
"jujurlah sayang... bukannya kau paling tidak suka dengan suatu kebohongan?". Satria
Satria sudah tidak tahan untuk berpura-pura biasa kepada Rumi, panggilan sayang sesuai dengan apa kata hatinya ia begitu sangat menyayangi Rumi. karena cintanya masih benar utuh untuk perempuan yang ada dihadapannya itu, perempuan dengan khas manik mata bulatnya.
"Rumi yang dulu mungkin sudah tidak ada mas...(menunduk)". Rumi
"maksudmu...(ada kecemasan di nadanya)". Satria
"terlalu rumit mas... (ucapanya terdengar begitu lirih), dan akupun sudah lupa apa itu sebuah kejujuran...(nadanya begitu getir).
apa kau tau mas , apa saja yang aku sudah lalui selama ini tanpamu? setelah kau bilang kau tidak akan pernah menyesal untuk menjauh/pergi dariku disaat itu juga aku hancur.
disaat waktu itu pula aku perlahan mengenal dengan sebuah kebohongan, dengan perasaan hampa aku menjalani sebuah kebohongan itu disetiap harinya, lahan perlahan aku mulai terbiasa.
aku berpura-pura ikhlas dengan rasa yang aku sendiri tidak bisa aku paksa, namun keadaan itu cukup membuatku sadar mas...mungkin hatiku cukup untukku simpan sendiri saja. namun nyatanya aku masih selalu mengingatmu meskipun mas Rama mencoba menghapus mu dari ingatanku.
(Satria menjadi pendengar yang baik, ia begitu terharu atas penuturan Rumi bahwa Rumi tidak bisa tidak untuk mengingatnya, sekaligus rasa salah yang hinggap bahwa Rumi berjuang sendirian mengandung Aydan dengan tekanan yang Rama berikan).
apa kau tau mas... keadaan itu begitu meyakitiku... hingga rasanya aku tidak pantas lagi memiliki sebuah harapan untuk bahagia... hanya Aydan yang aku punya disaat itu...(nadanya bergetar) karena diwaktu itu mas Rama juga telah memisahkan aku dengan Rakaku". Rumi
kristal beningnya lolos tanpa sebuah isakkan, namun Satria mengetahui bahwa tubuh Rumi bergetar itu bertanda betapa beratnya beban kesedihannya.
hingga membuat Satria ikut merasakan getir yang Rumi rasakan, ia begitu merasa bersalah diwaktu itu tidak bisa melindungi Rumi dari kekuasaan tuan Rama.
bahkan tuan Rama juga memisahkan dirinya dari anak-anaknya.
"maafkan aku sayang, aku begitu tidak berguna aku tidak bisa melindungimu dan anak-anak kita (disaat Rama memisahkan dirinya bersama anak-anaknya)... aku terlalu lemah...aku tidak bisa melakukan apa-apa (ya karena dirinya pernah berjanji kepada Rumi bahwa akan selalu bersama hingga maut memisahkan) maafkan aku, aku yang sudah salah dan terlalu bodoh dengan keadaan ini...aku bodoh telah menyakitimu...aku sungguh menyesali keputusan bodohku diwaktu dulu (disaat dirinya memutuskan untuk bersama Nona, ya meskipun hilang ingatan diwaktu dulu yang membuat ia bisa melupakan sosok Rumi)...". Satria
"mas...(Rumi terkejut disaat Rama meraih kedua tangannya dengan posisi berjongkok didepan kedua lututnya hingga netra Satria berhasil melihat tepat kemanik matanya)". Rumi
perlahan tangan Satria terulur dan menghapus jejak kesedihan milik Rumi.
__ADS_1
"jangan menangis lagi, aku sungguh tidak bisa melihatmu seperti ini, aku salah sayang...aku bodoh....aku menyesalinya...aku menyesali bahwa aku tidak lagi mencintaimu.... pada nyatanya aku masih sangat mencintaimu.
dengarkan aku baik-baik, inilah nada yang ada dihatiku dan percayalah kepadaku Rumi, aku masih sangat mencinta mu, sangat... sangat mencintaimu,dan bukannya Aydan adalah bukti cinta kita? dia nyata Rumi, nyata seperti cintaku kepadamu saat ini juga". Satria
"hiks...(tangisan Rumi pecah, ia menggeleng-gelengkan kepalanya masih adakah sisa kebahagiaan untuknya sedangkan dirinya sudah tidak percaya lagi dengan dirinya sendiri, sudah ada Rama kecil diperutnya, meskipun ia juga memiliki Aydan ia tidak mungkin akan kembali kepada cinta dan kekasih hatinya Satria, ia sudah menjadi bagian dari Rama.
hatinya selalu meronta menginginkan Satria dan dilain sisi ia tidak lupa dengan janjinya untuk setia kepada sang tuan berkuasa Rama)". Rumi
"aku ada disini...aku akan melakukan apapun yang terbaik untukmu... untuk .. Aydan...apa kau percaya dengan ku Hem...(Satria merengkuh dengan perasaan sayang dan bersyukurnya masih dipertemukan dengan kekasih hatinya meskipun kini statusnya diambang tepi jurang ya sang rival bukanlah orang yang sembarangan tahta dan harta adalah milik sang rivalnya sedangkan dirinya hanya memiliki segenggam cinta)". Satria
begitupun dengan Rumi ia membalas rengkuhan milik Satria, rasa rindu yang terpendam kini dapat ia salurkan hingga tangisan dengan segala rintihan ia ungkapkan memeluk erat sang pemilik hati, ya Rumi masihlah sangat mencintai suami sirihnya itu. yang dipisahkan oleh suami sahnya itu. namun fikirkan dan hatinya terbelah menjadi dua hingga lagi-lagi perasaan hancur yang ia dapatkan.
setelah Rumi berhenti dengan tangisannya.
