
dari semenjak semalam tidur Rumi tidaklah nyenyak....
hingga pagi inipun ia dengan segera mencoba menemui kekasihnya.
dengan waktu yang ia bagi, ia bisa meminta izin kepada pihak sekolah karena fokusnya terpecah belah. tanpa Raka sadari Rumi meninggalkan area sekolah dengan mobil pribadinya.
"kenapa nampak sepi". Rumi
Rumi memencet bel rumah yang terlihat sederhana itu, Namun sayang tidak satupun orang yang menyauti panggilannya sudah beberapa kali Rumi mencoba tapi tetap saja tidak ada respon dari dalam rumah.
dari arah rumah sebelah yang tidak terlalu jauh /tetangga muncullah seorang ibu dengan seorang anak perempuan nya.
"maaf...ibu guru Rumi ya (dengan hati-hati seorang ibu yang membawa anak perempuan itu menegur Rumi)". tetangga
"eh...ia saya Rumi, (Rumi menoleh dan tersenyum ramah)...Bu maaf apa saya boleh tanya apakah dosen Satria sedang keluar?". Rumi
"dosen satria menitipkan ini kepada saya, sepertinya itu benar Bu Rumi. dosen satria bersama anaknya terlihat membawa sebuah koper sepertinya mereka tengah bepergian jauh. (ibu tetangga menjelaskan dengan hati-hati dan penuh kesopanan)". tetangga
degggg......pergi jauh.
"emmm.....saya permisi ibu Rumi, saya masih ada urusan". tetangga
setelah ibu itu pergi Rumi meraih tas kecilnya yang berada dimobilnya. dan mencoba menghubungi satu nama dihatinya itu.
" mas... kenapa nomermu masih tidak aktif ". Rumi
tidak menemukan jawaban Rumi mulai memutuskan untuk membuka sebuah surat yang satria titipkan kepada ibu tetangga tadi.
isi surat :
🍂 assalamualaikum... selalu tersenyumlah apapun yang terjadi kekasih penuh energiku.
aku pergi untuk menjemput kebenaran, aku menitipkan Caca pada ibu dikampung. Jangan mencariku di manapun, lupakan aku sejenak, percayalah aku akan datang membawa jalan keluarnya.
kekasih hatimu : Satria 🍂
"mas....(bibir Rumi bergetar, netranya meloloskan satu kristal bening yang terlahir dari hati terdalamnya ada rasa sejuk yang menyirami hati Namun rasa itu tergantikan dengan rasa penasarannya) kau akan pergi kemana mas, kau tidaklah mengenal akan masa laluku yang begitu rumit.. cepatlah datang....aku terlalu lemah untuk menghadapi tuan romi... bergumam". Rumi
_skip_
beberapa hari kemudian.
nampak Rumi berjalan setengah berlari dengan melakukan sebuah panggilan telepon dengan seseorang.
📲 *"cepatlah kak aku tidak mau kalau sampai Raka kenapa-kenapa...(ada sisa tangis yang masih terlihat dipipi mulus milik Rumi)".* Rumi
__ADS_1
ya Romi minta izin kepada Rumi untuk membawa anaknya untuk menemaninya , namun ditengah kesibukkan Romi dengan obrolannya diponselnya Raka tiba-tiba menghilang. berita itulah yang ia dapatkan dari Romi.
dengan menginjak pedal gas Rumi melajukan mobilnya membelah jalannan yang semakin padat karena ini adalah waktu jam pulang kantor.
dctttttttttt..... suara ban yang bergesekan dengan aspal. Rumi memarkirkan mobilnya dan turun dengan pakaian khas rumahnya dress selutut dengan makeup tipisnya. ya karena Rumi sangat terburu-buru akan berita yang baru ia dapat. menempuh 1 jam perjalanan karena macet Rumi bergegas untuk menemui seseorang yang memanggilnya.
dan alangkah tercengang dirinya apa yang ia dapatkan dari pemberitaan di sellulernya tidaklah benar. Raka yang diberitakan hilang, ternyata baik-baik saja dengan wujud yang masih lengkap seperti terakhir Rumi temui.
"sayang kau sudah datang...!!! (dengan langkah pelan mulai menghampiri Rumi yang berdiri mematung dengan senyuman mengembangnya)". Romi
"apa maksud dari semua ini mas? kenapa kau membohongiku...(perlahan orang-orang yang disewa Romi perlahan saling menyimak dan mulai berdiri berkerumun, melingkar Dimana Rumi berpijak dengan lawan seorang yang masih tersohor namanya sampai saat ini juga ya semuanya itu atas nama keluarga)". Rumi
"aku hanya memberikan kejutan untukmu sayang...(Romi menjentikkan salah satu jemarinya dan dari arah samping muncul seseorang dengan membawakan sebuah nampan ya seseorang itu adalah pelayanan direstoran itu)". Romi
"tuan....(pelayan itu mempersilahkan)". pelayan
"Hem....(Romi mengambil sesuatu dari atas nampan itu dan membuka sesuatu yang tidak lain adalah sepasang cincin dan meraih salah satu tangan dari Rumi ,Rumi mematung) dari dahulu sampai sekarang aku sangat mencintaimu...Arumi Fitrian ,menikahlah denganku...". Romi
deggggg.......hanya yang terdengar deru nafas yang rumit, Rumi benar-benar dibuat syok berkali-kali dalam hitungan jam.
