
"entahlah Satria, sepertinya aku akan setia dengan masa lajang ku ! (penuturannya terdengar begitu mengiba, tidak biasanya Dimas akan blak-blakan kepada orang lain tentang. masalah pribadinya, mungkin semua itu karena Dimas sudah menganggap Satria sebagai saudaranya seperti Ardi)". Dimas
"jangan bilang seperti itu brother, bukalah mata dan hatimu kak, apa kau tidak melirik satupun para perempuan dan wanita yang begitu ramai menganggumi mu?". Satria
"Hem... huffftt....aku takut untuk memulai jika mata dan hatiku tidak sejalan dengan pikiranku Satria!". Dimas
"memangnya sekarang apa yang ada dipikiran mu kak, apa kau masih memikirkan seorang Rumi ? (dengan nada yang hati-hati)". Satria
ya Satria hanya penasaran sekaligus ingin memastikan kenapa sampai sekarang Dimas yang berumur diatasnya masih setia dengan masa lajangnya.
"Hem....(nampak Dimas diam sejenak).
aku tidak mempermasalahkan apapun itu yang ada di pikiranku , yang aku ingin pertahankan hanyalah sebuah keyakinan ku (dengan nada tenangnya)". Dimas
"Hem....". Satria
(Satria menarik sebuah kesimpulan cinta seorang Dimas memang benar adanya, hingga iapun merasa bersalah.
ya Satria masih dapat mengingat dengan jelas disaat Dimas mengatakan cinta kepada Rumi dan Satria masih ingat betul persaingan apa yang sudah dilalui keduanya diwaktu silam dulu, namun dengan lapangnya Dimas menerima disaat Rumi memutuskan memilih dirinya untuk dijadikan kekasihnya namun apa yang kini ada, tuan Rama yang berkuasa telah merampas segalanya. kebahagiaan yang pudar perlahan sirna disaat waktu tidak mampu ia putar untuk datang kembali)". Satria
sedangkan tanpa disadari keduanya gladis tengah berdiri di balik pintu ,ya gladis mendengar percakapan diantara keduanya. niatan gladis mengajak untuk makan bersama kakak dan dosen Dimasnya, seseorang yang begitu sampai sekarang sangat dikaguminya namun ia urungkan niatannya disaat pendengarannya dapat mendengarkan kenyataan yang begitu menyesakkan bahwasannya seseorang yang ia kagumi lebih merelakan hidupnya untuk menyendiri, karena ada seseorang yang masih utuh dihatinya dan seseorang itu tidaklah lain ya seseorang itu adalah perempuan yang ia sebut sebagai mba Ruminya.
pantas saja dosen Dimas sangat berapi-api membela mba Rumi disaat para tuan-tuan berkuasa menginginkan mba Ruminya, ternyata gladis salah mengartikan akan pembelaan tersebut. ternyata selain adik yang disayangi dilain sisi mba Ruminya juga adalah perempuan yang dicintai .
"hahhhh..... kenapa rasanya begitu sesak dan sakit disini ... membatin. (gladis berbalik dan berlalu dengan lelehan kristal bening dipipinya)".gladis
🌾 Bangunan yang terlihat megah disebuah negara (tidak usah disebut ya..)🌾
"Dadd, kenapa Daddy malam-malam Daddy ada disini kenapa Daddy belum tidur....(Raka mensejajarkan posisinya, duduk disebelah Daddynya yang terlihat murung dipinggiran sebuah kolam renang dimalam buta itu)". Raka
pemandangan yang di kelilingi lampu-lampu membuat suasana tidak terlalu mencekam. ya kediaman Rama itu berada di puncak dengan kolam renang terbentang lepas bisa menyaksikan aktivitas kota selama 24 jam nonstop.
"Daddy hanya belum bisa tidur (dengan nada kaget atas kedatangan anak sulungnya itu), dan lihatlah sebaliknya kenapa jagoan Daddy malam-malam seperti ini keluar ,apa kau membutuhkan sesuatu my prince?". Rama
Rama bersyukur sekarang Raka sudah bisa menerima keberadaannya.
