Tangisan Suci

Tangisan Suci
Amarah dan Ketakutan 2


__ADS_3

disinilah mereka berdiri , tepat di hamparan pantai yang memperlihatkan kecantikan dan keindahnhanya.


terpampang pantai yang luas dengan pasir putihnya disebelahnya ada semacam jembatan kayu dengan model memanjang untuk para wisata yang ingin mengambil gambar lebih jauh kearah laut.


"my lover ,terima kasih aku sangat merasa senang....bagaimana kalau kita main air? ". Rumi


"kau sedang hamil sayang jangan lama-lama anginnya tidak baik untuk kandunganmu (menatap dengan topeng yang setia ia kenakkan, padahal ia tidak terlalu suka berada dalam posisi seperti ini/posisi dalam lingkungan terbuka itu sangat jauh dari kenyamanannya namun ini adalah demi membahagiakan dan menyanggupi keinginan dari calon anak dan istri tercintanya itu)". Rama


"eem...(baiklah) sebentar saja..(dengan senyuman mengembangnya) ". Rumi


Rumi mulai beranjak dan melangkahkan kakinya menyentuh segarnya air yang menerpa bebas itu....


sedangkan Rama memperhatikannya dari belakang dengan jarak tidak terlalu jauh Rumi berdiri.


"ayolah my love, ini sangat menyenangkan... (dengan suara teriakkan yang tidak terlalu keras dari Rumi dengan tawa kecilnya)". Rumi


"kau saja ...aku melihatmu dari sini (dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku celananya menghindari sejuknya angin pantai) ". Rama


ada senyum yang sejak tadi terukir tiada terasa begitu nyata, ya Rama sangat menikmati memandang keindahan yang disuguhkan bukan pemandangan alam atau sekitarnya melainkan pemandangan seorang perempuan dengan dress panjangnya dengan warna kesukaannya yaitu warna putih yang berarti suci, dengan perut yang sudah terlihat membesar ya diperut itu ada Rama kecil. calon anak yang ia sangat damba-dambakan. dengan Sepoi angin yang menerpa rambut panjang milik istrinya. menambah keindahan dari seorang yang tengah hamil tersebut.


tiba-tiba terdengar suara permintaan tolong dari arah jembatan sana. terlihat seorang anak berlari mencari pertolongan dengan tergesa-gesa.


"my love....(Rumi menoleh kearah suaminya dan kemudian melangkahkan kakiknya mendekat kearah suaminya) apa kau mendengar teriakkan seseorang minta tolong? (dengan wajah penasaran nya)".Rumi


"sepertinya disana (Rama menunjukkan jemarinya kearah jembatan yang nampak sepi)". Rama


dari arah jembatan terlihat seorang anak kecil menghampiri sepasang suami-istri itu dengan wajah pucat pasihnya. ya wajah itu menggambarkan betapa ia sangat ketakutan dengan apa yang sedang ia alami.

__ADS_1


"paman....tolong paman...adik saya,adik saya terjatuh dari jembatan...tolong selamatkan adik saya (dengan derai air mata menatap penuh harapan)".anak berusia sekitar 15 tahun


"aku akan menghubungi petugas (Rama mencoba untuk pergi kearah pos petugas yang terlihat jauh disana dengan menggandeng lengan Rumi)". Rama


"my love, tidak ada waktu lagi ... sepertinya anak itu butuh segera pertolongan aku takut ia tidak bisa diselamatkan bila kita harus berjalan jauh kearah pos petugas, (dengan tatapan Setengah memohon)". Rumi


"aku tidak mau bila aku harus menjeburkan diri ke air (dengan tatapan teguhnya)". Rama


"tidak...kumohon tolonglah paman...(semakin terisak)".anak berusia sekitar 15 tahun


"my love...". Rumi


hemmm..... Rama berlari kerah jembatan disusul Rumi dan anak kecil yang berusia sekitar 15 tahun itu.


terlihat seorang anak kecil dengan tangan kecilnya yang bagaikan melambai mencari pegangan.


byurrrrrrrrrrrrrr........suara tubuh Rama disaat mendobrak kerasnya arus gelombang yang semakin sore semakin tinggi itu.


sedangkan Rumi dan kakak dari anak kecil itu ikut cemas menatap anak laki-laki kecil yang memejamkan matanya itu.


hokkk....ohok.... anak laki-laki kecil itu membuka matanya dan menyemburkan air dari dalam mulutnya.


