Tangisan Suci

Tangisan Suci
Hati kita yang akan tetap terasa sama meskipun di hari kita terasa berbeda


__ADS_3

selang beberapa waktu.


"kita sampai". Dimas


"eem... (mengangguk mengiyakan)". gladis


gladis turun dari mobil yang ia tumpangi.


"sekali lagi terima kasih banyak pak, (dengan senyum tegarnya)". gladis


"emm...(mengiyakan)". Dimas


semangat yang gladis tunjukkan sedikit mengingatkan Dimas kepada sosok Rumi adik angkatnya dimasa remajanya.


Rumi? dimanakah ia sekarang kenapa Rumi dan keluarga kecilnya tidak memberikan kabar kepadanya. bahkan sudah beberapa bulan berlalu.


terakhir kali ia bertemu dengan Satria disaat dirinya ikut bela sungkawa disaat pemakaman atas Kematian kedua orangtuanya, dan disaat itu satria tengah bingung memikirkan akan masa depan adik semata wayangnya. sementara dilain sisi ia tengah mencari kenyamanan hidup bersama keluarga kecilnya tanpa bersinggungan lagi dengan para tuan-tuan berkuasa.


dan disana Satria mengatakan kepada Dimas bahwa dirinya belum menceritakan atas kematian Ardi kepada Rumi. namun satria tidak memberitahukan atas kehamilan Rumi kepada Dimas, bahwa Satria tidak memberitahukan kepada Rumi tentang kematian Ardi itu karena Rumi tengah mengandung anaknya kepada Dimas.


tuan berkuasa apa kabar dengan mereka? kenapa Dimas juga sudah beberapa bulan ini tidak melihat aktivitas mereka dimuka umum, apakah mereka tengah merencanakan sesuatu dan apakah ini sebabnya Rumi tidak memberikan kabar kepadanya?


apakah tuan berkuasa sudah menemukan keluarga kecilnya dan apa yang sudah tuan-tuan berkuasa itu lakukan kepada keluarga kecil Rumi?


pertanyaan itulah yang selalu menguasai fikirannya,hingga Dimas berada diposisi seperti ini. menjadi selayaknya seorang bapak bagi gladis yang hidup sebatang kara.


"baiklah,aku akan segera pulang dan oh ya aku sudah mentransfer untuk kebutuhanmu. masuklah jangan keluyuran dan lebih rajinlah untuk belajar". Dimas


"terima kasih pak, gladis tidak tau harus berterima kasih dengan cara apa!.dan gladis janji kalau sudah besar dan mendapatkan pekerjaan gladis akan membayarnya... (dengan positifnya)". gladis


"tidak usah memikirkan dengan hal itu gladis.


tapi bagus, aku sua kau yang seperti itu... terus hidup dalam bersemangat (Dimas menampilkan senyuman kecilnya)". Dimas

__ADS_1


deggggg......bagi gladis sosok Dimas selama ia pindah Kediaman milik kakaknya selalu perhatikan padanya namun senyuman itu bagi gladis sebuah senyuman yang begitu indah dimatanya ya karena senyuman itu adalah senyuman pertama yang Dimas persembahkan untuk dirinya.


gladis yang notabene nya mengagumi sosok Dimas sejak pertama kali ia melihatnya membuat jiwa labilnya kini meronta kembali disaat mendapatkan senyuman pertamanya dari sang idola. namun dengan keadaannya yang seperti ini tidaklah pantas sosok gadis ingusan sepertinya untuk memiliki nyali untuk mengungkapkan lebih jauh akan perasaannya.


Dimas berlalu.


gladis yang membawa senyumannya hingga didepan pintu rumahnya.


_skip_


🌾 di waktu yang sama ditempat yang berbeda 🌾


"nak makan dulu".pak tua


nampak seorang Kakek tua keluar dari arah dapur dengan membawakan sebuah nampan berisikan makanan sederhananya.


"terima kasih pak ,bapak selalu saja memperlakukan Arif dengan baik. Arif bisa mengambilnya sendiri jika Arif lapar pak". Arif


nampak seseorang laki-laki yang sedang tengah terduduk bersandar dengan luka dan kondisi yang semakin hari semakin membaik namun tidak berlaku dengan ingatannya.


"tidak apa-apa nak, nak Arif kan sudah bapak anggap Sebagai anak bapak sendiri".pak tua


ya beberapa bulan yang lalu pak tua menemukan seorang laki-laki dengan luka disekujur tubuhnya yang menyangkut di salah satu batu dipinggiran sungai dan alangkah kagetnya ternyata seorang laki-laki yang bapak tua temukan itu masih bernafas/hidup.


dengan rasa khawatir sekaligus terkejutnya bahwa ditubuh laki-laki itu ada beberapa luka senjata api menjadikan bapak tua enggan untuk menceritakannya kepada penduduk di desanya.


ia takut orang yang ditolongnya adalah orang jahat dan disisi lain ia juga takut bahwa orang yang ditolongnya adalah orang baik yang dalam keadaan bahaya untuk keselamatannya bila ia memberitahukan kepada orang lain.


dengan cara dan ramuan turun-temurun bapak tua mulai mengambil timah panas yang ada ditubuh laki-laki itu dan mengobati luka-luka diluar tubuhnya dengan obat yang dibuatnya sendiri.


