
disinilah Rumi , dengan berjalan menggandeng mesra lengan tangan milik sosok laki-laki tampan dengan khas tatapan ramah dan hangatnya.
hari ini adalah hari dimana hari bahagia bagi seorang dengan gaya super bisanya.
keunikan, kelucuan, ketegasan, keseriusan, ke guruan, dan masih banyak arti yang memiliki makna berbeda.
ya hari ini adalah hari sakral dan sekaligus hari bahagia bagi Alan dan Lis sang pujaan hatinya.
"selamat ya...." para tamu undangan
kata-kata selamat yang selalu tertangkap pendengaran keduanya.ya
kata-kata selamat terus diucapkan oleh para tamu undangan disaat Alan dan Lis sudah dinyatakan sah secara agama Dan negara, tidak terkecuali bagi pasangan Rumi dan Satria mereka baru saja mengucapkan kata selamat untuk Alan dan Lis.
"terima kasih nyonya Rumi, dosen Satria ....kami siap menunggu undangan dari nyonya dan dosen (dengan senyum bahagianya)". Alan
"degggg.....(salah satu tamu undangan yang terlihat fokus sejak kedatangan sosok perempuan cantik dengan aura positifnya terkejut dengan penuturan yang baru saja teman karibnya berikan) Alan....huffft...(nampak memejamkan netranya sejenak dengan bibir yang ia gigit) aku memaafkanmu karena ini adalah hari bahagiamu ... bergumam". Adam
"nyonya dan dosen nampak sangat serasi dan itu lihatlah.... sepasang raja dan ratu kecil......(nampak Lis sangat gemas dengan kehadiran Raka dan Caca yang berdiri secara bersejajar)". Lis
"terima kasih pengantin baru, kami minta doanya semoga cepat menyusul kalian...(Satria antusias menanggapi)". Satria
"mas...(Rumi mencubit pelan lengan milik sang kekasih dengan rona merah dikedua pipinya)". Rumi
"haha.... " Alan dan Lis
kejadian itu membuat Alan dan Lis tertawa kecil.
begitupun dengan Satria ia tertawa kecil dengan senyuman puasnya.
__ADS_1
sementara itu raka dan Caca terlihat berdiri tidak jauh dari kedua orang tuanya masing-masing dengan rasa yang sedikit berbeda.
"sayang ayo berikan ucapan selamat untuk Daddy Alan....(Rumi menoleh kearah anak kesayangannya yang berada sedikit dibelakangnya dengan senyum hangatnya)". Rumi
raka mendekat dan langsung menghambur kedalam dekapan sang Daddy supernya.
"hiks....Daddy....". Raka
Alan kaget disaat Raka kecil dengan sangat terburu-buru berlari dan mendekapnya erat. begitupun dengan Rumi dan Satria ada kekhawatiran yang nyata ada apakah dengan sosok yang disayanginya kenapa tiba-tiba menangis dalam pelukan sang pengantin baru yang notabene nya sudah Raka anggap sebagai Daddy supernya.
"sayang....(raut Rumi berubah dengan kecemasannya)". Rumi
"hei... anak Daddy kenapa kau menangis, katakan apa masalahmu jagoan? (Alan berusaha menenangkan Raka dengan sisa tangisan yang masih sangat jelas terlihat dengan menepuk pelan pundak yang nampak naik-turun itu)". Alan
"Raka senang Daddy Alan bersama dengan Tante Lis....tapi apakah setelah ini Daddy sudah tidak bisa menjadi Daddynya Raka lagi? (dengan tatapan polosnya dan sedihnya)". Raka
nampak Raka memikirkan sesuatu.
"tapi Daddy janji yah akan tetap datang kerumah Raka, (dan beralih kepada Lis) Tante jangan larang Daddy Alan untuk bertemu dan bermain dengan Raka ya....(ada tatapan ketakutan disana)". Raka
"Hem....Raka sayang Tante tidak akan pernah melarang Daddy Alan untuk bertemu dengan Raka. Tante tau Daddy Alan adalah Daddy Raka jadi Tantepun akan menganggap Raka tampan ini sebagai anak Tante. apakah boleh Tante juga menjadikan Raka sebagai anak Tante? (dengan senyum keibuan meskipun Lis masih disebut sebagai perawan)". Lis
"mom....(Raka menoleh meminta persetujuan dari sang mommy dan Rumi hanya mengangguk senang disaat orang- orang terdekatnya begitu menyayangi sosok anak kesayangannya itu) Raka mau Tante...dan itu berarti boleh.(mengiyakan)". Raka
"terima kasih sayang Tante sangat senang mendengarnya". Lis
"Daddy salah... kenapa Raka menangis...Raka hanya takut ketika mommy telah bersama om Satria mommy akan melupakan Raka...membatin". Raka
_skip_
__ADS_1
pasangan Rumi dan Satria undur diri dari singgah sana ratu dan raja sehari itu dan kini mereka nampak sedang menikmati jamuan ala khas jamuan pesta pernikahan bersama kedua anaknya.
"kak Ardi mana ya, kenapa ia belum terlihat... membatin". Rumi
Dengan sedikit mencuri pandang ke sekeliling.
