
"mas Rama lepaskan Raka, mas... (terjadi aksi saling tarik-menarik)". Rumi
"mommy... tolong Raka, Raka tidak mau ikut bersama daddy Rama (dengan tatapan memohonnya)". Raka
ya dengan seiring berjalannya waktu Raka sudah bisa menerima Rama sebagai Daddy kandungnya. namun meskipun Raka sudah bisa menganggap Rama sebagai Daddy kandungnya Raka tetaplah Raka yang tidak akan pernah mau terpisah dari sang mommy. dulu Raka sempat melakukan perlawanan kepada sang mommy karena dirinya telah membela Daddy Rominya.
🌷Daddy Romi? kenapa Romi sudah lama tidak menunjukkan batang hidungnya? dimanakah ia? dan apakah rencana cemerlang yang akan ia gunakan untuk mendapatkan Rumi disaat ia tidak menjangkaunya dari jarak dekat? ikuti terus kisahnya....ya🌷
"ikutlah bersama Daddy sayang Daddy merindukanmu, Daddy ingin selalu bisa selalu dididekatmu. setidaknya Daddy ingin menebus kesalahan Daddy yang telah lalu...Rumi aku mohon berikan Raka penjelasan...dan pengertian...kenapa kau tidak mengizinkan aku mengenal anakku sendiri? apakah aku sudah benar-benar kalian anggap mati...???(Rama mata berkaca-kacanya)". Rama
"mas...(entah kenapa ada ketidak tega'an disaat Rama memasang raut seperti itu, apakah dirinya jauh didalam hatinya masih menyimpan seorang bernama Rama Wijaya? ataukah perasaan tidak tega itu lahir dari sebuah hati nurani seseorang, ya karena Rumi sudah menganggap Rama adalah seseorang yang hanya selalu saja menggoreskan luka meski setitik kebahagiaan sempat ia rasakan disaat dulu semasa dirinya pernah hidup berbagi rasa dan cerita bersamanya) mas... aku mengizinkan kau mengenal anakku...tapi aku mohon bersikaplah dengan lembut kepada Raka, dan aku mohon jangan sekali-kali memaksanya lagi. apa kau bisa melakukannya...untuk anakmu sendiri?...(nadanya bergetar ini pertama kalinya Rumi membuka kesempatan untuk Rama)". Rumi
dengan berat hati Rumi memperbolehkan Raka kecil ikut bersama Rama memberikan pengertian kepada Raka bahwa dirinya tidak usah takut, Rama tidaklah akan menyakitinya karena memanglah benar Rama adalah Daddy kandung bagi Raka.
dengan perasaan mencoba menenangkan diri sendiri dan anaknya, ya karena jujur Rumi sendiri masih sangat takut dengan sosok Rama, yang selalu kasar dan semena-mena setiap saat, perubahan emosinya terkadang sering tidak terkontrol ya Rama adalah seorang yang temperament sama seperti Daddy dan saudara kembarnya. namun disini Romi lebih lembut kepada Rumi tidak seperti Rama.
"apapun akan aku lakukan untuk anakku (dengan tatapan dan nada keyakinan)". Rama
setelah mencari keyakinan kini beralih kepada Raka.
"sayang ...(Rumi mensejajarkan pandanganya dengan anak tampan persis milik wajah sang iparnya itu) Raka sayang...mau yah ikut Daddy, Raka dengarkan mommy....Daddy Rama adalah Daddy kandung Raka, jadi Raka tidak usah takut yah... Raka dengarkan Daddy tadi bilang apa, Daddy akan melakukan apapun untuk Raka!!! (membujuk)". Rumi
"tapi Raka takut mom, Daddy waktu itu pernah membawa Raka kerumahnya Raka dikurung di kamar tidak boleh keluar...(dengan menerawang)". Raka
__ADS_1
"Hem,...(Rumi sekilas melirik kepada Rama hingga Rama salah tingkah dibuatnya ya tatapan Rumi didetik ini terasa menyegarkan kalbunya, terlihat Rumi untuk bersikap profesional meski masih terlihat jelas raut takutnya terhadapnya) Daddy... tidak akan melakukan hal itu lagi sayang karena mommy akan ikut bersama Raka!" Rumi
ada binar bagi seseorang disampingnya.
