Tangisan Suci

Tangisan Suci
Saling bertolak belakang 1


__ADS_3

* di mobil *


"gadis nakal...huffft....(tersenyum lucu)". Adam


Adam beberapa kali nampak menghembuskan nafas panjangnya.


ia masih teringat dengan rengekan kecil milik Caca. itu terlihat sangat menggemaskan, dan betapa lucunya drama yang sudah Caca mainkan sepertinya gadis kecil itu berbakat menjadi seorang pemain drama dengan lihainya memainkan perannya hingga Adam sama sekali tidak menyadari masuk dalam dunia karangannya.


andai ia dipertemukan dengan seseorang perempuan yang bisa menawan hatinya mendebarkan dadanya ia akan segera melamarnya meskipun tidak perlu berpacaran terlebih dahulu, ia akan segera memiliki seorang bayi yang lucu fikiranya seperti Caca kecil.


# Flash back #


drtttt...drtttt....ponsel milik Adam bergetar bersama nada dering yang terdengar nyaring.


📲 *" ya saya sendiri, ini siapa dan ada keperluan apa?".* Adam


📲 *" maaf tuan ,Caca mengeluh merasa sakit,saya selaku dari pihak sekolah sudah membawanya ke UKS dan memberikan pertolongan pertama kepada Caca tapi Caca meminta izin untuk pulang dan dengan izin dari pihak sekolah Caca memberikan kartu nama ini , apakah benar ini keluarga dari Caca?".* ibu guru


📲 *" apa Caca sakit (terdengar kaget) ya. .. ya benar saya adalah keluarga Caca, terima kasih sudah menelpon saya, saya akan segera kesana...tuttt.. (panggilan ditutup setelah kedua-nya saling memberi salam penutup)".*Adam


Adam yang baru setengah main dengan tugasnya segera melesat ke sekolah dimana Caca sekolah.


"oh ya...aku belum pernah ke sekolah Caca??? (akhirnya Adam mencari dalam aplikasi yang ada diponselnya dan tidak beberapa lama Adam sampai dengan pencariannya, sekitar 30 menit Adam sampai )


Ca, apa kau masih kuat berjalan (disaat Adam meraih tas kecil milik Caca yang ibu gurunya berikan)". Adam


"hati-hati...(ibu guru terpana akan penampakan Adam ya ibu guru yang satu ini masih single /belum memiliki pasangan hidup ya)".ibu guru


"Hem...(Caca melirik diantara pandangan ibu gurunya yang berusaha mencuri pandang kepada sosok tampan manisnya hingga menimbulkan gerutu'an kecil dibibir kecilnya dan itu terlihat mata tajam Adam)


ah...om Adam, Caca sangat pusing (dengan tingkat manjanya Caca menubruk tubuh tegap pemilik wajah tampan manis dengan dua lesung diantara keduanya pipinya, dengan berakting memegangi kepalanya)". Caca


"Caca apa kau baik-baik saja?.


ekhm...maaf ibu apa Caca sudah diberikan obat untuk pereda nyeri? (dengan senyum ramahnya namun itu terkesan berlebihan dimata Caca ,ya Caca tidak mau om tampannya memberikan senyum manisnya kepada siapapun terkecuali dirinya terlebih kepada lawan jenisnya dihadapannya)". Adam


"s..su..sudah pak, tapi dengan dosis kecil pihak UKS mengatakan Caca hanya kelelahan tapi ya sudah tidak apa-apa jika Caca ingin pulang karena kami selaku dari pihak sekolah mengizinkan dan memakluminya (menampakkan senyum ramahnya)".ibu guru


_skip_


akhirnya Caca digendong Adam dan itu membuat Caca puas.


tapi ia masih sedikit kesal dengan ibu gurunya yang menatap om tampannya dengan tatapan terkesimanya hingga sampai dimobilpun ibu gurunya melambaikan tangannya dan tersenyum kepada kedua-nya.


"om jangan langsung pulang". Caca


"apa kita perlu kerumah sakit? apa Caca semakin merasakan pusing? (dengan sesekali melirik kearah Caca yang duduk alim tidak seperti biasanya disaat jalan bersamanya)". Adam


"tidak om, Caca hanya ingin kesesuatu tempat". Caca


"bukanya Caca tadi mengeluhkan pusing dan tadi ibu guru Caca bilang Caca kelelahan, om sebaiknya antar Caca pulang ya, beristirahatlah itu lebih baik untuk sekarang...(mencoba memberikan pengertian)". Adam


"tidak om, Caca tidak mau Caca ingin menemui bunda Caca...(akhirnya Caca menunjukkan sisi lemahnya dengan lelehan air mata yang turun melewati pipi bulatnya)". Caca

__ADS_1


"bunda?... bergumam". Adam


"bunda, mendiang bunda Caca om...". Caca


"tapi itu bukannya ada dikampung kelahiran daddymu? Otomasi kita akan memakan waktu yang cukup lama, dan apakah Daddy satriamu sudah memberimu izin, pasti belumkan?


sudah jangan menangis...(tangan Adam mengambilkan tisu dan mengulurkan pada wajah kecil itu)". Adam


"terima kasih Om...,Caca tidak mendapatkan larangan untuk datang kepemakaman bunda dari Daddy om, asal Caca kesana dengan keluarga Caca.


dan om Adam bukannya sudah menganggapku menjadi keluarga om Adam ya, seperti Raka (bibirnya keluh saat menyebutkan nama Raka ya Caca sangat merindukan Raka apalagi mom Rumi bilang kalau adik bayinya telah lahir kedunia ini Caca Sungguh sangat penasaran dengan adik bayinya)". Caca


"benarkah, hem...(Adam dapat melihat raut sulit milik Caca namun ia belum bisa menebak jajan fikirkan Caca kearah mana larinya)


Raka? apa kau merindukan Raka ca?". Adam


"tentu om...bagi Caca Raka adalah saudara yang paling ribet tapi manis...!!! ( menerawang)". Caca


"manis?... bergumam". Adam


"eem...(mengiyakan)". Caca


_skip_


disinilah mereka, Adam dan Caca disebuah pemakaman umum disebuah desa yang cukup jauh dari jangkauan kota.


sebelum Caca kepemakaman mendiang ibundanya, Caca terlebih dahulu mampir kerumah dimana kenangan masa kecil Daddy dan bibi gladisnya bermula.


