
mereka bagaikan keluarga kecil yang sesungguhnya dan setiap mereka masuki pertokoan mereka akan disambut dengan sebutan sebuah keluarga.
"gadis manis (nampak salah satu karyawati sangat gemas dengan sosok Caca) !!! Bu... saya beri recomend untuk anak gadis ibu. ini sangat cocok untuk anak gadis ibu ....(dengan ramah dan sopan salah satu karyawati mengambilkan sebuah gaun khas pesta untuk Caca)". karyawati
Satria dan Rumi saling lirik dan tersenyum.
"benarkah...coba aku mau lihat, (Rumi antusias dan setelah salah satu karyawati datang dengan gaun tersebut Rumi memberikannya kepada Caca) Caca sayang apa kau mau mencobanya? " Rumi
"eem (mengiyakan), Caca mau ....(menatap senang)". Caca
"bagaimana Tante, apa Caca terlihat cantik? (dengan berpose se'anggun mungkin)". Caca
"Tante...???membatin".salah satu karyawati
"kita lihat..siapa ini ? cantik ,kau sungguh cantik sayang...!(dengan senyuman mengembangnya)". Rumi
"dad, (Caca beralih kepada sang Daddynya)". Caca
"waw....anak Daddy terlihat begitu cantik seperti karakter princess yang kau sukai itu sayang...(dengan binarnya)". Satria
"(dan beralih kepada Raka) Raka bagaimana apakah Caca cantik? (tersenyum senang karena sudah mendapatkan pujian dari dua orang yang sangat Caca sayangi)". Caca
"eem...(mengiyakan)". Raka
"yayy.... aku mau yang ini mom, eh....maaf maksud Caca mommynya Raka (Caca keceplosan, ya sejatinya Caca, Caca sangat menginginkan seorang sosok figur ibu. ia sangat mendambakan dan sangat haus akan kasih sayang seorang ibu dan yang Caca inginkan itu Rumi sebagai sosok pengganti ibu bagi dirinyanya)". Caca
"ekhm... sayang... (Satria mencoba mengusir rasa kaku itu Satria mendekat kearah dimana anak gadisnya tengah berada dan mengelus pundaknya pelan ya dia bisa merasakan kebahagiaan serta pengharapan yang terpancar dari diri anaknya ketika didekat seorang bernama Rumi)". Satria
"tidak apa-apa mas...(Rumi melarang Satria yang memungkinkan akan memberikan komentar yang kurang berkenan di hati)". Rumi
"Hem....(Satria hanya tersenyum mengangguk betapa ia beruntungnya dipertemukan dengan sosok cantik, menarik ,penuh energik...dan tidak kurang sosok wanita yang benar-benar mencintainya dengan segala kekurangannya)". Satria
_skip_
"terima kasih mas, kita sampai di sini saja. kasian caca juga butuh istirahat.(ketika Satria meminta untuk mengantar Rumi pulang sampai dirumahnya meskipun nyatanya mereka saling membawa kendaraan masing-masing)". Rumi
"tidak apa-apa, aku hanya ingin memastikan kau dan Raka selamat sampai rumah!!! (dengan tatapan hangatnya)". Satria
__ADS_1
tatapan itu tatapan yang seperti kakak Dimasnya persembahkan untuk dirinya
"deggg.....kenapa aku jadi kefikiran kak Dimas yang berada jauh disana.... membatin". Rumi
"sayang ayolah.... tidak apa-apa ia kan ca? (Satria beralih kepada sosok gadis kecil disebelahnya)". Satria
disaat Rumi nampak memikirkan sesuatu.
"ia Tante Caca tidak masalah, yang penting Tante sudah pasti aman sampai rumah (dengan senyuman khas anak kecilnya)" Caca
"Hem... baiklah cantik Tante menurut (disaat pendengarannya menangkap tawa kecil milik Caca)". Rumi
🌾 di kediaman Arumi 🌾
"mas apa tidak mampir dulu". Rumi
nampak Rumi turun dari mobilnya begitupun dengan Raka.
"om Raka masuk duluan!!! (Raka pamit sopan)". Raka
"Hem... (Satria mengangguk) istirahlah kau pasti sangat lelah". Satria
"Hem...(Satria mengangguk ia sangat senang Raka tidaklah seperti dulu seperti dihari-hari sebelumnya yang selalu sinis kepadanya kini Raka sedikit terbuka kepadanya)" Satria
"mom...Raka duluan". Raka
"eem... Jangan lupa bersihkan dirimu terlebih dahulu (dengan senyum senangnya, Rumi sangat bersyukur akan perubahan yang Raka tunjukkan. ya kini Raka terlihat lebih sopan dan menghargai akan keputusannya)". Rumi
dan selang beberapa menit Raka masuk kedalam rumahnya Rumi mendekat kearah dimana Satria tengah berdiri yaitu dimana mobil milik Satria terparkir , sedangkan Caca masih duduk manis didalam mobil tanpa ikut turun.
