Tangisan Suci

Tangisan Suci
Daya ingat 1


__ADS_3

"kau terlalu naif nyonya, kau akan menyesal atas segala impianmu bersama Satria (Dimas menghadang langkah Nona dengan ucapanya)". Dimas


"kau laki-laki kaku dan tidak berperasaan... enyahlah dari kehidupanku dosen kau selalu saja ikut campur dengan urusan orang lain, kenapa kau selalu melakukan ancaman dan gertakkanmu kepadaku apa karena kau memang benar menyukaiku hingga kau tidak rela aku menikahi mas Satria (tatapanya tegas dan menyelidik mendekat kearah Dimas)". Nona


"aku...aku... kenapa kau berfikiran seperti itu (Dimas redup dengan pemikirannya kenapa ia ngotot untuk memisahkan keduanya).


kau tidaklah pantas nyonya!". Dimas


"apa yang tidak pantas dosen, (Nona tambah berani memajukan langkahnya hingga Dimas mentok diantara mobil dan tubuh Nona)". Nona


"kau terlalu j..-lang untuknya". Dimas


"cup ...(Nona menempelkan bibir sexynya kepada Dimas hingga membuat Dimas diam terpaku karena begitu cepat Nona melakukanya)


apa seperti ini yang kau maksud dosen". Nona


"kalian... bergumam". Ardi


tanpa disadari kedua-nya Ardi tengah menangkap perbuatan keduanya dari arah depan gerbang ya Dimas dan Ardi akan menemui Nona guna memberikan suatu hal berita namun karena Ardi mendapatkan kabar yang mendadak yang mengharuskan dirinya balik ke kopi shop nya meninggalkan Dimas di depan rumah Nona menunggu sang pemilik rumah kembali pulang. namun apa yang dilihatnya disaat dirinya kembali dari urusannya, ia mendapatkan kejutan yang tidak sama sekali disangka-sangka pemandangan diantara Dimas dan Nona.


"apa yang kau lakukan nyonya (Dimas mengusap kasar wajahnya yang bersemu merona) kau benar-benar liar aku tidak salah melarangmu untuk mendekati Satria". Dimas


"tau apa kau tentangku dosen kau terlalu lancang, tidak cukupkah fikiranmu kau gunakan untuk mengurusi anak-anak didik mu asal kau tau aku tidak butuh apapun larangan dan nasehatmu (ucapanya tegas)".Nona


"kau...(terlihat Dimas dengan perasaan campur aduknya setelah mendapatkan kecupan singkat dari lawan bicaranya, ternyata benar seperti apa yang Ardi bilang perempuan dihadapannya benar Kokoh dan berani)". Dimas


"ehkm...kau sudah datang Nona (Ardi sengaja menutup perdebatan diantara keduanya karena terlihat semakin memanas padahal suasana sekarang panasnya hari sudah redup Karena sang mentari memanglah sudah digantikan dengan cahaya sang rembulan)". Ardi


"Ardi...(keduanya kaget fikir keduanya sejak kapan Ardi ada disana apa laki-laki superhero itu selalu melihat kejadian-kejadian yang tanpa di sadari orang lain seperti biasanya)".Nona dan Dimas


"emm...kau ada disini juga? (berusaha menenangkan diri dengan senyuman canggungnya perlahan Nona mundur dan memberikan jarak diantara keduanya diantara dirinya dan Dimas)". Nona


"ia, aku baru kembali setelah ada sedikit urusan di kopi shop ku (dan beralih kepada Dimas dengan gerakkan canggungnya) maafkan Ardi Ardi sedikit lama (berusaha menetralkan wajah canggungnya)". Ardi


akhirnya Ardi dan Dimas menjelaskan tujuan kedatangan mereka malam-malam seperti itu ke rumah Nona.

__ADS_1


bahwa kepulihan ingatan Satria memanglah sangat sulit untuk mengingat, namun bisa saja Satria bisa mengingat semua masa lalunya dengan cara yang spontan dan instan dan mengakibatkan dropnya kesehatan dari Satria dan disaat Satria bisa mengingat kembali dengan ingatannya apa yang terjadi dengan selanjutnya? ya Dimas dan Ardi mengkhawatirkan dengan semua kemungkinan besar yang akan bisa saja terjadi kapanpun itu.


mereka berdua telah mengingatkan Nona untuk beberapa kali dan mungkin ini adalah hari terakhir kalinya mereka akan mengingatkan Nona.


Namum cara Ardi disini bukan seperti cara Dimas yang dengan sedikit terbilang kasar. ya karena disini Nona adalah sosok perempuan dengan kekokohan tekadnya.


