
"Aydan... Dimana kamu nak, (nampak Rumi mencari anak yang begitu mirip dengan daddynya, dengan wajah khas cemas dan lelehan air matanya dengan mendobrak beberapa pintu kamar yang begitu banyaknya)". Rumi
jam didinding masih menunjukkan pukul 6 pagi, tapi rumah yang biasanya masih nampak tenang diwaktu seperti sekarang malah terlihat berbeda dengan pagi ini.
"bi..aku mohon carilah Aydan... Aydan hilang!".Rumi
ya seingat Rumi dirinya meninggalkan Aydan dikamarnya yang sedang tertidur terlelap karena permintaan dari sang suami hingga dirinya lupa untuk memberitahu sang pengasuh untuk tidur dikamar milik Aydan ketika ia tidak tidur disana.
"apa benar nyonya...aduh...tuan muda...(sang pengasuh kalang kabut dan berteriak-teriak memanggil bala bantuan)".pengasuh
"apa ...". kepala asisten
bagaikan sebuah bangunan yang terkena musibah kebakaran semua penghuni dan bagian rumah megah itu berhamburan keluar karena berita yang tersebar dari mulut ke mulut yang menyatakan bahwa tuan muda mereka Aydan telah hilang dari kamarnya.
"bagaimana...apa Aydan sudah ketemu? (dengan langkah gontainya, Rumi sesekali mengigit bibir bagian bawahnya disaat rasa sakit dibagian intinya terasa, ya itu semua adalah perbuatan suami semena- menanya)". Rumi
"maafkan saya nyonya sepertinya tuan muda tidak ada dimana-mana".kepala asisten
"cobalah cari sekali lagi tempat ini begitu besar , mungkin saja salah satu dari kalian ada yang membawanya...(sudah hilang energinya Rumi terduduk lemas di sofa dengan gaun panjangnya yang tidak biasanya ia gunakan, untuk menutupi perbuatan milik suaminya)". Rumi
"maaf nyonya salah satu pelayan ada yang melihat tuan muda Aydan dibawa oleh seseorang yang tidak dikenal keluar melewati pintu samping...".salah satu penjaga
"a.. apa? Aydan... tidak mungkin...(Rumi memegangi dadanya yang terasa amat sesak, benak Rumi ternyata benar cobaan yang merundung hidupnya belum juga berakhir....). ya Allah cobaan apa lagi ini... bergumam". Rumi
"kepala asisten perintahkan semua penjaga dan pelayanan dirumah ini untuk mencari Aydan..(dengan perintahnya).". Rumi
tap...tap...tap... Suara sebuah langkah menuju ke sebuah ruangan yang dipenuhi beberapa orang dengan raut rumitnya.
"sayang kau bangun kenapa tidak membangunkanku juga? dan ada apa ini , apa yang tengah terjadi.
ada apa dengan wajahmu , kenapa kau menangis? ". Rama
"tuan...(semuanya menyingkir dan memberi jalan untuk tuan mereka)".para pelayan dan penjaga yang ada diruangan yang sama
__ADS_1
"mas....(Rumi bangkit dengan menahan sakitnya dan tanpa sadar membuat Rama tersenyum samar ya dirinya mengingat permainannya semalam) Aydan hilang mas, ada seseorang yang telah menculiknya...". Rumi
"hilang, diculik? apa kau tengah bercanda mana mungkin Aydan diculik penjagaan dirumah ini begitu ketat, tidak mungkin seseorang masuk dengan begitu saja mengambil Aydan". Rama
"apa wajahku terlihat tengah berbohong mas??? ,,hiks... Aydan dimana kamu nak, mommy tidak sanggup tanpamu nak...mommy mohon jangan jauh-jauh dari mommy...(tanpa perduli lagi dengan Rama terlihat berkutat sulit dengan pemikirannya)". Rumi
"Hem...kau ini (ada kata-kata yang tanpa sengaja membuat Rama cemburu, bagaimana tidak Aydan adalah anak dari satrianya yang begitu disayanginya. sedangkan dirinya mendekati Rumi pun mesti harus cara setengah memaksa dan mengeluarkan ancamannya)". Rama
"hei...mas kau mau kemana, kenapa kau tidak meresponku...kenapa kau diam saja ( disaat Rama malah pergi meninggalkannya dalam kepanikkanya )". Rumi
"aku akan kembali ke kamarku". Rama
"dasar mahkluk tega... bergumam". Rumi
hari menjelang siang namun Aydan tiada kabarnya.
membuat Rumi semakin kalut dengan rintihan keibuanya.
cranggggg......suara sebuah piring yang terjatuh bebas di lantai.
