Tangisan Suci

Tangisan Suci
Kerisauan


__ADS_3

"kak Ardi...Hem kalian sudah Pulang? mana Raka? (dengan tatapan dan gerakkan yang setenang mungkin)". Rumi


"emm... Raka, dia ..dia ada di kamarnya (ada tatapan penasaran dari Ardi terhadap Rumi pasalnya Rumi terlihat dekat dengan Romi tanpa ada kecanggungan, biasanya ia akan meminta perlindungan kepadanya dari satu sosok insan yang ada disebelahnya itu)". Ardi


"sore kak... (dengan senyuman simpulnya)". Romi


nampak Romi berdiri dari duduknya setelah melihat akan kedatanganya. ya seharusnya Romi memanggil Ardi dengan panggilan biasa ,apa lagi Ardi adalah bekas bawahannya namun karena dia adalah kakak dari Rumi ia seolah sedang mencari nilai kebaikan dan kedekatan meskipun mereka sudah tau hubungan dimasa lalu diantara keluarga Wijaya dan keluarganya seperti apa.


"apa kau mau aku buatkan minuman hangat juga kak...duduklah (Rumi mendekat kearah Dimana Ardi berdiri dan mendorong pelan, dan menuntun kakak kandungnya untuk duduk diseberang Romi duduk.)". Rumi


"Hem... terima kasih Rumi, tapi ini sudah terlalu sore untuk sebuah minuman hangat,( dan melirik Dimana Romi duduk tengah menikmati minuman hangatnya) kami akan segera Pulang , benarkan tuan Romi (Ardi menampilkan senyumannya yang sangat jarang sekali ia tampilkan kepada orang lain terutama kepada seseorang laki-laki berbahaya dihadapannya)". Ardi


"aku...(menunjuk dirinya sendiri) kenapa kakak ipar mengajakku untuk pulang. aku masih betah disini dan aku belum bertemu dengan anakku Raka....(dengan tatapan protes namun sedikit tegang)". Romi


"Daddy Romi...(Raka yang baru ikut menyusul Ardi setelah netranya menemukan sosok kebanggaannya berlari menghamburkan kedalam pelukan sang Daddy) Daddy apakah sudah lama bersama mommy? (Raka tersenyum sesuatu) Raka sangat senang dad, akhirnya Daddy dan mommy bisa akur...dan terima kasih mainannya Raka sangat suka...(Raka beralih kepada mommynya) mom... terima kasih Raka sangat menyayangi kalian....(dengan tatapan tulusnya)". Raka


"eem...(mengiyakan).


Raka sayang andai kau tau apa yang sebenarnya terjadi... mommy tidak sanggup membayangkan kau kecewa.... membatin ". Rumi


"Raka sayang Daddy Ardi dan Daddy Romi pulang dulu yah, kau jaga mommymu ... kalian beristirahatlah (Ardi meraih Raka yang berada dalam pangkuan Romi dan mengelus kepalanya pelan dengan berat hati Romi menuruti perkataan dari Ardi)". Ardi


"Daddy pulang dulu jagoan.. Daddy tidak bisa menemani Raka setiap waktu, tapi Daddy janji dalam waktu dekat ini Daddy Romi akan mewujudkannya (dengan senyum penuh keyakinan)". Romi


"benarkah...!? yayyyy.... Raka sangat senang, mommy ...apa kau mendengarnya, kita akan bersama setiap waktu...(dengan wajah polos dan keceriaannya).


akhirnya Daddy dan mommy akan bersama lagi.. membatin". Raka


"mas....(dengan tatapan kagetnya,Rumi tidak habis fikir mantan iparnya ternyata benar-benar tidak waras)". Rumi

__ADS_1


sedangkan Ardi sudah dibuat gerah dan mulai terprovokasi dengan keadaan.


"rencana dan permainan apa yang ingin kau jalankan tuan licik? hemmm....namun aku lebih percaya kepada seseorang yang sedang berjuang disana. maafkan aku Rumi aku melakukanya demi masa depan Kalian....teruntuk seseorang yang berada jauh disana semoga kau berhasil menghadapi rival yang sesungguhnya...membatin". Ardi


_skip_


setelah semuanya pergi dengan jam istirahatnya masing-masing. Rumi segera masuk kedalam kamarnya, dengan segera ia melepaskan satu persatu pakaiannya tanpa sisa, ia melangkah kedalam kamar mandi dan menyiram seluruh tubuhnya dengan air shower yang mengalir.


"hik....menj.._kan....dasar manusia kep.._rat kau Romi, kau tidaklah berbeda dengan saudara kembarmu..hiks...(Rumi menangis sejadi-jadinya diguyurkan air shower dimalam itu).". Rumi


Rumi menggosok seluruh bekas sentuhan dari Romi hingga muncul warna merah di kulitnya hingga menimbulkan sedikit rasa perih dibagian yang terlalu keras tergosoknya.


dengan mata yang bengkak ala sehabis menangis dan tubuh yang basah, Rumi mulai membenahi dirinya dan mulai memakai gaun tidurnya.


"ah...perih sepertinya aku terlalu keras menggosoknya...(sedikit meringis karena tidak tega dan terasa perih)". Rumi


Rumi mengobati lukanya dengan sabar dan telaten baru ia selesai dengan acara pengobatan ditubuhnya terdengar suara sebuah panggilan di ponselnya, ia fikir itu adalah kekasih hatinya (satria) namun alangkah terkejutnya disaat netranya melihat itu adalah nomer dari seseorang yang ia hindari.


