
jam menunjukan pukul 3 dini hari , Rumi yang merasakan dahaga mulai membuka netranya.
"ahkp....(Rumi terkejut hingga membekap bibirnya dengan tangannya sendiri, perlahan ia menyingkirkan tangan kekar itu dari area perutnya. ya kini posisinya Rumi sendiri yang merangkul tubuh kekar ideal itu hingga wajahnyapun menelusup hangat kedalam dekapan Rama)...apa yang kau lakukan Rumi, hingga kau tidak sadar kaulah yang merangkulnya sendiri...bergumam". Rumi
perlahan Rumi bangkit alangkah terkejutnya lagi saat ia mulai bergerak turun dari kasur.
"hiks... apakah seperti ini cara berhubungan dengan............(matanya berkaca-kaca lagi)? ini terasa sangat sakit (Rumi melihat daerah sensitifnya sudah tidak seperti semula lagi dan ada beberapa luka sepertinya sebuah cubitan yang berbentuk aneh diberbagai daerah pribadi yang menurutnya sangat memalukan untuk disentuh, Rumi melirik kearah Rama yang sedikit tersenyum dalam lelapnya. ya wajah itu meskipun tersenyum tidak sama sekali menunjukkan ketampanannya bagaimana tidak sebagian wajahnya hanya berwujud kulit dengan luka yang tidak bisa dijabarkan (itu terlihat sangat buruk) tuan kau sungguh manakutkan bukan rupamu saja namun kelakuanmu juga demikian... bergumam". Rumi
bagaikan pekerja paksa seluruh tenaganya terkuras habis, dengan langkah gontai dan menahan nyeri yang mendera diarea sensitifnya Rumi perlahan melangkahkan kakinya untuk mengambil air di dapur.
dengan menggunakan sehelai jubah milik suaminya, Rumi jalan dengan sangat hati-hati. Rumi menggunakan jubah tidur milik rama karena piayama miliknya sudah terkoyak habis akan ulah dari suaminya tersebut dan ini bukanlah kamarnya jadi tidak ada pakaian yang tersisa untuk ia kenakan.
Rumi membuka kulkas dan hendak mengambil air, ia berencana akan segera kembali tidur kekamarnya sendiri setelah selesai dengan acara dehidrasinya.
"kenapa kau tidak membangunkan aku? kenapa kau susah-susah berjalan sampai sejauh ini?". Rama
Rumi terkaget-kaget akan kehadiran Rama yang secara tiba-tiba menghampirinya dengan hanya menggunakan sehelai handuk mandi yang ia kaitkan dipinggang hingga mengekspos dada bidang dan perut sixpack nya.
"tuan...kenapa tuan bangun aku hanya merasa haus, dan akan mengambil sesuatu untuk diminum...(Rumi sangat malu sekaligus sedikit kesal untuk menatap wajah dari lawan bicaranya itu hingga salah tingkahnya itu terlihat sangat lucu Dimata Rama)". Rumi
"Hem... benarkah? (Rama duduk di kursi dan memperhatikan gelagat dari Rumi)". Rama
__ADS_1
"emm....(mengangguk, dengan terburu-buru Rumi segera membuka kulkas dan mencari air mineral dan mengambil satu botol berukuran sedang ia menaruhnya dimeja makan dan menuangkannya kedalam sebuah gelas dan meminum air mineral tersebut) kenapa ia terus menatapku seperti itu...itu sangat membuatku tidak nyaman". Rumi
"(Rama memperhatin leher jenjang yang sedang meneguk segarnya air mineral dengan menatap menjelajah turun kebawah Rama tersenyum sesuatu ia bisa melihat dengan sangat jelas tanda yang diberikannya saat pertempuran panas yang beberapa jam lalu mereka lakukan. tanda itu mengintip tepat didepan dada Rumi ya karena jubah yang Rumi pakai memanglah terlihat kedodoran hingga Dibagikan dadanya hampir memperlihatkan keindahan yang memacu hasrat itu datang kembali) apa kau sudah cukup dengan airnya? ayo kembali tidur ...(Rama mendekat dan menggendong ala bridal style dengan gerakan cepat)". Rama
"ahk...tuan apa yang kau lakukan, ini terlalu berlebihan...(Rumi kaget dan melingkarkan kedua tangannya bergelayut dileher milik Rama)". Rumi
"aku menginginkan kita melakukannya lagi...". Rama
Rama membawa Rumi menuju kamarnya dengan tidak sabaran Rama menendang pintu yang hanya setengah terbuka itu, dengan lembut Rama merebahkan tubuh yang sudah terlihat lebih segar dari terakhir kali ia lihat sebelum memejamkan netranya, dengan sekali tarik jubah itu terdampar dilantai hingga menunjukkan keindahan yang hakiki tanpa terhalangi suatu penutup apapun.
"tuan...(dengan tatapan mengibanya Rumi memfungsikan keduanya tangannya untuk menutupi bagian sensitifnya walaupun pada kenyataannya itu tidak memberi pengaruh besar untuk menutupi segala rasa resahnya)"Rumi
Rumi tidak merespon dengan kata-kata, ia hanya menuruti dengan bahasa tubuhnya. terlalu malu dan terlalu cepat baginya melakukan untuk yang kedua kalinya.
apalagi rasa yang diberikan Rama yang lalu belum saja usai Sekarang sudah ditambah lagi.
Rama menuntaskan habis malam ini, seiring berjalanya arah jarum jam disana ia memacu kendalinya.
"tuan cukup....(tidak terasa Rumi mencakar habis punggung kekar itu ,itu ia lakukan karena bentuk pe..-san akan keja..-nan Rama ia tidak habis pikir kenapa suaminya bisa menyerangnya seganas ini)". Rumi
"sedikit lagi.... my Queen....". Rama
__ADS_1
hemmmm...uhgggg... keduanya sama-sama memburu segarnya oksigen.
"terima kasih my Queen...cup...(Rama mengecup mesra kening Rumi)". Rama
"jangan salahkan aku kalau pagi ini aku tidak mengerjakan tugas rumahku tuan, sepertinya aku tidak bisa berjalan dengan mudah hari ini...(dengan kesadaran minimnya Rumi berusaha berbicara kepada suaminya)". Rumi
"Hem....(Rama tersenyum lucu) aku bersedia menggantikan tugasmu jikalau kau mau....cup....(Rama mengecup bibir yang sudah terlihat sedikit membengkak itu dengan sayang dengan sejurus kemudian Rumi melanjutkan lelapnya karena sudah tidak kuat lagi) Hem... kau akan jadi ratuku rumi..., dara maafkanlah aku telah membuka hatiku untuk perempuan lain... membatin". Rama
🌾 Di kediaman Romi Wijaya 🌾
📲 *"terus awasi istriku kemanapun ia pergi*". Romi
📲 *" baik tuan"*.orang diseberang sana
📲 *" kirim segala aktivitas istriku selama diluar pengawasanku... mengerti?". Romi
,📲*" mengerti tuan..."*. orang diseberang sana
📲*" good...,tuttt (panggilan ditutup)".". Romi
"Julie sudah cukup kau bermain-main denganku, setelah bayi itu lahir aku pastikan kau akan menyesali segala dari bentuk perbuatanmu itu... bergumam". Romi
__ADS_1