Tangisan Suci

Tangisan Suci
Daya ingat 6


__ADS_3

Aydan tidak menangis namun Aydan cukup terguncang karena teriakkan dari sang mommy Rumi dan para orang-orang yang menatapnya penuh kekhawatiran.


tatapan Aydan ia fokuskan kesalah satu orang yang dekat dengannya yaitu Daddy Rama.


"dad,....(tangannya menggapai , dan itulah kata pertama yang memiliki arti daddy yang keluar dari bibir merah menggemaskan milik Aydan)". Aydan


"cup...cup....anak Daddy, Daddy disini sayang, apa kau mau Daddy menggendongmu...(dengan segera Rama maju dan menggapai Aydan yang berada dipelukan sang mom Rumi)". Rama


Aydan dengan senang hati menyambut uluran tangan milik Rama dan dekapan Rama bahkan baby Aydan berinisiatif mencium bibir milik Rama dengan memonyongkan bibir gemasnya.


pemandangan ini begitu haru dan pilu Rumi saksikan ,anak bukti cintanya bersama seseorang yang dulu sangat ia cintai dan sekarangpun masih menyisahkan sebagian cintanya dihati telah mengucapkan kata yang seharusnya didengar oleh pendengaran Daddy sesungguhnya yaitu Daddy satrianya.


"mas...anak kita sudah besar mas...anak kita sudah bisa menyebutkan dirimu... membatin". Rumi


tanpa disadari kristal beningnya menetes melewatinya pipinya.


"nyonya...(pengasuh Aydan mengartikan nyonyanya begitu bahagia menyaksikan momen ini)". pengasuh


"sayang kenapa kau menangis...(Rama menoleh kearah sang istri)". Rama


"tidak mas, aku hanya menangis karena terharu. sekarang Aydan sudah besar mas, aku ,Raka dan Aydan sangat bahagia memilikimu...!". Rumi


"terima kasih sayang, aku juga bahagia memiliki kalian (Rama membawa baby Aydan dan memeluk sang istri tercinta kedalam pelukka'nnya dengan keposesifannya membuat perlahan orang disana merasa malu dan terharu namun tidak dengan seseorang yang baru datang bersama diamnya, ya seseorang itu menaruh hati kepada sang majikan karena kesabaran dan kasih sayangnya kepada keluarga kecilnya , kebaikkan hatinya begitu menawan hatinya membuat dirinya berandai untuk bisa merasakan dekat dengan perempuan cantik dan serba indah dimatanya itu ya seseorang itu adalah sang penjaga yang seminggu lalu mendapatkan teguran dan sebuah hukuman ringan dari seniornya namun bukannya jera malah ia semakin tertantang dibuatnya)". Rama


"aku akan berusaha mencintaimu lagi mas Rama, menerima dengan takdir dimasa yang ada, masa yang selalu membolak-balikan perasaan dan hati dalam fakta.


mas Satria maafkan aku mas, meskipun cintaku sudah habis kuberikan untukmu, aku akan berusaha untuk merelakan mu mas.


maafkan aku, semoga kita dipertemukan dalam kebahagiaan.... membatin". Rumi


🌾 di Kediaman Ardi /Apartemen milik Ardi 🌾


"ia tunggu sebentar, (dengan langkah khas pincangnya).


Nona, ada apa denganmu, dan kenapa kau berada disini? (Ardi yang siap-siap akan mengunjungi Satria dirumah sakit terkaget dengan tamu yang tidak disangka-sangka)". Ardi

__ADS_1


"izinkan aku masuk Ar, aku begitu bersedih dan kacau (tanpa izin Ardi, Nona masuk ke apartemen Ardi dengan sedikit mendorong tubuh Ardi hingga Ardi sedikit terdorong kesamping ya karena tubuh Nona bisa dikatakan sangat jangkung/tinggi dibandingkan dengan perempuan dengan tinggi badan diatas normal)". Nona


ingin melarang namun tidak enak hati dan ada rasa penasaran yang begitu tinggi, setau Ardi , Nona dan Satria baik-baik saja , seperti pikiran gladis dan yang lainnyan.


dengan sedikit berat hati akhirnya Ardipun ikut masuk dan menutup kembali pintu apartemennya. melihat Nona adalah salah satu teman dekatnya.


"dimana anak itu, (Ardi menyusul dan nampak pandangan mencari).


akhp....(begitu terkaget ia, disaat bibir Nona menempel di bibir sucinya).


emmm....(Ardi berusaha melepaskan p..-tan diantara keduanya namun usahanya gagal nona memperdalam c..-annya dan menahan Ardi ke tembok mengurung t..-buh Ardi dan menahan tengkuk Ardi dengan h..-at dan perasaan hancurnya, l..-tan semakin Nona perdalam dan g..-hnya semakin muncul saja hingga nafas Ardi tersengal-sengal.


dengan jari-jari lentiknya yang merayap perlahan turun kearah bagian sensitif milik Ardi membuat Ardi memberontak)". Nona


"apa yang kau fikirkan Nona, (Ardi berhasil melepaskan diri dari tubuh jangkung s..-y itu dengan deru nafas yang hampir habis, dada-nya naik turun berusaha menstabilkan ruang oksigen yang terhambat oleh perbuatan Nona)". Ardi


"hiks....tolong aku Ar, hatiku begitu sakit...(Nona meringkuk di lantai karena dorongan dari pihak Ardi)".Nona


melihat Nona dengan keadaan seperti itu membuat hati Ardi tergoyah dan mendekat.