"huffftt....(menghela nafas panjang dan beratnya) maafkan aku Ardi, pilihanku akan tetap sama.


bukannya adikmu juga sudah merelakan mas Satria dan sekarang sudah bahagia dengan tuan Rama yang memiliki segalanya.


kumohon kali ini saja dukunglah keyakinanku (menatap memohon kepada teman baiknya itu)


biarkanlah mas satria juga merasakan kebahagiaanya meskipun kebahagiaan itu dia dapatkan bukan dari adikmu Ar...". Nona


"Hem, huffft... kau sudah tau dengan resikonya Nona, tapi apa boleh buat jika itu keputusanmu kami tidak bisa memaksakan kehendak apapun, kami hanya berusaha mengingatkanmu saja.


mungkin hanya ini saja yang kami sampaikan dan untuk masalah mendukungmu ,..... apapun yang terbaik dan membuatmu bahagia Nona aku mendoakan segala usaha kerja kerasmu (dengan nada pasrah dan bijaknya)". Ardi


"Ardi....(Dimas tidak puas dengan Ardi)". Dimas


"sudahlah kak, kita tidak boleh lebih untuk masalah ini, ayo kita pulang". Ardi


"terima kasih ar, kau adalah satu-satunya teman yang bisa mengerti diriku (tersenyum hangat tanpa memperdulikan Dimas yang menatap sinis kearahnya)". Nona


"maafkan aku sayang... aku sudah putus asa dengan ini semua, semoga tuan Rama benar-benar bisa membahagiakanmu sayang... belajarlah untuk mengikhlaskan semuanya mungkin ini jalan yang sang pencipta sudah gariskan yang terbaik untuk kalian...membatin!". Ardi


_skip_


"hiks.... tidak ini tidak mungkin (Satria terduduk lemas dengan tangan yang meraih dua gundukan tanah)". Satria


"yang sabar mas...ini semua pasti terjadi kepada semua insan , hanya waktu yang dapat memperlihatkan kapan ini akan terjadi (nampak Nona mencoba menguatkan sedangkan ada seorang ibu-ibu tengah baya dan anaknya ikut mengantarkan Satria dan Nona ketanah pemakaman sang mendiang kedua orang tua Satria)".Nona


"hiks....(sedangkan tanpa disadari keduanya gladis , Dimas dan Ardi ikut menyusul kedua-nya sedangkan Caca mereka titipkan kepada karyawan tetap Dimas di kediamannya)". gladis


"tapi kenapa ini terlalu cepat honey, aku baru saja ingin memperkenalkan dirimu kepada kedua orang tua ku.... mereka pasti menyukaimu...kau adalah pengganti yang paling tepat untuk mendiang ibunda Caca...". Satria

__ADS_1


"aku mengerti mas,...".Nona


yang masih saja mencoba menenangkan Satria


selang beberapa waktu akhirnya Satria dan Nona memutuskan masuk kesebuah rumah sederhana milik mendiang orang Satria dengan ditamani tetangga Satria yang mengurus/dititipkan kunci dan menjaga kebersihan rumah itu. ya Dimas dan Ardi selalu mentransfer uang kepada ibu setengah baya tersebut tanpa sepengetahuan yang lainnya.


sedangkan ibu-ibu setengah baya hanya mengantar tanpa berkomentar lebih melihat keberadaan Nona sedikit memberikan kesan canggung kepada Satria ,mantan anak tetangganya itu.


"Rumi...bergumam". Satria


disana Satria menyelusuri setiap inci kenangan manis masa kecil dan remajanya dirumah sederhana itu hingga tatapanya mengarah ke kamar pribadinya dan betapa kagetnya satria disaat sebuah foto besar yang menggambarkan dirinya tengah menggandeng seseorang yang begitu ia anggap sebagai perempuan aneh dengan pengakuannya menggunakan setelan khas pengantin dengan wajah yang sama-sama bersinar memancarkan aura baik betapa bahagianya raut diantara keduanya.


"akhp ...tidak (menggeleng)".Nona


Nona yang ikut masukpun ikut terkaget dan betapa cemasnya ia. ini sama saja menghantarkannya kepada jurang kesedihan yang dalam. akankah ingatan calon suaminya akan pulih setelah melihat sebuah foto ciri khas itu. dan akan membatalkan pernikahan yang hanya beberapa hari lagi akan dilangsungkan?.


satria mendekat kesebuah foto yang terpanjang besar itu dan perlahan mengelusnya dan mencoba mengingat dan menikmati gambaran indah itu.


"Arumi Fitrian.... bergumam". Satria


"hiks...mas".Nona


dan beberapa saat kemudian Satria jatuh bebas kelantai bersamaan kesadarannya yang hilang.


"mas.... tidak...(jeritan)". Nona


🌾 Rumah sakit di kota itu 🌾


"hiks.... Daddy.... jangan tinggalkan Caca (meraung-raung)". Caca


"Daddy akan baik-baik saja, tenanglah ada bibi disini ca, Caca tidaklah sendirian (gladis merangkul erat tubuh kecil dengan khas berontaknya)". gladis


"Daddy....(lagi-lagi Caca ingin ikut masuk kedalam ruangan yang menangani Daddynya)". Caca


"Caca, ada apa ini ....tuan Ardi kenapa semuanya ada disini (nampak Adam baru datang dengan membawa seseorang gadis muda disampingnya)". Adam

__ADS_1


Caca menoleh sedikit heran ke sumber suara yang membawa seorang perempuan muda ya terlihat berumuran seperti bibi gladisnya namun ia kembali dengan tangisanya.


"Satria drop...ini berkaitan dengan ingatannya (tatapanya cemas berantakan)". Ardi


__ADS_2