
"jangan...Daddy.... tidak... jangan...Daddy... jangan... (Caca menangis dan menjerit histeris dimatanya tuan itu sangatlah kejam)". Caca
"Daddy cukup, tolong...hentikan dad, Raka mohon hentikan...(Rama dengan tatapan belum puasnya).
Raka sungguh kecewa dengan Daddy, daddy jahat...Raka tidak mempunyai Daddy penjahat sepertimu...(Raka mencoba menghalangi sang bodyguard-bodyguard yang mengeroyok Daddy satrianya)". Raka
"jangan diam saja tangkap anak-anak kecil itu...(Romi memberi perintah)". Romi
"tidak Caca tidak mau... lepaskan, tuan jahat tuan sungguh tidak memiliki hati nurani...(teriak Caca)". Caca
"lepaskan Caca, jangan menyentuhnya, kalau berani lawan aku...(Raka marah disaat Caca ditangkap dengan kasar) Daddy Romi kenapa Daddy bersekongkol dengan Daddy Rama? Raka kecewa denganmu dadd, (jelas tatapan kecewa Raka persembahkan kepada Daddy Rominya tepatnya pamannya, luntur sudah rasa bangganya memiliki wajah yang sama seperti wajah sang paman kembaran dari sang Daddy nya)". Raka
"ini demi masa depanmu sayang, mereka tidak selevel dengan kita, kau adalah keturunan dari kalangan atas keturunan Wijaya. Daddy sangat kasihan melihat kau dan mommy Rumi hidup dalam kekurangan (tatapan membujuk)". Romi
"Daddy salah Raka dan mommy hidup dalam kesempurnaan tiada kekurangan apapun bersama Daddy Satria dan Caca (dengan tatapan yakin khas bocah nya)". Raka
"cukup Raka . (dan beralih kepada para bodyguard) bawa Raka dan buang gadis kecil itu di sungai...". Rama
"emmm...emmmm...(Caca hanya menggeleng disaat suarapun ia tidak bisa buka, nampak Caca kecil dengan ikatan dikedua tangannya)". Caca
"tidak... Caca..., (tangan Raka kecil seakan-akan meraih Caca kecilnya berusaha menendang dan mencakar para bodyguard yang mengapit tubuh kecilnya)". Raka
sedangkan Satria sudah hilang kesadarannya karena dikeroyok dan beberapa timah panas yang bersarang di tubuhnya.
dan Rumi sudah diamankan karena tidak kuat menyaksikan kekejaman kepada sang kekasih hati dari tuan-tuan berkuasa hingga ia pingsan.
dan mungkin kehamil'annyalah yang membuat ia lemah.
"siapa lagi yang ingin bernasib sama seperti pencurian Bu..-suk dan orang-orang tidak berguna seperti mereka hah....(suaranya menggelegar membelah kesunyian dan ketentraman perkampungan itu)". Rama
terlihat beberapa dari para laki-laki dewasa penduduk kampung tersebut menahan sakitnya timah panas, bahkan ada yang sampai pingsan karena tidak kuat menahan sakitnya peluru yang bersarang ditubuh mereka karena berusaha membantu Satria.
hening dalam hati yang luka dan dendam para warga kampung diam seribu bahasa , dibenak mereka benar segerombolan orang-orang ini adalah orang-orang tanpa perasaan dan rasa kemanusiaan.
"hahaha......aku memang, dan kau kalah". Rama
__ADS_1
Rama menatap puas kearah satria yang sudah tidak berupa sekujur tubuhnya penuh luka dan pakaian yang ia kenakan juga sudah digantikan dengan warna darah.
Rama tertawa puas sedangkan Romi tersenyum dalam senang.
"buang ia kesungai seperti anaknya, biarkan ular atau hewan buas memangsa jasadnya.
dan siapa saja orang yang ingin membantunya itu berarti dia telah melawanku, dan siapa saja yang berani melawanku akan bernasib sama seperti laki-laki pencuri Bu..-uk itu (dengan nada geram sekaligus penuh ancaman)". Rama
# flash back #
"hati-hati...(disaat sang istri berjalan sedikit terburu-buru)". Satria
"aku bisa mas, tenang saja kakiku cukup kuat untuk mengejarmu...(dengan nada candaan)". Rumi
"ca ,ayo...(Raka yang sudah sangat akur dengan Caca membuat suasana semakin terlihat harmonis. ya mereka pernah berjanji untuk membantu sang mommy untuk momong adik bayinya ketika adik bayi mereka sudah lahir)". Raka
"ok (dengan senyum semangat)"Caca
terlihat Satria bersama istri dan kedua anaknya tengah berjalan menelusuri jalanan yang seperti biasa mereka lalui.
