
selepas kepergian Satria.
"huffftt....(berhembus lemas) Ar, aku akan bawa ini masuk jika kau tidak mau meminumnya". Nona
Ardi hanya geleng-geleng kepala disaat Nona melenggang masuk kedalam tanpa jawaban darinya.
dan lebih dibuat geleng-geleng kepala disaat Nona keluar kembali dengan tas kecilnya.
"aku bilang jangan keluar, tetaplah dirumah, istirahatlah.... istirahat baik untukmu dan kandunganmu....(Ardi menghadang)". Ardi
"apa-apaan sih Ar, biarkan aku pergi.
aku ingin merilekskan fikiranku...aku akan menemui teman-temanku, minggir ...,Ar (Nona mendorong tangan Ardi yang selalu mencegahnya untuk pergi dari kediamannya untuk bersenang-senang)". Nona
"aku bilang masuk (dengan bentakkan kerasnya, ini pertama kalinya Ardi membentak Nona dengan mata merahnya hingga membuat Nona sedikit syok)". Ardi
"kenapa kau membentakku Ar, kau tau aku sedang mengandung anakmu... (Nona reflek memegangi perutnya yang masih belum menunjukkan buncitnya itu)". Nona
"maafkan aku sayang, bukan maksudku untuk membentakmu... menurutlah kali ini saja aku tidak mau kau dan kandunganmu terlalu lelah diluar sana (nada melemah , membujuk)". Ardi
"laki-laki tidak peka... selalu saja ingin didengarkan tanpa mau mendengarkan, aku menyesal mau menuruti keinginanmu untuk menikahimu Ar, ternyata kau laki-laki dengan penuh aturan (dengan lelehan air matanya)".Nona
Ardi menarik tangan Nona pelan dan Nona menurut meskipun sedikit ada penolakkan hingga Nona tidak sampai keluar pintu utama.
"kau yang tidak peka Nona, selama kita menjadi sepasang suami-istri pernahkah kau tanya kepadaku tentang kabarku, bahkan menyapapun kau tidak pernah lakukan hal kecil itu! (dengan nada pelannya).
dulu aku tidak pernah mempermasalahkan dengan semua hal itu, aku tau kau belum bisa melupakan Satria, tapi mau sampai kapan kau seperti itu Nona... sadarlah ...dirimu dan Satria telah memilki kisah yang berbeda sekarang kau harus bisa melupakannya, harus bisa (menegaskan)". Ardi
"plakkk....(suara sebuah tamparan yang Nona layangkan untuk Ardi) terlalu lancang, setelah kau mendapatkan diriku dan dengan mudahnya mengatur hidupku sekarang kau juga mengatur tentang hatiku.
__ADS_1
ingat Ar ,aku menerimamu karena memang aku perduli dengan anakku.
tapi bukan maksud untuk menyerahkan hatiku untukmu, aku tidak bisa Ar, aku sungguh tidak bisa untuk melupakan mas Satria (dengan nada gemetarnya karena emosi yang tidak bisa terlampiaskan)". Nona
"jawab Nona, harus seberapa besar lagi sabarku untukmu, kau mengacuhkan aku ,kau tidak menganggapku itu tidak masalah ,yang terpenting kau memprioritaskn calon buah hati kita. tapi apa kau mengabaikan keselamatan calon buah hati kita Secara berkali-kali karena hanya demi kesenanganmu dengan teman-teman kurang baikmu. dan betapa teganya kamu Nona!!!, kenapa kau selalu dengan terang-terangannya menggoda laki-laki lain didepanku.
dan laki-laki itu tidaklah lain adalah yang masih aku anggap sebagai adik iparku?...
tidak cukupkah Nona, tidakkah cukupkah? (Ardi memegang kedua pundak Nona dan menatapnya lekat hingga membuat Nona didera rasa gugup)". Ardi
"semuanya tidak cukup Ar, karena ini semua adalah kesalahanmu yang telah menghamiliku... hiks...aku menyesal ,aku menyesal telah melakukannya denganmu (Nona berteriak histeris, keinginan untuk mendapatkan Satria kembali merajainya lagi, apa lagi setelah disaat ia tau bahwa Rumi sudah tidak bisa lagi hidup bersama Satria menjadikan sebuah kesempatan emas baginya untuk terus tetap mengejar mas satrianya namun kehadiran calon bayinya bersama Ardi membuatnya terbatas dalam gerak langkahnya)". Nona
"baiklah kejarlah Satriamu jika itu membuatmu bisa merasa puas dan senang, jangan salahkan aku bila terjadi sesuatu kepada calon bayi kita maka aku tidak akan pernah memaafkanmu Nona, tidak akan (Ardi pergi melenggang meninggalkan Nona yang terpaku sendiri dengan tangisan menyesalnya)". Ardi
Brakkkgh.... suara bantingan dipintu kamar dikediaman Ardi.
