Tangisan Suci

Tangisan Suci
Tuan yang lucu


__ADS_3

hari-hari Rumi lalui tanpa kehadiran seorang Rama dan kini Raka mulai terbiasa tanpa figur Daddynya,ia semakin hari semakin mandiri. dan entahlah kini Rumi lebih sering meluangkan waktunya untuk menciptakan sebuah karya olahan kuenya. ia tidak ambil pusing dengan keadaan kekosongan dihatinya ia sibukkan cukup dengan mengurus Raka dan hobi barunya yaitu memasak / membuat olahan kuenya.


beberapa bulan telah berlalu kini Raka sudah berumur 2 tahun 2 bulan.


# flash back #


📲 *"aku tidak bisa Rumi, aku akan menyusul memberikan hadiah untuk Raka. bila perlu Sekarang juga aku akan memaketkan hadiahnya. maaf aku sedang tidak ada dirumah...kami Sekarang ada dibandara kami sedang menunggu keberangkatan dalam perjalanan berlibur di negara..(tidak usah disebut ya)".* Rama


📲 *"baiklah... tidak perlu mas, aku akan merayakan ulang tahunnya sendiri (ya perayaan di tahun ini sangat berbeda karena Rumi hanya merayakan secara sederhana, ia juga tidak mengundang mertuanya, ia takut nanti keberadaan Rama akan dipertanyakan oleh mertuanya) kau hati-hati di jalan aku tutup panggilannya... tuttt... tuttt (Rumi menutup panggilan diponselnya)".* Rumi


tanpa suara namun sesak itu masih tetap miliknya entah sampai kapan rasa itu masih ada ya pada dasarnya Rumi masih mengharapkan cinta dari seorang Rama.


Rumi mengusap kasar kristal beningnya dengan sedikit sisa dipipinya ia perlahan beranjak untuk berkumpul ditengah-tengah keramaian yang ada.


ya Raka kecil merayakan ulang tahunnya untuk yang ke 2 tahunnya dikediamannya dirumah yang nampak sederhana.


"yayyyy.... ini saatnya kita menyanyikan lagunya...(Rumi berteriak penuh semangat)". Rumi


Rumi yang keluar dari dalam rumah nampak tersenyum dengan senyuman mengembangnya namun Adam bisa melihat dengan jelas dikedua manik mata Rumi, ada sisa air mata disudut matanya.


"Rumi apa yang sebenarnya kau sembunyikan selama ini dari dunia? dan entah sampai sekarang selama ini mengenalmu aku belum pernah satu sekalipun melihat keberadaan suamimu? seperti apa rupanya kenapa Kalian terlihat sangat tidak kompak, dan kenapa suamimu tidak memprioritaskan Raka, jikalau kalian masih bersama tapi kenapa kalian memiliki hubungan yang terlihat aneh seperti ini...membatin". Adam


ya Adam turut hadir dalam acara ulang tahun Raka ,karena kini Adam adalah seorang yang penting bagi Raka. Adam dan Raka terlihat akur layaknya seorang teman.


dan Rumi pun tidak keberatan akan keberadaan Adam justru ia malah senang dan ya Rumi juga masih ingat dia masih memiliki suami jadi dia masih tau dan pegang teguh batas- batasan ia bersama laki-laki lain agar tidak menimbulkan fitnah.


# Flash back off #


"haha....om ayo teyus om... (haha...om ayo terus om...,) (terlihat Raka kecil bermain wahana bersama mommy tercintanya dan bi Sumi yang selalu mengawal mereka)". Raka


"sayang hati-hati jangan ngebut-ngebut ....(teriak Rumi)". Rumi


"tidak apa-apa Rumi ,Raka cukup pemberani...yayyy...ayo kita tambah lagi kecepatannya..". Adam


terlihat Adam dan Raka tengah asyik bermain mobil-mobilan dengan Raka yang berada didalam pangkuan Adam , Raka sangat menikmati moment ini apalagi disaat mobil mereka tertabrak-tabrak dari mobil milik penumpang yang lainnya.


hanya gelak tawa yang terdengar dari bibir kecil Raka ya hanya tawa lucu yang Rumi dengar di telinga Rumi disaat Adam mengajaknya anak semata wayangnya bermain atau sekedar bercakap.

__ADS_1


dan senyuman mengembang dari bibir manis milik Rumi kini terlihat lagi.


dan alangkah bahagianya bi Sumi menyaksikan nyonya nya tertawa lepas bersama anak tercinta nya Raka.


Mereka tertawa melepas kepenatan, kesedihan , kekecewaan yang selalu mendera di hidup mereka ya hidup sepasang anak dan ibu yang tanpa kepastian, status mereka memang jelas sebagai anak dan istri dari tuan Rama Wijaya namun dalam cinta dan sayang yang samar bahkan nyaris tidak didapatkan.


bi Sumi bersyukur kini ada sosok Adam yang secara tidak sengaja seperti seorang pengganti untuk tuan Rama, yang senantiasa bisa melindungi dan memberikan kasih sayang kepada Raka dengan arti yang tulus.


ya setau bi Sumi informasi yang didapatkan dari nyonya nya Rumi, Adam adalah salah satu pengajar muda didaerahnya. ia sedang ditugaskan untuk mengajar didaerah dimana Rumi dan Raka berada hanya informasi itu yang jelas didapat. selebihnya Adam tidak terlalu membuka tentang kehidupan pribadinya.


