisakah kau untuk lebih pelan sedikit saja mas". Rumi


"Hem...(tersenyum tersembunyi)". Rama


disaat Rumi benar-benar sudah tidak tahan dan menjambak rambut pendek khas Rama dan berulang kali mencakar punggung keras itu.


namun perbuatan Rumi justru membuat Rama makin menggila.


"nikmati saja my wife dan ikuti permainanku (tersenyum dengan gelora yang terus menerus membara)". Rama


"laki-laki mesum... laki-laki gila s..-k (dengan wajah yang sudah tidak bisa dikondisikan)". Rumi


"(senyum Rama) aku akan segera menyelesaikan misiku....". Rama


sekitar 30 menit ritual mandi yang dibarengi dengan panasnya drama akhirnya berakhir juga.


"mas, kau sungguh gila (dengan tubuh yang gemetaran menahan segala rasa yang ada)". Rumi


"seharusnya kau bangga memiliki laki-laki seperkasa diriku, banyak wanita diluar sana yang mendamba seseorang dengan kemampuan sepertiku (melilitkan jubah mandi ketubuh sang istri yang nampak kedinginan dan kelelahan)". Rama


"akan aku gendong kemanapun kau mau...(membopong Rumi)". Rama


"laki-laki ini apa bisa membaca isi kepalaku?.. membatin". Rumi


"ah..mas ..aku masih sanggap berjalan mas, aku bukanlah seorang bayi yang tidak bisa berjalan sendiri". Rumi


"stttt...ini sudah tugasku sayang membuatmu selalu Yaman dan senang". Rama


"yanam dan senang???! ...membatin". Rumi


Rama mendudukkan Rumi di meja riasnya dan tanganya menggapai pengering rambut dan mulai membantumu Rumi untuk mengeringkan rambut panjangnya. menyisir dan memberikan pelembab dan parfum dirambutnya.


"terima kasih mas". Rumi


"aku senang dan tulus melakukannya sayang". Rama


"manis... membatin". Rumi


meskipun sejatinya Rumi sudah tidak mencintai suaminya lagi namun perlakuan manis Rama bisa melelahkan hati kokohnya.

__ADS_1


"sudah aku bilang, kau harus bangga kepada suamimu ini (disaat tanpa sadar senyuman Rumi dapat Rama tangkap)". Rama


"e...(gelagapan dan ikut merapihkan rambutnya yang panjangnya semakin kehari semakin panjang)". Rumi


_skip_


🌾 Di negara (tidak usah disebut )🌾


"Raka....hiks...ini mommy sayang, apa kau baik-baik saja disini,mommy sangatlah merindukanmu sayang". Rumi


terlihat beberapa deretan orang-orang yang sudah lama dirinya tidak lihat tengah menatapnya dengan berbagai ekspresi.


"mommy...apa benar itu kau mom (tatapan ketidak percayaan yang ditunjukkan)". Raka


"surprise...apa kabarmu jagoan, maafkan Daddy yang telah memisahkan Raka dari mommy. ini semua Daddy lakukan untuk mendapatkan mommymu lagi.


Raka maafkan Daddy yang selama ini membuatmu selalu susah dan selalu memutuskan apa yang Daddy inginkan dan lakukan kepadamu.... kepada mommymu...


sekarang Daddy sudah mendapatkan apa yang Daddy inginkan dan sekarang sudah saatnya Daddy mengembalikan keadaan yang seharusnya ada. kita akan berkumpul bersama lagi sayang, seperti diwaktu dulu". Rama


"Daddy (Raka bisa melihat keakuran yang nyata diantara mommy Rumi dan Daddy Rama nya tidak seperti bayangannya)". Raka


" lihatlah daddy dan mommy membawa seseorang yang baru dikelaurga kita. tebaklah siapa bayi kecil ini apa kau mau berkenalan terlebih dahulu dengannya (tersenyum hangat)". Rama


"Daddy...(tatapan lebih tidak percaya Raka tunjukkan kepada Daddynya dengan menggendong seorang bayi yang berumur sekitar beberapa bulan saja ya bayi itu pasti baby Aydan, anak dari mommynya dan Daddy satrianya)". Raka


"mommy dan Daddy... apa kalian baik-baik saja? dan... bayi tampan ini apakah...(tatapan ketidak percayaannya berubah dengan tatapan khawatirnya)". Raka


"mom... apakah bayi ini adalah adik Raka , apakah ini adalah baby Aydan? mom...". Raka


"eem...(tersenyum mengangguk)". Rumi


"tapi apa Daddy Rama...(ucapnya terjeda)". Raka


"Daddy menerima apapun yang ada pada mommymu , termasuk baby Aydan, Daddy telah mengetahui semuanya Raka. jadi kau tidak perlu memperlihatkan wajah cemasmu itu, itu terlihat sangat berlebihan dan tidak perlu(sedikit ada ejekan candaan didalam nadanya)". Rama


"terima kasih dad, terima kasih...! tentu dad, Raka tentu memaafkan apa yang sudah Daddy pernah lakukan kepada Raka (Raka merangkul Daddynya bersyukur dengan pemandangan yang menyajikan kesan harmonis dan begitu manis)". Raka


"sayang ...(Rumi ikuti terharu menyaksikan pemandangan yang begitu hangat terpancar dari sepasang anak dan Daddynya yang mengalihkan menggendong baby Aydan)". Rumi


"aku tidak menyangka Daddy akan menerima keadaan ini...ini pasti sulit untuk Daddy tapi Daddy benar bisa melakukan hal yang menurut Raka adalah hal yang luar biasa... Raka bangga menjadi anakmu dad, meskipun cara mendapatkan mommy Daddy melakukannya dengan sekehendak pemikiran sendiri tapi Raka salut dengan kekuatan dan kerja keras Daddy untuk mendapatkan mommy lagi...


Daddy Satria Maafkan Raka dad, maafkan Raka ca,...membatin". Raka


akhirnya rombongan yang dipimpin Daddy Rama itu menikmati masa kangen-kangenan bersama kedua anaknya. suasana itu adalah suasana yang diimpikan Rumi bersama keluarga kecilnya meskipun bukan dengan Satria Rumi bisa sedikit memiliki rasa leganya.

__ADS_1


"aku tidak menyangka pemandangan ini bisa aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri, keharmonisan yang tercipta aku sungguh bersyukur kepadamu ya Rabb... membatin dalam rasa syukurnya)". Rumi


__ADS_2