Tangisan Suci

Tangisan Suci
Ada apa denganmu mas 4


__ADS_3

"siapa kau nyonya??? (disaat Satria berhasil menguasai keterkejutannya dan menangkap sepasang tangan yang melingkar erat diarea pinggangnya)". Satria


"apa kabarmu mas, syukurlah aku bisa menemukanmu...kau tau aku sangat merindukanmu mas (dengan tatapan kerinduan dan harapannya)". Rumi


sekarang satria dapat melihat dengan jelas siapa si pemilik tangan yang melingkarkan tangan di pinggangnya, seseorang itu memiliki sepasang mata yang bermanik dengan mata bulatnya tengah tersenyum mengembang menatapnya dengan penuh aura kerinduan.


seseorang itu memiliki tampilan cantik nan manis dan terkesan sangat elegan.


"maaf nyonya sekali lagi sebenarnya siapa dirimu? (nampak Satria dengan raut kebingungannya)". Satria


"mas...jangan bercanda, Hem... (rasanya kerinduan yang meledak-ledak membuat Rumi lupa sekarang ada di tempat umum dan akan mulai merangkul seseorang yang masih sah menjadi suaminya itu) mas aku benar-benar sangat bahagia bisa melihatmu lagi (gerakkan Rumi begitu cepat hingga kini dirinya bisa menangkap sosok tampan itu lagi)". Rumi


"siapa dia mas? (melihat dengan mata kepalanya secara langsung membuat Nona yang kembali dari kebutuhannya nampak terlihat begitu terkejut disaat seseorang yang ia sukai tengah dirangkul seorang perempuan cantik)".Nona


"lepaskan nyonya...ini tidak pantas kau lakukan, tolong berhentilah untuk melakukan hal ini nyonya... aku sama sekali tidak mengenalmu...(kini Satria yang berhasil melepaskan diri dari jeratan Rumi pun sedikit memberi jarak).


(dan beralih kepada Nona) aku sama sekali tidak mengenal perempuan ini, tapi aneh perempuan ini tetap saja kekeh dengan keyakinannya".Satria


"siapa sebenarnya kau nyonya, tolong bersikaplah dengan sikap yang semestinya (nampak pembelaan dari pihak Nona)". Nona


"cukup mas ini tidak lucu, mas Satria aku ingin kita bersama lagi. ayo mas bawa aku pergi bersamamu (lagi-kagi Rumi ingin meraih tangan Satria)". Rumi


"jangan membuat rusuh ditempat ini nyonya....(Satria menahan dengan bahasa tubuhnya)". Satria


"aku Rumi mas aku masih istri sahmu..!!! tolong bawalah aku pergi jauh...aku sudah lelah mas selalu menuruti keinginan mas Rama!! (dengan sorot yang mengiba)". Rumi


"cukup nyonya aku sama sekali tidak mengenalmu dan tolong jangan mengaku-ngaku sebagai istriku..(nada tegas, kerena Satria yakin dengan ingatannya)". Satria


"hiks.....mas apa yang tengah kau rencanakan, apa kau tengah bersandiwara? aku Rumi mas aku adalah istri mu? (lagi-lagi Rumi ingin menggapai)'.Rumi


"cukup nyonya jangan memaksa mas Satria untuk mengingat mu...(disaat Nona melihat Satria beberapa kali memegangi kepalanya)".Nona


"jangan ikut campur nyonya, ini adalah masalahku dengan suamiku...(nampak Rumi tidak terima disaat Nona menghadangnya)". Rumi


sedangkan para karyawan/Wati saling berbisik-bisik . dan ada beberapa pegawai lama yang masih ingat dengan sosok Rumi, dan cukup terkaget-kaget dengan kemunculan Rumi yang notabene nya adalah adik angkat dari bapak Dimasnya dimana mereka bekerja dengan tampilan super mewah dan eleganya. itu nampak sangat cantik dan feminim sekaligus menaburkan aura positifnya.


oh..ia mereka baru ingat beberapa tahun silam mereka mendengar kabar bahwa Rumi telah dipersunting oleh Tuan Rama laki-laki terkaya dinegri ini.


"masalahnya kini menjadi masalahku juga!!!". Nona


menatap tegas.


"minggirlah aku tidak ada urusan dengan mu!". Rumi

__ADS_1


Rumi setengah memaksa hingga menabrak tubuh Nona yang berusaha menghalangi pandangnya dan membuat tubuh Nona hampir oleng.


"pergilah nyonya...aku betul tidak mengenalmu, dan tolong jangan buat onar ditempat ini..!. Satria


orang utusan Rama memberikan kabar terupdatenya mengi nyonyanya,


kepada tuan besarnya.


begitupun para pegawai Dimas yang melihat kondisinya semakin memanas mereka segera mengabari pemilik bangunan penjemput jalan rezekinya.


