Tangisan Suci

Tangisan Suci
Insiden 1


__ADS_3

"sayang ...(disaat Satria sudah mengerti akan masalah dan keadaan yang ada) kau salah sayang...aku tidak pernah akan dan tidak pernah sanggup untuk membuatmu terjatuh, kau tau kan betapa aku sungguh sangat mencintaimu Rumi.!!!


dan aku minta tolong berhentilah untuk menangis karena disaat kau menangis seperti ini sungguh ada rasa sakit yang menghinggap didada ini...(dengan meraih dan menangkap wajah milik Rumi yang masih setia memperlihatkan lelehan kristal beningnya, perlahan jari jemari Satria mengusap air mata itu) ...foto ini memang benar diriku dan gadis ini memang gadis yang kau temui tadi (disekolah ini)...tapi yang perlu kau tau aku sama sekali tidak berselingkuh dengan siapapun karena hati ini telah milikmu seorang sayang. (ada sedikit senyuman yang samar, ya Satria meresa lega disaat Rumi memperlihatkan sebuah foto dirinya yang tengah merangkul seseorang gadis remaja) kau tau sayang... gadis kecil ini adalah adikku...namanya adalah gladis, dia adalah adik Kandungku yang ikut pindah untuk sementara waktu, hanya sebulan adikku akan ikut tinggal. dia adalah gadis yang penuh energik sepertimu seperti Caca, gladis menyukai dengan hal-hal yang baru. aku sudah menyuruhnya untuk diam dirumah namun ia menolak jadi aku membiarkan ia ke sekolah ini untuk beberapa hari kedepan dan aku sudah berniatan akan memperkenalkan mu dengan gladis namun gladis menolak untuk ikut pergi bareng bersamaku hingga kejadiannya seperti ini.. maafkan aku sayang...aku lalai hingga kau menangis karena ku (dengan perasaan yang tulus beserta penyesalannya)". Satria


"apa semua itu benar mas?...pantas saja gadis ini memanggilmu dengan sebutan mas, aku kira kau dan gadis ini tengah berselingkuh...aku takut itu terjadi, jikapun itu terjadi akan lebih baik aku yang akan mundur mas...". Rumi


"itu benar sayang gladis adalah adik kandungku jikapun kau tidak percaya kita bisa menemui orang tuaku....(deggg orang tua??!) jangan sekali kali berbicara seperti itu lagi, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika itu sampai terjadi aku tidak mungkin akan membiarkanmu untuk melangkah meninggalkan diriku meskipun untuk selangkah saja, aku sangat mencintaimu Rumi ,yakinlah dengan cinta yang aku punya. aku akan tetap menjadi kekasihmu aku akan tetap mencintaimu dan menyayangimu sampai kapanpun akan seperti itu..dan... (Satria nampak memikirkan sesuatu) ...aku sekali lagi maafkan atas kelalaianku!!?". Satria


"huffft... ternyata benar mas Romi hanya ingin mencemarkan nama baik dari mas Satria, untung saja pada waktu itu aku percaya dengan apa kata hatiku bahwa orang yang sedang membujukku ini memanglah benar mencintaiku.... membatin.


eem...(mengiyakan ,setelah ia bisa menerima penjelasan yang Satria berikan)". Rumi


Rumi dan Satria saling berpelukan singkat ya karena ini masih dilingkungan sekolah rasanya tidak etis bila berlebihan.


"mas... maafkan aku, aku terlalu terburu-buru dengan prasangka yang aku miliki... ". Rumi


setelah kesalahan pahaman dapat diatasi.


"tidak apa-apa sayang, itu tandanya kau sangat perhatian kepadaku hingga apapun yang berkaitan dengan diriku menjadikan pusat perhatian bagimu...(dengan nada sedikit godaan didalamnya)". Satria


"mas....kau benar-benar ya...kenapa kau jadi pintar tebar-tebar pesona seperti itu...apa ini dampak disekililingmu banyak daun-daun muda...kau..(ucapanya terpotong)". Rumi

__ADS_1


"sttttt..... yang harus kau ingat sayang hatiku adalah milikmu seorang, meskipun banyak para perempuan ataupun para gadis di sekelilingku hal itu tidak akan merubah apapun. karena hatiku sudah aku labuhkan di sini...(sambil menunjuk tepat kearah jantung lawan bicaranya) aku akan mengajakmu menemui kedua orang tuaku, apa kau mau..". Satria


