Tangisan Suci

Tangisan Suci
Kesedihan yang terpendam 2


__ADS_3

"terima kasih kak kau selalu ada untuk Rumi (dengan sebuah kristal diujung netranya) Rumi sangat benar-benar beruntung miliki keluarga seperti ibu Rosa dan kak Dimas". Rumi


"jangan menangis, kau adalah keluargaku sudah seharusnya aku melakukannya (dengan menatap Punuh intens).


entahlah kenapa aku seperti ini. andai kau tau betapa aku ingin memilikimu....rasa ini begitu tiada padam untukmu Rumi... namun apa daya aku jikalau kau telah mencintai orang lain.... membatin". Dimas


ya Dimas masih ingat disaat-saat kebersamaanya bersama Rumi diwaktu dulu, dulu Dimas belum tersadar kasih dan sayang yang selalu ia limpahkan ternyata adalah wujud rasa cintanya. ia baru menyadari disaat ia kehilangan sosok Rumi disaat Romi Wijaya telah masuk kedalam kehidupan Rumi.


_skip_


dari kejauhan sudah nampak seseorang dengan setianya menunggu akan kedatangannya, seseorang itu tengah duduk disebuah kursi diteras rumahnya.


grebbb.... Suara pintu mobil yang baru ditutup. Rumi turun dari mobilnya dengan langkah sedikit was-was pasalnya dirumah tidak ada siapapun.


"Hem laki-laki tidak tau malu, sepertinya Raka belum pulang... bergumam". Rumi


"sayang kenapa kau lama sekali, aku hampir jamuran menunggumu (dengan senyum mengembangnya Romi perlahan mendekat kearah Dimana Rumi tengah berjalan kearahnya)". Romi


"ada apa kau datang kesini? Raka tidak ada dirumah...(dengan tatapan malasnya)". Rumi


ya selagi dia dan rekannya belum menemukan bukti Rumi akan pura-pura baik, apa lagi dihadapan anaknya, ia tidak bisa sembarangan menolak keinginan dari Romi karena anak kesayanganya itu akan protes kepadanya. Rumi tidak mungkin membuat anak semata wayangnya bersedih dan mematahkan semangat dalam hidupnya.


"kau terlihat menggemaskan disaat seperti ini aku jadi ingat disaat-saat kita masih menjadi kekasih (ada tatapan yang tidak mampu Rumi artikan), Hem...(nampak Romi tersenyum sesuatu) aku kesini hanya ingin memberikan sesuatu untukmu dan Raka (nampak di kursi sana ada beberapa paperbag,dan sebuah mainan khas anak laki-laki)". Romi


"terima kasih mas, tapi untuk lain kali jangan repot-repot untuk melakukannya. (ya Rumi tidak mungkin menolak barang pemberian dari Romi, itu tidaklah sopan menurut-nya) mas ini terlalu sore untuk bertamu dan satu lagi dirumah sedang tidak ada Raka aku harap mas Romi bisa mengerti (dengan nada sewajarnya memberikan pengertian)". Rumi


"Hem baiklah aku akan segera pulang, tapi apakah boleh sebentar saja aku menumpang kamar mandi. aku tidak mungkin pulang dengan menahannya ". Romi


"mas kau apa-apaan ,kau sungguh tidak sopan (Rumi sedikit menjaga jarak dan mulai waspada)". Rumi

__ADS_1


"hei..kau berfikiran kotor (dengan tawa lucunya) ternyata kau mesum juga.aku hanya ingin menumpang kamar mandimu untuk bergemerincing (dengan tatapan meyakinkan)". Romi


"eh....itu tidak benar...bergumam. baiklah aku akan membukakan pintu untukmu tapi ingat jangan macam-macam, (Rumi mulai membuka pintu utama dari bangunan yang nampak sederhana itu dengan mempersilahkan Romi masuk namun ia tetap berada diluar rumah)". Rumi


Romi yang menyadari Rumi tidak ikut masuk hanya tersenyum sesuatu.


beberapa menit kemudian, ada suara minta tolong dari dalam rumah.


"aw....tolong aku terpeleset kakiku.. sakit. mungkin kakiku sudah patah (terdengar suara teriakkan kesakitan dari dalam rumah tepatnya kamar mandi yang Romi tumpangi ada niatan Rumi untuk meminta tolong kepada warga namun Romi terus memanggil-manggil namanya hingga Rumi tidak bisa berfikir jernih Rumi langsung masuk menghampiri Romi dan memastikan keadaannya seperti apa)". Romi


"mas apa kau benar-benar terluka (dengan berlari kecil Rumi masuk dan menghampiri dimana Romi berada dan alangkah terkejutnya disaat netranya melihat keadaan Romi yang baik-baik saja tanpa sedikitpun cidera seperti yang apa Romi teriakkan tadi) mas kamu telah berbohong...(dengan sedikit melebarkan netranya)". Rumi


"aku memang tengah berbohong, tapi aku berbohong demi kebaikan hubungan diantara kita yang terasa hambar...aku akan memberikan sedikit warna dan rasa didalam hubungan ini...(Romi perlahan mendekat kearah Dimana Rumi tengah berdiri mematung dengan wajah terkejutnya)". Romi


"mas... Jangan macam-macam (dengan tekad dan tenaga yang Rumi berhasil kumpulkan ia berusaha lari kearah luar rumah dan alangkah terkaget ia disaat Romi berhasil menangkapnya) mas lepaskan kau mau apa... jangan macam-macam (terlebih terkaget-kaget lagi disaat Romi membekap mulutnya)". Rumi


"mas...ah...". Rumi


brukkkkgh....Romi melempar kasar Rumi kesebuah sofa empuknya dan mulai menindihnya.


