Tangisan Suci

Tangisan Suci
Keluarga kecilku 1


__ADS_3

malam menyambut lagi , seperti malam pada malam biasanya suasana malam dikampung kecil ini tenang dan redup, hanya lampu-kampu rumah penduduk yang mampu memberi penerangan, Suara nyanyian dari anak-anak para warga yang berlarian memainkan permainan khas tradisionalnya. menambah kesan yang sangat masih pedesaan.


waktu menunjukkan pukul 19:23 malam.


"Raka ikut main yuk...(terlihat para anak-anak dari para tetangga menjemput Raka dengan aura semangatnya)". teman-teman Raka


"Raka sayang ada teman-temanmu diluar...(Rumi sedikit berteriak)". Rumi


"mom, Raka main dulu ya!!! (Raka yang menggunakan sweater hangatnya terlihat sumeringah disaat masa kecilnya lebih berwarna)". Raka


"hati-hati dan ingat jangan lewat dari jam 9 malam (Rumi memberikan peringatan)". Rumi


"ok, mom!!! (dengan wajah binarnya)". Raka


"Raka kau mau kemana (Satria yang baru saja Pulang dari perkumpulan guna musyawarah di balai desa melihat Raka yang siap bersama teman-temannya)". satria


"main dad, Raka pamit dulu (sambil berpamitan)". Raka


"baiklah, nikmati waktumu... dan ingat jangan bermain diluar kawasan kampung ok?! (ya Satria selalu saja memperingatkan Raka supaya tidak keluar dari pantauannya)". Satria


"Raka mengerti dad". Raka


Raka berlalu dengan langkah cerianya menikmati segala proses kecilnya yang terasa begitu berbeda. tidak ada lagi pertengkaran, tidak ada tangisan kesedihan, tidak ada lagi Suara teriakkan dan saling adu mulut. ya Raka sangat bersyukur dengan keadaan ini.


"mas... Rumi yang sedang memasukkan beberapa olahannya kesebuah toples-toplesnya bangkit disaat netranya melihat sosok yang sangat ia cintai) kau sudah pulang? (dan mengecup punggung tangan milik suaminya) bagaimana hasil akhir dari keputusan yang diambil mas, apakah warga akan mengambil pembukaan akses jalan itu?". Rumi


"masih belum, sebagian warga setuju dan sebagain lainnya tidak setuju. jika hasil finish mengatakan tidak, maka bisa dipastikan warga disini tidak ada perubahan namun jika hasil finishnya mengatakan ia maka sudah jelas akan banyak perubahan untuk kehidupan para warga, semua itu ada plus minusnya... aku jujur ingin yang terbaik untuk saudara-saudaraku namun jika mereka semua menyetujui aku takut keluarga kecil kita akan terancam...dan maaf jika itu sampai terjadi aku akan membawa kalian ketempat lain. aku tidak mau jika mereka mengganggumu lagi, maafkan aku sayang, maafkan dengan segala keterbatasanku ( Satria menatap lekat pemilik manik mata bulat itu yang selalu memancarkan kepositif'annya)". Satria


"terima kasih mas, kau mengorbankan kebebasan mu demi aku dan Raka, hingga Caca juga harus mengorbankan masa depannya demi kebebasan kami (Rumi meraih jemari Satria dan mengecup penuh perasaan, begitu ia bersyukur bisa bersanding dengan seseorang yang benar tulus mencintainya dan bisa menerima anaknya seperti anak kandungnya sendiri)". Rumi


"mom, dad...". Caca

__ADS_1


tanpa disadari kedua-nya Caca tengah mengintip interaksi akan keduanya.


"Caca sangat menyayangi mommy dan Daddy ,dan Caca mohon jangan menangis lagi mom... Caca bahagia jika mommy dan Daddy bahagia (dengan setiasanya membawa boneka pemberian dari seseorang yang Caca masih selalu ingat) ". Caca


"sayang kemarilah...(Rumi mendekap tubuh mungil itu dan menatapnya lekat) sayang terima kasih, terima kasih untuk semuanya...mommy sangat menyayangimu ,mommy berjanji mommy akan selalu bahagia dan mommy minta kepada Caca, Caca juga harus selalu bahagia, ok!!?". Rumi


"ok.siap". Caca


Satria menatap keduanya.


"ya Allah terima kasih atas doa-doa yang telah engkau ijabah.


sekarang Caca bisa merasakan kasih sayang seorang ibu lagi...!!!


tetaplah bersama kami Rumi, kami sangat mencintaimu... membatin". Satria


_skip_


tiada kegaduhan, tiada kekacauan yang membuat telinga terasa panas dan menimbulkan kepenatan bagi jiwa-jiwa yang lemah.


