
"semoga kau selalu sehat dan tidak kekurangan suatu apapun sayang...asalkan mommy selalu bersamamu, maafkan mommy... mommy tidak bisa membuat Raka bahagia dan merasakan kasih sayang yang utuh seperti dulu lagi. (Rumi mendekap anak semata wayangnya Raka dalam gendongannya ia menerawang kebeberapa tahun yang silam disaat dimana masa-masa bahagia selalu ia habiskan bersama sang suami, namun lagi-lagi hanya kegetiran yang ia dapatkan, disaat ia berusaha mengumpulkan kenangan manis itu)". Rumi
cklekkk.....terlihat sepasang anak dan ibunya tengah berdiri membelakangi pintu yang terbuka dan semakin melebar terbukanya.
"Rumi....kaukah itu nak? ". Amanda
"em.....(Rumi membalikkan tubuhnya hingga kini ia bisa melihat sosok cantik dengan pandangan hangatnya, namun tidak melunturkan raut tegasnya) mom....Rumi membawa Raka untuk mommy...(Rumi mendekat dan mengecup punggung tangan milik mertuanya itu dan tersenyum simpul)". Rumi
dan mereka terlihat masuk dan duduk diruang keluarga.
"nak kenapa kau sendirian? dimana Rama ? (sambil mengelus punggung Raka yang masih tertidur dalam gendongan Rumi)". Amanda
"mas Rama....em... dia sedang sibuk dikantor. keadaan kantor sedang tidak bisa ditinggalkan dan Rumi tidak enak bila harus memaksa mas Rama untuk mengantar ke sini jadi Rumi memakai jasa taxi. Hem....(dengan senyuman setenang mungkin)". Rumi
"Hem....anak itu, apakah urusan kantor lebih penting dibandingkan istri dan anaknya? dan tidakkah ia kangen dengan mommynya? huffft... mommy tidak habis fikir... maafkan Rama ya nak, jika dia sudah menyulitkan mu...(dengan sorot yang teduh) ". Amanda
"tidak apa-apa mom...maaf mas Rama tidak bisa ikut datang (dengan senyum yang tetap mengembang).". Rumi
"em...(mengiyakan)". Amanda
"bi...(Amanda memanggil pelayan yang lewat ) temani menantuku kekamarnya...(yang dimaksud Amanda adalah kamar milik Rama dan menoleh kearah Rumi dengan senyum hangatnya) sayang tidurkan dulu Raka mom ingin bersantai bersamamu, mom sangat kangen". Amanda
"baiklahlah mom, Rumi kekamar dulu ya...(Rumi bangkit dan mengikuti sang pelayan)". Rumi
"mari nyonya....(pelayan dengan sopan memberitahukan dimana kamar milik Rama)". pelayan
ya semenjak Rumi menjadi istri dari seorang Rama Wijaya Rumi sekali saja tidak pernah menginjakkan kakinya kekamar milik suaminya yang berada di Kediaman Besar Wijaya. itu karena Rama yang sudah mengaturnya.
dan kini netra Rumi menelisik dan sedikit terheran dengan suasana kamar yang begitu terlihat sangat keremaja-keremajaan seperti dirinya dulu. ya walaupun kini Rumi masih berumur 20 tahun lebih, dengan umurnya yang terbilang masih sangat muda namun kini sifatnya sudah sedikit berubah sedikit lebih keibuan ya karena ia memang sudah memiliki seorang malaikat kecil.
cklekkk.... Suara pintu dibuka.
__ADS_1
"silahkan nyonya....saya pamit (dengan sopan pelayan itu undur diri)". pelayan
"terima kasih bi....(Rumi berterima kasih dan tersenyum ramah)". Rumi
pelayan itu berbalik dan masih setia menampakkan senyuman mengembangnya.
