
Romi terjatuh dengan sebuah tinjuan yang mendarat diperutnya.
"ke..._rat siapa kau berani sekali menyerangku tanpa permisi (Romi bangkit dengan memegangi perutnya yang terasa begitu nyeri)". Romi
"kau tidak perlu tau siapa aku yang jelas kau telah mengganggu kenyamanan dari Rumi dan anaknya. bisa-bisanya kau merenggangkan hubungan baik diantara seorang ibu dan anak??? (dengan tatapan garangnya)". Adam
sedangkan Raka dan ibu Rosa, Ardi telah menyuruh Alan untuk membawanya ke tempat yang dirasa aman disaat netranya melihat Adam dengan raut keasliannya.
dan dengan berat hati tamu undangan yang tersisa di bubarkan oleh Ardi.
"Daddy Romi...(tangan Raka ingin meraih Daddy yang menurutnya adalah Daddy kandungnya dengan tangisan yang menyayat hati) mommy jahat...mommy jahat....". Raka
"hei... mommymu tidak jahat jagoan...daddy palsumulah yang jahat. ikutlah bersama Daddy Alan mu, dia bukanlah daddymu sayang....( ibu Rosa dan tunangan dari alanpun ikut membujuk Raka namun tetap saja Raka terus memberontak dan memanggil-manggil satu nama yaitu Daddy Rominya)". Alan
"tidak....Raka tidak mau ikut dengan Kalian, Kalian semuanya jahat....(Raka memberontak dengan mengigit tangan tunangn dari Alan hingga tunangan Alan menjerit histeris ya karena Raka tidak main-main dengan gigitanya)". Raka
Alan yang panik terfokus kepada tunangannya hingga dengan leluasa Raka kabur dengan lari kerah dimana Daddynya kandungnya berada.
sedangkan ibu Rosa tengah memegangi dadanya yang terasa sesak diusianya yang sudah lanjut ini membuat kesehatannya semakin menurun.
"ibu...ibu Rosa ,baby....(tunangan Alan menunjuk memberitahukan kepada Alan bahwasannya ibu Rosa lebih memerlukan bantuannya)". tunangan Alan
"ibu. ibu Rosa....(Alan menangkap dan menggoyang pelan disaat netranya melihat ibu Rosa mulai hilang kesadarannya)". Alan
"baby... sebaiknya kita bawa saja ibu Rosa segera kerumah sakit, aku tidak mau kalau Sampai telat dan kenapa-kenapa kepada ibu Rosa (dengan cemas yang memburu)".tunangan Alan
"baiklah ayo..bantu aku menyiapkan mobilnya... (Alan membawa ibu Rosa bersama tunangannya tanpa memberikan kabar kepada Ardi terlebih dahulu yang berada disana karena ia tidak mau membebani Ardi yang sedang mengurus pembuat onar. dan lebih tepatnya Alan memberitahukan kepada Dimas yang sebagai anak kandungnya dan Dimas juga sedang tidak ada di tempat kejadian jadi itulah pilihanya)". Alan
"cukup.... kalian Jangan ribut ditempat umum seperti ini. dan kau Romi pergilah jangan ganggu keluarga kami lagi. Rumi sudah bahagia dengan masa depannya (Ardi maju untuk mewakili Rumi bicara)". Ardi
"kalian sungguh egois... apa pantas seorang anak kecil dipisahkan dari keluarganya sendiri". Romi
"keluarga apa maksudmu? kau tidak usah banyak b.._ot kau tidak tau dengan apa yang Rumi alami, bukannya salah satu anggota keluargamu telah melakukan sebuah hal yang tidak dapat diampuni (Adam gerah dengan tingkah laku yang Romi tunjukkan)". Adam
"laki-laki ini.... siapa dia sepertinya dia lebih tau jauh cerita dari masa lalu Rumi... membatin". satria
__ADS_1
"aku tidak sama sepertinya kita lihat saja siapa yang akan mendapatkan Rumi, mau atau tidaknya dia ,dia akan menjadi milikku. kita bisa lihat nanti siapa pemenangnya kawan....dan aku pastikan akulah pemenangnya. (dengan seringai liciknya, Romi bertekad akan mendapatkan apa yang ia yakini dan inginkan, kata taubat nya hilang disaat peluang ada didepan matanya)".Romi
"aku rasa aku sudah tidak bisa menahannya lagi disaat aku semakin lama mendengar ocehannya maka aku semakin dibuat meradang.....". Adam
akhirnya Adam dan Romi berkelahi ditempat dan diwaktu itu juga.
kekuatan bertarung Adam dan Romi seimbang hingga menyulitkan Ardi untuk memisahkan mereka.
sedangkan Satria tengah memenangkan Rumi yang masih tidak kuasa menahan kesedihannya, ya anak semata wayangnya lebih memihak kepada seorang yang disebutnya sebagai Daddy kandungnya.
"ayo sebaiknya kita pergi dari sini, Romi sangat berbahaya bagimu dan Raka (Satria mencoba menuntun Rumi untuk menuju kearah diamana mobilnya terparkir, sedangkan anaknya Caca , Satria lebih dulu menyuruh sopir untuk menjemputnya disaat ia membaca keadaan tidaklah baik)". Satria
"Raka, mas....apa Raka baik-baik saja?". Rumi
"Raka baik-baik saja teman kak Ardi telah membawanya". Satria
"apa dia Alan (ya sejak tadi Rumi tidak fokus kepada hal yang lain selain penuturan dari anak semata wayangnya)?". Rumi
"ia dia Alan..". Satria
baru saja Rumi beberapa langkah menjauh dari tempat itu Raka tidak sengaja menabraknya dari arah yang berlawanan.
brugkkk.....