"mas aku mohon jangan mas...(ada raut ketakutan yang jelas dinetra Rumi dan romipun bisa melihatnya)". Rumi


"diam aku tidak akan melakukan lebih jikalau kau tidak memberontak, tapi kalau kau terus memberontak maka jangan salahkan aku kalau aku melakukan lebih kepadamu sayang...(dengan tatapan kelaparan Romi mulai menunaikan aksinya)". Romi


"mas... (Rumi sangat ketakutan ia menyadarinya ini tidaklah baik, dan laki-laki dewasa yang sedang menindihnya bukanlah laki-laki normal ia bisa saja menjadi lebih ganas dibandingkan ini. dengan seribu doa yang di lantunkan ia memohon datang sebuah pertolongan)". Rumi


bibirnya habis sudah dan tidak cukup disana Romi mulai membuka kancing kemeja khas kerja yang Rumi kenakan dan mulai melonggarkan sesuatu yang menghalangi pengelihatannya.


"mas... jangan (dengan derai air mata Rumi memohon seseorang dengan tatapan menuntutnya)". Rumi

__ADS_1


namun bukannya Romi menghentikan aksinya kini malah ia labuhkan tepat di mana ia pusatkan pengelihatannya.


hanya mampu meremas bantal yang ada disisinya Rumi menahan segala rasa yang tidak ia relakan itu.


"hahhhh....(nampak dada Romi naik turun, disaat rasa puas yang ia dapatkan) yang satu ini akan aku sisakan disaat kau sudah sah menjadi milikku (dengan menyentuh kepemilikan milik Rumi dan melabuhkan sebuah kecupan hangat di keningnya) aku bodoh kenapa dulu aku merelakanmu untuk disentuh Rama terlebih dahulu..(dengan kedua tangannya Romi meraih wajah milik Rumi dan menghapus air mata yang masih nampak berjatuhan dengan jemari-jemari besar dan panjangnya) ". Romi


sedangkan Rumi hanya terdiam dengan pandangan kosongnya, ia masih tidak percaya ia melakukan Hal hina itu, masih pantaskah ia untuk Satria???.


"mas Satria maafkan aku, aku telah menghianati mu mas...membatin". Rumi


tidak lama setelah perlakuan keji itu terjadi terdengar suara sebuah mobil yang terparkir dihalaman dikediaman milik Rumi. dengan segera bergegas Rumi merapihkan penampilannya dan berusaha bersikap sewajarnya. begitu dengan Romi ,Romi segara bangkit dan merapihkan pakainya yang sempat ia longgarkan.


nampak Ardi turun bersama Raka keponakan kesayanganya, dengan langkah penuh curiga ia mulai melangkahkan kakinya keteras rumah dan mengedarkan pandangannya ia melihat pintu yang setengah terbuka dan netranya melihat beberapa paperbag dan sebuah mainan khas anak laki-laki disebuah kursi yang berada di teras depan.


"bukannya itu mobil tuan Romi? dan itu mobil milik Rumi, ya Rumi sudah pulang! mereka sedang apa berduaan didalam rumah di jam seperti ini...(dengan penuh was-was dan rasa curiga yang menjadi satu namun berbeda dengan raut Raka yang memperlihatkan raut penuh keceriaan.


Ardi dengan langkah cepatnya ingin segera menemukan sosok Rumi)". Ardi


"Daddy apakah didepan adalah mobil milik Daddy Romi? kemana mommy dan Daddy Romi? (nampak Raka mencari mommynya dan Daddy Rominya namun netranya lebih teralihkan dengan sebuah benda yang ada dalam sebuah box pemberian dari Ardi dan mainan yang tergeletak begitu saja di kursi didepan teras tadi, ya dia *Raka* tau Daddy Romi pasti sengaja memberikan mainan itu untuknya).


raka akan menyimpan ini dikamar Raka ,Raka kekamar dulu dad. dah... raka akan menyusul nanti, tolong katakan kepada mommy dan Daddy Romi Raka kekamar dulu (dengan langkah penuh keceriaan Raka meninggalkan Ardi sendirian)". Raka


Ardi menggeleng-gelengkan kepalanya.


"dasar anak-anak...". Ardi


_skip_


"Rumi...tuan Romi Kalian sedang apa !!! (nampak Ardi tengah mematung diambang pintu sebuah dapur dengan pandangan tidak percayanya, setelah ia berusaha menemukan dua sosok yang ia cari sejak tadi)". Ardi

__ADS_1


__ADS_2