Tangisan Suci

Tangisan Suci
Hujan bersama Badai 1


__ADS_3

"apa yang tuan lakukan , menggunakan senjata dimuka umum adalah sebuah pelanggaran apa lagi menggunakan senjata kepada rakyat sipil untuk mengancam dan melukai ,anda bisa dikenakan pasal dan dihukum karena tindakan Anda tuan!". Satria


Rama hanya terlihat tersenyum miring.


"bodoh...pasal dan hukum tidak berlaku untukku...bergumam". Rama


satria menghampiri nona yang berdiri kaku ditempat karena syok, bukan dirinya yang ditembak melainkan tas kecilnya yang jatuh berhamburan bersama meledaknya ponsel yang berada didalam tas kecil itu.


"apa kau tidak apa-apa Nona, (dengan segera satria menuntun nona kedalam perlindungannya pemandangan itu sangat menyakiti bagi Rumi perempuan yang tulus mencintainya)". Satria


sedangkan Caca dan gladis berlari menghampiri Dimas yang setia dengan rasa sakit disekujur tubuhnya, namun tatapan Caca selalu saja melihat kearah sang mommy rumi betapa rindunya ia dengan sosok itu. sosok yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayangnya.


"bertahanlah dosen...(nampak gladis mencari sesuatu yang bisa meredakan rasa sakit yang didera laki-laki yang begitu berjasa dalam hidupnya)". gladis


"mas Satria..., aku...(kata-katanya terpotong)". Rumi


"cukup , pergilah nyonya... kehadiranmu hanya membawa luka untuk semua orang. semua orang juga melihat sumaimu adalah orang yang berbahaya bawalah dia ikut serta denganmu dan jangan kembali lagi, dan satu lagi jangan pernah mengaku-ngaku lagi sebagai istriku bukanya kau sudah memiliki suami yang berkuasa dinegri ini, itu buktinya aku tidak mengenalmu. stratata kita berbeda nyonya, tolong berfikirlah dengan akal sehat. kita tidak mungkin saling kenal". Satria


"tidak mas kau salah kita masih suami istri yang sah, dan dialah penyebabnya kita terpisah.


kak Dimas tolonglah bantu aku, untuk menjelaskannya kepada mas Satria, ca... tolonglah mommy... gladis tolong katakanlah pada mas satria mu bahwa aku adalah istri sahnya...(pandangan Rumi berkabut karena air mata yang jatuh dengan begitu derasnya pertemuannya yang selama ini ia impi-impikan tidak sesuai dengan harapannya )". Rumi


namun Caca , gladis diam begitupun dengan Dimas yang hanya menatap iba dalam diam, bukanya mereka tidak ingin membantu tapi mereka mengingat akan pesan dokter terlebih Dimas yang mendapat sebuah permohonan dari gladis supaya tidak terlalu memaksakan kakaknya untuk mengingat masa lalunya sebab itu akan beresiko akan keselamatan nyawa dari sang kakaknya dan itu akan berdampak pada Caca yang akan bisa saja kehilangan kedua orang tua kandungnya dimasa kecilnya.


melihat tiada bantuan membuat Rumi semakin kalut kenapa dengan mereka mengapa mereka seakan membernarkan bahwa satria dan dirinya tidaklah memiliki suatu hubungan apapun .


"sebenarnya kalian tengah bersandiwara apa kepadaku (dan menatap fokus kepada Satria) ... cukup mas Satria, aku ingin kita bersama seperti dulu ...mas apa kau melupakan Aydan bukanya nama itu yang kita persiapkan untuk calon anak kita pada waktu itu??? Aydan sudah terlahir mas...dia begitu lucu dan menggemaskan dia Sungguh mirip denganmu mas...apa kau mau melihatnya mas, aku akan membawamu kepada Aydan... ikutlah bersamaku kita akan hidup bahagia seperti waktu dulu lagi mas...(dengan sisa keyakinannya ya Rumi sudah lelah dengan semuanya ia nekad membuka semua rahasianya selama ini bahkan ia tidak takut dengan seseorang yang berada dibelakang sampingnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan)". Rumi


"anak??????.... bergumam". Dimas


"Aydan? anak kita?..., maaf nyonya sungguh aku tidak bisa mengingatnya. aku rasa kaulah yang tengah berbohong kepadaku kepada semua orang.... pergilah nyonya sebelum aku mengusirmu dengan cara yang kurang baik". Satria

__ADS_1


"hiks....tidak mas, sebenarnya apa yang terjadi padamu mas...aku mohon sadarlah, aku Rumi aku adalah istrimu istri sahmu, ..dan..dan Aydan yang terlahir adalah anakmu mas...(nada suara Rumi terdengar semakin melemah)". Rumi


"dia yang akan dijadikan istriku....dan akan melahirkan anak-anakku (di peruntukkan untuk Nona)". Satria


"tidak....(Caca menggeleng)". Caca


"kau jahat mas...(tercekat tidak percaya)". Rumi


duarrrrrr....... semua orang yang ada disana yang mengetahui kisah seorang Rumi membelalakkan matanya lebar-lebar. namun tidak bagi Rama yang hanya tersenyum sinis.


hening.....