"ah... Raka, sayang kenapa kau ada disini bukanya kau bersama Daddy Alan mu? ayo ikut mommy pulang bersama om Satria (Rumi menangkap anak semata wayangnya namun pegangannya Raka lepaskan dengan begitu saja)". Rumi
"tidak mom...Raka ingin pulang bersama Daddy Romi,Daddy kandung Raka dan kau om Satria jangan pernah mendekati mommy lagi karena Raka ingin mommy dan Daddy bersama lagi...(dengan tatapan sok orang dewasa)". Raka
"sayang....(baru saja Satria akan berucap Rumi mendahuluinya)". Satria
"mommy mohon pada Raka percayalah pada mommy, Romi Wijaya bukanlah Daddymu sayang....(dengan derai air mata)". Rumi
seakan tidak melihat Raka tidak perduli dengan air mata yang membanjiri pipi dari mommynya itu.
"mommy bohong....mommy bohong...(Raka berlari dimana ia terakhir kali meninggalkan daddy nya berada)...cukup Daddy...jangan pukul Daddy Romi lagi...(Raka berteriak dengan tatapan marahnya kepada Adam yang tengah beradu kehebatan dengan Daddy Rominya)". Raka
__ADS_1
"sayang...". kedua-nya Adam dan Romi
mereka menyita waktu bergulat nya.
"Raka...(Rumi datang muncul lagi bersama dengan kedatangan Satria)". Rumi
"Daddy apa kau baik-baik saja ,(Raka menghamburkan kedalam pelukkan Romi dan Romi menyambutnya dengan senang)". Raka
"Daddy baik-baik saja sayang, jadi laki-laki itu harus kuat. apalagi dengan apa yang kita miliki kita harus benar menjaganya. seperti mommymu...(Romi mengelus pelan rambut hitam tebal mengkilat milik Raka)". Romi
"Adam...kak Ardi (netra Rumi memeriksa keadaan sekitar yang terlihat buruk)". Rumi
"Raka kecewa dengan Daddy Adam, Daddy Ardi , dan kau dosen Satria menjauhlah dari mommy Raka...(dengan tatapan bencinya)". Raka
" nak sejak kapan kau berbicara tidak sopan seperti itu... mommy minta sekarang juga minta maaflah kepada Daddy-daddy Raka dan juga om Satria...(dengan tatapan kecewanya)". Rumi
"Raka tidak mau.... sekarang Raka minta kepada mommy pilih om Satria atau Raka. jika mommy memilih om Satria maka pulanglah bersamanya dan jangan perdulikan Raka lagi. dan jika mommy memilih Raka maka mommy harus menjauhi om Satria...(dengan tatapan tegas yang tidak seperti biasanya terlihat Raka yang baru berumur tepat 7 tahun ini mengatakan hal demikian dengan keseriusan yang tinggi dan tatapan itu mengingatkan Rumi kepada sosok yang jauh disana)". Raka
"Raka....(rasanya Rumi ingin sekali menghukum anaknya dengan memberikan soal mata pelajaran yang amat rumit yang dia sendiri tidak bisa menemukan jawabannya)".
Rumi
ini adalah pilihan yang tidak masuk akal.
pilihan yang seharusnya tidak ada pilihanya. ya karena Romi bukanlah sosok yang pantas untuk dipilih diantara yang terpilih menurut Rumi dan tentunya Satria.
"Rumi....(Satria menangkap tangan Rumi dan seakan-akan memberinya sebuah kekuatan) turuti keinginannya...bukannya aku sudah tidak mencintaimu lagi. justru aku sangat mencintaimu ,aku lakukan ini semua demi kau dan Raka. aku tidak mau hubungan baik diantara Raka dan dirimu rusak karena keberadaanku...aku rela melepasmu demi kebaikan dirimu dan anakmu. kau jangan risaukan dengan apa yang kau hadapi. karena hatiku sudahlah menjadi milikmu, sampai kapanpun aku akan setia menunggumu. kau tidaklah sendiri, kita akan sama-sama menemukan buktinya. aku yakin kebenaran akan terungkap (dengan tatapan intens yang meyakinkan namun tetap saja ada raut kesedihan yang bisa Rumi tangkap, Satria mengangkat pegangan diantara tautan tanganya hingga sejengkal dari arah bibirnya) cup.....(kecupan hangat dan mesra ia labuhkan dipunggung telapak tangan milik Rumi ya Satria memamerkan kisah terakhir cintanya)". Satria
ya bisa saja satria menghajar habis-habisan Romi hingga koma tidak berdaya namun Satria tetaplah Satria dia adalah seorang figur ayah yang penuh dengan perasaan. terutama kepada seorang anak. baginya anak adalah titipan yang tidak bisa diabaikan.
"mas....(nada Rumi bergetar, sungguh ia bahagia telah mengenal Satria, laki-laki perhatian dengan sejuta kelembutan)". Rumi
perlahan satria meninggalkan Rumi tanpa mau menoleh kepada siapapun, hatinya sakit, ia tidak rela namun demi keselamatan akan hubungan baik diantara anak dan seorang ibu kandungnya adalah hal yang utama baginya. ia seorang figur ayah dia juga memiliki seorang anak,jadi ia bisa mengerti dengan keadaan yang rumi sedang hadapi. ia melepas Rumi hanya untuk sementara, ya dia akan ikut mencari bukti dengan kemampuannya tersendiri.
sedangkan yang lain hanya bisa mematung menonton pertunjukan yang cukup membolak-balikan perasaan.
__ADS_1