
sejak Rumi menjadi penurut ya bisa dikatakan pendiam sikap Rama kepada nya mulai berubah lebih santai, tidak ada bentakkan atau penekanan namun tetap saja dia adalah seseorang yang bisa dikatakan temperamen jadi apa yang Rama perintahkan Rumi harus menurutinya.
pelayan yang pernah ada dulu kini tidak ada, hanya seorang Rumi yang kini menjadi seorang pelayan dirumah milik Rama, sungguh jahat bukan seorang istri hanya dijadikan sebagai seorang pelayan dan tidak memiliki hak-haknya. Ardi akan membantunya jika ia bisa. kemampuan nya masih sama seperti dulu namun keterbatasan fisiknya kini sering menganggu aktifitasnya.
Ardi kini bekerja untuk Rama, ia melindungi dari berbagai akses yang merugikan bisnis yang Rama kelola dan dari peretas yang tidak bertanggung jawab seperti dirinya pada waktu itu, waktu dirinya menjadi seorang robot bagi tuan Romi. namun Ardi berkerja cukup berkutat dengan sebuah laptopnya yang Rama berikan untuknya. ia masih memiliki sebuah nomer rahasia untuk memenuhi kehidupannya kedepan namun ia enggan untuk menggunakannya karena ia selalu terangkat menjadi sebuah tangan berharga dari seseorang yang memiliki karir cemerlang di dalam bisnisnya. dan itu menjadikan Ardi hidup dalam kemakmuran.
seperti biasanya setiap 2 Minggu sekali anak buah Rama akan membawakan segala sesuatu kebutuhan didalam rumah itu secara detail , hingga kesempatan itu Ardi gunakan untuk kabur dari sana dengan segala usaha anak buah Rama akhirnya bisa dikelabuhi.
"benarkah tuan? tapi aku takut jikalau tuan Rama sampai tau".anak buah
"kau sudah kenal kami cukup lama, lihatlah apa kau tidak kasian kepada nyonyamu...ia sangat ingin melihat dunia luar (dengan penuh harap)". Ardi
"paman tolonglah seperti nya anak ini ingin melihat-lihat suasana kota, apa kau tidak kasihan kepada calon tuan muda mu sambil mengelus-mengelus perut ratanya (Rumi mual dengan omongannya sendiri ia terpaksa berbohong)". Rumi
"baiklah...(dengan beberapa pertimbangan dan rasa kasihan akhirnya ia percaya saat Rumi mengatakan ia sedang mengandung anak dari tuannya dan menginginkan ingin melihat suasana kota mungkin itu bentuk seorang ibu hamil bersama rasa ngidamnya anak buah itu mempersilahkan Rumi dan Ardi ikut bersamanya keluar dari Daerah terpencil itu.)".anak buah
"tuan dan nyonya saya akan menjemput kalian sejam lagi disini, tolong jangan lama-lama nanti saya kena ...(kata-kata itu terpotong)".anak buah
"terima kasih paman kau adalah orang yang baik (dengan senyum simpulnya)". Rumi
"nyonya....(hatinya bergetar Rumi adalah orang pertama yang menyebutnya adalah sebagai seorang yang baik, iapun bernasib sedih anak dan istrinya meninggalkan nya saat mengetahui pekerjaan yang ia pilih membahayakan keluarga nya.)". anak buah
dengan langkah semangat nya Rumi melangkahkan kakinya ia akan mengunjungi ibu Rosa bersama kak dimasanya yang sangat ia rindukan.
"ibu ..... Rumi pulang bu, (berteriak girang)". Rumi
ibu Rosa yang nampak sedang menyirami bunga dihalamannya nampak terkejut.
"Arumi...apa itu kau nak (ibu Rosa berlari kearah Rumi begitupun dengan Rumi)".ibu Rosa
mereka saling berpelukkan melepaskan segala kerinduan yang sudah terpendam lama.
dan begitu lebih kagetnya ibu Rosa melihat sang Ardi yang telah tiada berdiri, berdiri menatapnya menyaksikan dirinya bersama Rumi saling berpelukan.
ibu Rosa melepaskan pelukannya bersama Rumi. dan berjalan maju kearah Ardi.
"nak ...apa ibu tidak salah lihat, apa itu kau nak....". ibu Rosa
"ia Bu ini Ardi ,Ardi masih hidup Ardi masih ada di dunia ini....". Ardi
__ADS_1
dari dalam rumah keluarlah Dimas berserta rasa ingin tahunya.