🌾 dan diwaktu yang sama namun ditempat yang berbeda pula 🌾


"makanlah ca, om yakin Daddymu pasti sedih bila melihatmu sampai sakit". Adam

__ADS_1


"om, Caca takut Caca tidak bisa bersama Daddy Satria lagi...(dengan melihat kakak dari sang mommy yang lelap dengan tidurnya)". Caca


"om yakin Daddymu tidak akan mudah untuk menyerah, percayalah...makanlah setelah itu ayo ikut om ke tempat kerja om dan mampir ke toko obat". Adam


"benarkah...(dengan mata yang berbinar ini pertama kalinya om manis sekaligus tampanya mengajak Caca untuk pergi keluar dari daerah kekuasaannya)". Caca


ya disini adamlah yang menyelamatkan Ardi dan Caca, dan demi kebaikan semua orang Adam membawa Ardi dan Caca didaerahnya guna untuk ketenangan sejenak.


"eem...(mengiyakan)". Adam


ya Adam yang pada waktu itu memutuskan untuk kekafe milik Ardi untuk berpamitan untuk memulai hidup yang baru setelah mengetahui Rumi telah memilih sang pendamping hidupnya tanpa Adam terlebih dahulu untuk mengungkapkan perasaannya Adam lebih memilih mundur meskipun rasa yang ada tidak akan pernah padam dan luntur untuk seseorang yang pertama bisa membuat dada-nya merasakan debaran Cinta.


disaat itu Adam tidak sengaja melihat Ardi yang baru keluar dari kafenya.


dan disaat itu Ardi memberitahukan kepada Adam bahwa dirinya akan menemui tuan Rama yang berkuasa itu.


Adam sempat memberikan saran agar Ardi tidak usah untuk menemuinya, namun dengan langkah positif Ardi bilang dia akan baik-baik saja.


dan disaat itu Adam memutuskan untuk mengikuti Ardi tanpa sepengetahuan Ardi.


Adam teringat akan salah satu teman dari kenalannya sehari sebelum hari itu bahwa Adam pernah mendengar Secara langsung teman kenalannya itu mendapatkan misi khusus dari tuan Romi dan atas itu Adam memperingati Ardi Namum Ardi kekeh dengan keputusannya, bagi Ardi sudah tidak ada yang perlu ditakutkan kerena Rumi sudah menemukan kebahagiaan sejatinya.


namun Ardi disini salah tuan berkuasa itu masih diberi kesempatan untuk menemukan Rumi adik kesayangannya Ardi.


disaat Ardi tertembak Adam melihat seseorang wanita tengah menyaksikan hal yang sama sepertinya, dan Adam memutuskan membiarkan wanita tersebut dan Secara tidak langsung wanita itulah yang tanpa disuruh akan memberikan kabar kepada orang-orang terdekat Ardi akan kejadian itu.


🌷disini Adam membiarkan kejadian itu semua berlangsung dikedua matanya sebagai bentuk rasa kesalnya kepada Ardi dan Satria, ya karena pada waktu itu Ardi tidak mendukungnya sama sekali tentang perasaannya meskipun sebenarnya ardi mengetahui akan perasaanya kepada sang adik.


begitupun kesalnya Adam pada sosok Satria ya kerena Satria lebih unggul darinya . dan Sampai sekarang ia masih penasaran jurus apa yang digunakan satria hingga dengan mudah bisa mengambil hati Rumi...hati sosok perempuan yang sudah lama ia inginkan dalam diamnya 🌷


setelah kejadian (kejadian yang Ardi alami) itu Adam baru tersadar bahwa ia salah memilih jalan seperti itu, dengan tekadnya terus membuntuti gerakkan dari tuan Rama maupun tuan Romi, namun ia kalah cepat dari kedua-nya *Romi dan Rama* hingga ia bisa mendapatkan Caca dengan kondisi seperti demikian, dan lebih sayangnya Adam tidak bisa untuk mendapatkan Satria karena pada waktu itu arus membelah diantara keduanya Caca dan Satria.


"maafkan aku Ardi, hanya ini yang bisa kulakukan untuk kalian saat ini... membatin". Adam

__ADS_1


Adam melihat Ardi yang setia dengan tidurnya.


dan sesaat melirik kearah gadis kecil yang beberapa bulan menemaninya dalam raut sedihnya.


__ADS_2