Tangisan Suci

Tangisan Suci
Diammu itu menyakitkan


__ADS_3

"apa.....(ibu Rosa membekap mulutnya sendiri ,ia tidak percaya dan sangat syok dengan penuturan yang barusan Romi sampaikan)".ibu Rosa


begitupun dengan Dimas, ia menjambak rambutnya kasar hingga tidak terasa air matanya lolos.


ia membayangkan bagaimana jadinya seorang Rumi tanpa Ardi.


ya walaupun sejak 8 tahun lalu Ardi tidak bersama nya namun sosok itu yang menjadi penyemangat Rumi untuk semangat menjalani hidup (dengan harapan nya akan bertemu Ardi pada waktu itu).


Romi menceritakan kejadian yang menimpanya bersama Ardi hingga berbulan-bulan tidak bisa menemui Rumi karena beberapa luka tembakan yang dimilikinya memerlukan waktu pemulihan.


dan Romi menyampaikan niatnya akan melamar Rumi untuk dijadikan sebagai pasangan hidupnya.


"hiks ..kenapa ini menjadi rumit seperti ini sungguh sangat kasian Rumi...(ibu Rosa menangis dengan kepiluanya), tuan Romi apakah benar tuan akan melamar anak ibu? (dengan tenang dan sabar)".ibu Rosa


"ya Bu, Rumi juga sudah menyetujuinya namun entahlah dengan kejadian ini dia marah kepadaku...(dengan tatapan menyesal dan iba)". Romi


"hemmm....lihatlah yang katanya tuan semena-mena ,itu sangat terlihat tidak pantas untuk wajah setampan dan setulus ini... membatin". Dimas


"ibu akan mencoba bicara dengannya tuan, mungkin Rumi perlu waktu untuk menyendiri dulu. (menenangkan)".ibu Rosa


"Hem...baiklah terima kasih Bu, aku sangat mengharapkan kabar baik dari ibu.


dan tolong Bu sekarang kita akan menjadi keluarga ibu tolonglah panggil aku dengan sebutan namaku saja. (dengan senyuman khasnya)". Romi


"baiklah nak Romi, (tersenyum)".ibu Rosa


"terima kasih Bu, aku akan melamarnya setelah ia baikkan!!! mohon tolong bantuannya (menatap ibu dan Dimas secara bergantian)". Romi


"em...(mengangguk) kita akan membantu...".ibu Rosa dan Dimas


"terima kasih...aku sangat senang menjadi bagian dari keluarga kalian (tersenyum senang)". Romi


Dimas dan ibu Rosa saling merilik...


"ternyata tuan Romi tidak seburuk yang Ardi pernah bicarakan di surat elektronik nya... bergumam".ibu Rosa dan Dimas


seminggu setelah Romi datang kembali dan membawa kabar duka itu, kini Rumi yang semula sebagai sosok yang ceria kini menjelma menjadi sosok gadis yang pendiam dan terkesan dingin.

__ADS_1


ia akan marah bila membicarakan tentang tuan Romi yang sempat ia puja-puji didalam keseharian nya.


"nak, apa kau benar yakin akan berangkat ke kampus (ibu Rosa nampak khawatir dengan kondisi Rumi)".ibu Rosa


"eem...(mengangguk) Rumi sudah baikkan Bu, walau Rumi masih belum menerima bahwa kak Ardi telah tiada namun kak Ardi pernah berkata padaku untuk jangan menyerah dengan keadaan. Rumi akan tetap menjalani hari-hari Rumi...(dengan senyum getirnya)". Rumi


huffff.... terdengar suara lelah ibu Rosa. pasalnya ia setiap hari selalu mengingatkan kepada Rumi bahwa takdir terkadang tidak sejalan dan tidak berpihak dengan keinginan kita. namun seolah Rumi masih terus menerus bahwa kematian sang kakak adalah gegara salah tuan Romi. tuan Romi? si tuan yang tidak mau tinggal diam dan selalu mengganggu aktivitas dihari-hari nya (Rumi).


_skip_


"sayang ... tolonglah terima maaf dariku apa kau tidak kasihan kepada calon suamimu ini? (dengan tatapan melasnya)". Romi


Romi berdiri ditengah lapangan dengan menggenggam erat lengan Rumi.


"tuan kenapa tuan repot-repot melakukan semua ini , pulang ...kembalilah ke kantormu (dengan tatapan galaknya)". Rumi


"aku akan tetap disini hingga kau mau memaafkan aku....(Romi berteriak di tengah lapangan melihat Rumi melepaskan penganganya dan berlalu tanpa menoleh lagi)". Romi


derrrrr..... derrrrr.....suara gemuruh Guntur membelah gelapnya angkasa.


hujan turun membasahi belahan bumi yang Romi pijakki. ditengahnya derasnya air hujan dan kencangnya tiupan angin Romi hanya termenung ia sudah habis akal untuk membujuk calon isterinya itu. ya Romi sekarang berada di tengah-tengah lapangan kampus memohon ampun akan kesalahannya yang tidak bisa menyelamatkan nyawa calon kakak iparnya.