"ka... kalian...(Dimas pun ikut-ikutan syok melihat Ardi dan Rumi berada didepan rumahnya)". Dimas
_skip_
mereka masuk kedalam rumah ibu Rosa.
dan disini Ardi menceritakan semuanya dari pertama kali ia diangkat menjadi bawahan dari seorang tuan Romi dan segala rahasia dunia bisnis kotornya hingga segala perlakuan buruknya hingga ia bertemu dengan tuan Rama kembaran dari tuan Romi yang menyandang cacat pada wajahnya,dan insiden yang menimpanya hingga ia berada disini dikediaman ibu Rosa membawa Rumi adik kesayangannya.
"tidak mas Romi bukan orang yang seperti itu (nampak Rumi tidak percaya dan tidak terima dengan penuturan sang kakak karena pada saat ini juga hatinya adalah masih miliknya)". Rumi
"kakak tidak berbohong sayang ,kakak mengatakan yang sebenarnya...(mencoba memberikan pengertian)". Ardi
"Rumi akan menemuinya kak, Rumi akan menanyakan langsung kepadanya apa benar demikian...(melangkah keluar rumah)". Rumi
"Rumi , tunggu.... kurang jelas apa lagi. apa kau meragukan kejujuran kakakmu sendiri? , tolong jangan kesana kau pasti akan terluka...lupakan tuan Romi dan mulailah hidup yang baru. (Dimas ikut bicara karena sedari tadi ia hanya menjadi pendengar yang baik)". Dimas
"Rumi percaya dengan apa yang kak Ardi katakan ,namun Rumi hanya ingin mendengarnua langsung dari mas Romi sendiri....tolong mengertilah bagaimana pun dia adalah orang yang penting di hidup Rumi ". Rumi
"Rumi cukup...jangan memperkeruh keadaan, suamimu akan menemukanmu bila kau kesana...(dengan bentakkanya)". Ardi
"Rumi sudah menikah Bu, itu....hiks...(Rumi yang nampak bersemangat tadi kini nampak sedih)". Rumi
"Rumi telah dinikahi saudara kembar dari tuan Romi Wijaya dia adalah Rama Wijaya si laki-laki dengan wajah bertopeng nya. ia laki-laki yang menghilang dari kehidupan dunia dia bermain dibelakang layar menurutku dia lebih manusiawi dibanding tuan Romi karena bagaimanapun ia telah menyelamatkan nyawaku. dan diapun seorang pebisnis dengan menggunakan cara yang bersih. aku berhutang nyawa dan jasa padanya karena dialah aku masih bisa berdiri disini dan Rumi adalah sebagai penebus akan jasa yang telah ia berikan kepada ku....maafkan kakak, kakak telah membawamu kepada kehancuran ini...(runtuh sudah air mata Ardi betapa ia terpukul dengan keadaan ini, ia bertekad akan membawa adiknya jauh dari jangkauan dua saudara kembar itu. namun Ardi juga bingung ia sudah berjanji akan setia kepada tuan Rama, Namun dilain sisi ia sangatlah kasian melihat keadaan Rumi yang tidak dianggap sebagi istri bahkan hanya dijadikan sebagai seorang pelayan di rumah kediaman tuan Rama.)". Ardi
"tidak ..itu tidak adil... bergumam". Dimas
"aku bisa apa saat aku terkapar tidak berdaya, tuan Rama mengajukan syarat nya kepada rumi ku yang tidak tau apa-apa ...aku disini sangat merasa bersalah padanya namun aku juga ...aku merasa sangat bodoh dan tidak berguna (Ardi menjambak rambutnya sendiri betapa dilemanya ia)". Ardi
Rumi mematung menyaksikan wajah-wajah itu dengan melihat iba kearahnya. dengan ramainya tangisan pilu yang mewakili perasaan mereka.
Rumi mendekat dan menghapus air mata yang membanjiri pipi mereka satu persatu.
"sudahlah... Rumi sudah mengikhlaskan nya, Rumi sudah menerima dengan apa yang sudah terjadi...(dengan senyuman yang terasa getir itu) Rumi hanya meminta satu permintaan terakhir izinkan Rumi menemui mas Romi.... Rumi mohon( dengan tatapan harapan nya)". Rumi
ibu Rosa menangis sesenggukan betapa hancurnya hati ibu Rosa melihat jalan hidup anak perempuan kesayangannya yang begitu rumit.