"apakah benar kau akan ikut bersamaku? (terdengar antusias dalam senyum samarnya)". Rama
"ia mas, kali ini aku akan ikut bersama kalian tapi kita pergi tidak dikediamanmu ...". Rumi
*salah satu mall didaerahnya *
ya disinilah Rumi mengarahkan keduanya. Rumi akan membiarkan Rama mengenal Raka ditempat umum, jadi jikalau Rama macam-macam setidaknya banyak warga yang akan menolongnya. ya meskipun keramaian ini tidak menjamin untuk melawan akan kekuatan seseorang dari keturunan keluarga tersohor dan terhormat didaerahnya.
kedatangan ketiganya banyak mengundang mata-mata yang saling berpendapat.
"maksudnya pengobatan apa jeng, dan bukannya itu adalah ibu guru Rumi dan itu anaknya yah , setau saya ibu guru Rumikan kekasihnya dosen Satria. dan kenapa mereka bisa se'akrab itu... ya ampun jeng aku baru ingat merekakan adalah sepasang suami istri saya pernah menghadiri acara ulang tahun anaknya yang waktu itu baru berumur 1 tahun, ya karena pada waktu itu suami saya masih menjadi salah satu karyawan di perusahaan milik keluarga Wijaya dan pada waktu itu juga kami diundang... maklum sudah berumur...(sambil memasang wajah malunya)". salah satu pengunjung 1
"saya tidak tau pasti ,jeng sendiri tau kan keluarga Wijaya dengan segala kekuasaannya! Hem,berarti mereka adalah sepasang suami istri? tapi tunggu kenapa ibu guru Rumi memperkenalkan seorang dosen sebagai kekasihnya? apa mereka ada masalah, dan lihatlah mereka terlihat sangat serasi dan akur... apa mungkin ada masalah? ".salah satu pengunjung
"entahlah... ".salah satu pengunjung 1
"andai saya jadi ibu guru Rumi, saya akan lebih memilih tuan Rama selain kaya, tampan,dan lihatlah bodynya sangat aw...(menjerit sesuatu)".salah satu pengunjung
"kepala mu aw...(menjitak)". salah satu pengunjung 1
__ADS_1
"kau tega sekali , sakit tau...".salah satu pengunjung
"sttttt.... mereka mengarah kesini jangan berulah (keduanya)". keduanya
Rama berjalan hanya bertiga tanpa seorang bodyguard dan pengawal lainnya. Raka ,Rumi dan dirinya, menjadikan Rama teringat dimasa lalu dimasa sewaktu Raka kecilnya belum terlahir kedunia ini dan pada waktu itu juga ia belum mengenal akan yang namanya menyesal.
ya Rama masih sangatlah ingat ketika diwaktu dulu sosok Rumilah orang pertama yang mampu membawa kepercayaan dirinya datang kembali setelah bertahun-tahun ia menutup dan bermain dibalik layar.
rasa ini membuatnya bahagia sekaligus mengingatkan atas kesalahan-kesalahan dimasa silam yang pernah ia lakukan.
"sayang, kau mau apa (arti sayang itu Rama persembahkan untuk keduanya namun disini Rama hanya bisa menatap kearah Raka, ia tidak mau terburu-buru lagi untuk menunjukkan pengharapanya kepada Rumi, ia takut Rumi akan merasa takut lagi berhadapan dengannya dengan jalan seperti ini saja Rama sudah bersyukur) bagaimana kalau kita makan dulu?". Rama
"Hem... Raka sayang maaf mommy akan ketoilet dulu, kau tunggulah bersama daddy...". Rumi
blussssss..... panggilan Daddy yang terucap dari bibir seorang Rumi seakan-akan dirinya diakui dan begitu terasa sejuk di dadanya *Rama*.
"mas... tolong jaga Raka dulu, maaf kau duluan saja aku aku akan menyusul (dengan tatapan biasa namun terkesan begitu indah Dimata Rama)". Rumi
"eem...(mengiyakan)". Rama
Rama menatap kepergian Rumi dengan senyuman samarnya.
"Hem,...sedikit lebih maju...aku percaya sayang perlahan-lahan kau akan berada dalam dekapanku kembali...membatin". Rama
__ADS_1