Tangisan Suci

Tangisan Suci
Pencarian 1


__ADS_3

📲 *"siapa? (disaat nomer yang terus menghubunginya terlihat dilayar ponselnya) ia saya sendiri,..... (sepertinya Dimas pernah mendengar suara penelpon tersebut dimana fikirnya)maaf saya tidak bisa , tapi benar mohon maaf sekali lagi saya tidak bisa...hufft..(nampak Dimas diam sejenak kenapa sang penelepon terkesan memaksa untuk bertemu dan akhirnya Dimas menyetujuinya karena penasaran juga) baiklah, jam 2 sore di kopi shop...(tidak usah disebut ya/ tuttt....panggilan ditutup)".* Dimas


"Hem... tidak ada salahnya aku bertemu dengannya dan sebelum aku menemuinya sebaiknya aku akan tanyakan langsung kepada Ardi terlebih dahulu, aku takut wanita ini orang yang jahat dan menggunakan kesempatan untuk membuat masalah... bergumam". Dimas


setelah selesai menerima telepon Dimas segera menghampiri mobil pribadinya dan mulai melajukan mobilnya kearah dimana kopi shop Ardi berada.


difikir Dimas kenapa temannya malah ingin bertemu dengannya bukanya Ardi ada di kopi shopnya dengan aktivitas rutinnya.itulah yang membuat ia penasaran.


beberapa waktu kemudian.


cklekkk....suara pintu dibuka.


Dimas melangkahkan kearah bagian informasi.


"apakah Ardi ada diruangannya?". Dimas


"maaf tuan Dimas, tuan Ardi tidak ada diruangannya tuan Ardi pergi keluar?". karyawan bagian informasi


"pergi? kalau saya boleh tau pergi kemana dia". Dimas


"maaf tuan saya kurang tau (dengan sopan)". karyawan bagian informasi


"baiklah terima kasih, (tidak mendapatkan petunjuk akhirnya Dimas memutuskan untuk duduk sejenak dikopi shop milik Ardi dan memesan salah satu menu disana).


tidak biasanya Ardi keluar dijam-jam seperti ini... bergumam.


akan aku coba menelponnya...


📲 (*" .........namun hanya Suara sang operator yang berbicara bahwa nomer tidaklah aktif...)".*


tidak biasanya nomernya tidak aktif? Ardi sebenarnya apa yang sedang terjadi denganmu...bergumam".Dimas


cklekkk .....Suara pintu dibuka dan menampilkan salah satu orang kepercayaan Ardi masuk dan disaat netranya melihat keberadaan Dimas ia mulai mendekat.


"tuan Dimas apa kabar (menyapa dengan sopan)".jeri

__ADS_1


"Alhamdulillah aku baik, kau sendiri? syukurlah aku bisa bertemu denganmu. sebenarnya Ardi sekarang ada dimana , apa kau tau jer?!". Dimas


"aku baik tuan, Hem, ...tuan Ardi, dirinya ...(nampak jeri mencoba mengingat) tuan Ardi pergi keluar dan dia pamit kepadaku untuk menemui seseorang . tuan Ardi pergi setelah mendapatkan sebuah panggilan telepon, dan ia menyuruhku untuk mengambil alih sejenak tugasnya...(jeri menjelaskan Secara detail dan teliti)". jeri


drttttt...drttt.... Suara sebuah panggilan masuk dari penelpon yang beberapa jam ini selalu menganggu aktivitas Dimas.


📲 *" tuan aku sudah menunggumu, sekarang kau ada dimana ? aku harap tuan tidak melupakan waktu untuk menemuiku...".* Nona


📲 *"tunggu aku, dan nona harus ingat aku adalah orang yang bisa mempertanggungkan dengan apa yang sudah aku ucapkan...(dengan nada kepercayaan powernya hingga membuat diseberang sana tersenyum kecut)".* Dimas


📲 *" baiklah aku tunggu akan kedatangannya (dan menutup panggilannya)".* Nona


nampak Dimas mencicipi menu yang sudah dipesannya dan meminum beberapa teguk minuman yang ia pesan juga , ya karena sepulang dari sekolah Dimas langsung menuju ke kopi shop milik Ardi dan kini ia akan meluncur lagi kesebuah kopi shop yang berada lumayan jauh dari tempatnya.


selang waktu setengah jam.


"meja nomer 7 ... bergumam (disaat Dimas baru saja sampai dan mendapatkan sebuah SMS)".Dimas


Dimas mulai melangkah masuk kesebuah kopi shop yang tidak jauh seperti kopi shop milik Ardi.


