Tangisan Suci

Tangisan Suci
Berjalan di atas Tangisan 3


__ADS_3

"kak ,aku mohon jangan kak... aku tidak mau lagi mas Rama melakukan hal keburukan apapun kepada mu...!!?". Rumi


"lepaskan Rumi, ini sudah keterlaluan. sangat, sangat keterlaluan (dengan wajah merahnya menahan amarah)". Ardi


"kak... tidak aku mohon (disaat Ardi melepaskan tangan Rumi sedikit kasar dan berhasil menuju mobilnya yang terparkir).


mas ...mas Satria tolong hentikan kak Ardi (namun Satria nampak belum bisa menerima dengan keadaan hingga Satria diam nampak masih dalam ketidak percayaannya)". Rumi


akhirnya Rumi memutuskan untuk mengejar Ardi yang sudah melesatkan mobilnya ke Dikediaman Rama Wijaya dengan membawa bara murkanya.


tanpa Satria, Rumi menggunakan mobil keluarga Wijaya yang dikemudikan sang sopirnya dan meninggalkan baby Aydan yang tertidur dirumah baru milik Ardi bersama sang pengasuhnya.


jam didinding menunjukkan pukul setengah tujuh malam.


Rama yang setia dengan rutinitasnya menunggu kepulangan sang istri cukup terkejut dengan pengelihatanya.


"kenapa kau tidak membukakan gerbangnya, bukannya istri dan anakku ada diluar sana? (disaat salah satu penjaga keamanan menghampiri Rama dengan raut sulitnya)". Rama


"tuan didepan bukanlah mobil yang ditumpangi nyonya dan tuan muda, tapi ada seseorang laki-laki dengan salah satu kaki pincangnya yang ingin menemui tuan, nampaknya ia ingin mencari masalah..ia memaksa ingin masuk tuan". penjaga


"Hem..... Ardi!? bukannya esok adalah hari pentingnya kenapa ia keluyuran dan ingin menemuiku? dan dimana Rumi bukannya ia sedang dirumahnya! atau jangan-jangan Satria telah membawa Rumiku dan Ardi kesini sengaja untuk mengejekku... bergumam.


izinkan ia masuk (dengan rasa penasaran dan sejuta pertanyaan mencoba untuk tenang)". Rama


"baik tuan". penjaga


selang beberapa waktu.


"kak Ardi, selamat datang dikediamanku (bermaksud menyambut)". Rama


"banyak b..-t, bugggghkk....(Ardi menghadiahi Rama dengan sebuah Bogeman mentahnya)". Ardi

__ADS_1


"hah...(Rama memegangi bekas tinjuan yang Ardi layangkan meskipun tubuh Ardi sedikit pendek namun Ardi berhasil mengarah tepat kearah khas wajah kepunyaan Rama).


apa yang kau lakukan hah, (dengan tenaga kuat dan gerakkan cepat milik Rama ia berhasil mencengkeram kerah kemeja milik Ardi)". Rama


baru saja Rama akan memberikan pelajaran kepada Ardi ada teriakkan dari depan sana hingga tangan Rama mengambang di udara tepat didepan wajah Ardi.


"hentikan, aku mohon jangan pukul kak Ardi mas...(Rumi mendekat dan melepaskan tangan Rama yang semula tidak mau dilepas perlahan Rama mau melepaskannya)". Rumi


"dia yang memulai sayang... jangan salah paham dulu kepadaku (nadanya melemah)". Rama


"kak Ardi hanya sedikit emosi biarkan aku bicara kepadanya, (Rumi menggapai tangan Ardi dan berusaha menuntunnya menjauh dari Rama).


kak ayo ikut aku....". Rumi


"tidak Rumi, ...(Ardi menepis) biarkan aku memberikan pelajaran kepada makhluk tidak tau diri itu... jangan fikir setelah apa yang ia lakukan kepadamu aku akan diam dan membiarkan dengan semaunya...dia perlu diberi pelajaran (Ardi melangkah kearah Rama dan melayangkan sebuah tinjuan yang lagi namun gerakkan Ardi kalah cepat dari Rama)". Ardi


bugggghkk....


"tidak, kak Ardi (Rumi menghampiri) apa kakak tidak apa-apa...(beralih kepada Rama) mas...apa yang kau lakukan kepada kakakku, bukannya kau sudah berjanji tidak akan menyakiti keluargaku? (dengan tatapan kecewa sekaligus marahnya)". Rumi


"lihatlah sayang kakakmu yang memulai...aku tidak mungkin untuk diam saja (Rama menunjukkan karya Ardi di wajahnya)". Rama


"kau pantas mendapatkan itu , bahkan itu masih sangat kurang!!!". Ardi


"cukup kak...aku mohon pulanglah...yah...(menatap memohon), aku tidak mau kakak sampai kenapa-kenapa!" Rumi


"dengarkan aku baik-baik tuan Rama yang berkuasa...aku tidak Sudi adikku diperlakukan semena-mena seperti ini, kau telah menculiknya bahkan kau telah menikahinya untuk kedua kalinya tanpa sepengetahuanku.


apa kau tidak lupa dengan sejarah yang pernah kau torehkan di kehidupannya hah...? penghianatan...diabaikan...bahkan kau bermain kasar kepada Rumiku! (dengan gemuruh didada).


apa kau masih ingat disaat kau memadu Rumiku dengan istrimu dara? bahkan kau melukai Rumiku dengan tangan sadis mu itu, dan tidak tanggung-tanggung menjadikan Rumiku sebagai pelarianmu saja, pernikahan macam apa yang kau maksud...aku kira kau tulus menerimanya meskipun pernikahan kalian tidak didasari cinta.

