Tangisan Suci

Tangisan Suci
Bukan sebuah Rahasia


__ADS_3

"bi kenapa dengan Aydan kenapa Aydan menangis sampai seperti ini...(Rumi ingin meraih)". Rumi


"ia nyonya tuan muda kecil menangis terus dari beberapa jam yang lalu, seperti...(diam sejenak)...emmm... mungkin tuan muda kecil tau mommynya pergi...(pengasuh tidak mau melontarkan kata-kata yang segera ia urungkan)". pengasuh


Rumi dengan pelan menangkap tangan milik Rama dan melepaskan dari dagunya.


dan berjalan menyambut kedatangan Aydan yang dibawa oleh pengasuhnya.


Rama membiarkan istrinya lolos sejenak.


"bersihkan dirimu terlebih dulu, kau terlalu membawa banyak polusi, aku tidak mau Aydan Sampai terkontaminasi polutan dari luar yang berasal dari pakaian dan tubuhmu". Rama


"kau kenapa mas... Aydan sudah terlalu lama aku tinggalkan, ia pasti sangat kehausan meskipun dibarengi dengan susu formula itu tidak membuatnya puas mas". Rumi


Rumi tetap ngotot hingga Rama diam dan memilih untuk pergi.


melihat kepergian Rama dengan begitu saja Rumi sedikit aneh, karena tidak seperti biasanya tuan semena-mena itu melepaskannya tanpa syarat?...namun entahlah ia masa bodoh dengan sosok pemaksa itu. ia lebih mengutamakan rasa perdulinya kepada Aydan yang menangis sedari tadi.


"baiklah... nikmatilah sedikit masa-masa mu,karena sebentar lagi kau akan mempertanggung jawabkan perbutanmu... membatin (dengan seringaian misterius)". Rama


Rama pergi tanpa kata-kata tambahan.


setelah kepergian Rama.


"bi ayo bawakan Aydan kekamarnya aku akan menyusuinya disana,(Rumi tau maksud dari Rama supaya untuk membersikan dirinya terlebih dahulu sebelum mengambil alih Aydan dari tangan pengasuhnya dan akhirnya Rumi memutuskan untuk mandi terlebih dahulu dikamar Aydan dan sebagai ganti bajunya ia menyuruh sang pelayan untuk mengambilkannya ditempat penyimpanan (proses pembersihan dan pelicinan/ bukan dikamarnya)". Rumi


"baik nyonya (pelayan hanya menurut kemana nyonya membawanya)".pelayan


_skip_


Rumi sedang memberikan asi kepada Aydan dikamar Aydan, malam ini ia memutuskan untuk tidur disana ia akan berusaha menjauh sejenak dari suami arogannya, begitu masih terbayang dengan kejadian yang meremukkan harapan dan impian dihidupnya siang tadi menjadikan Rumi begitu lelah untuk bernafas.


"Aydan sayang... maafkan mommy sepertinya mommy belum bisa membawa Aydan kepada Daddy Satria... maafkan mommy yang selalu tidak berdaya ini. (Aydan mendapatkan ASI eksklusif nya ya Rumi tidak mau aydan melewatkn masa ini)...pelan-pelan saja sayang, kau selalu saja seperti ada yang akan merebutnya darimu...dasar Satria kecil...kau sedikit nakal nak, membuat mommy selalu merasa tersedot habis...(air matanya meleleh lagi ,apa lagi disaat netranya melihat kemiripan yang begitu kentara nyata diwajah Aydan mengingatkannya kepada sosok laki-laki yang begitu ia sangat cintai ya dialah *mas Satria nya*)". Rumi


air matanya jatuh lagi bagaimanapun Rumi berusaha untuk tidak menangis apa lagi didepan bayi kecilnya namun usahanya selalu gagal, kenyataan hidup begitu pahit yang selalu ia dapatkan.


malam semakin larut jam didinding sudah menunjukkan pukul 11 malam Rumi terbangun dengan sentuhan-sentuhan hangat yang mencari kehangatan ditubuhnya. Rumi mulai membuka matanya samar pengelihatannya mulai ia kumpulkan.