📲 *" hei...kau Sungguh agresif... aku suka itu, aku hanya ingin mengucapkan sekali lagi terima kasih kepadamu sayang, jangan lupa mimpikan aku malam ini (terdengar suara sensual dari seberang sana)".* Romi


📲 *" Jangan pernah berharap, cepatlah sadar mas..kau bukanlah orang lain kau adalah ipar dari mantan suamiku sendiri, kenapa kau begitu tega kepadaku dan Raka mas...".* Rumi


📲 *" biarlah... kenapa kau risaukan dengan hal itu sayang... aku tidaklah sama dengan Rama. aku janji akan membahagiakanmu dan Raka dan satu lagi bersiaplah aku akan menikahimu dalam waktu dekat ini... fikirkanlah tentang impian Raka. dia sangat begitu menginginkan seorang figur ayah, kau jangan egois Rumi".* Romi


📲 *" kau benar mas Raka memang membutuhkan seorang figur ayah namun asal kau tau itu bukanlah Rama ataupun dirimu (dengan ketegasan yang menyala)". Rumi


📲 *" Hem...kita lihat saja nanti, apa kau sanggup menolak ajakkanku...(dengan seringai diseberang sana)".* Romi


jam sudah menunjukkan pukul 11 malam Namun Rumi masih asik dengan rasa bersalah akan kejadian sore tadi dan masih dibayang-bayangi atas penuturan dari Romi.

__ADS_1


dan yang paling membuat ia tidak bisa tidur nomer sang kekasih tidaklah bisa dihubungi.


"mas satria maafkan aku!!!...(beberapa kali Rumi mencoba menghubungi kekasihnya namun nomernya tidaklah aktif ,ini adalah baru pertama terjadi semenjak hubungan mereka berlangsung. aku harus menemuinya besok, tiada satupun hal yang perlu disembunyikan... kita berkomitmen untuk saling terbuka. jikapun mas Satria nanti marah aku akan tetap menghadapinya.... bergumam.". Rumi


* tempat hiburan *


terlihat seseorang laki-laki manis berlesung dipipinya namun tidak menghilangkan kesan ketampanannya. ya seorang laki-laki manis itu adalah Adam yang tengah melamun disebuah Pinggir kolam renang dengan gemerlapnya lampu-lampu suasana malam.


"sudahlah brother lupakan Rumi, masih banyak gadis maupun perempuan diluar sana yang menyukaimu.. sainganmu terlalu banyak dan berat...(nampak seseorang menepuk-nepuk pundak Adam dan mulai duduk disebelah Adam yang sedari tadi duduk sendiri, meskipun disekelilingnya nampak begitu banyak orang yang tengah bergerombol saling bercengkerama dengan kesibukkanya ,kebutuhannya masing-masing)". Alan


"entahlah Al, sedari dulu aku berusaha untuk membuang jauh-jauh perasaan ini. karena aku sadar diri Al. namun apa dayaku disaat fikiran dan hatiku selalu menuntunku kepadanya dan akupun sudah terlanjur sayang kepada anak itu. meskipun dia anak terkritis dan ternakal yang aku temui namun bagiku keberadaan mereka membuat diriku merasa lebih hidup...(Adam menerawang disaat tuan Exel memberi misi kepadanya. dan diawal ia berjumpa dengan sosok perempuan bernama Arumi Fitrian)". Adam


"bukannya kau sejak dulu menyukai anak-anak dam?". Alan


"itu benar Al, tapi rasaku kepada mereka terasa begitu lain Al, (Adam kekeh dengan perasaan nya)". Adam


"huffftt.....(nampak Alan menghela nafas beratnya) apapun yang terbaik untukmu kawan ,aku akan mendukungmu... (ya Alan dan Adam adalah dua insan yang ditakdirkan untuk menjalankan misi yang sama yaitu menjaga Rumi dan Raka, namun setelah Rumi menyelesaikan kuliahnya Adam dan Alan mulai di beri misi yang baru oleh Exel)". Alan


"ah... maafkan temanku (nampak dua seorang gadis cantik tengah melewati kedua-nya namun disaat mereka tepat disampingnya Adam dan Alan nampak salah satu gadis itu terhuyung hingga jatuh menimpa Adam yang tengah duduk bersama dengan lamunannya /lamunan tentang wanita idamannya)".gadis cantik


" apa-apa ini, (dengan segera Adam menyingkirkan diri dan berdiri)". Adam


"sabar brother... (Alan membantu gadis yang nampak sempoyongan berdiri dan memberikannya kepada teman gadisnya). apa yang terjadi dengan temanmu?". Alan


"dia mabuk ...dia tidak terbiasa meminum minuman yang memabukkan. Hem... sekali lagi maafkan kami tuan, maafkan teman saya .maaf tuan Kami permisi ... (dengan langkah yang terlihat berat temannya memapahnya teman yang sempoyongan hingga langkah kedua-nya terlihat sedang menari-nari)". gadis cantik


"suittttt.... cantik... bergumam". Alan


"si..-an kau, ingat kau sebentar lagi akan menikahi seorang perempuan. aku tidak akan segan men..-kel matamu bila kau mempermainkan hati dan perasaan perempuan.!!! (dengan tatapan tidak main-main, ya rupanya Adam mendengar gumaman dari Alan". Adam

__ADS_1


"sensitif...aku hanya bercanda brother, ( Alan menelan salavinanya dengan susah payah disaat Adam muncul dengan keasliannya)". Alan


__ADS_2