Satria memutuskan untuk pindah karena teringat akan adik semata wayangnya yang ia tinggalkan seorang diri, baginya gladis adalah tanggung jawabnya juga selain anak dan istrinya.
fikir Satria aman karena sejak malam dan menurut hasil penelusurannya satria tidak menemukan jejak akan kehadiran orang-orang Wijaya seperti yang Caca anaknya ceritakan.
ia berfikiran orang-orang Wijaya sudah pergi dan jikapun mereka kesini mereka mungkin hanya untuk singgah untuk sebentar /sementara waktu disana.
barang bawaan sudah siap dan sudah dimasukkan kedalam mobil yang satria dan Rumi bawa pada waktu itu.
namun ketika mereka sedang berpamitan kepada warga kampung yang sudah satria anggap semua sebagai saudaranya sendiri muncullah para tamu yang tidak diundang dengan tiba-tiba dengan tatapan menilainya.
"akhirnya aku menemukanmu sayang...(seseorang dengan rupa tampan namun jauh dikata dari kata tampan ya dialah Rama Wijaya yang mengalami kerusakan pada permukaan wajahnya dan telah melakukan sebuah operasi perbaikkan diwajahnya)". Rama
"ahkppp...(Rumi membekap bibirnya kaget)". Rumi
spontan Caca kecil mundur bersembunyi dibelakang kedua orangtuanya sedangkan Raka diam berdiri tanpa mau menyapa akan kedatangan sang Daddy kandung.
__ADS_1
"siapa kalian tuan-tuan...(para warga terlihat waspada sekaligus penasaran dengan tamu yang nampak auranya membawa aura permusuhan)".salah satu tetua kampung tersebut
"haha...sungguh ironis, masih ada saja yang belum tau dengan wajah- wajah tampan seperti kami, hidup kalian Sungguh tidak berguna (Romi mencibir)". Romi
"pergilah tuan-tuan berkuasa jangan kotori kampung kami dengan kejahatan kalian (Satria maju satu langkah)". satria
"pergi , baiklah aku akan pergi tapi setelah aku mendapatkan apa yang aku mau...!!!". Rama
"apa yang kau mau tuan asal jangan menganggu kehidupan orang lain (dengan nada yang tenang)". Satria
"aku ingin berkelahi dengan mu sebagai pria sejati ,aku akan membalas kekalahanku dimasa silam...(ya ketika satria menjatuhkan Rama dengan bela dirinya hingga Rama tidak sadarkan diri)". Rama
"maaf tuan aku tidak ada waktu untuk hal seperti itu, permisi kami masih ada urusan yang lain". Satria
"dorrr....(tanpa aba-aba Rama melesatkan pelurunya ketubuh Satria) sombong .... setelah kau bisa membawa Raka dan Rumiku pergi dari kehidupanku apa kau fikir setelah aku menemukan kalian disini akan membiarkan kau membawa mereka lagi?". Rama
"ahhh....(Satria terhuyung kebelakang menahan sentuhan rumah panas dilengannya)" Satria
"mas Satria....(Rumi histeris disaat darah segar mengalir dari salah satu bagian milik suaminya)". Rumi
"banci...kenapa kau menyerangku dengan tiba-tiba, apa kau takut akan aku kalahkan untuk yang kedua kalinya (satria memegangi lengannya yang memperlihatkan darah yang berasal dari tubuhnya)". Satria
"kau keterlaluan tuan... pergilah sebelum kami marah dan benar-benar mengusir kalian" para warga
"kalian diamlah, aku tidak ada urusan dengan Kalian. .. (dan beralih kepada Satria) tidak ada waktu untuk hal seperti itu, seperti yang kau bilang tadi...(dengan senyuman nyatanya) dorrr...(Rama menembakkan pelurunya untuk yang kedua kalinya ...(dan memberikan perintahnya) lenyapkan dia...". Rama
"tidak...aku mohon jangan lakukan itu mas, (Rumi berteriak histeris disaat para bodyguard mulai mendekat kearah mereka)". Rumi
Rumi dengan mudah tertangkap ya karena disini Rumi sangat menjaga akan gerakkannya itu semua atas perintah sang suami yang selalu memperingatkannya untuk tidak berlari-lari, itu tidak terlepas dari bayi yang sedang dikandungnya. Caca dan Raka lari dan sedangkan Satria dikeroyok para bodyguard dengan keadaan luka tembaknya.
"ini kampung kami, kami tidak terima orang asing seperti kalian semena-mena disini Serang....(beberapa penduduk mengambil senjata seadanya untuk membantu keluarga pak dosen satria dan ibu guru rumi nya, ada yang membawa batu ada juga yang membawa tombak yang tidak asing dikampung itu sebagai alat untuk mencari hewan buruan)". beberapa laki-laki dewasa orang kampung
para bodyguard ada yang terkena batu dan lemparan tombaknya, keadaan kampung yang tentram dan damai kini berubah menjadi kampung lautan baku hantam.
suara tangisan, teriakkan para perempuan dan anak-anak menambah drama dikampung tersebut.
__ADS_1