
_Skip_
"tidak bisa dibiarkan...bergumam". Ardi
waktu menunjukkan pukul 12 malam namun bukannya keadaan menjadi sepi kini justru semakin ramai menjadi.
nampak Nona yang dikelilingi teman perempuan dan laki-lakinya dengan ditamani alunan musik dan suara bising yang saling bersautan sedari tadi sibuk memasukkan bergelas-gelas minuman memabukkan kedalam kerongkongannya seakan rasa hausnya tiada bisa ia obati dengan literan yang sudah memenuhi perut langsingnya.
"are you ok...(salah satu teman Nona yang sedikit terganggu dengan keadaan Nona yang terlihat kacau tidak seperti biasanya)". teman Nona
"is ok, I'm fine..!. haha....add more drinks....(wajahnya sudah sangat memerah dan tampilannya kacau seakan ia tidak mempunyai malu dengan keadaan tubuhnya)". Nona
"hentikan Nona, (Ardi yang muncul dengan tiba-tiba dan memegang lengan milik Nona mencegah Nona untuk minum lagi membuat teman-temannya merespon)". Ardi
"siapa kau tuan, jangan mengganggu teman kami". salah satu teman Nona
"aku hanya akan membawa istriku pulang, tolong jangan halangi aku (Ardi mencoba untuk memapah Nona yang sudah mabuk namun masih sanggup minum itu)". Ardi
"kalian apa dengar tuan ini bicara apa? hahaha.....(tertawa renyah menertawakan Ardi dan menilai keutuhan tubuh Ardi).
apa tidak salah, ....??? hei... semuanya yang ada disini tolong perhatikan aku sepertinya aku mempunyai tontonan menarik untuk kalian!!?". salah satu teman Nona 1
Ardi diam dari aktivitasnya yang akan membantu Nona untuk berdiri namun nyatanya Nona menolaknya untuk membawanya.
"pergilah, kenapa kau selalu mengikutiku...kau bukan anakku...dan bukannya kau sudah besar jangan pernah menganggap aku adalah ibumu...(dengan lagi-lagi meminum minuman memabukkan itu)". Nona
"aku bilang hentikan...(Ardi mengambil gelas yang akan Nona arahkan kebibirnya)". Ardi
"hei... tuan jangan membuat kerusuhan di sini, (salah satu teman Nona tidak suka dengan keberadaan Ardi dan berniat untuk memberi pelajaran untuknya namun ada salah satu teman Nona yang masih nampak ingin bermain-main dengan kesabaran Ardi)".salah satu teman Nona
"jangan baby... biarkan dia pergi, aku tidak mau ada tangisan bayi disini...(berusaha mengusir Ardi dengan mengejeknya)". Nona
karuan teman-teman Nona yang ada disana tertawa meremehkan dengan tatapan merendahkan.
"pergilah tuan sebelum teman kami, memukulmu..."salah satu teman Nona
"aku tidak perduli aku, aku tidak ada urusan dengan kalian...(Ardi setengah menyeret Nona hingga Nona masuk kedalam pelukan Ardi).
pulanglah bersamaku, kau dalam keadaan tidak baik Nona". Ardi
saling menatap.
__ADS_1
"aku masih ingin disini, biarkan aku sebentar saja melupakannya Ar...(yang dimaksud disini adalah Satria) haha...aku bahagia disini Ar (tangannya merayap menelusuri kancing baju Ardi) jadi biarkan aku bahagia dengan caraku ini....(dan mendorong tubuh kecil Ardi dibandingkan dengan tubuh jangkungnya hingga Ardi terhuyung kebelakang dengan menahan kaki satunya yang tidak stabil)". Nona
"sebenarnya siapa dia bab, kenapa laki-laki pincang ini sangat menginginkanmu". teman wanita Nona
"bukan siapa-siapa aku sudah jangan hiraukan.
ayo kita bersulang lagi....kita nikmati malam ini....(Nona menghampiri meja panjang itu lagi dan lagi menuangkan minuman memabukkan itu kegelas dan mengacungkan kepada teman-temannya)".Nona
"Nona...(dengan langkah membuntuti )". Ardi
srkkkkkk....brukkkkk....... Suara seseorang yang jatuh.
"haha......(tertawa lepas teman-teman Nona)". teman-teman Nona
kaki Ardi dihalangi hingga terjatuh.
"tuan....(dari arah belakang muncul beberapa orang tidak dikenal menghampiri Ardi)". orang tidak dikenal
"tidak apa-apa, (Ardi mencegah, Ardi bangun dan menghampiri Nona).
sekarang juga pulanglah bersamaku". Ardi
"tidak, aku tidak mau...". Nona
akhirnya Nona berhasil dibawa Ardi pulang dengan sebuah bukti yang tidak bisa ditolak, bahwa hubungan Nona dan Ardi yang terlihat itu memanglah nyata dengan berat hati teman-teman Nona membiarkan Ardi membawa Nona pulang bersamanya.
dan sesampainya di apartemen milik Ardi ,lagi-lagi Ardi melakukannya dengan keadaan Nona yang tidak sadarkan diri hingga beberapa minggu -minggu berikutnya Nona dikabarkan tengah hamil.
dan itu adalah kabar yang baik bagi Ardi.
