
beberapa bulan selanjutnya tuan Romi yang selalu mencari perhatian dan tebar pesona itu tidak lagi menunjukkan sosoknya di depan Rumi.
dan kak ardi nya juga bagaikan hilang ditelan bumi.
dan kini hari kelulusan sudah tiba.
nampak Rumi berdiri didepan kaca dengan wajah cantiknya tanpa semangat, ia memakai pakaian adat sebagai rasa cinta tanah air untuk sebagai busana kebanggaan.
hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu , hari perayaan suka cita atas perjuangan selama 3 tahun mengemban ilmu pendidikan di sekolah menengah atas nya.
namun entah kenapa tanpa adanya kabar si tuan yang super mempesona itu kini hatinya serasa hampa.
"Rumi ayo nak, kakakmu (Dimas) sudah menunggu kita dimobilnya". ibu Rosa
nampak wanita yang sudah berumur namun masih sangat bersemangat itu, meraih lengan Rumi yang menatap dirinya di pantulan cermin dengan raut sendunya.
"tidak sepantasnya kau bersedih nak, tuan Romi dan Ardi pasti baik-baik saja mungkin mereka sedang melakukan perjalanan bisnis (menyemangati dan menegarkan)".ibu Rosa
ya bukannya Rumi selama ini hanya berdiam diri, Rumi sudah berusaha mencari kabar akan kedua orang penting di dalam hidupnya itu.namun usahanya nihil ,tiada satupun orang/ para bodyguard atupun pelayanan mengetahui /memberikan informasi mengenai keduanya.
"tapi Bu, rumi selalu berusaha melupakan tuan Romi namun semakin hari rasanya Rumi ingin berjumpa dengannya bu, Rumi selalu teringat akan sosoknya Bu (dengan menatap cincin yang masih setia melekat dijari manisnya)". Rumi
"serahkan semuanya kepada sang pemilik hati nak, kita hanya bisa berdoa nak. masa depanmu masih jauh Rumi, lupakan tuan Romi jika dia hanya memberikan harapan palsunya padamu. (ibu Rosa nampak mengelus pundak Rumi,)
ibu selalu mendoakan akan jodoh yang baik untukmu sayang, ibu selalu mendoakan jodoh yang terbaik untuk anak-anak ibu (tersenyum menenangkan)".ibu Rosa
"terima kasih Bu (Rumi merangkul ibu Rosa entah kenapa hatinya selalu berdebar mengingat akan sosok tuan Romi)". Rumi
_skip_
disinilah Rumi ia berdiri menatap bangunan yang nampak besar dan memanjang bertingkat-tingkat. ya bangunan Besar memanjang dan bertingkat-tingkat itu adalah sebuah perguruan tinggi yang akan Rumi pilih untuk meneruskan perjuangannya. ia bercita-cita ingin menjadi seorang pengajar yang profesional seperti kakak dimasanya!!! ya dulu Dimas pernah mencari ilmu di universitas....(tidak usah disebut ya) hingga dia termasuk menjadi salah satu lulusan terbaik di universitas tersebut dan sekarang pun ia (Dimas) mengajar disalah satu sekolah favorit dikotanya.
"kau harus bisa Rumi ,kau harus bisa melupakan tuan Romi masa depanmu masih panjang didepan sana .. bergumam menyemangati diri". Rumi
baru saja kaki Rumi akan melangkah ,indra pendengaran nya mendengar satu suara yang sangat ia kenali dan rindukan.
__ADS_1
"Arumi Fitrian...". Romi
Rumi menoleh ke sumber suara yang menyebutkan namanya, sungguh ia terbelalak melihat seorang di seberang sana, ya posisi mereka terhalangi oleh sebuah taman kecil yang memiliki sebuah air pancuran.
"tu..tuan..., apakah aku sedang bermimpi (Rumi nampak menutupi mulutnya dengan kedua tangan nya dan sejurus kemudian mencubit lengannya sendiri) aw...sakit,...ini benar nyata (dengan sejuta senyuman) ". Rumi
entah keberanian ataukah rasa rindu yang menggebu membuat jiwa labilnya muncul, Rumi berlari kearah Romi dan merangkulnya.