"apa dia sedang mempermainanku? kenapa dia tidak ada ditempat...(Dimas sedikit kesal ketika ia tidak mendapati seorangpun dengan rasa penasaran ditambah rasa lelahnya Dimas akhirnya duduk di kursi yang bertuliskan nomer 7 dimeja itu)". Dimas


"akhirnya tuan Dimas datang juga, aku sudah cukup lama menunggu mu tuan...!!".Nona


Dimas menoleh dan mata diantara keduanya saling menatap.


degggg......


"kau....(mereka saling menunjuk)".Dimas dan Nona


Dimas berdiri dan menghampiri Nona.


"apa kau tengah mempermainkan ku?". Dimas


"uhg, ini terlihat tidak baik, namun aku harus ingat tujuan awalku... bergumam.

__ADS_1


tidak ada waktu lagi tuan, aku tidak mau memendam rahasia ini sendirian....(setelah mereka duduk saling berseberangan dengan Suara yang pelan, detail dan jelas Nona menceritakannya kejadiannya)".Nona


"a..apa? apa kau tengah mengarang cerita (Dimas terkejut sekaligus tidak percaya menatap kearah perempuan dewasa yang beberapa waktu pernah memukulinya tanpa ampun)". Dimas


"apa aku terlihat tengah mengarang cerita tuan Dimas? (dan beberapa saat nona memperlihatkan sebuah rekaman video disaat Ardi di bawa masuk kesebuah mobil berwarna hitam tanpa flat nomer, ya nona sempat merekam namun hanya beberapa detik saja karena tubuhnya yang kaku tidak bisa bergerak Karena syok )". Nona


"tidak...(Dimas berteriak dengan berdiri hingga membuat para pengunjung yang lain menatap kearah mereka berdua)". Dimas


"duduklah tuan...(dan beralih kepada para pengunjung yang lain sambil mengatupkan kedua tangannya) maaf....(dengan senyuman menyesalnya nona mewakili Dimas yang masih nampak syok dengan kejadian yang baru saja ia saksikan dari rekaman yang Nona perlihatkan)". nona


para pengunjungpun akhirnya kembali pada kesibukan masing-masing.


Dimas duduk lemas, ia menerawang ke beberapa tahun silam disaat Ardi dibawa oleh salah satu anggota keluarga Wijaya *Romi Wijaya* untuk diangkat sebagai orang kebanggaan akan kepintarannya.


disaat itu Ardi masih ber'umuran belasan tahun. dan Dimas harus bersabar setiap harinya membujuk Rumi kecil yang merengek untuk dipertemukan dengan kakak ardinya.


sekitar 8 tahun Ardi kembali saling memberikan kabar dan menemui adiknya *Rumi*. dan disaat itu tuan Romi tengah mendekati Rumi dan mereka ternyata menjadi sepasang kekasih.


dan berbagai urutan kejadian hingga dititik ini.


tanpa disadari Dimas meneteskan air matanya dibenaknya kenapa ini bisa terjadi dan kenapa lagi-lagi dari pihak tuan-tuan berkuasalah yang selalu saja merenggut dan selalu mengusik ketenangan kehidupan kedua-nya *Rumi dan Ardi*. ya karena baginya Rumi dan Ardi adalah orang-orang yang sangat ia sayangi selain mendiang ibundanya.


_skip_


"tuan Exel...ia sudah tidak lagi memihak siapapun, dan tuan Alan sudah lepas dari tugasnya dan sudah bergembira dengan keluarga barunya, ya karena memang Exel adalah atasan Alan dan Adam dulu.


tuan Adam???.... dimana ia sekarang aku untuk beberapa waktu ini tidak melihat batang hidungnya... bergumam!!!.". Dimas


_skip_


1 bulan kemudian.


Dimas yang stress dengan segala rahasia yang ia emban/pikul sendiri akhirnya dimas memutuskan untuk memberi tahukan berita besar duka ini kepada Satria yang berada jauh disana. serta memberikan sebuah rekaman video tersebut.


bukanya Dimas hanya berdiam diri, Dimas dan beberapa bawahan Ardi mencoba mengendus dan mendapatkan bukti namun hasilnya nihil Ardi bagaikan ditelan bumi beserta segala buktinya. dan sebuah rekaman video yang Nona berikan itu bukanlah bukti yang kuat disana terlihat betul orang-orang bawahan tuan-tuan berkuasa tengah membawa arfi. namun tidak ada satupun dari Rama atau Romi yang terlihat dari rekaman video tersebut.

__ADS_1


tidak ada pilihan lain , bukannya Dimas ingin menganggu ketentraman hidup Rumi dan Satria namun ini adalah sebuah kenyataan yang telah terjadi sebuah kenyataan yang tidak bisa disembunyikan dengan begitu saja.


__ADS_2