"Dadd, sebenarnya apa yang tengah terjadi dengan Daddy dan mommy Rumi? (menatap mencari jawaban tanpa menjawab pertanyaan dari sang Daddy Rama)".Raka
ya selama beberapa hari ini mommy dan Daddynya terlihat sedikit menjauh dan terkesan tidak saling membutuhkan.
__ADS_1
saling menghindar itu terlihat sangat jelas dimata seorang anak yang bernama Raka dan itu sangat mengganggu pikirannya .
tepatnya mommy Ruminya yang terlihat selalu menghindari sang Daddy.
apakah ini ada hubungannya dengan kehamilan sang ibundanya yang beberapa hari lalu Daddynya umumkan???!.
"mommy hanya butuh waktu untuk menyendiri, yang perlu Raka tau dan harus ingat Daddy sangat mencintai kalian, apapun yang Daddy lakukan itu semua karena Daddy tidak mau lagi terpisah dari kalian, Daddy sangat menyayangi kalian. Daddy tidak bisa hidup tanpa kalian...(Rama mengucapkannya dengan sepenuh jiwa raganya menatap lurus kearah depan kearah air kolam yang terlihat seperti tidak bertepi menabraknya dengan pemandangan gemerlapnya lampu-lampu kota yang tiada padam) Daddy mohon kepadamu dan mommy jangan tinggalkan Daddy lagi". Rama
"jangan menangis dad, (Raka mengusap kristal bening yang bertahan disudut mata Rama hingga Rama sedikit kaget akan perhatian yang anaknya berikan), Raka akan bicara kepada mommy supaya jangan terlalu galak-galak kepada Daddy..(memasang wajah lucunya)". Raka
deggg..... begitu tersentuh hatinya. Rama menatap lekat wajah yang menampilkan wajah yang sangat mirip dengan Romi saudara kembarnya itu.
"hahaha...(tertawa senang dan bangga dalam rasa sedihnya) kau memang adalah jagoan Daddy... Raka adalah anak Daddy, terima kasih nak, terima kasih sudah menerima Daddy untuk jadi Daddymu lagi...(Rama mendekap sayang bocah yang datang dengan membawa pemikiran kritisnya itu)". Raka
"sama-sama kawan, jangan menyerah untuk selalu berusaha untuk membahagiakan mommy....!.
apapun yang terbaik untuk kalian dad, Raka akan mendukung Daddy... (Raka menepuk-nepuk pundak sang Rama seakan dirinya adalah laki-laki dewasa yang memberikan rasa simpati dan dukungannya kepada kawannya)". Raka
"my prince... kau sudah besar sayang, maafkan Daddy , maafkan Daddy yang selalu memaksamu untuk mengikuti apapun keinginan Daddy, (Rama menatap mata kecil tegas itu dengan tangan yang ia labuhkan didua pundak kecil itu) , nak apa kau selama ini merasa keberatan dengan peraturan yang Daddy berikan untukmu? Daddy bisa merubah semua peraturan yang menyulitkan mu Raka!!?". Rama
"tidak dad, Raka malah berterima kasih kepada Daddy, karena dengan Daddy memberikan peraturan dihidup Raka selama ini, Raka jadi mengerti apa itu bisnis, teman,dan apa itu lawan (dengan tatapan tegas sekaligus tatapan hangatnya)". Raka
apa aku sudah benar mengarahkan anakku.... membatin". Rama
_skip_
pagipun menyambut kembali.
"mom...". Raka
"ia sayang". Rumi
"apa Raka boleh memiliki pertanyaan dan permintaan kepada mommy...!". Raka
"tentu, pertanyaan dan permintaan seperti apa yang kau mau...(dengan menyuapi Aydan dengan MP ASI-nya dengan sangat telaten) a....buka mulutnya sayang...!". Rumi
"mom, ...". Raka
"ia sayang katakanlah....(Rumi memberikan peralatan makannya kepada sang pengasuhnya untuk menggantikannya menyuapiku Aydan dan beralih kepada Raka yang setia menemani Aydan dengan sesekali menggodanya)". Rumi
__ADS_1
ya baby Aydan yang sudah lepas dari ASI eksklusif nya kini harus benar diperhatikan asupan gizinya.
