Tangisan Suci

Tangisan Suci
Ke Anehan


__ADS_3

tap..tap..tap... Suara langkah mendekat kearah sepasang insan namun dengan status yang masih dirahasiakan.


"tuan...maaf tuan...(Jack yang baru melangkahkan kakinya masuk terkaget dan menundukkan pandangan pasalnya ia tidak mengetahui rencana yang seperti apa yang ia lihat seperti sekarang. di benak Jack rupanya tuannya benar-benar menginginkan remaja yang masih menggunakan seragam lengkap sekolahnya itu dan dibenak lainnya ia menunggu apa yang akan ia terima, apakah ia akan mendapatkan sebuah hukuman karena telah mengganggu waktu privasi dari tuan nya)". Jack


"Jack , (menggeram), apa yang membawamu terburu-buru datang kesini? (dengan tatapan kesalnya, tanpa melepas pagutan tanganya kepada Rumi namun sekarang posisinya berdiri membelakangi Rumi karena ia melangkah selangkah lebih depan)". Romi


"Ardi telah tiba tuan ( dengan sedikit lega karena bos nya itu mau mendengarkan penjelasanya terlebih dahulu)". Jack


"kak Ardi... dimanakah dia paman Jack aku ingin segera menemuinya (dengan antusias seakan ia melupakan Romi yang menunggu jawaban cintanya)". Rumi


Rumi melangkahkan kakinya keluar ruangan itu tanpa memperdulikan Romi dengan tatapan meradang nya.


ia terlalu senang dengan apa yang ia tangkap dari pendengaran nya. kakak nya yang selama 8 tahun lalu seakan hilang kini ia bisa menemui nya dan menyentuhnya.


"kak Ardi? hiks....." Rumi


netranya menangkap sosok seorang laki-laki yang masih sangat muda dengan bertengger kaca mata bacanya. sosok itu tersenyum padanya (Rumi).


"Arumi , kaukah itu...?". Ardi


"kak Ardi... (Rumi berlari kearah Ardi dan menghambur memeluknya, sosok yang sangat ia sayangi dan banggakan kini bisa ia gapai kembali) aku sangat merindukanmu kak!!!". Rumi


"aku juga sangat merindukanmu mi, kau terlihat sudah dewasa sekarang,kau memakai seragam putih/abu-abumu(sekolah menengah atas) dan hei....lihatlah kau sekarang sudah tinggi kau mulai menyusul tinggi badanku (nampak Ardi kagum dengan sosok adik kandungnya yang luar biasa memiliki gaya tarik yang kuat) pantas saja tuan Romi mengincarmu.... membatin".Ardi


dari arah Ruangan lain muncul Romi, dan Jack (dengan sedikit luka lebam di wajahnya namun Jack terlihat biasa).


"Rumi...". Romi

__ADS_1


tegang !!! nampak berdiri menatap kearah mereka berdua (Ardi dan Rumi).


"maafkan aku tuan aku sampai melupakan mu,(Rumi menutup singkat bibirnya sendiri) itu karena aku terlalu senang akhirnya aku bisa bertemu kakak kandung ku. terima kasih tuan, kau memperbolehkan aku bertemu dengan kakak Ardi (dengan senyum yang berbinar)". Rumi


"Hem...(mengangguk, ia berniat marah namun amarahnya luntur seketika melihat binar yang ditunjukkan oleh Rumi)". Romi


dan beberapa saat Rumi melirik kearah Jack yang berada disamping Romi namun posisinya sedikit kebelakang.


"paman wajahmu kenapa?, kenapa terlihat lebam seperti itu.padahal tadi aku lihat baik-baik saja?". Rumi


"aku...(kata-kata terpotong)". Jack


"dia tadi terjatuh, dia berjalan terlalu terburu-buru. (Romi sekilas melirik kearah Jack) Ardi ,aku meminjamkan Rumi kepadamu kalian bicaralah aku akan keruanganku ". Romi


"em...(mengangguk) terima kasih tuan (dengan senyuman mengembangnya)". Rumi


sedangkan Ardi menangkap interaksi diantara keduanya (Romi dan Rumi)


"apakah ada sesuatu diantara kalian? (penuh selidik) ". Ardi


"aku menyukai nya kak! ( dengan tatapan binarnya)" Rumi


huffft.. terdengar nafas berat.


"apa itu tidak sebaiknya tidak terjadi, kau tidak tau yang sesungguhnya tuan Romi itu seperti apa, mundurlah sayang itu tidak baik untukmu (memberi pengertian)". Ardi


"aku tau kak, Rumi tau dengan keadaan nya. namun Rumi juga tidak bisa menyembunyikan perasaan ini.". Rumi

__ADS_1


"kau tau apa tentang perasaan? kau masih kecil Rumi, kau belum tau betapa kejamnya dunia luar!". Ardi


"tapi kak, bagaimana dengan perasaan Rumi? Rumi tidak bisa membohonginya ! (Rumi berjalan kepinggir tembok kaca yang dan menerawang keluar) apa seperti ini kak nasib cinta dari seorang yang berbeda derajat nya, harus bisa memendamnya?". Rumi


"sayang....(suara Ardi tercekat ternyata adik kecilnya bukan adik kecil yang seperti dulu Nyang masih polos dan manja)". Ardi


"kalau kakak tidak menyetujuinya, baiklah aku akan berusaha...". Rumi


Ardi menangkap wajah sang adik mencoba tersenyum dengan pernyataan yang ia ucapkan, itu terlihat begitu getir.


ya hanya cara itu yang bisa membuat tuan Romi tidak berbuat banyak. dengan cara menjauhkan Rumi. namun Ardi tau pasti suatu saat tuannya itu akan berbuat curang hingga bisa mendapatkan hati Rumi.


setelah Ardi dan Rumi saling melepas rindu dan kini saatnya Rumi pulang ke rumahnya. sedangkan Ardi akan tetap tinggal di mansion megah itu.


"aku titip salam untuk ibu dan kak Dimas, sampai jumpa berhati-hatilah (dalam artian berbeda)". Ardi


"eem... (tersenyum mengangguk) kakak juga jagalah diri baik-baik, dan mainlah kerumah ibu , ibu sangat merindukanmu kak !!". Rumi


Rumi pulang diantar oleh Jack,sedangkan Romi entah kemana ia setelah bilang pamit akan keruangan nya ia tidak terlihat batang hidungnya.


dalam perjalanan pulang Rumi hanya melamun, sebenarnya ada apakah ini kenapa kakaknya melarang keras dirinya memiliki hubungan dengan Romi selain dirinya tidak sederajat Rumi juga memiliki sejuta pertanyaan mengapa kakaknya berbicara demikian mengenai tuan Romi ,bukannya dirinya telah dibesarkan namanya oleh tuan Romi. dan tuan Romi memperlakukannya dirinya layaknya seorang keluarga.


"ini terlihat aneh... membatin (Rumi melihat dan mengelus cincin yang melingkar dijari manisnya) jujur aku sangat menyukaimu tuan tapi aku tidak yakin dengan kekuatan cintaku ini.. membatin". Rumi


dilain sisi...


"bre..-sek, berani-beraninya kau melakukan itu, rupanya kau sudah bosan hidup (dengan amarah yang memuncak)". Romi

__ADS_1


nampak diruanganya sebuah vas bunga jatuh terpecah belah hancur berantakan seperti mewakili perasaannya saat ini.


"akan ku habisi kau, lebih baik aku kehilangan uangku dibanding kehilangan cintaku (berapi-api)". Romi


__ADS_2