"baiklah mas, aku akan pergi tapi tolong jangan sampai ada kata menyesal dikemudian hari". Rumi


"aku tidak akan pernah menyesalinya nyonya". Satria


"hiks...mommy.....(Caca bangkit namun gladis menahan lengan Caca , dan memberi tanda jangan)". Caca


Rumi perlahan melangkah membalikkan tubuh dan perasaan hancurnya, dengan derai air mata yang tiada henti.


"selamat untuk kalian berdua, soga kalian berbahagia dan jagalah calon suamimu nona agar tidak mengganggu istriku lagi... (diperuntukkan untuk nona dan Satria).


(dan pandangannya beralih melihat kepada Dimas yang tidak nampak wajahnya dan dua gadis kecil disampingnya)..... terima kasih sudah memihakku, aku akan memberikan hadiah untuk kalian". Rama


dan beberapa saat Rama mengekor di belakang Rumi dengan senyum puasnya.


_skip_


terlihat sebuah helikopter mengudara dengan awak membawa aura kemenangan namun berselimut kepiluan.


"sudahlah jangan memikirkan dengan apa yang sudah terjadi, lupakanlah semuanya... lupakanlah laki-laki tidak baik itu...kau sudah lihatkan Satria yang kau bangga-banggakan itu lebih memilih perempuan itu!

__ADS_1


dari sekarang mulailah kau memikirkan akan masa depanmu...!


Aydan dan Rama adalah masa depanmu (dengan percaya dirinya).


ada aku disini...aku akan selamanya mencintaimu, membahagiakanmu, memberikan apa yang kau mau. percayalah dengan cintaku...(Rama mendekap sosok perempuan dengan pandangan kosongnya menatap awan yang gelap nan kelabu diiringi tiupan angin dan hujan gerimisnya)". Rama


"ahhhhhhhhhhhhhh.........kenapa ini lagi-lagi terjadi di dalam hidupku... kenapa selalu aku yang terluka...kenapa aku tidak diperbolehkan untuk bahagia disaat aku mengenal dengan yang namanya Cinta....seakan aku tidak ditakdirkan hidup dengan rasa cinta...hiks.... mengapa orang yang aku cintai selalu berubah disaat aku benar-benar menginginkannya. hahhhhhhhhh.......ini tidak adil... ini sungguh tidak adil....!!!!


(disaat Rumi benar-benar mencintai Romi yang sebagai cinta pertamanya datanglah Rama yang mengusik cintanya,dan disaat dia mulai menerima Rama datanglah Dara masa lalu Rama yang merampas cinta dari suaminya, dan disaat dirinya mulai membuka hatinya dan kini berhasil menemukan kebahagiaan diatas nama Cinta dengan seseorang yang membuat hidupnya terasa dihargai dan dimengerti lagi-lagi Rumi terpaksa harus membuang rasa cintanya yang sudah terlanjur ada... bukanya itu sangat menyakitkan tersakiti disaat kita benar-benar mencintai????? hingga seluruh air matanya-pun tidak akan bisa mewakili betapa pilunya perjalanan cinta dalam hidupnya).


mas Satria apa betul kau tidak akan menyesal dengan kepergianku ...hiks...mana janjimu yang akan selalu ingin hidup bersamaku... bahkan kau sama sekali tidak mengingat akan kehadiran Aydan, bukanya nama itu yang kita persiapkan untuk calon anak kita dulu.


dan kenapa begitu kejamnya kau memperkenalkan perempuan lain untuk kau jadikan calon istri dan calon ibu dari anak-anakmu hiks... kau jahat mas,rasa ini jauh lebih menyakitkan disaat aku kehilangan Romi dan mas Rama dulu hingga rasanya aku ingin menutup hatiku untuk selamanya.....membatin". Rumi


masih jelas diingatkannya ketika bibir satria mengucapkan kata-kata jahatnya kepada dirinya.


bahkan setengah mengusirnya meskipun dengan bahasa yang halus.


tatapan dan pembelaan Satria kepada perempuan itu meremukkan seluruh raga dan jiwa Rumi bahkan pengakuan dan pengungkapan tentang niatan Rama yang akan menjadikan perempuan itu sebagai istrinya yang menggantikan posisinya, hingga Rumi tidak tahan dan memutuskan untuk pergi dan pulang bersama Rama laki-laki yang telah merampas kebahagiaanya.


meskipun Caca menangisi akan kepergiannya namun rasa yang sudah tidak berupa membuat Rumi sadar diri dan memutuskan lagi-lagi untuk mengalah mungkin inilah takdirnya yang ditakdirkan tanpa kata rasa cinta.


🌾 Di kediaman Rama Wijaya 🌾


"perempuan manis, apa sekarang kau sudah tersadar, bahwa akulah satu-satunya orang yang tulus mencintaimu....(Rama menekan dagu Rumi dengan ibu jari dan telunjuk yang ia apitkan di dagu milik Rumi)". Rama


"kau hanya terobsesi mas...kau tidak pernah mencintaiku dengan hatimu, aku lelah...(Rumi menolehkan pandangannya kesamping)". Rumi


niatan Rama ingin menyerang dengan sejuta pertanyaannya kepada Rumi namun niat itu terurungkan disaat mereka mendengar bayi Aydan menangis dengan tangisan rewelnya.


dan nampaklah Aydan yang digendong oleh pengasuhnya

__ADS_1


__ADS_2