
🍂hari-hari berlalu berjalan sesuai dengan alurnya perasaan yang datang tidak akan selamanya sama.
namun Rumi yakin cintanya kepada sang kekasih tidaklah akan luntur dengan seiring berjalannya sang waktu
perasaannya akan sama dan akan tetap selalu sama, untuk cintanya🍂
drttttt....drtttt....suara sebuah panggilan nampak masuk disebuah seluller milik tuan berkuasa.
📲 *" jangan memberiku kabar receh aku tidak mau membuang waktuku yang berharga".*Romi
📲 *" saya yakin tuan ini adalah daerah yang 1000 yang kami telusuri...".*seseorang diseberang sana
📲 *" baiklah pastikan itu benar, share lokasinya...aku akan menyusul... tuttttt panggilan diakhiri".*Romi
"siapa ? apa kau sudah mendapatkan kabar tentang keberadaan istri dan anakku? (Rama yang baru masuk keruangan romi sempat mendengar sedikit obrolan Romi dengan seseorang)". Rama
"tau saja ini orang, sungguh cepat sekali bila menyangkut Rumi ku... membatin.
emmm....anak buah kita mendapatkan petunjuk tentang sebuah desa yang belum ada sebuah akses jalan dan mereka akan kesana dan menyelusuri keadaan disana siapa tau kita menemukan mereka disana.
kau tau kan Rama , tentang semua laporan yang tertulis tidak ada jejak satupun mengenai mereka aku curiga mereka menghindar dan lebih memilih untuk hidup dalam kesederhanaan contohnya hidup di perkampungan???! ". Romi
"Hem.... kau benar Rom,semua data telah aku dapatkan namun tetap saja tidak ada jejak tentang mereka. kenapa aku tidak berfikiran kesana!!! ... bergumam". Rama
"itu karena kau terlalu dibutakan cinta... membatin". Romi
"baiklah tunggu apalagi... tidak ada salahnya kita kesana!!! (Rama dengan sejuta harapannya)". Rama
_skip_
"Caca sayang jangan bermain terlalu jauh ingat pesan dari Daddy (Rumi sedikit berteriak disaat Caca bermain dengan teman seumurannya)". Rumi
"ia mom, Caca ingat (dengan melambai-melambaikan tangannya)". Caca
"huffft.... sebaiknya kita masuk cuaca diluar sangat panas, apa kau haus sayang (sambil mengelus pelan Rumi mengajak sang calon buah hatinya)".
Rumi
__ADS_1
ya kini kandungan Rumi memasuki usia 1 bulan genap.
"mom, kenapa Daddy belum pulang juga. Daddy bilang hanya 2 hari menginap dirumah nenek!!! (Raka yang sibuk dengan tugas rumahnya memprotes sang mommy yang sudah seminggu ditinggalkan sang Daddynya)". Raka
"do'akan saja semoga Daddy sekeluarga baik-baik saja (Rumi mencoba untuk tenang, ya sejatinya dirinya juga khawatir akan diri suaminya dan keadaan keluarganya yang jauh dimata tidak biasanya mas Satria nya tidak menepati ucapannya)". Rumi
sementara itu.
"ca...yah sendalku hanyut ca...(salah satu teman Caca menangis karena sendalnya hanyut)". teman Caca
"ayo kita kejar saja, air sungai tidak terlalu deras ini masih siang...(ya karena biasanya didaerah itu air pasang ketika turun hujan dan menjelang hari mulai petang) ca ayo bantu kita (disaat teman-teman Caca melihat Caca hanya diam)".teman Caca 1
"tapi Daddy dan mommy Caca melarang Caca bermain terlalu jauh dari rumah...(dengan nada tidak enak hati namun dengan tegas)". Caca
"kita tidak akan lama-lama ca, dan kalau sendalku tidak ketemu juga setelah kita turun maka aku anggap sendalku bukanlah milikku lagi...".teman Caca
"ayolah ca, ibu guru Rumi tidak akan tau kita hanya sebentar...(dengan ajakkan khas anak-anaknya)".teman Caca 2
"baiklah tapi jangan lama-lama yah...(Caca kecil menengok kearah dimana rumahnya berada dan disana sang mommy nampak sudah tidak terlihat sepertinya masuk fikirnya)
maafkan Caca mom...Caca hanya sebentar tidak apa-apa yah, dengan fikirkan kecilnya...membatin". Caca
"teman-teman lihat (Caca menunjuk dan otomatis itu membuat teman-teman Caca melihat kearah dimana Caca menunjukkan tanganya)". Caca
"kita pulang saja yuk...(serempak yang lain)". teman-teman Caca
"jadi sendal milikku jadi hilang ya???!".teman Caca
"ia....(serempak)". teman-teman Caca
beberapa waktu kemudian.
