
Rama dan Exel berjalan Secara berdampingan membuat Ardi begitu terkejut hebat pasalnya Exel pernah mengatakan kepada dirinya bahwa ia sudah melepaskan diri dari kendali tuan berkuasa dan semena-mena.
si tuan arogan dan tidak memberikan pilihan kepada lawannya.
dan Rama bukannya ia kalah dan bergerak mundur dengan bukti yang berhasil Ardi dan Exel kumpulkan akan kejahatannya?!. namun kini kenapa Exel dan Rama nampak terasa begitu bekerjasama?! ada apakah ini???. kenapa bisa seperti ini. semua pertanyaan itu nampak berputar-putar di otaknya *Ardi*.
"Rumi...apa kau baik-baik saja (Satria nampak memegang lengan milik Rumi dan mengusapnya pelan ya Satria tau Rumi dengan perubahannya)". Satria
"mas...(Rumi mundur meraih dan memegang erat-erat lengan milik Satria dengan tatapan ketakutannya, masih sangat jelas bayang-bayang terakhir kali Rama memeluknya, ya semua yang berkaitan dengan sosok Rama hanya kesakitan dan kepahitan yang Rumi dapat rasakan )". Rumi
"Rumi...(Dimas melihat gerakan milik Satria yang sangat perhatian kepada Rumi dan itu membuat panas pengelihatanya, namun disisi lain Dimas terlihat khawatir dengan keadaan ini, ya Dimas mengetahui bahwa Rumi masih sangat ketakutan akan sosok Rama, ia masih ingat disaat Rama memeluknya dengan keposesifannya)". Dimas
Rama berjalan dengan arah yang lurus meskipun netranya sangat dapat melihat raut syok dari sang mantan istri bersama seseorang yang telah mempertemukannya dengan mantan istrinya dan seseorang itu pula yang kini mengaku sebagai kekasih mantan istrinya, ada kecemburuan yang sangat membakar didada disaat netranya melihat seseorang yang mengaku menjadi kekasih seseorang yang masih sangat ia cintai itu tengah memberikan perhatiannya dengan begitu intens dan dengan tatapan penuh kelembutan namun ia tetap tenang dan berjalan dengan semestinya. begitupun dengan Exel ia berjalan lurus hingga kini langkah kakinya berhenti tepat di singgah sana pengantin baru.
"tuan.... selamat datang, terima kasih sudah berkenan datang di acara pernikahan sederhana kami , saya dan istri Sungguh merasa senang tuan sudah meluangkan waktu untuk kami
(dengan senyum antusias)". Alan
"Hem, selamat untuk kalian berdua. semoga menjadi sepasang kekasih yang sama-sama setia dan sehidup semati. (ada kata-kata sindiran yang Exel ucapkan teruntuk seseorang yang berada disampingnya, sementara itu orang yang disindir hanya diam ia tau akan kesalahan yang pernah ia lakukan dulu) aku tidak akan melupakan ucapan ku sendiri Alan, aku pasti datang di acara bahagiamu ini(tersenyum simpul) aku datang bersama tuan Rama Wijaya,(Exel dengan gaya memperkenalkan, padahal sejatinya Alan dan Adam sudah ia beritahu tentang seseorang dengan segala peraturan yang ia buat sendiri itu) ". Exel
"tuan....(Alan berusaha sesopan mungkin ia tidak mau kalau acara pernikahannya sampai hancur berantakan karena salah tingkah dan ucapanya, baginya melawan tidaklah masalah namun bukannya ini adalah hari bahagianya?! ia tidak ingin hari ini menjadi sejarah yang menyedihkan bila ia melakukan kesalahan)". Alan
"selamat untuk kalian , tuan Alan dan nona, saya selaku teman tuan Exel sangat merasa senang bisa hadir disini...(Rama memberikan kata-kata selamat layaknya seorang teman namun tidak menghilangkan kesan kepemimpinan dan kedudukan tingginya)". Rama
__ADS_1
"oh....saya yang begitu merasa senang dan sangat merasa tersanjung memiliki tamu Besar seperti Anda tuan Rama Wijaya. kami ucapakan terima kasih atas kehadirannya....(dengan senyuman ramahnya)".Alan dan Lis
sementara itu Ardi nampak panik dan segera mendekat kearah Dimana Rumi tengah berada.
ia bermaksud untuk memperingati Rumi bahwa keadaannya tidaklah baik untuk dirinya dan Raka, Ardi akan mengingatkan adik kandungnya itu untuk berhati-hati dengan kehadiran Exel yang membawa sosok yang paling di hindarinya.