"hiks...(Nona merangkul tubuh Ardi yang dapat mudah ia gapai dan Ardipun membiarkannya mungkin cara itu bisa membuat teman dekatnya itu merasa lebih baik meskipun Ardi sedikit takut)". Ardi


maksud takut disini Ardi takut tidak bisa menahan diri.


dan benar rangkulan dan tangisan Nona semakin menjadi saja membuat Ardi panik dan semakin panik.


"stttt.... jangan berteriak-teriak seperti itu,aku takut tetangga sebelah mengira yang bukan-bukan". Ardi


Nona menghentikan aktivitas menangisnya namun kini Nona semakin terlihat aneh dan menyimpan aura v..-garnya yang siap ia tumpahkan.


Nona menangkap kedua tangan milik Ardi dan menyuruhnya untuk membantunya berdiri, Ardi menurut jarak diantara keduanya hanya sejengkal dengan saling menatap tepat kemanik diantara mata keduanya.


setelah mereka sama-sama berdiri dengan pelan tapi pasti Nona mengalungkan salah satu lengannya ke pundak Ardi dan memegang salah satu tangan Ardi menuntun tanganya mendarat diantara dua gundukan keindahan yang sulit untuk ditolak.


dengan susah payah Ardi menelan salavinanya.

__ADS_1


ya Ardi bisa merasakan tekstur dari dua gundukan itu dan membuatnya penasaran dan semakin penasaran.


perlahan Nona mencopot beberapa tali yang mengapit kain minim itu dan dengan santai dipenuhi aroma *..-** Nona melolos membiarkan kain minim itu teronggok di lantai hingga Ardi dapat sangat jelas melihat dua gundukan yang terlihat hampir sebagian dari volume keseluruhan.


Nona memajukan d..-nya hingga menyentuh ujung hidung kecil mancung milik Ardi.


"uhmmmmm.....". kedua-nya


aroma khas Nona nyata Ardi rasakan membuat jiwa laki-lakinya bangkit seketika dan tanpa disadari keduanya mengulangi kecupan diantara b..-r keduanya , dalam dan semakin dalam dibarenagi saling melepaskan kain diantara keduanya hingga polos tanpa sisa.


awalnya Nona yang menguasai Ardi namun sejurus kemudian Ardilah yang kini menguasai Nona dengan satu hentakan kerasnya tepat kearah sasaran yang membuat Nona begitu me..-nguh dan begitu me..-atinya , melepaskan segala beban dan kesedihannya.


guncangan Ardi tidak begitu sampai batasnya namun itu cukup membuatnya merasakan kelegaan hati dan emosinya.


tangan Nona lihai merayap menyentuh Beberapa bagian yang menjadi hal sensitif bagi para suami dan itulah benar membuat Ardi semakin m..-lam permainannya.


"Ar...(tiada henti Nona menyebutkan nama sosok laki-laki yang menguasainya dengan mata yang terpejam dan sesekali m..-mas punggung dan rambut pendek hitam dan selalu rapih itu)". Nona


"...rasanya kenapa begitu tidak terelakkan seperti ini, kenapa aku tidak dari dulu saja memilik pasangan hidup... apakah Rama selalu melakukan hal ini kepada Rumi..!.


kak Dimas maafkan aku yang mendahului mu... membatin (pikiran absurdnya muncul ia sampai terkekeh dengan pemikiran mesumnya)". Ardi


"A..ar.. kenapa kau tersenyum (Nona menyadari senyuman milik Ardi)". Nona


"aku akan membuatmu menyesal karena sudah menggodaku...(dengan lepas memimpin permainannya)". Ardi


"buktikan...aku ingin bukti darimu Ar".Nona


ia sangat senang ternyata Ardi mau melakukanya bersamanya. ya Nona tau Ardi adalah pribadi yang baik dan Nona menjadi perempuan yang beruntung mendapatkan perjaka dari Ardi. sedangkan dirinya bukanlah perempuan bersegel lagi, karena pergaulan luasnya bersama teman-teman glamournya.


dengan waktu yang cukup lama akhirnya mereka menuntaskan kebutuhannya.


"terima kasih Ar..., kau masih perlu banyak belajar...bergumam". Nona


sedangkan Ardi sudah terkapar tidak berdaya,ini adalah pertama kalinya ia melakukannya bersama orang yang belum benar ia cintai dan mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2