
sekitar 15 menit kemudian.
"tuan tolong hentikan, aku rasa sudah aman. aku akan turun didepan sana". gadis muda
hening...
"tuan,.....(menangkap lengan milik Adam dan menggoyang-goyangkannya)". gadis muda
dctttttttttt..... Suara mobil yang direm secara sedikit memaksa.
"(gadis muda itu tiada henti menggoyang-goyangkan lengan milik Adam berharap Adam menepikan laju mobilnya dan akhirnya Adam pun merespon) terima kasih tuan, aku turun disini saja (gadis muda itu nampak ingin turun tapi Adam malah mengunci pintunya).
tuan kenapa malah dikunci, aku ingin turun, aku tidak memiliki uang jika kau ingin meminta bayaran kepadaku, ayolah kasihanilah aku".gadis muda
"kau tidak boleh turun". Adam
" tolong kasihanilah aku tuan, biarkan aku turun ada urusan yang belum aku selesaikan. aku adalah gadis susah ,dan disini aku adalah korban.. kalau ingin membantuku biarkanlah aku pergi......(menatap memelas) tu..tuan...apa yang kau lakukan...(disaat Adam menginjak pedal gasnya)". gadis muda
Adam diam malah Adam kembali melajukan mobilnya.
"tolong....(disaat Adam mulai mensejajarkan laju mobil yang dikendarainya dengan laju pengemudi yang lain)". gadis muda
"jangan berisik nona, saya hanya akan membawamu keklinik terdekat untuk lukamu bisa saja lukamu terinfeksi bila harus lama-lama dibiarkan seperti itu, jadi duduklah dengan tenang (memasang wajah serius)". Adam
"b.. baiklah,( akhirnya gadis muda itu berusaha untuk tenang meskipun dibenak menyimpan rasa was-was besar dan Curiga dengan perlahan melepaskan pegangan ditangan milik Adam)". gadis muda
sementara itu.
🌾 Di kediaman Rama 🌾
"kau mau kemana sayang?". Rama
__ADS_1
"Hem,.... mas, aku ingin kekamar Aydan sebentar. aku hanya ingin memastikan Aydan tertidur dengan lelap aku belum tenang kalau belum benar-benar melihatnya baby Aydan tidur dengan nyenyaknya mas(dengan memegang knop pintu dengan posisi menoleh)". Rumi
"tidak usah kesana, aku tidak mau ditinggalkan meskipun itu hanya sebentar (dengan ikut menyusul Rumi yang sudah didepan pintu menangkap pinggang perlahan melingkarkan kedua tangannya dan mengelus lembut perut yang terasa rata itu), kau tidak perlu khawatir ada bibi yang menemani baby Aydan disana, jadi kau tidak perlu kesana". Rama
"mas, jangan seperti ini (dengan nada yang lembut sambil menahan aura s..-k milik suaminya) bukannya hari ini kita sudah melakukannya, aku hanya sebentar mas (disaat gerakkan intim mulai merayap lagi)...aku.... akhp....". Rumi
"diamlah...aku sudah benar-benar Cinta gila padamu...(Rama kembali membawa Rumi kedalam lingkaran kuasanya membopong tubuh ideal milik Rumi dengan keposesifannya)". Rama
"tunggu...mas, (menahan dada milik suaminya dengan kedua telapak tangannya disaat lagi-lagi berada dalam kurungannya) beri aku waktu untuk beristirahat, aku masih lelah mas...(menatap lemah)". Rumi
"hanya sebentar saja anggap saja ini adalah bonus, (rautnya semakin dalam dan dekat hingga menyentuh pucuk hidung mancung milik Rumi dan perlahan membelah kedua tangan Rumi yang ada dikedua dada bidangnya dan ia letakkan dikedua pundaknya) cup...(kecupan kecil dan digantikan dengan beberapa kecupan tambahan dan dalamnya)". Rama
lagi-lagi Rumi harus merelakan apapun kehendak suamianya melawanpun tiada berguna hanya akan membuang-buang energinya saja, ya inilah wilayah daerah kekuasaannya dengan segala peraturannya.
tiada waktu Rumi untuk memikiran hal yang lain hanya Rama dan Rama hari-harinya dipenuhi dengan seseorang yang bernama Rama. dirinya bagaikan sebuah boneka yang selalu mau dan menurut.
lagi-lagi suara itu yang didengarnya, suara kepuasan dari seorang laki-laki yang sama laki-laki yang telah berhasil mengatur hidupnya.
rasanya Rumi sudah menjadi bagian dari laki-laki yang mengendalikan hidupnya namun entah begitu hampa dihatinya meskipun Rama sudah memberikan segalanya. namun begitu hampa dirasa Rumi berusaha untuk tetap bertahan dengan mengikuti permainan itu , bahkan berusaha untuk menikmatinya untuk sedikit menghilangkan rasa sakit yang merangkulnya.