"Adam ... membatin!!! (ya Ardi akan mengandalkan sosok laki-laki dewasa dengan raut yang begitu manis namun tidak menghilangkan kesan tampannya ya sosok tampan itu memiliki dua lesung pipi yang membuat pria itu terlihat manis)". Ardi
"dosen Satria apa kau bisa aku andalkan? (dengan tatapan tegasnya)". Ardi
"tentu kak Ardi, aku akan melindunginya dengan segenap jiwa dan ragaku (dengan keyakinan)". Satria
"kak...siapa orang yang bersama dirinya (pandangan Rumi tertuju kepada sosok Dengan warna kulit hitam dan sosok itu baru pertama kali ia melihatnya)". Rumi
"tapi apakah ini benar kak...tuan Exel nampak berteman dengan dirinya (Rumi dengan segala pertanyaan nya)". Rumi
"itu yang aku khawatirkan, ini nampak tidak berjalan dengan semestinya. sepertinya ada sesuatu yang Exel kepada Exel". Ardi
"tenanglah, kita akan hadapi ini bersama (Satria berusaha menenangkan keduanya)kak dimana raka?". Satria
"aku sudah menyuruh Adam untuk membawa Raka dan anakmu sedikit menjauh dari area ini...aku...(ucapanya terhenti di saat satu suara teguran yang menghampiri)". Ardi
"ekhm,... selamat sore kawan. apa kabarmu...(senyuman ringan yang Exel pertontonkan menunjukkan dia tidaklah dalam keadaan nyaman)". Exel
__ADS_1
"Exel....(Ardi menoleh) kabarku baik kawan (Ardi dan Exel saling berpelukan dan memberikan suatu kode bahwa Ardi haruslah berhati-hati terhadap satu orang yang tengah bersamanya)Hem...... kau datang bersama tuan Rama? (dan beralih kepada Rama) apa kabar tuan, saya tidak menyangka akan dipertemukannya lagi". Ardi
"kabarku baik bahkan lebih baik...(Rama memberikan sambutan sebuah jabat tangan kepada Ardi dan Ardi menyambutnya)". Rama
"oh ia...Rumi perkenalkan dia adalah Exel, bukannya dirimu sangat menginginkan berkenalan dan berterima kasih secara langsung kepada tuan Exel? (Ardi mempersilahkan)". Ardi
"tuan, (Rumi sedikit maju untuk berjabat tangan dengan Exel yang Otomatis lebih dekat dengan sosok Wijaya) perkenalkan aku Rumi apakah benar kau adalah tuan Exel, aku Sungguh senang bisa Secara langsung bertemu denganmu tuan. dan terima kasih atas kebaikan yang sudah tuan selalu berikan (dengan senyuman yang ia berusaha berikan untuk mengusir segala kerisauan dan ketakutan)". Rumi
"aku juga senang bisa berjumpa denganmu Rumi.
Hem, sama-sama nyonya Rumi, itu tidaklah seberapa, bukannya antar sesama harus tolong menolong. (dengan senyum simpulnya)". Exel
"eem...(mengiyakan)". Rumi
"Rumi apa kabarmu? (Rama yang sejak tadi diam kini ia berusaha menjangkau tubuh Rumi yang otomatis membuat kaki Rumi mundur satu langkah)". Rama
"bersikaplah selayaknya tamu mas...(Rumi kini berani menatap)". Rumi
"Hem,... (nampak Rama memejamkan netranya sejenak) maafkan aku, aku hanya memastikan kau baik-baik saja...( ya Rama tidaklah bisa mengetahui kabar dari Rumi setelah Rumi pingsan dan dibawa kerumah sakit pada waktu itu, karena sebuah ancaman dari pihak Ardi dan Exel. namun kini rasanya ia bisa bernafas lega disaat netranya dapat menyaksikan sendiri bahwa Rumi baik-baik saja)". Rama
"Rumi baik-baik saja tuan seperti yang tuan lihat (Satria maju dan mensejajarkan posisinya bersama sang kekasih)".Satria
ada kilatan amarah yang Rama tunjukkan disaat Satria mulai ikut campur diantara obrolannya berlangsung bersama sang mantan. namun dengan rapih dan tenang Satria menunjukkan sikap dan kosa katanya.
__ADS_1
suasana mulai menegang menjadikan si tuan rumah merasakan was-wasnya. ya Alan yang sejak tadi memperhatin gerakan dari orang-orang disana dengan segala kerumitannya.