"tentu mas aku mau (ya meskipun Rumi disini adalah seorang janda beranak satu, namun tetap ia merasa grogi akan bertemu dengan calon mertuanya)". Rumi


🌷calon mertua? AHA... apakah Rumi dan Satria bisa bersatu sementara masih ada beberapa pihak yang sangat menginginkan Rumi untuk dijadikan pendamping hidupnya?.


hi...hi.....terima kasih yang masih setia dengan ceritaku orisinil ku.


ikuti terus ya kisahnya... 🌷


"terima kasih sayang... aku sungguh mencintaimu...(dengan senyuman hangatnya)". Satria


"eem...(mengangguk), aku juga mencintaimu mas (dengan senyuman tulusnya)". Rumi


_skip_


"dah....(dengan melambaikan bersama senyuman menawannya, ya senyuman yang selalu satria berikan untuknya terasa begitu menawannya hingga hanya seorang satrialah yang mampu membuka pintu hatinya yang sudah telah lama tertutup rapat.)". Satria


"syukurlah ini semua hanya kesalahpahaman... bergumam". Satria


Satria menatap kepergian Rumi dengan perasaan leganya.

__ADS_1


sementara Dimas yang sudah masuk kedalam kelas masih kefikiran dengan sosok Rumi yang ia tinggalkan diruangan Satria.


ya setelah bel pergantian mata pelajaran ia akan menghampiri Satria untuk mendapatkan jawaban siapa gadis remaja baru ini, yang tengah memperhatikannya sedari tadi.


"hei kau...apa kau sudah selesai dengan tugasmu? (Dimas merasa risih dikelasnya ada murid yang terlihat baru namun terkesan sangat berani mencuri pandang kepadanya)". Dimas


"saya pak (gladis menjawab disaat tatapan Dimas diarahkan kepadanya) belum pak dosen...(dengan kekikukkan)". gladis


"sepertinya kau adalah murid baru dikelas ini kenapa aku bisa tidak mengetahuinya?! ... dan kau terlihat begitu dekat dengan dosen Satria (Dimas perlahan bertanya dengan aura menyelidik dan ada sedikit kesinisan, entahlah kenapa Dimas terlihat seperti ini disaat ia menemui para lawan yang menganggu pengelihatannya, sebenarnya Dimas adalah laki-laki yang hangat Namum Dimas merasa waspada terhadap para kaum hawa yang beraura liar dan cukup mengusiknya)". Dimas


"ekhm...(dengan susah payah gladis menelan salavinanya disaat tatapan Dimas menghunus tepat kearah retinanya)... saya..anu pa...saya hanya murid..". gladis


"pak dosen Dimas dia datang bersama dosen Satria ,saya melihatnya kemarin pak ...pak dosen Satria mengantarnya masuk ke kelas ini pak...(tatapan tidak suka kepada gladis)". salah satu murid


"benarkah... kenapa Satria tidak memberitahuku... bergumam (ya pasalnya kelas yang gladis masuki adalah berwali kelaskan dirinya, tapi kenapa sudah dua hari ini Satria Belum memberikan pemberitahuan kepadanya bukannya itu terlihat tidak sopan dan melanggar tata tertib sekolah yang berlaku?!. Dimas tidak mengetahui karena kemarin Dimas ikut serta dalam perlombaan antar provinsi yang diadakan di luar kota dan Dimas disini sebagai salah satu pendamping para murid yang ikut serta dalam perlombaan tersebut)". Dimas


_skip_


"mas... (nampak gladis bersembunyi dibelakang satria setelah Dimas melangkahkan kakinya untuk masuk keruangan Satria, gladis seperti telah tertangkap basah melakukan sebuah kejahatan dan sedang meminta perlindungan kepada Satria.


ya gladis yang semula ngefans kepada Dimas yang terkenal disekolah ini karena ketampanan dan keramahnya rasanya lenyap sudah setelah ia mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakan hati seperti tatapan Dimas yang terkesan sinis dan berbalik menatapnya diam-diam menjadikan gladis sedikit takut terhadap Dimas)".gladis

__ADS_1


setelah Dimas cukup menunggu dengan rasa penasarannya dipergantian mata pelajaran Dimas tidak bisa bertemu dengan Satria. ya karena Satria ada kelas di jam pergantian itu.


dengan rasa penasaran yang sudah tidak bisa ditahan dengan segera Dimas melangkahkan kakinya untuk menemui satria di ruangannya setelah bel tanda usai mata pelajara berbunyi.


__ADS_2