"hiks....hah....... kenapa aku berakhir seperti ini, berakhir dengan seseorang yang tidak bisa aku cintai hah.....(Nona melempar tas kecilnya dan melenggang pergi meninggalkan kediaman Ardi, ya Nona pergi tanpa sebuah tas yang berisi benda penting yang selalu lekat dengan dirinya)". Nona
mobil Nona perlahan meninggalkan kediaman yang sengaja ia beli hanya untuk mementingkan kenyamanan wanita yang ia cintai itu bersama calon buah hatinya, namun apa yang ia dapatkan tiada balasan secuilpun bahkan wanita yang dicintainya tiada pernah menganggapnya sama sekali.
"semoga Allah menyadarkanmu sebelum semuanya terlambat Nona... membantin". Ardi
🌾 Di sebuah pertemuan 🌾
terlihat disebuah gedung mewah dan disebuah ruangan yang sengaja disewa untuk sebuah acara khusus pertemuan para artis,pebisnis dan dunia glamouris .
dan mulai terlihat para tamu-tamu undangan dengan kostum yang sudah ditentukan.
"hahaha....ia aku juga tidak menyangka , ternyata seleranya jauh lebih rendah....(gelak-tawa yang menghiasi sebuah meja yang sejak tadi sudah terisi perempuan-perempuan cantik dengan gaya modern berkilauannya)". teman Nona
__ADS_1
"kamu sih tidak bilang-bilang, kalau saja aku diundang aku akan abadikan moment itu untuk stok bahan digudang (dengan nada sinisnya)". teman Nona 1
"stttt....dia sudah datang, kalian tidak maukan kena pukulannya".teman Nona 2
terlihat Nona dengan wajah sedikit ditekuk terlihat mencari teman-temannya.
"hi.....(melambai) kita disini". teman Nona 2
"huh....itu mereka semoga saja penatku hilang setelah ini... bergumam. (Nona berjalan dengan langkah kaki cantiknya hingga membius mata salah satu tamu laki-laki di acara itu, laki-laki itu tersenyum sesuatu menatap Nona tanpa berkedip)" Nona
_skip_
"aku tidak menyangka akan sesepat ini kau menerimaku sebagai teman, aku sangat beruntung hadir dalam pertemuan ini (dengan senyuman menawan)". kenalan Nona
"tidak ada yang salah tuan, kita sebagai makhluk sosial wajar saja memperbanyak teman, banyak teman banyak juga wawasan yang tentunya kita bisa sebagai partner...ia kan (Nona mengambil salah satu gelas dan bersulang)".Nona
"Nona kau rupanya ada disini, wah...siapa ini?.
... tampan... bergumam!!!".teman Nona
akhirnya kenalan Nona memperkenalkan diri dengan teman-teman Nona yang lain.
waktu berlalu jam didinding sudah menunjukkan pukul 7 malam.
Ardi yang bilang melepas Nonapun sedikit gelisah disaat istri yang masih sahnya belum menunjukkan batang hidungnya semenjak siang tadi.
"sebenarnya kemana makhluk perempuan itu... bergumam (kini rasa kesal sekaligus khawatirnya menjadi satu di saat netranya melihat tas kecil milik sang istri tergeletak dengan begitu saja dilantai berisikan identitas, SIM,ponsel, beberapa kartu dan beberapa mini make-upnya)". Ardi
Ardi membuka ponsel milik Nona dan menghubungi beberapa nama yang tertera dikontak ponsel milik Nona, perihal untuk menanyakan keberadaan sang empunya.
__ADS_1
dan betapa kagetnya Ardi disaat salah satu teman Nona menunjukkan sebuah Videocall nya, terlihat disana Nona tengah minum dan yang membuat Ardi semakin kaget ada seseorang laki-laki yang tengah menyentuhnya diluar batas kewajaran.