"kakak....(aku takut)".adik kecil


"kakak disini dik ,kamu tidak usah takut....(anak perempuan yang berusia sekitar 15 tahun itu mendekap erat adik laki-lakinya)". anak berusia sekitar 15 tahun


"ada monster kak, adik takut (adik kecil yang berusia sekitar 7 tahun itu menjerit histeris saat netranya menatap lekat wajah cacat Rama yang tiada bertopeng itu)". anak berusia sekitar 7 tahun

__ADS_1


ya topengnya terlepas terbawa kerasnya ombak dan Rama tidak menyadari semua itu begitupun dengan Rumi dan kakak dari adik kecil itu.


"my love....(Rumi segera merangkul suaminya itu menyembunyikan wajah cacat Monster milik suaminya itu)". Rumi


"adik bawa adikmu kepada orang tuamu atau petugas setempat , kami pulang duluan...(dengan senyum mencoba mengusir ketegangan yang ada)". Rumi


"terima kasih paman, terima kasih bibi (kakak dari adik itu tersenyum ia bisa melihat kesedihan dan kecemasan dari raut Rumi yang berusaha ia netralkan dengan senyumannya)". anak berusia sekitar 15 tahun


Rumi mengajak suaminya kearah mobil yang terparkir dengan memberikan jaketnya yang sempat Rama beri untuk menutupi tubuh Rumi dari sejuknya angin pantai.


Rumi dan Rama masuk kedalam mobil ya karena Rama dan Rumi tidak membawa baju ganti dan mereka waktu berbelanja pun hanya membeli perlengkapan bayi dan pernak -perniknya dan itu tidaklah terlalu sempurna hanya sebagian saja.


"my love... (Rumi meraih wajah cacat milik suaminya dengan raut yang seperti memikirkan sesuatu, ya karena sejak tadi suaminya hanya terdiam hanya menuruti arahan dari Rumi) kau kenapa? ini memang benar my love...tapi kumohon jangan terlalu memikirkannya, ada aku disini yang akan setia kepadamu (dengan ada yang menenangkan)". Rumi


"(Rama menatap manik bermata bulat indah itu) apakah anakku juga kelak akan menyebut daddynya dengan sebutan monster??? (dengan mata yang berkaca-kaca)". Rama


deggggg......sungguh kenyataan yang menyayat relung hati yang terdalam.


"my love....(dengan nada yang bergetar Rumi mengelus kulit yang terasa begitu keras dan berantakan itu) anak kita pasti bisa mengerti...aku akan memberi pengertian sekuat tenagaku agar anak kita tumbuh dengan perasaan penuh kasih sayang dan peka terhadap perasaan orang lain...(tatapan memberi kekuatan)". Rumi


"tidak...aku tidak mau mendengar anak ku menyebutku dengan panggilan Daddy Monster...aku tidak akan sanggup membayangkan wajah kecewa anakku disaat menatapku my Queen....(Rama mendekap erat tubuh istrinya dengan tubuh yang bergetar, begitu sulit ia menjabarkan perasaan saat ini sedih ,kecewa dan penuh dengan ketakutan yang menyelimutinya)". Rama


"tenanglah....my love...aku akan selalu mendukungmu...apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu, akan setia menghadapi masa yang akan datang bersamamu (dengan membalas dekapan erat milik suaminya)".Rumi


Rumi juga sangat merasakan kesakitan dengan kenyataan ini, ia mengerti akan ketakutan dari suaminya namun ia juga hanya bisa menguatkan kepercayaan diri dari suaminya itu.


ia menerawang kedalam ingatan beberapa bulan lalu saat pendengarannya menangkap sebuah pembicaraan rahasia diantara sumainya dengan seseorang disebarang sana.ia mengetahui sebuah rahasia yaitu mengenai sebuah operasi yang sangat berbahaya hingga dengan adanya operasi itu, ia bisa beresiko kehilangan suaminya.

__ADS_1


ia mendengarnya disaat Rama bertelepon dengan seseorang diseberang sana.


"hiks.... aku mohon jangan lakukan itu my love...aku tidak mau kehilangan mu, aku tidak sanggup bila harus kehilangan dirimu, kita membutuhkan dirimu... membatin". Rumi


__ADS_2