"terima... terima... suara yang menggema di ruangan itu". para pengunjung dan orang sewaan Romi
Ardi ,Adam dan Dimas yang baru datang secara hampir bersamaanpun ternganga, hal ini pasti terjadi dengan kekuasaan yang berpihak kepada Romi. Namun mereka tidak bisa melakukan apapun untuk mencegahnya karena semua bukti tentang kebersamaan Rumi dan Rama telah Romi musnahkan. drama ini sangat sederhana Namun menguras tenaga dan pikiran bagi yang melakoninya.
"ba.._sat...menggeram(Adam mengepalkan tangan dan hendak maju namun Ardi melarangnya ia sangat menjaga perasaan dari keponakanya itu, apapun akan dia lakukan demi kebahagiaan keponakanya)". Adam
"Rumi....(Dimas memanggil Rumi hingga semuanya menoleh padanya, dan beralih kepada Romi) tuan kenapa kau melakukan hal sejahat ini.... tidakkah kau memiliki rasa setia dengan saudaramu, dan kau apakah pernah berfikir tentang perasaannya disaat kebohongan terbesarmu kau lakukan pada anak dari saudaramu sendiri? ". Dimas
"itu masalahnya kawan, aku tidak punya masalah dengan semua ini... aku hanya ingin berusaha membahagiakan seseorang yang pantas aku bahagiakan. dan kau apakah tega menghancurkan impiannya (Romi menunjuk dimana Raka berada dan menatap lurus menatap senang kepada Dimas yang terlihat berapi-api namun tetap dengan ketenangannya)". Romi
"percayalah Raka akan lebih kecewa disaat dia tau dengan hal yang sebenarnya...". Dimas
"(Romi mulai terpancing dan menunda aksinya....) apa masalahmu kawan apakah kau juga menginginkan Rumi untuk menjadi pendampingmu?
"bukan... seperti itu (Dimas tersentak dalam ucapanya karena memanglah benar dia masih mengharapkan Cinta seorang Rumi, tapi bukan seperti ini caranya ini adalah cara yang secara tidak langsung adalah pemaksaan) tuan kau telah menekannya...". Dimas
"cukup Daddy Dimas, jangan halangi Daddy Romi...(Raka yang sedari tadi diam merespon)Raka mohon terimalah mom...(dengan netra penuh pengharapan)".
Raka
"Raka....(Dimas dengan nada pilunya)". Dimas
"Raka mohon dukunglah Daddy Romi, biarkan Raka dan mommy bahagia...(pengharapan ala bocah polos menatap kepada para Daddy-daddy supernya)". Raka
sedangkan semuanya yang ada disana kini hanya terdiam hanya bisa menyaksikan... sudah berbagai cara ,namun tetap saja tiada satupun bukti yang mereka dapatkan hingga membujuk Raka pun tiada beda, justru dengan membujuk Raka akan semakin membuat Raka marah dan nampak kecewa pada keadaan ini.
__ADS_1
"mom...(Raka maju satu langkah dari pijakkanya ia tidak mau kalau sampai mommynya menolak Daddynya) Raka mohon mom... (dengan air mata yang terlihat begitu menuntut)". Raka
tepat disebuah restoran bintang Lima dengan pemandangan yang romantis dan sedikit berbeda. tengah terjadi sebuah pertunjukkan lamaran yang menghebohkan penghuninya. ya Romi melamar Rumi disana dengan semua kegilaannya.