"mommy....mommy...(Caca berlari-lari mencari keberadaan sang mommy)". Caca
"ada apa ca? (Raka yang selesai dengan tugasnya terheran dengan Caca yang masuk rumah tanpa aba-aba dan terlihat penuh dikeningnya)". Raka
ya Caca dan Raka akan bergantian main jika mereka menginginkan bermain diluar, itu tidak terlepas dari sang Daddy yang memberikan tugas kepada keduanya untuk tidak meninggalkan mommy Rumi sendirian dirumah.
__ADS_1
"mommy mana ka? ada orang kota mengarah ke kampung kita, aku takut itu tuan Romi dan tuan Rama (Caca mengekspresikan keterkejutan dan kekhawatirannya ala bocah)". Caca
"apa itu benar, Daddy.... bergumam (ada rasa senang disaat Raka akan melihat sosok Daddy kandungnya namun sejurus kemudian ia ingat disaat tatapan sedih dan ketakutan dan tidak nyaman disaat sang mommy berada didekat sang Daddy kandungnya)". Raka
"kalian ribut-ribut sedang membicarakan apa sayang? dan Caca kau sudah selesai dengan acara mainnya (Rumi yang baru keluar dari kamarnya sehabis ritual mandinya terlihat penasaran dengan pembicaraan yang dua saudara berbeda gen itu tengah bicarakan)". Rumi
"Caca takut mom, diluar ada orang-orang Wijaya...". Caca
degggg.... dengan Caca menyebutkan nama Wijaya bukannya Raka juga adalah berdarah asli dari Wijaya keluarga terpandang dan terkenal berkuasa itu.
"apa yang kau bicarakan ca?". Rumi
"Caca melihat orang-orang Wijaya mom!!! (ada kesakitan ketika sang mommy dan saudara barunya memperlihatkan ketakutan dan rasa tidak nyamannya ketika mereka mendengar dan mengucapkan akhiran disebuah namanya * Raka Wijaya*". Raka
"mommy minta kalian masuklah dan jangan keluar rumah dulu, kita berdoa semoga mereka tidak menemukan kita (dan beralih kepada Raka) maafkan mommy sayang mommy tidak tau harus bagaimana menghadapi Daddy Ramamu... maafkan mommy...(setetes kristal bening menetes dari pelupuk mata sang mommy , dibenak mom Rumi ya ini pasti menyakitkan bagi anaknya dipisahkan dari Daddy kandungnya sendiri)". Rumi
"Raka selalu mendukung mommy , Raka ingin yang terbaik untuk mommy....(Raka memeluk erat sang mommy menumpahkan kekecewaannya dengan keadaan sulit ini bagaimanapun ia adalah anak dari mommy Rumi dan Daddy Rama nya)". Raka
malampun tiba.
sekitar pukul 10 malam.
tok...tok..... sebuah ketukan di pintu depan rumah milik kediaman Satria dan Rumi membuat penghuninya merasakan was-was dan khawatir yang nyata.
"mom... Caca takut (yah ketiganya Caca, Raka dan Rumi sejak siang semenjak Caca berkata bahwa tadi siang melihat orang-orang Wijaya mereka memutuskan untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu)". Caca
dan semakin keras saja ketukkan dipintu depan rumah mereka.
"tenanglah Allah pasti bersama orang-orang yang berserah diri, Allah tidak akan membiarkan hambanya terus dalam kesusahan... percayalah (sang mommy berusaha menenangkan) mommy akan membuka pintunya". Rumi
"biar Raka saja mom yang membuka pintunya!!! (menatap yakin bahwa dia patut diandalkan merasa dirinya adalah sebagai laki-laki satu-satunya di rumah itu meskipun ia masih anak-anak)". Raka
"terima kasih sayang biar mommy saja Raka dan Caca tunggu disini". Rumi
drama diantara sang mommy dan anaknyapun berakhir, Rumi melangkah kearah pintu yang sedari tadi terdengar gedoran yang cukup ribut.
cklekkk.....pintu dibuka menampilkan sosok yang sangat ia cintai dan rindukan.
__ADS_1
"mas....(dengan perasaan campur aduk yang tertahan membuat Rumi seketika menghambur kedalam dekapan sang pemilik hati) hiks...mas aku sangat merindukanmu... kenapa kau pulang telat dari apa yang kau katakan kepadaku? (jiwa labilnya kambuh)". Rumi
"maafkan aku sayang ini diluar kendaliku...ayo biarkan kita masuk dulu (Satria senang bukan main kepulangannya disambut dengan perasaan haru, namun Satria pulang membawa kabar duka dari mendiang sang orang tua)". Satria