"sini duduklah..(Rumi menepuk sofa kosong disebelahnya) katanlah jagoan mommy apa yang ingin kau katakan (menatap sayang ya anaknya semakin hari semakin menunjukkan sikap dewasanya, entahlah Raka yang masih kecil itu hari ini demi hari seakan membuang sedikit demi sedikit perilaku kekanak-kanakannya Raka kini lebih terlihat seperti sang Daddy Ramanya memiliki aura yang tegas tidak terbantahkan namun masih dalam versi Raka)".mom Rumi
"mom, apa mommy menyayangi Raka ?". Raka
"kenapa kau menanyakan hal yang sudah pasti itu nak, tentu...mommy tentu sangat menyayangimu sayang".mom Rumi
"dan apakah mommy juga menyayangi Aydan?". Raka
"Hem....(tersenyum) tentu nak, mommy sangat menyayangi kalian berdua! (tegasnya)".mom Rumi
"adakah perbedaan diantara Raka dan adik Aydan? (dengan sok polosnya)". Raka
"kalian adalah anak mommy semua, dan tiada rasa adanya perbedaan diantara kalian, mommy sangat menyayangi kalian tanpa adanya perbedaan nak, kau harus tau dan ingat dengan hal itu (tersenyum gemas)". mom Rumi
"terima kasih mom, Raka sangat menyayangi mommy... Raka berharap juga mommy bisa menerima Daddy Rama seperti mommy dulu bisa menerima Daddy Satria....(dengan senyuman tulusnya)". Raka
jedarrrrr...... penuturan yang sederhana Raka layangkan membuat seisi kepala Rumi penuh dan bertanya kepada dirinya sendiri.
# Flash back #
"sayang minumlah ini baik untuk dirimu dan kandungmu...(Rama mendekat dengan perhatian penuhnya dengan sebuah nampan yang berisi jus buah yang ia simpan di meja disebelah Rumi duduk)". Rama
"tidak mas, aku tidak ingin meminumnya, perutku tidak menginginkannya (Rumi menolak karena rasa sebal yang teramat besar kepada sang pemilik tubuh itu)". Rumi
"baiklah, kalau seperti itu... apakah kau membutuhkan hal yang lainnya?!
sudah beberapa hari ini aku perhatikan kau terlihat kurang baik dan lelah, kemarilah aku akan memijitmu...(Rama menepuk pahanya ia sangat ingin memanjakan istri yang tengah mengandung anak itu)". Rama
"tidak mas... terima kasih aku akan beristirahat saja di kamar...!". Rumi
(dengan perasaan santainya Rumi melenggang pergi meninggalkan Rama dengan harapan kosongnya).
ya kesehatan Rumi untuk beberapa hari terlihat sangatlah menurun itu memanglah gejala seorang ibu hamil pada trisemester pertamanya dengan beberapa fasenya.
dengan berbagi cara Rama ingin memberikan perhatian lebihnya namun lagi-lagi Rumi menolaknya secara halus menjadikan Rama sedih dan rapuh dirinya tidak bisa menjadi suami yang baik dan ayah yang baik untuk calon buah hatinya. Rama kecewa dengan dirinya.
setiap malam Rama akan termenung, kenapa sampai sekarang juga sang istri belum bisa juga menerimanya dan anak yang dikandungnya keadaan ini sungguh membuat hatinya terpukul dan sangat sakit. rasanya ia ingin memberikan ketegasan kepada sang istri untuk merubah pola fikirnya dan membuka hatinya. namun di lain sisi Rama sudah tidak mau memakai cara yang kasar ataupun memaksakan kehendaknya. ya Rama mengakuinya akan kesalahannya dimasa silam, menjadikan hidupnya dalam lembah tanpa kepastian meskipun dirinya sudah mendapatkan sang istrinya kembali dengan mengikatnya lagi namun itu tidak berlaku dengan hati sang istri.
__ADS_1
# Flash back off #