* disebuah pemakaman umum *


apa bunda masih ingat dengan mommy Rumi???


Caca sedih bund, setelah Caca bahagia dengan kehadiran mommy Rumi kini mommy Rumi juga pergi meninggalkan Caca seperti bunda meninggalkan Caca...hiks...(tangan kecilnya terulur menggapai batu nisan yang terbuat dari kayu bertuliskan nama almarhumah)". Caca


"Caca... bergumam". Adam


ia juga bisa merasakan kesedihan yang Caca rasakan saat itu. dan Rumi adalah sosok yang selalu berada didalam genggaman tuan Rama membuat ia selalu rumit di atas perasaannya sampai sekarang kepada sosok itu.


sekitar 20 menit Caca dan Adam akhirnya meninggal pemakaman.


diperjalanan pulang.


"Ca, apa kau baik-baik saja, kenapa kau jadi sedih seperti ini...". Adam


"daripada Caca pura-pura tersenyum terus menerus masih mending Caca jujur saja dengan perasaan Caca saat ini...". Caca


"seperti itu ya...Hem, baiklah dari pada Caca sedih-sedih terus masih mending Caca temani om main". Adam


"kemana om? (tatapan sedihnya berubah menjadi antusias)". Caca


"tapi tunggu dulu ,kita sudah terlalu lama pergi dari rumah om akan menghubungi Daddy satriamu dulu om tidak mau kalau sampai Daddymu mengkhawatirkanmu". Adam


"jangan om, biarkan saja tidak perlu menghubungi Daddy (nadanya penuh penekanan).

__ADS_1


Caca mohon om tidak usah... Caca yakin Daddy tidak akan khawatir ,(menolehkan rautnya sejenak dan kembali mengarah menghadap kepada sosok wajah tampan nan manisnya ) Daddy tidak akan mencari Caca kalau adzan Maghrib belum berkumandang (mencoba meyakinkan)". Caca


"baiklah kita pulang sebelum adzan Maghrib berkumandang...!". Adam


"siap". Caca


disebuah pusat perbelanjaan.


akhirnya Adam dan Caca pergi bagaikan sepasang teman yang saling mendukung, dan Adam ternyata berhasil membuat Caca tersenyum lagi.


"Tara...". Adam


"om...apa ini untukku (manatap tidak percaya)". Caca


"tentu, buat apa om bawa ini kemari kalau tidak buatmu". Adam


"om sangat bisa buat Caca senang, tidak seperti Daddy...(dengan binar polosnya)


dan sebagai hadiahnya, tunggu Caca kembali ya om...(nampak Caca berlari ke salah satu kedai) ". Caca


"hei..hati-hati jangan berlarian (sedikit berteriak melihat Caca lincah dengan langkahnya yang bercampur lalu lalang dengan pengunjung lainnya)". Adam


beberapa saat kemudian.


"Caca...(Adam tersenyum gemas kepada Caca)". Adam


"a...buka mulutnya om... sebagai hadiahnya Caca suapi om yah (memainkan mata dan bibirnya)". Caca


ya Caca kecil membawa sepotong ice cream dan ice cream itu ia persembahkan untuk orang tersayang.


"aduh..duhhh..duhh, anaknya ya mas ih... gemesin, dimana istrinya kok cuma berdua saja (dengan tiba-tiba 3 pengunjung cantik dengan sembarang menoel-noel pipi bulat milik Caca dan berusaha mendapatkan jawaban dari Adam)".salah satu pengunjung cantik


"ihhh... apa'an sih Tante-tante ini jangan dekat-dekat dengan Caca apa lagi mendekati Om tampan Caca...(dengan tatapan galaknya)". Caca


# flash back off #


"Hem... Caca...rasanya hariku terasa penuh dibuatmu ca (Adam terkekeh dengan ucapanya sendiri dengan senyuman lucunya)". Adam


"ahhhhhhhh....... tidak....". seseorang gadis muda


dctttttttttt.....Adam mengerem mendadak berusaha mengendalikan laju mobil yang ditumpanginya.


"oh..my God,...(dengan segera Adam turun dan memeriksa keadaan yang sesungguhnya) apa kau tidak apa-apa nona?". Adam


"tolong aku tuan, tolong...(nampak gadis cantik dengan pakaian seperti minim dengan kedua lututnya yang mengeluarkan darah karena tergores aspal)". seseorang gadis muda


"mari saya bantu...". Adam


"hei... tunggu...gadis si..-lan jangan kabur, (nampak dari arah belakang mobil terlihat dua orang dengan pawakan besar tengah berlari kearah keduanya)".pria berbadan besar


"tuan maafkan aku ,aku menumpang mobilmu...(dengan segera seseorang muda cantik itu masuk tanpa persetujuan).


apa yang kau tunggu tuan ayo kita segera pergi...(melihat Adam diam)". seseorang gadis muda

__ADS_1


"baiklah...(niatan Adam ingin bertanya tapi ia urungkan dan segera masuk kedalam mobilnya dan meluncur dengan kecepatan yang lumayan cepat namun masih dalam kecepatan rata-rata)". Adam


__ADS_2