"ahkp...(Rumi terjingkrak kaget, ini tidak bisa ,ini tidak boleh...?!!!!) mas, apa yang kau lakukan disini...!!!". Rumi


"aku menyusulmu, aku tidak bisa tidur tanpamu...(dengan suara yang serak Rama mendekap tubuh utuh milik Rumi dengan mendengus dan tangannya bergerilya ke mana-mana)". Rama


"aku sudah benar mengunci pintu kamarnya, dan aku ah.... membatin(pikirannya berlari kelemari rahasia yang ada di kamarnya).

__ADS_1


mas tolong jangan seperti ini...ada Aydan, (Rumi mulai cemas melihat Rama seperti biasanya ketika menginginkan ia melayani hasratnya namun berusaha untuk tetap tenang)". Rumi


"kau tidak paham saja dengan kebiasaanku ... sayang, apa kau sudah lupa dengan tugasmu,...(Rama menempel dileher jenjang milik Rumi dengan mengendus-ngendus hingga membuat Rumi menahan rasa geli dan tegangnya)". Rama


"tapi aku hari ini sangatlah lelah mas...(berusaha tenang dengan Rama yang tangannya kemana-mana, betapa tidak berperasaan seseorang yang ikut masuk dalam selimut itu tidak perdulikah dirinya dengan perasaan sang istri yang saat ini sedang kesakitan???)".Rumi


"aku tidak perduli itukan perbuatan yang kau pilih sendiri...(bisikan nya tepat didaun telinga milik Rumi ya posisinya Rama memang ikut terhanyut dalam kehangatan selimut tebal yang Rumi gunakan)". Rama


"mas...kita tidak mungkinkan melakukannya disini, ayo kita kekamar kita saja aku tidak mau kalau sampai Aydan terbangun gara-gara aktivitas kita (memcoba memberikan pengertiannya)". Rumi


"baiklah...aku ikuti saja permainanmu...bergumam". Rama


Rama akhirnya bangkit dan itu membuat Rumi sedikit lega ya dia tau meskipun Rama akan melakukannya dengannya (melakukan kegiatan intim) dimalam-malam panjangnya namun Rumi memiliki pertahanan yang ia rasa cukup ketika ada dikamarnya.


"permainan??? (Rumi mendengar gumaman dari Rama namun sang suami sudah menunggunya diambang pintu)". Rumi


"ayolah ... jangan lama-lama...". Rama


sesampainya dikamar.


"mas tunggulah aku ingin mengganti gaunku dulu (bergerak cepat)". Rumi


"kenapa harus kau ganti pakaianmu? meskipun hanya dengan kaos oblong selututmu aku sudah cukup bergairah melihatmu". Rama


"baiklah rupanya kau sudah hafal dengan tugasmu kepadaku...apakah kau melayaniku dengan sepenuh hatimu sayang...(Rama mendudukkan bokongnya di kasur empuknya dan menatap kepergian Rumi diruang gantinya dengan sedikit senyuman tipisnya)". Rama


"tunggulah sebentar jangan banyak bicara....(sedikit berteriak).


dasar...tidak berperasaan sudah tau aku melakukannya karena ancaman mu...menggerutu.


dan apakah kau akan mempermasalahkan dengan kondisi perasaanku? jawabannya tidak mas, kau selalu saja melakukan hal apapun kepadaku dengan cara dan perasaanmu sendiri, seakan hidupku adalah milikmu...membatin.(diakhir kalimatnya begitu mengiris hati)". Rumi


selang beberapa waktu.


"kau sedang mencari apa? mana gaun sexy yang kau janjikan kepada ku? kenapa kau belum menggantinya? ...(terlihat Rama berdiri dengan kedua tangan yang saling menyilang menatap penasaran kepada Rumi yang memporak-porandakan seisi lemarinya)". Rama


"a...aku...(Rumi tegang), aku mencari ...(ucapanya terhenti disaat Rama mengeluarkan benda yang ia cari-cari sedari tadi, Rama memperlihatkan benda itu dari dalam kantong celananya)". Rumi


"apa kau mencari ini hem,....apa pil ini sangat penting bagimu Hem,....???". Rama


"mas...aku...(tercekat)". Rumi


matanya terbelalak, keringat dinginnya pun bermunculan sedikit demi sedikit , keadaan ini tidak baik baginya ini sungguh berbahaya.