"sayang apa kau sudah tidur? (Rama mengelus pelan bahu polos itu yang membelakanginya)". Rama
"belum mas, aku sangat lelah tapi aku belum bisa tidur mungkin karena aku belum melihat Aydan (tanpa menoleh dan melihat raut sang lawan bicaranya)
mas... sebenarnya Raka ada dimana mas... aku sangat merindukannya". Rumi
"apa kau marah aku melarangmu untuk menemui Aydan? (yang mendekapnya erat dari arah belakang mencari kenyamanan)
Raka!!! apa kau ingin aku juga untuk mengizinkanmu untuk menemuinya Hem,,,,.". Rama
"tidak mas... aku tidak marah. aku ...aku hanya merindukan melihat anak-anakku , berkumpul bercanda tawa bersama melihat mereka tumbuh dengan keceriaan dihari-harinya (dengan nada yang nampak menerawang) ". Rumi
__ADS_1
rasanya hidupnya sudah berakhir dalam dekapan laki-laki yang selalu tidak mau jauh darinya.
"hei... kemarilah aku ingin melihat bola mata bulatmu (Rama memutar tubuh milik sang istri hingga dapat melihat dengan jelas pelupuk mata dengan tatapan teduhnya).
dengarkan aku baik-baik, kita akan mengunjungi Raka dinegara (tidak usah disebut ya.... menatap pemilik manik bulat itu)". Rama
"a..apa kau sedang membohongiku mas? (tatapan teduhnya berubah dengan tatapan antusias menatap tepat keretina sang lawan bicara)". Rumi
"kapan aku membohongimu sayang? bukannya aku sudah berjanji kepadamu akan membuatmu merasa selalu bahagia!
karena selama ini kau selalu menurut, maka aku anggap kau pantas untuk mendapatkan sebuah hadiah!
disana kau boleh meminta apapun dan kemanapun yang kau mau dan kau suka, apa kau senang?". Rama
"terima kasih mas, aku sangat senang, aku sangat senang kau mengizinkan diriku bertemu dengan Raka kembali mas ( refleks merangkul tubuh yang ada dihadapannya dan gerakkan Rumi membuat Rama tersenyum lebar) aku sudah tidak sabar menantikan hari itu". Rumi
"kenapa harus menunggu hingga hitungan hari, esok pagi ini juga kita akan berangkat aku sudah menyiapkan segala sesuatunya. kita akan tinggal disana untuk beberapa musim(mengusap sayang rambut panjang milik sang istri yang merangkulnya)". Rama
"beberapa musim...membatin". Rumi
berarti dirinya akan benar-benar berjarak dengan seseorang yang jauh disana seseorang yang masih sebagian ada dihatinya meskipun seseorang itu sudah memporak porandakan hatinya dengan pengakuannya tapi rasa cintanya sudah terlanjur ada untuknya , seseorang yang benar-benar bisa membuka pintu hatinya. apa lagi si baby Aydan begitu mirip dengannya.
"tapi baby Aydan akan ikut dengan kita jugakan mas, aku tidak mungkin untuk meninggalkannya sendirian...(melepaskan pelukannya namun masih dalam tatapan fokusnya menatap sang lawan bicaranya)". Rumi
"baby Aydan akan ikut dengan kita, apapun hal yang membuatmu bahagia bersamaku akan aku lakukan apapun itu.
kau tau sayang meskipun Aydan bukanlah anak kandungku aku sudah terima dengan hal itu sejak dulu, sejak pertama kali diwaktu aku pertama mengetahuinya setelah melakukan sebuah tes DNA.(rautnya berubah terlihat sedih namun terlihat berusaha untuk menetralkan) aku kira hanya itu saja keadaan yang harus aku terima...tapi apa kau malah menolakku dengan ... sebuah benda terkutuk itu...(pil penunda kehamilan) ...aku sakit Rumi aku hancur, aku begitu hancur disaat itu juga...(tanpa disadari dan disuruh kristal beningnya meleleh)". Rama
"maafkan aku mas (Rumi mengusap lelehan kristal bening itu ia begitu merasa bersalah kepada laki-laki yang ada dihadapannya ya meskipun Rama telah memaksanya dan menghancurkan impiannya namun hati nuraninya memanggilnya untuk saling berbagi rasa)". Rumi
"aku yang salah, aku telah menyia-nyiakanmu Rumi , dan selalu memaksamu , dan telah menghancurkan impianmu!
__ADS_1
aku salah...dan selalu salah hingga rasa yang aku lalui terasa begitu berat...kau tau Rumi hidup tanpamu bagaikan hidup tanpa rasa dan warna. aku sungguh tidak bisa hidup tanpamu.aku mohon jangan tinggalkan aku lagi ...aku mohon cintailah aku lagi...(menangkap tangan milik Rumi dan menempelkan tangan itu disalah satu pipinya)". Rama
"mas....(tanpa sebuah jawaban Rumi hanya dapat mendekap tubuh sixpack itu ia juga tidak mau sampai membohongi hatinya bahwa dirinya belum bisa merelakan mas satrianya)". Rumi