
15 menit kemudian.
Dimas yang sudah bisa menguasai keadaan ia ingin segera ketempat dimana semuanya berkumpul /keluarganya dengan langkah masih terasa lunglai ia mencoba menegarkan pandangannya namun tetap saja sembab di matanya masih jelas terlihat meskipun luka disudut-sudut jemarinya masih terasa nyeri , rasa nyeri itu tidak sebanding dengan rasa nyeri di hatinya.
bruggkkkh.... suara benturan diantara dua pundak.
"aw.....(nampak seorang perempuan meringis dengan memegangi pundaknya)". Nona
"maaf nyonya saya tidak sengaja (Dimas mencoba berniat memastikan perempuan itu baik-baik saja)". Dimas
"minggir... jangan sentuh aku, dasar laki-laki mesum, sudah punya nak istri masih saja mencari kesempatan (perempuan itu memukuli Dimas dengan tas kecilnya disaat Dimas mulai mendekatinya)". Nona
"aw...aw...(jemari Dimas yang cidera itu tidak luput dari serangan perempuan yang baru saja Dimas temui) anda salah paham nyonya...saya tidak ada niatan untuk menyentuh nyonya saya hanya ingin memastikan Anda baik-baik saja". Dimas
"pembohong...pembual, pencari kesempatan dalam kesempitan, laki-laki mesum.....(dengan tetap memukuli Dimas dengan tas kecilnya secara bertubi-tubi tanpa ampun)". Nona
keributan yang disebabkan oleh dimas dan nona sampai pada akhirnya terdengar oleh petugas keamanan yang sedang patroli.
"hei....apa yang kalian lakukan membuat keributan ditempat umum, kalian telah mengganggu kenyamanan pengunjung yang lain ayo ikut saya dan jelaskan semuanya di post keamanan (dengan suara teguran yang lantang dan penuh keseriusan)". penjaga keamanan
teguran itu membuat keduanya diam, terutama nona yang asyik dengan acara menaboki Dimas dengan tas kecilnya pun menghentikan aksinya.
"nyonya ini pak yang mencari gara-gara, nyonya ini tanpa mau mendengarkan penjelasan dari saya terus saja memukuli saya (terlihat Dimas yang kacau dengan tampilannya karena mencoba untuk menghindar namun usahanya sia-sia ,serangan dari nona terlalu gesit untuknya)". Dimas
"dia aki-laki mesum pak, saya hampir saja dilecehkan (dengan memainkan bibirnya tanda mengejek)". Nona
"kau.... kau sungguh keterlaluan nyonya (Dimas melotot tidak percaya dengan penuturan perempuan yang dihadapannya ini tengah memainkan bibirnya untuk mengejeknya)hei.... kau salah paham perempuan gila, ia pak dia perempuan gila (dengan menunjuk- nunjukan jari telunjuknya kearah dimana nona berdiri) jangan-jangan perempuan ini baru saja lepas dari pengawasan keluarganya pak tangkap saja pak, dia sangat mengganggu kenyamanan taman ini pak, dia sangat berbahaya berkeliaran disekitar sini. bisa-bisa orang lainpun akan bernasib seperti saya, saya buktinya pak saya jadi amukan akan kegilaannya (Dimas membela dengan ngotot)". Dimas
__ADS_1
"dia pak....(ucapan nona dicegat oleh pak petugas keamanan)".Nona
"hah....kalian ini sama saja ,kalau mau berantem dan ada masalah di bicarakan baik-baik bukan malah mengganggu kenyamanan umum (dengan galak khas bentakkan pak petugas kemanan)". penjaga keamanan
akhirnya Dimas dan nona digiring ke post keamanan, guna membicarakan kelanjutan dan memeriksa hasil rekaman cctv guna meluruskan masalahnya dan menemukan titik terang dari masalah yang sedang dipeributkan.
sedangkan ibu Rosa dan yang lainnya tengah berkumpul untuk menunggu Dimas kembali dan.....
🌷dan apa yang terjadi selanjutnya ikuti terus yuk ceritanya jangan lupa jadikan favorit ya.... terima kasih🌷
"Bu aku akan menyusulnya". Ardi
"emmm...(ibu Rosa mengangguk)".ibu Rosa
baru saja Ardi melangkah dari tempatnya berpijak netranya dikagetkan dengan sosok yang benar ia hindarinya tengah menggandeng sosok anak kecil yang tidak asing baginya sosok anak kecil itu adalah Raka, anak dari adiknya Arumi Fitrian.