_skip_
hari ini adalah hari Jumat dan suansa dipagi ini hujan mengguyur daerah perkotaan didaerah itu dengan lalu lalang yang biasa sudah menjadi pemandangan alam sekitar.
* di mobil *
"sebenarnya apa yang ada di otaknya, Sungguh seorang ibu yang bodoh.... bergumam". Ardi
ya Ardi mendapat sebuah informasi yang baru ia dapatkan dari orang suruhannya yang memata-matai aktivitas Nona dikediamanya/diapartemennya.
bahwa Nona akan menemui seseorang oknum praktek ilegal ,dan bertujuan untuk menggugurkan kandungannya.
__ADS_1
itu membuat Ardi yang berbunga menjadi murka dengan harapnya yang mungkin saja bisa lenyap dengan pemikiran Nona.
tidak menunggu waktu yang lama Ardi sudah dapat melihat tempat sebuah praktek terlarang itu dengan sebuah alamat berikut keadaan yang orang suruhannya kirimkan.
brakkkkkkk.... Suara pintu yang dibuka secara paksa.
"kalian...kalian akan menyesal telah menuruti keinginannya (dengan wajah yang berapi Ardi menunjuk kearah salah satu oknum dengan kemarahannya)". Ardi
"si..siapa Anda tuan, kenapa bisa masuk dengan cara yang tidak sopan. Anda sangat mengganggu kenyamanan pasien!". oknum
sedangkan Nona dalam keadaan yang tidak bisa memungkinkan ya karena Nona sudah diberi obat tanpa rasa hingga kesadarannya pun ikut terhanyut dalam dunia halusinasinya.
"aku adalah sumainya, dan kalian akan tau apa yang akan kalian dapatkan setelah ini....". Ardi
"a.. ampun tuan, maafkan kami. kami hanya mencoba membantu pasien... pasien mengatakan dirinya adalah seorang korban pelecehan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab...kami..kami hanya berusaha membantunya...".oknum 1
_skip_
terlihat seseorang wanita yang tengah terbaring lelap perlahan memperlihatkan gerakkannya dan perlahan membuka matanya.
dengan memijit-mijit kedua pelipisnya seorang wanita itu berusaha mengumpulkan ingatnya.
"bukannya ini adalah kamar milik Ardi... bergumam.
kenapa aku ada dikamarnya lagi, hah....(Nona menyentuh area perutnya) a..-al kenapa Ardi selalu melakukan apa yang aku tidak inginkan...(perlahan Nona bangkit saat netranya melihat Ardi yang baru keluar dari kamar mandinya).
Ar... kenapa kau selalu saja mencampuri urusanku?". Nona
"apapun yang aku lakukan itu semua karena kau sudah menjadi bagian dihidupku Nona, dan ... betapa kejamnya dirimu berusaha melenyapkannya!!! apa yang ada dibenakmu hah.... sehingga orang pintar sepertimu begitu bodoh melakukan hal sekejam itu!". Ardi
"aku tidak menginginkannya Ar...aku benci anak ini...(dengan teriakkan kebuntuan). aku tidak menginginkannya ....aku sungguh tidak menginginkannya...pintar ataupun bodoh yang jelas aku tidak menginginkannya ...aku benci anak ini aku benci....hiks....".Nona
"kau harus bisa menerima kenyataan ini nona, harus bisa.
meski bagaimanapun kau tidak menginginkannya kau harus melahirkan anak kita, aku janji padamu aku bisa membuatmu bisa melupakan Satria.
dan sadarlah Nona harapan memanglah tidak semanis dengan kenyataan... dirimu tidak ditakdirkan untuk bersamanya. relakanlah .... semuanya....relakanlah....maka dengan sendirinya semuanya akan terasa lebih mudah untuk dijalani". Ardi
plakkk.... sebuah tamparan Nona layangkan dipipi Ardi.
"hah...(memeggangi bekas tamparannya)...". Ardi
__ADS_1
"kau egois Ar...kau sungguh egois, kemana Ardi yang dulu? Ardi yang selalu memberi rasa yaman, Ardi yang selalu bersikap dewasa dan menghargai perempuan? hiks....aku sungguh kecewa padamu Ar, sekarang kau bukanlah Ardi yang dulu aku kenal... Ardi yang sekarang tidak memiliki perasaan...(tubuhnya bergetar menahan segala rasa kecewa dan perihnya kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung anak dari laki-laki yang ia tidak cintai)". Nona