"Raka...(Rumi mendekat ke arah dimana anaknya Berada dan menatap mensejajarkan pandanganya meninggalkan Romi yang berada disampingnya) Raka... apakah Raka bahagia jika mommy menikah dengan tuan Romi?". Rumi
"eem...(Raka mengangguk)". Raka
"apa Raka lebih percaya dengannya, dibandingkan dengan mommy?". Rumi
"mom....(Raka menggelengkan kepalanya), Raka tidak tau mom.... permintaan raja hanya satu Raka menginginkan mommy dan Daddy bersama kembali dan maafkan Raka mom selama mommy tidak bisa memberikan Raka bukti Raka anggap Daddy Romi memanglah Daddy kandung Raka". Raka
"apa kita lakukan tes DNA...( ucapan Rumi terpotong)". Rumi
"cukup...aku begitu menginginkan kita agar bisa bersama lagi Rumi, memberikan kasih sayang yang sempat hilang tapi kenapa kau seakan tidak menginginkannya itu terjadi. kenapa kau sampai berfikiran untuk melakukan sebuah tes DNA, apakah kau meragukan Raka adalah anak Kandungku... kau tau sayang itu sangatlah menyakitiku. kalaupun kau sudah tidak mencintaiku lagi setidaknya kau fikirkanlah perasaan Raka. tapi kalaupun kau masih tidak bisa ... baiklah aku kan pergi...aku akan pergi dari kehidupan kalian untuk keduanya kalinya....(dan beralih kepada Raka) maafkan Daddy sayang Daddy tidak bisa meluluhkan hati mommy...(perlahan Romi meninggalkan tempat berpijaknya tanpa menoleh dengan menundukkan pandangannya...)". Romi
"Daddy....( Raka berteriak histeris dengan tangisannya)....mommy jahat...mommy jahat...Raka akan ikut dengan daddy. dan jangan harap Raka akan kembali kepada mommy...(Raka berlari menyusul Daddy Romi ada seringai yang terukir di bibir sensualnya namun tiada satupun orang yang menyadari nya /Romi)". Romi
"Raka...tunggu... tunggu nak....aku menerima lamaranmu tuan Romi (dengan suara yang serak karena Rumi tengah menangis mendengar penuturan akan anak semata wayangnya)". Rumi
Romi berbalik dan menggendong Raka yang sedari tadi berusaha mengejarnya, dan berdiri tepat dihadapan Rumi dan melabuhkan kecupan sayang dikeningnya.
"terima kasih sayang, aku sangat menantikan moment seperti ini...". Romi
Suara tepuk riuh yang menggema di ruang itu kian nyata. Romi berbagi kebahagiaan dengan sesama tapi tidak berlaku dengan 3 laki-laki dewasa , 3 laki-laki dewasa dengan mimik wajah kecewa menyaksikan dengan perasaan yang hampir sama.
# Flash back off #
🌷 kenapa ya Ardi disini yang paling tenang menghadapi Romi seakan-akan dirinya memiliki kekuatan untuk menyerang? kekuatan seperti apakah yang Ardi miliki? terus ikuti ceritanya dan jangan lupa berikan like nya 🌷
segala pernak pernik ala pernikahan sudah Romi siapkan, tidak perlu menunggu waktu lama Romi melakukannya. hanya dengan hitungan hari semuanya sudah siap.
esok hari adalah hari yang membahagiakan bagi setiap pasangan yang akan melangsungkan sebuah acara sakral dan sekali dalam seumur hidup (pernikahan) namun acara ini adalah acara sakral kedua yang akan mereka langsungkan karena benar status mereka bukanlah seorang yang sendiri lagi /single.
🌾 Di kediaman Arumi Fitrian 🌾
"apakah kau menyukai gaunnya? ini adalah gaun rancangan (tidak usah disebutkan) untuk tahun depan dan hanya diproduksi beberapa saja. namun karena ini adalah pernikahan terakhirku yang sangat spesial maka aku pesan yang paling spesial untukmu aku membayarnya dengan harga yang fantastis kau akan terlihat begitu memukau (Romi berjalan dengan berbisik tepat di daun telinga milik Rumi)". Romi
"menjauhlah dariku...mas Satria pasti akan datang membawa bukti...". Rumi
"Satria!!! (Romi memutar tubuh milik Rumi meski Rumi memberontak Romi mampu melakukannya, dan memegang dagu milik Rumi dengan sedikit tekanan) jangan sebut nama itu lagi...kau tau Satria sedang Dimana? dia adalah penjahat, kenapa kau lebih menginginkan seorang penjahat dibandingkan dengan diriku Hem....(Romi meraih ponsel yang berada di sakunya dan memperlihatkan sebuah foto dimana dilayar itu menunjukkan sepasang sosok laki-laki dan perempuan tengah berpelukan tanggal menunjukkan dimana satria mengirimkan surat itu kepada Rumi. dengan mata terbelalak dan refleks Rumi mendorong dada milik Romi dan membungkam mulutnya sendiri.
"tidak....tidak...mas Satria tidak mungkin menghianati cintaku...(dengan air mata yang lolos begitu saja)". Rumi
foto itu terlalu jelas untuk di ragukan.
__ADS_1
"sudah aku pernah bilang laki-laki di dunia ini yang bisa membahagiakanmu itu hanyalah diriku....*Romi Wijaya* (Romi menyebutkan namanya sendiri menembus pandangan Rumi yang sedang kalut)". Romi