"tuan Rama sungguh sangat beruntung mendapatkan pengganti sebaik nyonya Rumi, tidak seperti istri pertamanya yang selalu merendahkan orang lain...dan tuan muda raka itu adalah anak mereka oh tuhan selalu persatukan mereka dalam kebahagiaan!!!....dalam hati". pelayan
Rumi perlahan masuk lebih kedalam ia melihat banyak miniatur-miniatur yang bersejajar rapih, dan melihat sangat banyak koleksi sepatu mahal milik Rama ala remaja yang terpampang jelas di lemari kacanya.
"apakah ini semua miliknya ? ini nampak seperti sebuah toko...(perlahan ia menidurkan Raka dikasur yang nampak rapi dan terjaga kebersihannya, ada sebuah album foto dinakas dengan rasa penasaran Rumi meraihnya dan perlahan membukanya dan alangkah terbelalaknya ia saat netranya melihat banyaknya foto-foto manis didalam album itu) apakah ini rupamu dulu my love? kau sangat tampan!!!. pantas saja dara begitu sangat mencintaimu. ia terlihat tidak rela seorang Rumi berada disampingmu my love... dia selalu memandangku dengan kesinisanya. kebersamaan yang kalian lalui huffft......(nampak Rumi mengela nafas nestapanya) pantas saja my love begitu sangat mencintainya hingga dia dengan mudah melupakanku... mereka terlihat sangat manis...(bibirnya bergetar ia tersenyum getir)". Rumi
ada banyak sekali foto-foto Rama bersama dara didalam album itu dari mereka menggunakan seragam sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah ke atas dan masih banyak lagi foto-foto manis yang yang Rama kumpulkan di album foto miliknya itu.
lagi-lagi tanpa terasa kristal beningnya (Rumi) jatuh membasahi kedua pipi mulusnya dengan begitu derasnya.
"hiks... katakan my love katakan (Rumi mengelus foto Rama yang tersenyum murni itu), aku telah hadir ditengah-tengah kalian apa aku salah my love?...ya....ya...aku memang salah...tapi apakah ... apakah dia juga salah sudah terlahir kedunia ini... (Rumi memandang wajah polos milik Raka yang sedang tertidur pulas fikirnya apa ia juga telah salah melahirkan seorang anak yang sangat lucu dari hasil pernikahnya dengan Rama. perlahan Rumi terduduk dikasur disamping Raka tidur ia hanya mampu menngis dalam tubuh yang bergetar dengan Suara yang tercekat)". Rumi
"sayang.....(diambang pintu terlihat Amanda yang terlihat tergopoh-gopoh perlahan menghampirinya) apa kau telah melihatnya? maafkan mommy.... mommy lupa menyingkirkan benda-benda jelek itu. (dengan tatapan bersalahnya)". Amanda
"huffft... (terdengar helaan nafas beratnya) dia melihat album foto dinakas? apakah Rumi belum melihat foto pernikahan Rama bersama dara, seperti nya belum...dalam hati". Amanda
ya foto itu adalah foto pernikahan milik Rama dan dara. Amanda sangat terburu-buru,ia baru ingat ia belum sempat menyingkirkan benda-benda yang menyedihkan itu menurutnya. ya seperti dara yang telah membuat kecewa yang telah meninggal Rama disaat Rama dalam keterpurukanya.
"tidak apa-apa mom...maafkan Rumi yang telah lancang melihat tanpa izin terlebih dahulu. (Rumi yang sudah tidak kuat mendekap tubuh sang mertua dengan isakkan yang tertahan)". Rumi
"tidak apa-apa sayang itu hanyalah masa lalu, masa depan Rama bersamamu (Amanda mengelus pelan punggung Rumi yang nampak bergetar)". Amanda
Rumi hanya mengangguk , padahal ia rasa ingin sekali mengadukan tentang kebenarannya. namun tiada kuasa .ia kalut dalam kesedihan tersendirinya.
