
disinilah Rumi dan Rama berdiri didepan disebuah rumah yang besar dan nampak megah dan disampingnya ada sebuah rumah yang nampak sangat sederhana.
Rumi melirik kearah tuan Rama.
"tuan apakah kita akan tinggal dirumah megah itu (dengan menunjukkan jemarinya)". Rumi
"kau jangan bermimpi terlalu jauh...kau akan tinggal dirumah kecil itu, kau lebih pantas tinggal disana (Rama menunjukkan dengan dagunya)". Rama
"Hem....(nampak Rumi memejamkan netranya ia mencoba menetralkan perasaan sedih itu bagaimana tidak 1 tahun telah berlalu namun kini tetap saja perlakuan kasar dan semena-mena yang Rumi dapatkan ia tidak berharap banyak setelah ia bisa memberi permintaan besar dari tuannya ia akan pergi jauh dari jangkauan nya, dan berharap tidak akan bertemu dilain masa nanti ) baiklah terima kasih tuan , sekarang ayo kita masuk (dengan senyuman simpulnya)". Rumi
"kau duluan saja dan bawalah kopernya aku ingin cari angin dulu!!". Rama
"baiklah....(Rumi melangkahkan kakinya kerumah yang nampak sangat sederhana itu dengan langkah positif nya)". Rumi
setelah beres-beres barang bawaan Rumi tidak pergi untuk istirahat melainkan ia memasak dan membersihkan dirinya.
"sudah selesai semuanya, tinggal menunggu tuan pulang saja". Rumi
jam menunjukan pukul 10 malam namun tuan semena-mena nya tidak menunjukan kehadirannya.
Rumi duduk didepan meja makan ,.ia tidak berani untuk makan terlebih dahulu karena seperti biasa ia akan makan malam bersama.
"hanya kau yang tau kapan ini akan berakhir... semoga aku kuat dengan semua ini...membatin". Rumi
__ADS_1
cklekkk... suara pintu dibuka Rumi terkejut dari lamunannya.
"tuan...kaukah itu tuan (Rumi bangkit dari duduknya ia menghampiri pintu depan karena rasa penasaran nya)". Rumi
"Rumi... (nampak Rama berdiri diambang pintu dengan penampilan kacaunya ya dia habis meminum minuman keras hingga pijakkanya sudah tidak teratur lagi)". Rama
"ahh...tuan (Rumi kaget tuan angkuhnya ambruk dilantai , dengan cepat Rumi menghampiri dan dengan susah payah Rumi menyeret dan mencoba memapah tubuh Rama) kau sungguh berat tuan ,tuan bangunlah uh... (Rumi melihat Rama setia memejamkan mata nya) sebenarnya apa yang terjadi padamu... hingga kau seperti ini??? (Rumi mengantarkan kekamar yang nampak sederhana itu tidak kecil dan tidak juga Besar semuanya terasa pas dan tertata sederhana ditempatnya, dengan telaten Rumi melepaskan sepatu ,dan pakaian khas kantornya dan melepas benda kesetiaan tuannya yaitu topeng yang selalu Rama pakai. Rumi memperhatikan wajah buruk rupa itu tanpa ia sadari tanganya merambat menyentuh rupa itu dan mengelusnya...) andai tuan sedikit saja lebih lembut kepada ku aku rasa aku bisa menerima mu dengan tulus...kau tau tuan rupa bagiku tidakkah utama, namun aku sadar diri disini kau tidak akan pernah melihatku sebagai cintamu karena aku tau hatimu telah dimiliki perempuan lain... bergumam".rumi
pagi kembali menyambut lagi Rama yang baru tersadar mengerjapkan matanya. ada senyum kecil dibibirnya. ia masih ingat jelas dengan apa yang ia tangkap dari pendengarannya tadi malam, walaupun dalam kondisi mabuk itu bukanlah hal pertama dalam hidupnya, ia hanya berpura-pura tidak sadarkan diri itu semua ia lakukan karena ia merasa bersalah selama ini kepada Rumi ia malu untuk mengakuinya. ia berusaha menghindarinya , menghindar dari pertanyaan-pertanyaan yang selalu aktif Rumi pertanyaan.
pagi menyambut lagi... seperti nya ini adalah awal yang baik bagi hati insan yang kelam dan putus asa....