__ADS_1


keselamatannya sedang terancam.


"jadi selama ini aku memelihara istri yang benar-benar nakal ya...(Rama berjalan perlahan kearah dimana Rumi berlutut dibawah lemari pribadinya dengan tatapan tidak percayanya).


sekali..dua kali....selama ini aku mengikuti semua permainanmu dengan cukup sabar, dan sekarang rasanya waktu yang tepat untuk mengganti permainannya.


sekarang giliranmu yang harus mengikuti permainanku?.


aku akan mengajarimu untuk mengikuti permainanku, permainan bagaimana caranya istri menyenangkan suaminya dengan cara yang baik dengan segenap jiwa dan raganya...(Rama meremas benda yang sedari tadi Rumi cari ya pil itu adalah pil penunda kehamilan, dengan sembarang Rama membuang dan menginjak pil itu hingga remuk ,remuk seperti hati dan perasaannya)". Rama


"jadi selama ini yang aku anggap adalah sebuah Rahasia, ternyata bukanlah sebuah Rahasia baginya!!!


ya mas Rama sudah mengetahui semuanya ini...pantas saja mas Rama tidak kaget disaat aku mengakui Aydan adalah anak mas Satria !!!....


ternyata selama ini aku salah mengenainya... membatin (dalam tatapan tidak percaya)". Rumi


"jangan mas ,jangan sakiti aku...! (Rumi bangkit dan mundur melihat Rama dengan tatapan yang tidak bisa diartikan membuat Rumi begitu takut)". Rumi


namun dengan di wilayah daerah kekuasaannya Rama dengan mudah menangkap dan membopong tubuh Rumi dan mendaratkannya dikasur empuknya dan tidak segan-segan memulai bermain dengan rangkain permainannya yang sudah ia persiapkan beberapa hari lalu.


" ada apa dengan wajahmu sayang...apa sekarang kau sudah menyadari dengan kesalahanmu kepadaku selama ini?". Rama


"aku...aku..(menggeleng disaat melihat Rama mengambil sesuatu dari laci lemarinya) kau mau apa mas...". Rumi


"aku mau apa ya??? (bertanya kepada dirinya sendiri) aku akan menghukum seseorang yang sudah berani mengkhianati ku...". Rama


"tidak jangan mas...aku sama sekali tidak berbuat salah (menatap takut dan campur aduknya)". Rumi


"kau jahat Rumi tidakkah kau cukup dengan penghianatan mu selama ini kepadaku Hem...??? selain Aydan bukalah darah dagingku ternyata kau menggunakan pil itu untuk menolakku!!!! kau jahat Rumi, kenapa kau menginginkan keturunan dari Satria tapi kau tidak menginginkan keturunan dariku?". Rama


"itu jelas karena aku tidak mencintaimu mas...dan ini bukanlah salahku sepenuhnya, kau yang memaksaku untuk melakukan semua ini....(dengan tubuhnya yang gemetar diujung kepala ranjang dengan sebuah bantal yang ia dekap erat)". Rumi


"tidak cukupkah kebaikkan yang selama ini aku berikan hanya untukmu? kau salah Rumi kau telah menyia-nyiakan kesempurnaan cintaku.


dan apa kau bilang aku memaksamu????...


hening... ..


baiklah kalau hal itu yang selama ini ada di kepalamu, aku akan memaksamu seperti apa yang kau fikirkan tentangku!!!". Rama


Rama meraih kedua kaki jenjang Rumi hingga mau tidak mau Rumi terseret dan tertidur terlentang.


"aku mohon jangan mas , jangan sakiti aku mas...,mas apa yang akan kau lakukan kepadaku mas...(terlihat sangat jelas raut cemas milik Rumi, ini mengingatkan dimasa lalu disaat dirinya pertama kali melakukannya dengan Rama, disaat kesuciannya diambil secara paksa meskipun sudah resmi menjadi sepasang suami-istri)". Rumi

__ADS_1


__ADS_2