__ADS_1


apa kau ingat itu semua hah...kau sangat...b..-ngan... kau tidak pantas mendapatkan Rumiku... aku tidak Sudi melihatmu bersanding dengan adikku untuk yang kedua kalinya.. cukup...cukup sudah kesabaranku.. ... aku akan membawanya pulang bersamaku!". Ardi


"itu dulu kak, sekarang aku sudah berubah dan aku baru sadar cinta yang tulus adalah milik Rumi!!..aku mengakui kesalahanku diwaktu dulu. izinkan aku untuk memperbaiki semuanya!!!". Rama


"memperbaiki katamu? apa dengan cara menculiknya dari suaminya itu cara untuk memperbaiki? kau hanya terobsesi dengan Rumi...dan caramu itu sangatlah salah dan tidak bisa diampuni! ayo sayang ikutlah denganku...". Ardi


Rumi diam.


"kenapa kau diam Rumi? untuk apa kau mengingat janjimu kepadanya? bahkan ketika kau mengingkari janjimu kepadanya itu tidak sebanding dengan kejahatan yang Pernah dia lakukan kepadamu!". Ardi


"tapi kak...(Rumi ragu)". Rumi


ya Rumi tau apa yang akan terjadi kepada kakaknya, keluarganya bahkan akan berimbas kepada anak-anaknya. disaat Rama kehilangan dirinya, Rumi ambil contoh disaat ia berada disebuah desa terpencil yang ia tinggali bersama sang kekasih mas satrianya, hingga Rama menemukannya dan membawanya paksa dan menyakiti orang-orang di sekitarnya dengan kesadisan dengan bala pasukannya karena hanya untuk mencarinya dan mendapatkannya. ya Rama Wijaya adalah seseorang yang bisa dibilang dengan gangguan jiwanya.


"apa kau tidak melihat kesungguhanku sayang...jangan sekali-kali kau melangkahkan kakimu untuk meninggalkan aku, sesuai dengan janjimu Rumi...". Rama


"banyak b..-t jangan mempengaruhi Rumiku... sekarang juga aku akan melenyapkan mu....hiatttt....(Ardi menyerang seperti kesetanan tiada ampun ia melayangkan pukulan dan tendangannya)". Ardi


Rama jatuh bersama tubuh Ardi dan saling berguling dan kini posisi Rama yang berada diatasnya dan berbalik menghajar Ardi secara bertubi-tubi, ya karuan saja memanglah tubuh Rama jauh lebih besar dan tinggi menjadikan Ardi kalah dengan kekuatannya.


"mas... hentikan mas.... hiks...(Rumi menjerit histeris melihat kakaknya memuntahkan darah dari mulutnya Rumi kalang kabut mengingat vonis dokter untuk kakaknya).


pak... tolong pisahkan mereka...(Rumi memerintahkan dengan kecemasannya namun penjaga diam seribu bahasa tanpa mau merespon).


brakkkkkkk....(aktivitas itu terhenti)". Rumi


"ahkh... sayang apa yang kau lakukan kepadaku? (Rama memegangi punggungnya yang terkena benturan dari sebuah kursi yang Rumi pukulkan kepada suami temprament nya itu dan membiarkan Ardi tergeletak dengan rasa sakit disekujur tubuhnya).


(Rama mendekat kearah Rumi meninggalkan Ardi yang tergeletak)...apa ini kepercayaan yang aku dapatkan darimu hem...? apa kau juga ingin melenyapkan aku seperti kakak mu dan orang-orang di sekitarmu?... setelah aku menuruti keinginanmu menuruti semua keegoisanmu....kesabaran apa lagi yang harus aku tanggung hah?aku membiarkanmu berjalan bebas bersama dengan seorang pria yang masih kau cintai itu, apa kebersamaan seperti itu yang sangat kau harapkan Hem...? hingga kau berpura-pura berjanji kepadaku dan bilang tidak akan meninggalkan aku?


...apa kau sadar Rumi? kalian selama ini Berjalan di atas Tangisan ku! aku cemburu Rumi aku sangat cemburu...rasa cemas dan rasa tidak percaya menggerogoti setiap nafasku...apa kau tau itu? lalu apa ini, bahkan kau juga ingin melenyapkan aku seperti kakak Ardimu !!! ". Rama

__ADS_1


__ADS_2