"apa-apa'an kau..enyahlah aku tidak perlu sebuah payung. yang hanya aku butuhkan seorang bernama Arumi. (membentak namun Suara bentakkanya tidak sekeras seperti yang biasanya)". Romi


"nak Rumi apa kau tidak takut dengan keluarga Wijaya? terima saja permintaan maaf dari tuan Romi ,bapak takut kau sampai kenapa-kenapa... (salah satu dosen Rumi menasehati)".dosen Rumi


sejak dimulainya jam pelajaran hingga kelas dibubarkan Romi masih setia di pijakkan yang sama yaitu ditengah-tengah lapangan.


ya pasangan ini menjadi tranding di media dan akan kekacauan ini mereka (pemirsa) ada yang berkomentar positif dan negatif tergantung yang menanggapinya.


namun kebanyakan dari mereka merasa geleng kepala dengan seseorang tuan Romi yang notabene nya menjadi salah satu orang terpandang dan berkuasa didaerahnya mencintai seorang mahasiswi yang terlahir dari keluarga yang sederhana walaupun rupa Rumi dan kepribadian Rumi yang asyik tidak diragukan lagi tapi kelas tetap kelas mereka terlahir dari kasta yang berbeda.


"terima kasih bapak sudah menasehati saya, (Rumi bangkit dari kursi duduknya dan meninggalkan kelas dengan perasaan dongkol)". Rumi


nampak Rumi berjalan keluar kelas dan diluar masih hujan deras....


anak-anak yang dilewati Rumi saling berbisik ada yang menyapa dengan senyuman ada pula yang hanya melirik sinis...

__ADS_1


huffff....Rumi tetap berjalan tidak ambil pusing dengan penilaian buruk tentangnya.


jam sudah menunjukan jam pulangnya (kampus), melihat Rumi keluar kelas Romi mengejarnya.


"sayang...(dengan pakaian lengkap kerjanya menghampiri Rumi yang menunggu sebuah taxi)". Romi


sebuah taxi muncul dan mulai mendekat kearah kampus.


Romi menghampiri taxi yang nampak semakin mendekat dan mencegatnya. taxi berhenti dan membuka jendela kacanya.


dan beberapa menit kemudian taxi berputar arah.


"hei....taxi, kenapa kau malah pergi (Rumi berteriak dan menggerutu)". Rumi


Rumi membuka payungnya dan mulai berjalan dan dengan cepat dari arah belakang sebuah mobil berhenti di sampingnya dan nampak seseorang membukakan pintunya, tangan Rumi ditarik masuk hingga tubuhnya pun ikut masuk dengan sempurna.


"akh.... apa-apaan ini...". Rumi


"maafkan saya nyonya saya sudah tidak tahan melihat tuan terus-terusan kesakitan (Jack menoleh dari arah kemudi)".Jack


Jack menepikan mobilnya disamping tuannya yang basah kuyup dengan tubuh menggigil membiru.


"tuan ayo...".Jack


"Rumi....(Romi tersenyum sumeringah melihat Rumi duduk manis di kursi penumpang dengan sigap Romi ikut duduk masuk dan mendekap tubuh seseorang yang sangat ia rindukan)". Romi


entah karena seseorang yang bernama Rumi,ia menjadi seseorang dengan berfikiran buntunya dan tidak berfikiran secemerlang dulu. hingga cara-cara licik mulai menghilang dan ia menggunakan hati tulusnya.


ia menjadi seorang yang lemah dan penuh perasaan.


"aku sangat merindukanmu... sayang, (tangan kekar Rumi meraih tangan Rumi)". Rumi


"tuan..kenapa tanganmu terasa sangat panas,apa kau demam (Rumi meraih kening Romi dan sangat kaget suhu tubuh Romi yang jauh diatas suhu normal orang pada umumnya)". Rumi


"jangan panggil aku dengan sebutan tuan...aku calon suamimu (dengan sisa kesadarannya)" Romi


"mas.... bangun.... mas Romi (Rumi mendekap erat tubuh basah kuyup itu dan menepuk-nepuk pipi Romi)". Rumi

__ADS_1


"kita kerumah sakit saja nyonya," Jack


"ayo cepatlah aku tidak mau sampai dia kenapa-kenapa (Rumi menangis sepanjang jalan dengan ditambahi gerutuanya karena jalanan yang macet karena hari sudah sore dan mulai meremang)". Rumi


__ADS_2