
🌾 Di Kediaman Wijaya 🌾
hari berganti lagi semua anggota keluarga Wijaya sudah tau akan masalah yang keluarga Samuel tengah hadapai, dengan itu keluarga besar Wijaya ikut membantu mencari akan keberadaan Rumi dan anaknya yang seolah-olah lenyap entah kemana dan dimana.
semenjak Rama mengetahui Rumi pergi Rama hidup dalam penyesalannya ia kehilangan anak dan istri yang benar-benar mencintainya dengan tulus. hingga kini hidup Rama terpuruk untuk keduanya kalinya bahkan kini ia terlihat jauh lebih terpuruk dari sebelumnya dan sudah divonis gangguan jiwa berat ya Rama sangat menyesal dan menyesal akan kesalahan yang pernah ia lakukan untuk seorang perempuan yang telah memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya. sudah beberapa psikiater dan psikolog yang mom Amanda saluran untuk mengobati dan menyembuhkan anaknya namun Sampai sekarang Rama semakin hari semakin memprihatinkan kondisinya, Rama akan tenang disaat jam tidurnya.
"dad, sudah cukup dad, sudah....(Amanda merangkul anaknya yang babak belur di ha.._r oleh suaminya sendiri/Samuel)". Amanda
"ini tidak cukup untuk menebus kesalahannya (dengan raut garangnya)". Samuel
"bukannya semua orang juga bisa melakukan sebuah kesalahan, yang terpenting Rama sudah menyadari akan kesalahan yang ia buat...(ada kristal bening diujung pelupuk matanya)". Amanda
"hah....hufff...hah.....(nampak Samuel mencoba menenangkan dirinya) aku emosi mom... melihat Rama seperti ini... maafkan aku". Samuel
,ya sepulang dari kantor dirinya (Samuel) disambut dengan amukan Rama di kamarnya, Rama membanting setiap benda yang berkaitan dengan dara ya karena di kamarnya masih tersimpan foto pernikahnya bersama dara ,dan masih ada beberapa benda kenangan bersama dara. dengan Samuel yang penasaran akan suara benda -benda yang jatuh dari kamar Rama Samuel mendekat tanpa bertanya terlebih dahulu kepada istrinya (amanda) dan pada saat Samuel membuka pintunya dengan tiba-tiba Rama menyerangnya dan menjadikan Samuel yang sudah berumur namun masih tangguh itu mengh.._ar Rama tanpa ampun.
sedangkan Amanda baru turun dari kamarnya dan menyadari akan keributan yang bersumber dari kamar anaknya dan betapa terkejutnya Amanda saat netranya melihat pemandangan yang sangat menyedihkan sekaligus memilukan seorang figur ayah yang melakukan kekerasan kepada anaknya sendiri.
"aku akan pergi ke rumah sakit (Amanda sedikit kesal kepada Samuel dengan memapah Rama yang sedikit pincang)". Amanda
"sayang....maafkan aku, huffft (lagi-lagi Samuel tidak bisa mengontrol emosinya akan kelakuan anaknya Rama. ya bisa dibilang Samuel itu seorang laki-laki yang temperamental namun dengan keadaan yang seperti ini harusnya ia juga bisa sedikit saja.mengerti dan kasihan kepada Rama, namun dengan adanya kejadian ini entah rasanya Samuel hanya rasa kesal yang ia punya terhadap Rama selain menelantarkan perusahan Rama juga sering menjerit dan menangis hingga membuat isi kepala Samuel rasanya mau pecah ditambah urusan kantor yang ia harus hadapi.)". Samuel
_skip_
__ADS_1
🌾 Rumah sakit 🌾
"Rumi.... Rumi...(hanya kata itu yang senantiasa menghiasi bibir Rama)". Rama
"tenanglah tuan anda akan beristirahat ..(dokter menyuntikkan obat tidur kepada Rama)".dokter spesialis
_skip_
terlihat Dimata Rama ia sudah pasrah dengan hidupnya dirinya seperti mati tanpa Rumi tidak ada gairah tidak ada satupun keinginan untuknya berfikir dan bertindak hanya Rumi yang dia mau hanya Rumi seorang.