"istri pembangkang, apa tadi malam belum membuatmu jera juga untuk melawanku, sudah aku katakan jangan sekali-kali memintaku untuk memberikanmu ijin keluar meskipun sejengkal saja dari rumah ini, kau paham??? dan untuk masalah Aydan bukannya Aydan adalah anakmu kenapa kau ingin aku membantumu untuk mencarikan Aydan?". Rama
"mas ...(tercekat).
apa jangan-jangan Aydan kaulah pelakunya? jujurlah mas... pasti ini ulahmukan?!!!!". Rumi
"kapan aku tidak jujur kepadamu? dengarkan baik-baik akulah laki-laki paling jujur di dunia ini...apa kau tengah mencurigaiku Hem...(Rama perlahan mendekat kearah Rumi yang menatapnya kesal), kenapa kau selalu menatapku seperti ini... bisakah kau lebih lembut kepada suamimu sendiri Hem,...!!". Rama
"aku tidak butuh pertanyaanmu mas...sekarang katakan dimana Aydan? ". Rumi
"perempuan tidak berperasaan...!!!
memang akulah pelakunya, aku tidak mungkin membiarkanmu terus-menerus memperhatikan suatu hal apapun terkecuali kau memperhatikan diriku... tidak bisakah sedikit saja kau berikan cintamu untukku Rumi?". Rama
__ADS_1
"kau...mas...(rasanya begitu lucu sekaligus gila mahkluk yang ada dihadapannya begitu aneh dan tidak waras) aku tidak akan mencintai manusia sekejam dirimu, bagaimana bisa ini terlintas dibenakmu mas...Aydan hanya seorang bayi... kenapa kau mempermasalahkannya? (menatap tidak percaya pada sosok gagah dengan wajah tempramentalnya)". Rumi
"aku adalah tuan Rama dengan kekuasaan yang penuh, aku menginginkan yang spesial darimu tapi kau tidak sedikitpun memberikan hal itu kepadaku... contoh kecil kau tidak pernah menampilkan senyuman tulusmu untukku... sudahlah jangan mendekatiku karena kau hanya menginginkan Aydan untuku kembalikan dirumah ini". Rama
"bagaimana bisa...apa dia sudah gila setelah apa yang sudah dirinya lakukan kepadaku yang telah merampas segalanya dariku... dengan begitu saja melakukan apa saja dan mengatur hidupku tanpa aku bisa menolaknya....hahhhh....dia sungguh bukan manusia melainkan seorang iblis... aku sungguh tidak Sudi hidup terus bersamanya.... tapi bagaimana dengan Aydan ,Aydan adalah bayiku...cinta dan kasihku.... membatin". Rumi
"tunggu mas... jangan seperti ini, aku akan melakukan apapun untukmu...aku..a..aku akan menjadi istri yang penurut dan memberikan senyuman tulusku untukmu (tangan Rumi terangkat memegang lengan milik Rama yang akan melenggang pergi)". Rumi
"Hem... tunjukkan, aku ingin melihatnya". Rama
"senyum....(Rumi menampilkan senyuman yang terasa kaku)". Rumi
"belum cukup....". Rama
"aku jadi ikutan gila karena meladeni orang gila... membatin". Rumi
"emmm.. bagaimana kalau aku memijitmu, akan aku buatkan minuman kesukaanmu...(dengan berusaha tersenyum dengan senyuman terbaiknya)". Rumi
"boleh juga...tapi aku mau ada bonusnya (menyeringai)". Rama
"bonus...?!!! dasar mahkluk haus... s..-k ...membatin". Rumi
"apapun itu... (pasrah dengan memejamkan matanya dan sesaat menampilkan senyumannya)". Rumi
"setuju (Rama mengulurkan tangannya)". Rama
"setuju (Rumi meraih uluran tangan itu)". Rumi
🍂 Siapa seseorang yang akan tahan diperlakukan seperti budak tanpa daya untuk menolak, apakah takdir dilahirkan begitu kejam ....?!!
hingga hidupku selalu dipertemukan dengan satu nama insan yang selalu membatasi gerak, fikir, dan waktuku.
hatiku sakit, sakitnya tiada Tara... meskipun tubuhku lelah aku paksa untuk tetap berdiri didalam kebohongan manis ini...
__ADS_1
adakah seseorang yang akan menolongku...?!!
membebaskanku dari jeratan sang tuan yang berkuasa....!!! Rumi 🍂