"ekhm... aku langsung pulang saja. (dengan senyuman hangatnya dan mengelus pundak milik Rumi pelan)
masuklah, beristirahatlah ...kita bertemu esok hari. aku dan Caca akan menjemput Kalian ...mengerti (Satria sok memberi perintah dengan tatapan pemimpinnya dan sedikit intonasi yang meninggi)". Satria
"hihi....mas...itu terlihat aneh, kau tidak perlu galak ataupun bernada tinggi seperti itu...aku mencintaimu apa adanya mas...aku lebih menyukaimu dengan segala apa yang sudah ada pada dirimu tanpa dibuat-buat, dan aku pasti akan menuruti perintahmu meskipun dengan nada yang lembut....(Rumi terkekeh akan penuturannya sendiri dengan tatapan malunya, ya Rumi malu untuk mengungkapkan isi hatinya namun perasaan yang membuncah mampu meninggikan kepercayaan dirinya)" Rumi
"kau...hem, kau memanglah gadis pemberi energi dihidupku!!!". Satria
__ADS_1
"kau memang pandai merayu tuan, aku bukanlah seorang gadis lagi...(dengan rona yang berusaha ia tutupi)". Rumi
"benarkan kau akan terlihat manis saat aku merayumu... aku berbuat seperti demikian hanya karena ingin melihat rona diwajahmu yang sangat tidaklah jemu aku lihat...itu sangat membuat hari-hariku terasa lebih berwarna!!". Satria
"mas... sudah cukup...kau selalu berlebihan tentangku...(memanyunkan bibirnya padahal ia sangat menyukainya) ". Rumi
"tuh..kan ...manyun, tapi aku juga suka ketika kau seperti ini , ini bagiku terlihat menggemaskan....(dengan mencubit pipi merona milik Rumi)". Satria
"aw....mas...kau apa-apaan ,seperti anak kecil...(Rumi tidak terima karena sejak tadi diledek Rumi mencubit pinggang milik Satria)". Rumi
"rasakan ini... hia......(Rumi sangat gemas dibuatnya)" Rumi
"hahaha....aw..aw....(satria berteriak geli dengan Suara yang lumayan keras berusaha menghidar dari cubitan dan gelitikan dari Rumi meskipun kenyataannya Satria hanya diam di tempat dan terlihat sangat menikmati moment ini, tidak kalah dengan Suara milik Satria dan Rumi gelak tawa dari arah dalam mobil dan beberapa saat terlihat wajah imut seorang gadis kecil dengan sebuah ponsel yang ia arahkan kepada keduanya * Rumi dan Satria* ya kerena kaca jendelanya memanglah sejak tadi terbuka) Daddy.... Tante... senyum...(Caca kecil merekam perbuatan adsurd milik Daddy dan seseorang yang diinginkannya)". Caca
"Caca...(Rumi nampak terkejut dan malu)". Rumi
hingga membuat kedua-nya menjadi salah tingkah, betapa malunya Mereka hingga sampai lupa waktu dan tempat.
hati-hati yang berbunga-bunga, dengan segala keindahnhanya. hanya senyuman dan tawa keindahan yang mampu tercipta disaat dua hati insan saling berpaut.
"andaikan om Satria itu adalah Daddy kandungku.... bergumam". Raka
ada rasa senang ketika dirinya bisa menyaksikan sang mommy tersenyum penuh dengan semangatnya dan ada kesedihan disaat orang yang bisa membuat sang mommy tersenyum ternyata bukanlah Daddy kandungnya.
ya Raka segera masuk kedalam rumah selain rasa lelah juga Raka rasanya ada perasaan sedih yang menyelimutinya disaat sang mommy mengabaikannya, meskipun Rumi dan Satria berusaha saling mendekatkan diri dengan kedua anaknya masing-masing nampak Raka tidak mudah menerima sosok Satria terlebih dengan Caca, ia tidak mau kalau kasih sayang Sang mommy sampai teralihkan kepada gadis yang nampak selalu ceria itu.
"maafkan Daddy Raka.
jagoanku... anakku...darah dagingku....(nampak seseorang tengah melihat interaksi yang terlihat manis diantara Rumi dan Satria bersama anak gadisnya namun terasa begitu getir baginya. ya seseorang itu tengah memperhatikan moment itu diseberang jalan sana) Daddy tau sayang bahwa dirimu pasti merasakan hal yang sama dengan Daddy (cemburu) Daddy berjanji akan mendapatkan mommy dan hati mommy Rumi kembali meski dengan cara apapun.
Daddy akan menebus kesalahan Daddy yang telah mengabaikan kehadiran Kalian dengan segala keburukan yang telah Daddy lakukan dulu, hingga mommy tidak tahan dan meninggalkan Daddy...dan Daddy bisa mengerti akan perasaanmu sayang...kau pasti tidaklah mudah bisa menerima keadaan ini. Daddy berjanji tidak akan membiarkan kasih sayang mommy Rumi terenggut oleh siapapun . kasih sayang mommy hanyalah untukmu Raka...Daddy pastikan dengan hal itu.... membatin (dengan memejamkan netranya dalam-dalam)". Rama
ya Rama sudah beberapa jam standby didepan rumah milik Rumi tanpa turun dari mobilnya dan alangkah ia terkejut saat ponselnya bergetar dan terlihat beberapa notif masuk yang menampilkan bahwa sang pemilik rumah sedang keluar dengan sang kekasih dengan segala tawa dan raut kebahagianya.
dan betapa sesak dan panas di dadanya disaat sang anak nampak tersenyum kaku dengan gerakkan pasrahnya.
🌷halo kakak-kakak yang sudah mampir dan yang masih setia dengan karyaku...tetap ikuti kisahnya ya. menurut kalian Rumi masih pantaskah bersandingan dengan seorang yang bernama Rama? atau lebih pantas bersanding dengan seorang yang bernama Satria? atau lebih pantas dengan dua orang yang diam-diam masih menyimpan dan mengharapkanya seperti Adam dan Dimas??? atau itu semua tergantung mood author kali ya...
__ADS_1
hihi... tetap ikuti kisahnya. terima kasih banyak bagi yang sudah mampir dan tetap setia dengan karya receh milik author yang satu ini....
semoga kita semua selalu diberi kesehatan🌷