"Romi...apa kau telah lama berinteraksi dengan Raka...kenapa? kenapa aku sampai tidak tau... bergumam". Ardi
ya Ardi memang sudah mengetahui Romi selalu berusaha menemukan Rumi dan Raka namun ia belum bisa percaya Raka tengah tersenyum kepada mantan iparnya itu dengan tatapan sehangat itu.
# flash back #
"tenanglah.... laki-laki itu bukan keluarga Wijaya, lihatlah.... Romi menyodorkan satu berkas lengkap beserta sebuah foto yang diambil lewat sarana media....". Ardi
"apakah benar seperti ini, apakah Wijaya masih tidak mengetahui ke beradaanku kak?". Rumi
"yah seperti bukti yang kau dapat. (digambar itu menunjukkan sosok dengan wajah yang tidak sama sekali Rumi kenali) aku sudah mengatakan padamu identitas mu dan anakmu aman kami telah sedikit mengubahnya mereka tidak akan menemukanmu (dengan senyum simpulnya)". Ardi
__ADS_1
"huffff.... baiklah sekarang aku bisa merasa lebih baik, aku tidak perlu terlalu khawatir akan keselamatan Raka, terima kasih kak...kau selalu ada untukku (dengan senyum khasnya)". Rumi
"itu sudah menjadi tugasku sayang, kau dan Raka adalah keluargaku...aku tidak mau sampai kehilangan Kalian lagi...". Ardi
ya disaat teman-teman dan sang anak mengatakan ada seseorang laki-laki dewasa yang sangat mirip dengan Raka ,Rumi menjadi sedikit gelisah dan selalu terbayang akan bahaya yang mungkin saja akan anaknya dapatkan. Rumi tidak mau Sampai kehilangan anak kesayanganya, anak semata wayangnya.
# flash back off #
"mommy.....(Raka tersenyum dalam keriangannya) mommy lihatlah siapa yang datang!!! (Raka mengajak Romi untuk mendekat kearah diamana mom dan keluarganya berada) Raka membawa Daddy mom...(dengan senyuman khasnya)". Raka
"Romi ...berani sekali kau datang kemari, sejak kapan kau bersama anakku...(Rumi beralih kepada Raka) sayang apa kau mengabaikan apa perintah mommy jangan pernah menemuinya lagi, apa lagi berinteraksi dengan manusia jahat seperti dirinya...(Rumi menarik Raka secara kasar dan terburu-buru)". Rumi
"aw...mom sakit, lepaskan Raka mom Raka ingin bersama Daddy...(Raka marah dalam pelukkan momnya)". Raka
"sadarlah sayang dia bukan daddymu". Rumi
"Raka akan percaya setelah Raka melihat buktinya (bukti bahwa Raka bukanlah anak dari Romi Wijaya)". Raka
"mommy....hiks....(Rumi menangis dengan menggigit kepalan dijemarinya, kenapa jadi seperti ini..apa lagi yang akan ia hadapi setelah ia baru saja merasakan hidup dalam kelegaan)". Rumi
Rumi tidak tau harus bagaimana lagi untuk membujuk anak super kritisnya ,dia sudah menyempatkan diri untuk pergi keluar kota guna menemukan bukti di rumah yang pernah ia tinggali bersama mantan suaminya (Rama ) dulu. namun dengan perjuangannya menempuh jarak yang cukup jauh hingga dia hampir saja mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas karena kurang fokus kepada padatnya jalanan dimalam itu, dan alangkah pilunya disaat ia tiba di rumah itu , kenangan dan bukti yang mungkin saja bisa ia tunjukkan kepada Raka telah berpindah tempat (kemanakah?????????) kosong, hanya ruangan dengan udara yang hampa semua bukti dari foto dan segala macam kenangan raib dari tempatnya.
"apa maksud dari semuanya ini Rumi??? (Ardi maju dan menatap Rumi dengan tatapan yang tidak terbaca)". Ardi
"maafkan aku kak....aku tidak memberitahumu sejak awal". Rumi
"bre.._ek, buggghk.....(Adam membelai Romi dengan belaian kasarnya hingga Romi jatuh tersungkur)". Adam
__ADS_1