"hiks....kau kemana saja tuan, kenapa kau menghilang (dengan mata yang berair )". Rumi
"hei... lihatlah siapa yang menyerang ku (Romi membalas pelukan Rumi dengan posesif)". Romi
Romi membawa , mengajak Rumi menjauh dari area universitas itu dan melaju dengan mobil yang mereka tumpangi. dan sekitar 30 menit kemudian Romi menepikan mobilnya kesebuah taman namun mereka tidak turun dari mobil nya.
"aku sangat kebingungan mencarimu dan kak Ardi, tuan (masih setia dengan tangisannya)". Rumi
tangan Romi merambat mengenggam tangan itu, tangan yang masih setia dengan cincin yang melingkar dijari manis nya.
"terima kasih...kau masih setia menungguku!". Romi
"aku tidak kemana-mana sayang ,sekarang aku ada disini untukmu (dengan tatapan cintanya)
aku akan kerumah mu besok ,aku ingin kita segera melangsungkan sebuah pernikahan, aku akan melamar mu walaupun ibu Rosa bukanlah ibu kandungmu aku harus menghormatinya. aku akan datang menemui keluarga mu Hem...apakah kau bersedia menikah denganku...?!!"Romi
tidak ada kata penolakkan lagi, Rumi akan mengikuti arah hatinya kemana ia menuntunnya. ya Rumi akui ia sangat menyukai sosok Romi bahkan sudah ke tingkatan cinta.
"eem...(mengangguk)...aku bersedia tuan!!!". Rumi
"cukup sayang jangan panggil aku dengan sebutan itu.". Romi
"baiklah ...mas," Rumi
"itu terdengar lebih baik...". Romi
"hemmm....mas , sebenarnya kalian beberapa bulan ini kalian kemana saja selama ini (memasang wajah penasaran)". Rumi
__ADS_1
"apa aku harus memberitahukan ini padamu sekarang?". Romi
"tentu...(dengan antusias)". Rumi
" maafkan aku Rumi...". Romi
huffftt.... terdengar suara hembusan nafas berat dari pihak Romi.
# flash back #
"Romi kita akan kemana (dengan raut penasaran Nya karena sang tuan mengajaknya tanpa kabar keberangkatan terlebih dahulu)". Ardi
"kita akan bertemu seseorang yang penting, kita akan menggunakan jalur laut (dengan wajah pemimpinnya)"., Romi
"baiklah , aku akan segera kembali aku akan mempersiapkan segalanya dengan cepat". Ardi
Ardi bergegas meninggalkan tuan Romi namun baru beberapa langkah tuan Romi memanggilnya.
"aku tidak ada waktu menunggumu, kau pakailah fasilitas ku (laptop dan senjata rahasia)"., Romi
Ardi sedikit kaget dengan penuturan tuannya, namun ia tidak menaruh curiga.
"baiklah....".Ardi
mereka menempuh perjalanan sekitar 1 jam lamanya menggunakan jalur darat. dan mulai terlihatlah sebuah dermaga dan disana sudah ada sebuah kapal pesiar yang menunggu akan kedatangan mereka.
"selamat datang tuan Romi (salah satu anak buah bara) tuan bara sudah menunggu Anda didalam...". bodyguard
"Hem...(Romi mengangguk dan melangkahkan kakinya bersama Ardi dan beberapa bawahannya)". Romi
kapal mulai mengarungi luasnya samudera, dengan angin yang bertiup kencang namun masih bisa dinikmati.
...setelah selesai dengan segala urusannya mereka saling berjabat tangan tanda pertemuan ini berjalan dengan semestinya saling sepakat dan membawa kepada sebuah tujuan bersama.
"kita bersulang...(mengacungkan gelas yang berisi minuman memabukkan)".bara
__ADS_1
"bersulang....(begitupun dengan Romi)". Romi