"siang, tuan Rama memintaku untuk menemuinya ...dan Rama menceritakan semuanya tentang status kalian (nadanya begitu getir) dia memintaku untuk melepaskan mu... bahkan ia memberiku sekoper uang jika aku menjauh dari Aydan!.
(Satria bangkit dan membelakangi Rumi). dan aku menolak keras keinginannya...!!!.
aku memutuskan pergi , aku sungguh muak dengan keserakahannya". Satria
"ah...(Rumi memegangi kedua pelipisnya yang terasa berdenyut, mendengar Rama telah diam-diam menemui Satria membuat seisi otaknya berkabut ia takut Rama memberitahukan akan kehamilannya kepada Satria, itu pasti sangat menyakitinya)". Rumi
"kau kenapa sayang, apa kau tidak apa-apa? (Satria segera berbalik disaat mendengar Rumi dengan keluhannya)". Satria
"kepalaku pusing mas...!!!.
mas Rama kenapa kau sampai bisa melakukan hal konyol itu... membatin". Rumi
"hati-hati...(Satria memutuskan untuk mengantar Rumi masuk kedalam untuk beristirahat)". Satria
"aku bantu...(Satria membantu Rumi meminum obatnya fikirkannya apa yang sekarang diderita kekasih hatinya hingga selalu membawa obatnya , ya Satria belum mengetahui bahwa Rumi tengah hamil muda lagi Kerena Rama tidak menyinggung soal hal itu) ". Satria
__ADS_1
mendapatkan perlakuan lembut serta kesabaran dari seseorang yang benar-benar ia cintai membuat Rumi membuka hatinya untuk yang sekian kali kepada Satria untuk berani jujur, bagi Rumi Satria pantas mendapatkan sebuah kejujuran meskipun kejujuran itu bisa meruntuhkan perasaannya.
"terima kasih mas...mas maafkan aku ......(jeda, ada keraguan namun sejurus kemudian Rumi berusaha menguatkan dengan niatnya)... aku sungguh tidak bisa lagi denganmu meskipun aku menginginkanmu mas!, jujur aku masih sangat mencintai mu mas, tapi sekarang rasa cintaku kalah karena keadaan". Rumi
"maksudmu (ada senyuman namun mengandung kecemasan)?". Satria
" maafkan aku , aku telah menghianati pernikahan kita". Rumi
"aku tau sayang ini bukanlah keinginan mu, aku menerima mu dengan apa adanya... karena aku tau bahwa kau pun masih mencintaiku...jadi apa yang jadi masalahnya? bukannya kita masih saling mencintai? kita buktikan cinta kita kepada dunia termasuk tuan Rama!" Satria
"tidak mas....(menggeleng) maafkan aku ,aku jahat kepada anak kita Aydan hingga Aydan tidak bisa lagi mendapatkan haknya... bagaimana adil disaat Aydan belum genap 1 tahun aku sudah dalam keadaan berbadan dua lagi dengan orang lain, aku jahat mas...aku pembohong...aku gagal menjadi seorang istri dan ibu yang memprioritaskan anak dan suamiku sendiri.... hiks.... aku gagal mas...aku gagal...aku jahat...aku salah...aku malu dengan diriku sendiri...(Rumi menangis sejadi jadinya benak yang berusaha ia pendam akhirnya mampu ia ungkapkan disaat perlakuan lembut dan sabar milik Satria mampu melunturkan kekokohan hatinya untuk memendam rahasia besarnya sendiri)". Rumi
"a..apa... kau hamil anaknya?...(dengan keterkejutan yang nyata)...bergumam". Satria
Satria diam seribu bahasa dalam lamunan dengan mimik wajah yang tidak bisa di artikan.
hingga tangisan milik Rumi mengundang Ardi yang baru keluar dari kamar Aydan.
"apa yang terjadi dengan Rumiku Satria? (dengan khas khawatirnya)". Ardi
akhirnya Rumi menceritakan semuanya kepada Ardi, apa saja yang ia lalui tanpa keluarganya disaat ia disekap dibawa kabur hingga dinikahi Rama untuk yang kedua kalinya.
"apa...kau mengandung anaknya?...(Ardi tercengang tidak percaya)". Ardi
"hiks... maafkan Rumi kak...Rumi sangat merasa bersalah dengan kalian semua (ya Rumi mengatakan semuanya bahwa ia dirinya juga telah berjanji tidak akan meninggalkan Rama karena Rumi tau disaat keluarganya mengambil Rumi termasuk satria dari Rama maka orang-orang disekitarnya akan mendapatkan malapetaka, hanya dirinya yang Rama inginkan meskipun Rumi harus bersedia hidup tanpa cinta dan kebahagiaan yang sesungguhnya)". Rumi
"ke...-rat , b...-ngan, aku akan me..-kan ia sekarang juga, berani-beraninya ia melakukan ini kepada Rumiku... (Ardi mengamuk)". Ardi
"hiks....aku mohon jangan kak, aku takut Rama akan mele..-kanmu kak. (Rumi memegangi lengan milik Ardi yang sudah mengambil kunci mobilnya).
mas tolong cegah kak Ardi (berteriak kepada Satria)". Rumi
__ADS_1