"hiks.....(Amanda menggenggam erat tangan anaknya dalam tangisanya, hanya tidur satu-satunya jalan untuk menenangkan rama ) kenapa kejadian ini harus terulang lagi dihidupmu nak....kenapa kau selalu ditinggalkan (ya mom sadar kali ini memanglah murni kesalahan dari anaknya) Rumi nak....Raka sayang sebenarnya kalian ada dimana grandma sangat merindukan kalian....daddymu gila tanpa Kalian cepat pulang, kembalilah... kembalikan....hiks....". Amanda
cklekkk...suara pintu dimana Rama dirawat terbuka dan perlahan seseorang mulai masuk menampakkan sosoknya.
"hiks.... aku tidak kuat bila Rama seperti ini terus ....(Amanda menangis dengan tersedu-sedu) anak kita memang sudah jahat mas tapi mommy tidak rela bila harus melihatnya seperti ini terus". Amanda
Samuel yang sudah berdiri dihadapan sang istri perlahan mensejajarkan pandanganya dengan sang istri dan meraih tangan milik istrinya dan menggenggamnya erat sedangkan tangan milik Amanda yang satunya masih tetap berada menggenggam tangan milik Rama.
"dengarkan aku, dan percayalah ...kita akan lewati ini bersama, kita pasti bisa... percayalah kita akan menemukan menantu dan cucu kita (dengan tatapan yang meyakinkan dan penuh dengan kelembutan)". Samuel
"degggg.... (tatapan itu tatapan yang tulus yang pertama kali Amanda dapatkan dalam pernikahannya, ya mereka memang dijodohkan dan hanya seorang Amanda lah yang tulus mencintai seorang Samuel, dan kini entahlah perasaannya tersentuh akan tatapan dan penuturan yang barusan suaminya katakan dengan kelembutan ringan yang Samuel berikan membuat Amanda semakin yakin bahwa suaminya bisa mencintainya) emm....(mengiyakan) terima kasih mas, semoga kita bisa melaluinya". Amanda
_skip_
__ADS_1
1 tahun berlalu semenjak Rumi pergi.
🌾 Fila 🌾
"mom...mommy...(nampak Romi berlari kecil kedalam Fila pribadi milik keluarga Wijaya)". Romi
"ada apa nak, kenapa terlihat kegirangan? (Amanda nampak dari kamar Rama dengan sebuah kain tebal ditangannya , kain itu terlihat seperti sebuah hasil karya dari sebuah rajutan tangan)". Amanda
"apa itu mom? (Romi penasaran dengan sesuatu yang dibawa oleh sang mommy hingga menjeda niatan utamanya) Romi ada kabar penting (dengan raut semangat)". Romi
"ini kenangan yang tidak boleh terlepas dari tangan saudara kembar mu nak, (mom Amanda memperlihatkan hasil karya dari menantunya, sebuah baju hangat Rama yang Rumi buatkan untuk Rama diwaktu silam dan menjadikan obat bagi Rama setidaknya emosinya terlihat lebih sedikit baik bila karya itu dalam dekapannya/ Rama) kabar penting apa (terlihat penasaran)???". Amanda
ya Rumi hanya membawa sedikit barangnya karena hanya baju yang ia punya dan itupun bajunya hanya sekedarnya. jadi barang-barang yang melekat pada sosoknya ia tidak membawanya.
"umm...seperti itu , Rama...rama dulu aku mengikhlaskan Rumi kepadamu..tapi apa yang kau lakukan kepada-nya... kau menyia-nyiakannya ...membatin". Romi
"Romi...(Amanda sudah tidak sabar karena sedari tadi Romi dipanggil hanya diam dalam sibuknya lamunan. karena disisi lain mom Amanda juga takut membiarkan Rama sendirian di luar) Romi....(dengan sedikit teriakkan)". Amanda
"eh...mom maafkan aku, kabar pentingnya (Romi memperlihatkan sebuah foto seseorang sosok perempuan yang sangat mirip dengan Rumi disebuah halte bis) orang suruhan ku sedang menyelidikinya dan mencari tau tantang perempuan ini, semoga dia memanglah Rumi (dengan senyum khasnya) mom sekarang dimana Romi...aku ingin menemuinya (terlihat raut rindu)". Romi
"syukurlah... semoga ini memang dia, mommy sangat berharap Romi...(dengan pandangan penuh harapnya) Rama ada di taman belakangan nak, ayo sebaiknya kita segera kesana mom tidak mau terlalu lama meninggalkan Rama sendirian dalam keadaan seperti ini, ya karena Rama suka berbuat hal yang nekad...". Amanda
"eem...(mengiyakan)". Romi
__ADS_1