"apa kau sedang menunggu kedatangan seseorang? (Satria yang menyadari Rumi tengah mengamati keadaan)". Satria
"eh...mas, tidak...
aku hanya belum melihat kak Ardi kemana Belum kelihatan...(dengan senyuman sedikit kaget pasalnya Satria membisik tepat di daun telinga milikinya)". Rumi
Adam yang sejak tadi fokus dengan sosok cantik itu menuangkan lagi minuman yang berada di gelasnya yang lagi-lagi habis.... pemandangan itu membuat dadanya terasa panas ya karena Adam mengenal sosok Rumi bukan hanya setahun dua tahun...Adam adalah sosok yang menemani Rumi dalam keterpurukkanya disaat tuan Rama yang terhormat tengah berbuat tidak adil pada sosok Rumi dirinyalah yang selalu menenangkan Raka kecil dan Rumi sudah ia anggap sebagai sosok yang sangat membutuhkan perlindungannya.
setelah ucapan selamat yang alan dan Lis dapatkan dari pasangan Rumi dan Satria kini nampak seorang dengan setelan jas abu-abu rapihnya tengah melangkahkan kakinya kearah dimana singgah sana pasangan berbahagia itu tengah berdiri. ya seseorang dengan setelan jas dengan warna abu-abu itu tidaklah lain adalah Ardi ,kakak kandung dari seorang yang bernama Rumi dan merupakan mantan rival dari Alan. dengan disampingnya seseorang laki-laki gagah dengan wajah rupawanya, ya dialah Dimas sang dosen incaran kaum hawa namun entah diumurnya yang matang ini dia Belum memiliki seorang pendamping apakah itu karena dia belum ingin ataukah ada perkara yang lain hingga ia masih setia dengan status lajangnya???
laki-laki dengan rupa rupawan itu *Dimas* netranya nampak terlihat mencari akan keberadaan seseorang, seseorang itu adalah sosok yang sangat ia dambakan, dan disaat netranya menangkap akan hasil pencarian itu betapa ia senang dan tersenyum samar hanya debaran indah yang dapat menghinggap didadanya ..."so beautiful "....hanya kata itu yang mampu terlintas dihatinya namun keindahan itu lenyap seketika disaat netranya menangkap seseorang yang selalu terlihat dekat dengan perempuan dambaannya itu, perempuan dambaannya tidaklah lain adalah adik angkatnya sendiri *Rumi*.
"selamat kepada kalian berdua, semoga kalian selalu berbahagia dan cepat mendapatkan momongan... (dengan kepasrahan hati dan mencoba untuk mengikhlaskan semua apa yang sudah terjadi adalah sudah menjadi kehendak dan takdirnya)". Ardi
"terima kasih bos (tersenyum ramah)".Alan dan Lis
Ardi adalah sosok yang sangat fimmiliar bagi Alan dan Lis, Selain sebagai bos Ardi juga adalah sosok teman yang patut diacungi jempol akan kebaikan hatinya.
Ardi masih ingat jelas beberapa tahun lalu disaat dirinya bertemu pertama kalinya dengan Lis, diwaktu itu Ardi baru saja meresmikan akan pembukaan kopi shop nya dan Lis adalah pelanggan pertamanya, seiring berjalannya waktu Ardi dan Lis nampak terlihat dekat ini pertama kalinya Ardi terlihat dekat dengan seorang perempuan selain dengan Rumi adik kandungnya. dan selang beberapa bulan kedekatannya berubah menjadi sesuatu yang sangat lain dihati, ya karena Ardi menyadari bahwa dirinya menginginkan hal lebih dari sosok Lis. disaat kedekatan yang begitu nyata hadirlah sosok Alan dan alangkah amburadulnya perasaan Ardi ketika baru beberapa Minggu saja Lis mengenal sosok Alan ternyata mereka lebih terlihat lebih dekat dan intens. dan disaat Ardi menegur Alan dan bertanya kepadanya apakah Alan mempunyai perasaan lebih dan Alan berkata *aku dan Lis hanya sebatas berteman* dan Ardi dapat bernafas lega disaat itu pula dan beberapa selang Minggu Ardi mengungkapkan isi hatinya kepada Lis dan alangkah terperangahnya Ardi ternyata Lis mengatakan dirinya menganggumi sosok Alan dan akan memperjuangkan rasa yang berbeda dihatinya itu (cinta Ardi ditolak).
setelah Ardi ditolak beberapa hari selanjutnya ternyata Lis mengatakan cinta kepada Alan ,Alan merasa tidak enak kepada Ardi disaat Lis mengungkapkan cinta kepadanya dan Alan berusaha mengabaikan perasaan Lis, dengan rasa patah Lis terlihat murung ya meskipun pertemanan diantara ketiganya masih tetap terlihat normal seperti biasanya namun hati diantara ketiganya tidak bisalah memungkiri dengan perasaan yang ada. hingga Alan terlihat lebih jarang mampir lagi di kopi shop milik Ardi dan itu membuat Lis merasa jauh dan hal itu pula membuat Lis bersedih dan pada suatu ketika Ardi mendapati Lis tengah menangis disebuah pantai dan mendengarkan akan penuturan sang pujaan hatinya itu bahwa dirinya sangat mencintai sosok Alan dengan segala keunikan dan kasih sayangnya. dan Ardi baru menyadari sosok dirinya tidaklah sesempurna Alan yang bisa mengekpresikan perasaan bersamaan dengan tindakkan.
dan Minggu selanjutnya Ardi meminta kepada Alan dan mengatakan bahwa "perasaan tidaklah bisa dipaksakan biarlah cinta berjalan dan mengalir dengan sendirinya , kau tidak usah merasa bersalah denganku apalagi kasihan. aku akan lebih merasa bersalah jika saudaraku sendiri merasa tertekan dengan perasaanya" Ardi sekarang bisa tersenyum lega karena Sang pujaan hati telah mendapatkan seorang laki-laki yang tepat yaitu seseorang yang ia cintai dan mencintainya dengan segenap jiwa raganya.
__ADS_1