"maafkan ibu nak ibu tidak bisa berbuat apa-apa...(dengan tangisan yang tiada henti nya)"ibu Rosa
__ADS_1
sedangkan Dimas dan Ardi hanya mampu menangis dengan mengepalkan tangannya. Dimas tau jikalau Rumi sampai menemui Romi itu pasti akan membuat hati nya hancur berkeping-keping namun dilain sisi Rumi sangat menginginkan nya (bertemu Romi).
_skip_
"mas Romi, (netra Rumi melihat Romi yang baru keluar dari dalam mobilnya karena pintu gerbang terbuka lebar hingga Rumi dapat mudah masuk kedalam mansion yang megah itu ya Romi baru saja pulang dari bepergiannya)mas apa kabarmu aku sangat merindukanmu mas....(Rumi menghampiri)". Rumi
"Rumi...apa itu kau...(Romi sangat senang melihat Nya ya sudah 1 tahun semenjak ia kehilangan sosok Rumi)". Romi
bukannya Romi dan keluarga Wijaya hanya berpangku tangan tidak mencari Rumi pada waktu silam itu. namun karena seorang Rama yang melindungi keberadaan Rumi hingga mereka semua menyerah, termasuk ibu Rosa dan Dimas mereka sudah melaporkan kejadian penculikan kepada pihak yang berwajib Namun seakan kasus itu menguap hilang entah kemana.
"siapa dia mas...apa kau mengenalnya...(muncul sosok perempuan cantik dengan gaya modern nya dengan perut yang nampak membuncit)". Julie
"dia...(Romi tercekat)". Romi
"dia siapa mas, apa dia salah satu karyawan mu? tapi kelihatannya dia masih sangat muda...(penuh selidik) ayolah mas jika tidak terlalu penting suruh dia pulang saja, lihatlah mas kakiku mulai membengkak aku perlu istirahat yang cukup..ayo..(sambil menggandeng lengan Romi manja)". Julie
"mas siapa dia? (Rumi menunjuk kearah Julie dengan tatapan ingin sebuah kejelasan)". Rumi
"kau siapa kenapa kau sampai tidak tau aku?aku Julie aku adalah nyonya muda di disini, aku adalah istri dari Romi Wijaya (dengan gaya angkuhnya tanpa melepaskan gandengan dari lengan Romi)". Julie
"a..a..apa (Rumi terbelalak...ia membungkam mulutnya dengan kedua tangannya) apa benar mas dia adalah istrimu? dan apakah bayi yang dikandungnya adalah darah dagingmu mas ?". Rumi
Romi hanya diam seribu bahasa.
"mas jawab...". Rumi
Romi diam Dengan tatapan rasa bersalahnya.
"hiks.....(hancur sudah harapannya, hancur sudah cinta dan angannya laki-laki yang sangat ia idam-idamkan sejak dulu telah menikahi perempuan lain. walupun dirinya juga sudah memiliki status sebagi istri dari orang lain namun ia masih berharap akan suatu saat ketika dirinya sudah usai dengan si tuan bertopeng itu ia akan memperjuangkan kembali cintanya.
namun sekarang lain ceritanya mas Romi yang ia inginkan telah memiliki seorang keturunan ini tidak boleh terjadi ia harus pergi dari kehidupannya dari rasa cintanya)."Rumi
"maafkan aku sayang...aku tidak sengaja melakukan nya aku tidak menginginkan semua ini terjadi...(dengan tatapan tidak kalah hancurnya)". Romi
bukkkkkgh....dari arah berlawanan tiba-tiba Romi jatuh tersungkur.
seseorang dengan kegilaannya melayangkan hantaman dengan begitu keras hingga Julie pun ikut terjatuh namun masih dalam posisi setengah berdiri karena dia berpegangan di mobil yang terparkir.
"ahkkk.....(jeritan kaget dari Rumi dan Julie)".julie dan Rumi
__ADS_1
"kurang ajar kau... apa kau sudah bosan dengan istrimu sehingga kau menggoda istri orang lain, kau tidak pernah berubah kau masih tetap sama, kau masih tetap seperti Romi yang dulu...(dengan tatapan elangnya)". Rama