"plakkkk...(sebuah tamparan mendarat hingga sudut bibirnya sobek dan sedikit mengeluarkan darah segarnya) hentikan nyonya...(tatapannya gemas disaat Rumi terus menerus mendesak Satria untuk mengakuinya)".Nona


"ahhh...(Rumi tertegun dan dibuat syok, wanita disamping suaminya terkesan nampak sedang mencoba memisahkannya)". Rumi


"nyonya Rumi (kaget).


apa yang kau lakukan perempuan j..-lang bukkkkkgh.....(orang utusan Rama tidak terima melihat nyonyanya diperlakukan secara tidak hormat, dan memberikan sebuah ja..-bakan dirambut dan bogeman ringannya kepada Nona )". orang utusan Rama


"ahhhh.....(memekik....mendapatkan Hadiah spontan diwajahnya membuat Nona jatuh kasar dan pelipisnya membentur pajangan yang terbuat dari keramik hingga pelipisnya tergores dan mengeluarkan darah segarnya)". Nona


"beraninya kau melakukan hal itu kepada seorang perempuan". Satria


nampak jelas Satria membela perempuan itu, itu semua tidak luput dari pengamatan Rumi, betapa sesaknya saat ia tidak diakui malah justru perempuan lain lain yang mas Satria bela.


"hiks.....mas kenapa kau berubah!!!". Rumi


Satria sedikit mendorong Rumi namun perasaan Rumi yang bingung dan sedih membuat ia lemah dan hampir terjatuh karena dorongan Satria, melihat itu orang suruhan Rama menatap dengan amarahnya.


"ahhh....(Rumi nampak limbung terhuyung kebelakang)". Rumi


"laki-laki s..-pah jangan sentuh nyonyaku... dengan tangan kotormu...(hiatttt.... orang utusan Rama menyerang dan terjadilah pergulatan panas diantara satria dan dirinya)". orang utusan Rama


dengan kondisi Satria yang hilang ingatan namun itu semua tidak menghilangkan bakat silatnya.


perkelahian berlangsung sekitar hampir 30 menit dan menimbulkan cukup kerusakan di ruangan itu, hingga beberapa saat orang utusan Rama tumbang.


"Rumi.....(Dimas menyebutkan satu nama yang begitu ia sangat rindukan)". Dimas


"kak Dimas.....(Rumi berlari kearah sumber suara baginya sosok tampan itu adalah sosok yang sangat berarti dihidupnya, ya karena Dimas dan mendiang ibu Rosa adalah dua sosok penyelamat hidupnya)". Rumi


"Rumi ...(Dimas menatap rindu)". Dimas


dengan mengemudi dengan terburu-buru Dimas melajukan kendaraannya dari sekolah ke arah dikediamannya setelah mendapat kabar dari salah satu karyawannya.

__ADS_1


dan betapa senangnya dirinya bisa melihat sosok yang sangat ia rindukan itu.


"kakak apa kabarmu kak, kakak terima kasih sudah menemukan mas Satria....tapi sebenarnya apa yang sudah terjadi dengannya kak kenapa mas Satria tidak mengenaliku? aku butuh penjelasan kak...(menatap penuh harap)". Rumi


dengan memejamkan netranya dan beberapa saat hening....


"mas satriamu telah berubah...aku juga tidak bisa memaksanya untuk mengingatmu...!". Dimas


ada pernyataan samar disana namun Rumi telat untuk mencerna


"apa maksudmu kak.... kenapa mas Satria bisa berubah?". Rumi


terdengar suara keras dan ribut , bergemuruh dari arah angkasa dan mulailah terlihat sebuah helikopter dengan awaknya.


helikopter itu mulai mendarat dipelataran yang cukup luas tidak jauh dari bangunan Rumi berpijak.


"tu..tuan Rama".para pegawai


disaat netra mereka menyaksikan secara langsung tuan yang berberpengaruh dinegrinya.


begitupun dengan yang lain seperti Nona namun tidak dengan Satria yang hanya diam memperhatikan keadaan.


"sayang apa kau sudah puas dengan izin yang telah aku berikan? (dengan nada wibawanya)". Rama


"mas.... kenapa kau ada disini.


(Rumi melirik orang utusan Rama yang sudah usai dengan kondisi bonyoknya)". Rumi


"maafkan saya nyonya... bergumam. (ia tau arti tatapan dari sang nyonya yang tidak suka disangkut pautkan dengan sumainya)". orang utusan Rama


"aku disini karena kau ada disini, apa kau sudah puas dengan pencarianmu??? ayo waktunya kita Pulang!!!". Rama


"tidak....mas...mas Satria tolong aku mas aku tidak mau ikut bersamanya, aku ingin ikut bersanamu...( meronta disaat Rama berhasil mencekalnya)". Rumi


"lepaskan tuan ternyata benar, ternyata selama ini kaulah biang keroknya.... tidak cukupkah kau membuat keluargaku menderita!!?". Dimas


"menderita????? (melirik).


Hem, ....aku sampai lupa karena terfokus kepada istri cantikku. apa kabar kakak ipar... sepertinya kita sudah lama tidak bertemu...tapi sayang aku tidak memiliki cukup waktu, kedatanganku kesini hanya untuk membawanya Pulang! waktuku terlalu berharga untuk meladeni orang-orang seperti kalian (acuh meremehkan)". Rama


"( dan beralih kepada Rumi) ayo pulang!!!". Rumi


"mas...mas Satria tolong aku mas...". Rumi

__ADS_1


lagi-lagi Rumi menyerukan hal itu kepada Satria hingga membuat Rama gemas dibuatnya.


🌷maaf ya author review ulang karena yang bagian ini sepertinya kehapus diakun jadi ceritanya sedikit tidak nyambung🌷


__ADS_2