"ahhhhk.... pergi...pergi...(Rumi yang asyik dengan ritual mandinya terganggu akan kehadiran seseorang yang tanpa permisi ikut masuk kedalam kamar mandi yang ia pakai, dengan masih penuh dengan sabun Rumi segera memakai handuknya dan hendak pergi keluar kamar mandi namun alangkah kagetnya saat kakinya terpeleset karena terburu-buru)". Rumi
dengan muka yang memerah Rumi berusaha menutupi seluruh bagian tubuhnya yang terekspos.
"awww....(Rumi meringis kesakitan)". Rumi
"kau kenapa boleh aku bantu (Rama yang sudah selesai dengan aktivitas nya mendekat kearah Rumi dipojokkan sana)". Rama
"ti..tidak usah tuan (Rumi berusaha bangkit tapi... ) aww....ini terasa sangat sakit (dengan memegangi pergelangan kakinya dan memastikan kain yang menutupi nya tidak terkikis)". Rumi
dengan cepat Rama menggendong Rumi ala bridal style dan membawa Rumi kekursi sederhana yang berada di samping dapur
__ADS_1
"apa-apaan... (berteriak kaget dengan mencari pegangan spontan Rumi menggelayutkan kedua tangannya dileher Rama )". Rumi
"aku hanya berusaha membantumu ...kau akan terbiasa dengan hal seperti ini, lebih santailah sedikit...(Rama dengan hati-hati mendudukan Rumi)". Rama
deggg....deggg.suara jantung keduanya berdegup lebih kencang.
"apakah benar dia adalah Rama yang selama ini aku kenal ,kenapa ia terlihat lebih berbeda perlakuannya sedikit lebih lembut... membatin". Rumi
"aku baru tersadar ternyata matanya begitu indah dan jernih, dan hemmm.... aroma tubuhnya begitu menenangkan...rasanya aku... membatin. (Rama dengan susah payah menelan salavinanya, ya karena posisinya Rumi hanya mengenakan sehelai penutup mandi/ handuk mandi)". Rama
perlahan tangan Rama menelusuri kaki putih mulus milik Rumi dan mengurut kaki yang nampak sedikit meninggalkan samaran biru di kulit.
"ini akan terasa sedikit sakit...klekkk..klekkk...(Rama mencoba melakukan pertolongan pertama nya kepada pergelangan kaki Rumi)". Rama
"aduh....tidak,... ini terasa begitu sakit...aww tuan cukup". Rumi
"sekarang coba berdirilah...". Rama
"berdiri? tapi tuan...ahhh....(Rumi terbelalak)". Rumi
"(dengan lembut Rama meraih pinggang Rumi dan menggenggam salah satu tangannya ia membantu Rumi untuk berdiri) bagaimana...apakah sudah lebih baik?". Rama
"uhhh....eem...(mengangguk) terima kasih tuan, aku akan segera menyelesaikan mandiku (dengan langkah yang sedikit pelan Rumi masuk lagi kedalam kamar mandi ia menutup pintu kamar mandi dan bersandar lemas disana) deggg...degggg....huffft.....kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini, dan kenapa tuan Rama jadi bersikap demikian? sudahlah Rumi apa yang kau pikirkan...ini hanyalah sebuah kebetulan saja (Rumi berusaha menepis semua prasangka dalam dadanya)". Rumi
__ADS_1
"maafkan aku Rumi...aku akan mencoba menebus semua perlakuan burukku dimasa lalu, aku Pastikan itu (dengan menatap kearah pintu kamar mandi yang tertutup rapat)".rama