"bukan masa lalu mom...tapi itulah masa depan Rama yang telah kembali bersama masa lalunya... membatin". Rumi
__ADS_1
_skip_
Suara berisik yang disebabkan oleh mom dan grandma nya Raka menjadi merasa terganggu dan akhirnya Raka terbangun dari tidurnya.
disinilah mereka, Raka bermain bersama grandma dan Rumi juga ikut meramaikan suasana Rumi sejenak melepaskan rasa sesak yang menderanya.
hari semakin petang dan grandpa Samuel juga kini sudah Pulang. setelah makan malam mereka habiskan waktu untuk berbincang dan menemani Raka kecil bermain yang menunjukkan bakat berjalannya.
"sayang kemari...ayo...cucu . aktif grandpa...(nampak Samuel sangat antusias melihat Raka kecil berjalan kearahnya) hap....yayyy....kau sangat pintar. cup..cup...(kecupan sayang Samuel labuhkan dikedua pipi milik Raka saat tangannya menangkap tubuh mungil milik Raka)". Samuel
"Daddy....(hanya Daddy dan mom yang baru Raka hafal ya karena Rumi lebih sering mengucapkannya)". Raka
"oh..ya.. kenapa Daddy mu tidak ikut bersama kalian? (Samuel melirik kearah Rumi)... nak apakah Kalian baik-baik saja? (ya Samuel penasaran karena sejak tadi Rumi terlihat biasa saja namun ada sesuatu samar dipengelihatnya ,ada keanehan yang ia tangkap namun ia tidak memaksa Rumi untuk berbicara jika dia tidak ingin membicarakannya )". Samuel
"kami baik-baik saja dad (dengan senyum simpulnya)". Rumi
Amanda dan Samuel saling merilik terlihat mereka memejamkan matanya sejenak.
_skip_
"sayang ayo tidur nak sudah malam....(Rumi berusaha menidurkan anak yang sangat menggemaskan miliknya itu)". Rumi
"Daddy...". Raka
"apa kau kangen daddymu sayang?...sabarlah daddy pasti besok-besok pulang (dengan tatapan sedihnya)."Rumi
Rumi pamit pulang ya karena Rama tidak menjemput Rumi maka sopir mom Amanda yang mengantarkan Rumi dan Raka pulang itu juga Rumi tidak membiarkan sopir mengantarnya sampai didepan rumah. Rumi minta diturunkan disebelah rumah besar yang berada disamping rumah sederhana miliknya , ya rumah besar itu hanya berjarak beberapa ratus meter saja dari rumahnya. Rumi takut jikalau Sampai sopir mom Amanda melihat halaman rumahnya kosong/ tidak terparkir mobil milik suaminya dan itu akan menimbulkan tanda tanya bagi pihak keluarga Wijaya ya bisa saja sang sopir mengadu kepada tuan dan nyonya nya bahwa Rama tidak pulang kerumahnya Rumi sangat mengantisipasi akan hal itu.
karena Rumi takut Samuel dan Amanda curiga, kenapa Rama membiarkan anak dan istrinya menginap tanpa Rama ikut menyusulnya jadi Rumi pulang dengan berbohong bahwa suaminya tengah tidak enak badan sepulang dari kantor.
"ibu...ayah...maafkan Rumi, ... Rumi telah membohongi orang-orang yang telah menyayangi Rumi .., hiks.... maafkan Rumi... Rumi lakukan ini semua demi kebahagiaan semuanya Rumi tidak mau kalau mom Amanda dan Daddy Samuel tau (Rama menikahi dara lagi) mereka pasti akan sangat kecewa kepada suami Rumi, dan pasti akan menghancurkan cinta dari suami Rumi, ya Rumi tau suami Rumi masih sangat mencintai istrinya...(dalam hati Rumi meratap dengan mengelus punggung Raka yang mulai memejamkan matanya karena kantuk) maafkan mommy sayang, hanya ini yang mommy bisa lakukan mommy tidak mau merampas kebahagiaan mereka (daddymu dan ibu tirimu)...". Rumi
__ADS_1