"apa anak-anak sudah tidur?". Satria


"em, mereka sudah tidur mas (Rumi menyusul sang suami tercinta yang duduk disebuah kursi kayu yang terbuat dari kayu asli dengan posisi menoleh kepadanya)". Rumi


"kemarilah...(Satria menepuk pelan kursi yang sengaja ia kosongkan ya dirinya ingin selalu mendekatkan diri dengan pemilik hatinya itu)". Satria


"mas...(disaat tangan milik suaminya terasa nakal mencari sesuatu yang diinginkan)". Rumi


"nikmatilah... (dengan menghirup dalam-dalam aroma wangi khas tubuh Rumi dengan mendekapnya dari belakang dengan posisi tangan saling bertautan diperut Rumi memandang lepas gelapnya malam yang dihiasi bintang-bintang) kita belum melakukannya... deggg.......(kata-katanya di jeda membuat detak jantung diantara keduanya terdengar jelas) apa aku boleh memintanya malam ini??? (dengan posisi yang masih sama) ". Satria


"a..apa kau menginginkannya malam ini?". Rumi

__ADS_1


"tentu, sudah dua Minggu aku menantikan... hemmm....(nampak Satria mengelus perut rata milik Rumi) apakah disini boleh aku menitipkan Satria kecil...!!?". Satria


"apa kau menginginkan seseorang bayi? (Rumi merespon ya karena mereka bukanlah sepasang insan yang belum berpengalaman)". Rumi


"itu sudah pasti, aku ingin memiliki seseorang yang bisa memperkuat ikatan batin kita... Raka dan Caca mereka sudah cukup besar, aku yakin mereka pasti tidak keberatan untuk membantu kita memberikan kasih sayang mereka kepada adiknya". Satria


"kau benar mas, ternyata kau memikirkan apa yang aku pikirkan...".Rumi


"benarkah? apakah kau juga sama ingin melakukannya bersamaku malam ini... baiklah ayo kita mulai'i saja...(dengan semangat perjuangan penuh bara dan rasa satria dengan segera menggendong ala bridal style untuk Rumi yang sudah merona sejak tadi , dengan senang hati Rumi mengalungkan kedua lengannya ke leher Kokoh milik Satria dibarengi senyuman manis malu tapi maunya)". Satria


"mom, temani Caca pipis....(Caca berdiri ditengah-tengah ruangan dengan setia membawa boneka berwarna coklatnya)". Caca


_skip_


"mas...(Rumi menatap iba kepada suaminya yang tidur dengan posisi telungkup ya Caca yang terbangun ditengah malam setelah selesai dengan ritual kecilnya sebelum tertidur kembali Caca meminta dibacakan cerita hingga waktu berjalan sejam kemudian dan Rumi yang baru masuk kekamarnya melihat suaminya tengah tertidur dengan posisi yang tidak nyaman) Hem...". Rumi


melihat suaminya tidak menyahuti Rumi memutuskan untuk merebahkan tubuhnya disamping suaminya untuk menyusul sang suami mengistirahatkan diri.


sejurus kemudian Satria bergerak dan tubuh idealnya menindih tubuhnya. dan kini netra mereka saling bertemu.


"ahhh...mas kau belum tertidur?". Rumi


"mana bisa aku tertidur, aku tidak akan meloloskan kau malam ini. sudah cukup untukku bersabar...Rumi istriku yang tercinta maukah kau melakukannya malam ini bersamaku, satria suamimu? (menatap meminta persetujuan)". Satria


"eem...(mengiyakan)". Rumi


satu persatu mereka menanggalkan kain yang menghalangi prosesnya, keduanya melakukannya dengan penuh kasih dan sayang. saling berbagi rasa dan saling menghargai akan kelebihan dan kekurangan dari diri masing-masing. ya mereka adalah pasangan dewasa yang tidak hanya menikmati akan nikmatnya kenikmatan duniawi namun mereka adalah sepasang kekasih yang saling berbagi dengan perasaan yang tulus dan saling menghargai. cinta mereka hadir dari perasaan cinta yang tulus dan suci.


betapa gentleman seorang Satria,penuh perasaan dan tiada memaksa. membuat Rumi seakan sangat berharga dimatanya.


"sepertinya akulah seorang wanita yang paling bahagia di dunia...(batinnya berteriak dengan perasaan yang membuncah)". Rumi

__ADS_1


__ADS_2