_skip_


"apa kau mau ini nona? ". Adam


Adam meledek Rumi dengan sebuah popcorn yang ia letakkan diatas kepalanya yang terbungkus dengan wadah gelasnya, dan ia menggunakan sebuah topeng karakter diwajahnya.


" hentikan Adam, kau terlihat seperti anak-anak ". Rumi


"aku memang suka dengan anak-anak,kau terlihat sangat manis nona jadi aku berikan ini secara cuma-cuma ayo ambilah...". Adam


"ambil saja nyonya , nak Adam terlihat sudah kualahan kasihan....(bi Sumi menyarankan)".bi Sumi


ya bi Sumi melihat Adam beratraksi tanpa bakatnya hingga Adam terlihat sangat kaku dan lucu.


"baiklah aku akan ambil...ah..aaaah....(Rumi terkaget-kaget saat ia tengah menghampiri Adam kakinya tergelincir hingga menubruk tubuh tegap milik Adam dan Dengan gerakkan cepatnya Adam menangkap tubuh Rumi yang secara tidak langsung memberikan tubuhnya kepada Adam)". Rumi


"a..apa kau tidak apa-apa (manik mata keduanya saling bertemu , wangi yang mengular dari tubuh masing-masing mulai tercium memberi sensasi tersendiri, dan degup suara didada keduanya terdengar semakin lama semakin jelas)". Adam


"apa kalian tidak apa-apa ,tuan... nyonya... (bi Sumi menyadarkan lamunan diantara keduanya)".bi sumi


"oh...maaf aku...,(Adam segera melepaskan dekapannya kepada tubuh Rumi dan mendudukkan Rumi disebuah kursi) apa kau tidak apa-apa? (terlihat raut dengan khawatirnya)". Adam


"deggg.... (perhatian itu membuat Rumi merasa dianggap keberadaan nya) um....aku tidak apa-apa, aduh tapi kakiku...(Rumi tampak meringis)". Rumi


"hu....haaaa........(Raka menangis yang berdiri tidak jauh dari mereka terkena tumpahan popcorn hingga rambutnya tertempeli dari tumpahan makanan ringan tersebut)". Raka


"hahahaha.... mereka semua tertawa diatas penderitaan Raka". Rumi, Adam dan bi Sumi

__ADS_1


Mereka kasihan namun lucu juga melihat Raka kecil dengan popcorn yang menempel diatas kepalanya. mereka benar-benar tertawa lepas diatas penderitaan Raka.


"mommy ...om Adam ...bi cumi jahat...(mommy....om Adam...bi Sumi jahat.)". Raka


Raka merajuk khas anak-anak.


"oops.... ". Rumi, Adam dan bi Sumi


_skip_


Rumi mendapat perawatan disekitar taman hiburan itu, untungnya hanya tergelincir kecil dan sudah baikan. sedangkan Raka mendapatkan kostum barunya. ia merajuk minta dibelikan kostum ala superhero karena terkena tumpahan popcorn.


mereka sangat happy , hingga hampir seluruh wahana mereka jajal dan nikmati hingga senja hari mereka baru pulang dari wisata itu.


_skip_


nampak Rumi turun dari sebuah taxi dengan dibarengi Adam yang mengikuti taxi mereka dibelakangnya.


"terima kasih pak...(Rumi memberikan uang dan kemudian taxipun pergi)...ayo sayang ucapakan terima kasih kepada om Adam!!! (Rumi menuntun Raka kecil mendekat ke adam yang baru turun dari motor sport nya, sedangkan Bu Sumi berdiri tidak jauh dari keduanya)". Rumi


Adam mensejajarkan wajahnya dengan Raka / berjongkok setelah Raka ada dihadapannya dengan senyum mengembangnya.


"telima kacih om...baju cupelhelonya keyen....(terima kasih om....baju superheronya keren) cup...(Raka mengecup pipi berlesung milik Adam)".Raka


"anak pintar jagoan om... em...(mengiyakan) kau pantas mendapatkannya sayang, om sangat menyayangimu (Adam mengelus pelan rambut hitam mengkilat milik Raka)". Adam


"terima kasih Adam, aku sangat berhutang padamu (dengan senyum simpulnya)". Rumi


"tidak apa-apa Rumi aku melakukanya tulus untuk Raka (membalas senyuman dari Rumi)". Adam


Meraka nampak senang, namun kesenangan mereka seketika musnah ketika sebuah Suara dengan lantang mengusiknya (kesenangan itu).


tepat didepan pintu rumah sederhana milik Rumi ada seseorang yang baru saja keluar dari dalam rumah dan menatap dengan tatapan garangnya kearah mereka.


"Rumi.....(seseorang itu berteriak dengan Suara baritonnya dan menatap lekat kearah mereka semua terutama kepada Adam yang masih mengelus kepala rambut Raka kecil)". Rama


"mas Rama.... bergumam". Rumi

__ADS_1


__ADS_2