Tangisan Suci

Tangisan Suci
Daya ingat


__ADS_3

#flash back #


keadaan malam sebelum datangnya sang mentari.


* Klinik *


"hem...ternyata dia, bergumam". Adam


Adam hanya diam melihat kepergian gadis muda itu yang dijemput teman perempuannya, yang beberapa menit lalu mendapatkan pertolongan dari perawat.


ya gadis muda itu adalah gadis yang pernah jatuh mengenai Adam karena mabuk disuatu suasana khas gemerlapnya malam di sebuah tempat hiburan yang bertema khas air malam, diwaktu itu juga ada Alan yang menenangkan Adam yang emosi karena terkena gadis muda itu yang nampak tidak bisa mengendalikan keseimbangannya.


sementara itu.


* dikediaman Satria /perumahan *


"..ahhh.... kenapa dengan kepalaku? (Satria memegangi kedua pelipisnya yang terasa berdenyut-denyut disaat ia membuka sebuah laci yang menampilkan gambaran romansa itu terlihat seperti diantara sepasang kekasih dengan senyuman kebahagiannya).


sebenarnya siapa kau nyonya Rumi?, kenapa aku tidak bisa mengingatnya dan jujur kenapa disaat dirinya pergi meninggalkanku kenapa rasanya hatiku begitu sedih!.


ahhhhhhhh.... cranggggg...(Satria meremas rambut pendeknya dan lututnya jatuh menabrak kerasnya lantai dibarengi sikunya menyenggol sebuah pajangan yang ada di kamarnya hingga jatuh menjadi dua bagian) ". Satria


ya foto itu Caca yang memberikannya tanpa sepengetahuan gladis. karena Caca tau bibi gladisnya pasti tidak akan mengizinkan dirinya untuk mengingatkan Daddynya kepada masa lalu yang Daddynya tidak dapat ingat, terutama ingatan mengenai mommy Rumi nya. Caca juga tidak mengerti kenapa bibi gladisnya menyerah secepat itu untuk mengembalikan ingatan Daddynya.


"mas...apa kau baik-baik saja". gladis


gladis yang mendengar suara ribut dan Geraman dari arah kamar sang kakak terbangun dari lelapnya sedangkan Caca masih asyik dengan mengurung dirinya.


"mas.....(teriak gladis disaat berhasil masuk kedalam kamar sang kakak)". gadis


# flash back off #


* 2 bulan kemudian *


🌾 Di sebuah Boutique 🌾


"ah.....". Satria


"mas, apa kepalamu sakit lagi?". Nona


disaat Nona beberapa kali dapat melihat keadaan Satria yang mungkin saja akan mengakhiri hubungan asmaranya.


ya selama 2 bulan ini hubungannya berhasil semakin dekat dan akan melangsungkan kesebuah jenjang pernikahan seminggu lagi.


dan itu membuat Caca semakin uring-uringan dan dan begitupun dengan Dimas yang tidak berhasil menggertak Nona dengan segera tekad bulat dan kekokohan hatinya.

__ADS_1


sedangkan Ardi sudah pasrah mungkin ini yang terbaik untuk adik kesayangannya dan Satria sang calon mantan iparnya.


sulitnya melihat sosok Rumi itu adalah kendala terbesar yang membuat tekadnya luntur. dibenaknya sang tuan Rama pasti telah menyembunyikan adik kesayangannya, hingga berbagai cara dirinya dan Dimas tiada bisa melacak keberadaan perempuan yang begitu penting dalam hidupnya.


"aku tidak apa-apa honey, entahlah...(tatapanya menerawang namun Satria berusaha menghempaskan pengelihatan samarnya)". Satria


"baiklah kalau begitu aku ambil tasku sebentar (melepaskan pegangan tangannya dengan perasaan sedikit tidak nyamannya namun masih dalam senyuman manisnya)".Nona


ya Satria dan Nona hari ini mengunjungi sebuah butique yang menyajikan berbagai gaun-gaun cantik khas pengantinnya , mereka telah memesan beberapa set gaun pengantin yang akan digunakan di acara bahagia pada hari itu.


* Di mobil *


"esok aku akan mengajakmu menemui kedua orang tuaku dikampung, sudah 1 tahun lebih aku tidak mendengar kabar mereka". Satria


"Hem, (tersenyum kaku , Nona takut ingatannya akan kembali disaat dirinya belum sah menjadi istrinya dan memiliki seorang penerus dari laki-laki yang sangat dicintainya yang ada disampingnya)".Nona


"apa kau gugup...darling?". Satria


disaat melihat raut Nona sedikit kaku dan kikuk.


"sedikit...(tersenyum senang, laki-laki disampingnya benar membuat hari-harinya begitu terasa indah dan begitu manis dengan perhatian dan bahasa halus sopan


nya ia sangat beruntung mendapatkannya dan sedikit lagi akan memiliki laki-lakinya tampan baik itu seutuhnya )". Nona


"hihi....honey kau terlihat menggemaskan bermimik seperti itu (Satria tersenyum lucu namun itu begitu menawan di pelupuk mata Nona menjadikan Nona tersenyum-senyum malu)". Satria


"mas , hentikan aku bisa mati saat ini juga bila kau terus merayuku seperti itu (dengan rona dikedua pipinya)".Nona


"aku suka melihat rona wajahmu honey...". Satria


"cukup mas...!!!". Nona


_skip_


terlihat mobil pribadi milik Satria dan mulai memarkirkan dihalaman cukup untuk satu mobil itu.


"mas kau sudah pulang? (nampak gladis yang menunggunya di teras rumah)". gladis


"ia , maafkan aku aku tidak bisa menepati janjiku, Hem,...diamana Caca? apa dia marah? (dengan raut sesalnya)". Satria


"Hem, (gladis hanya mengucapkan itu ia tidak mau membebani fikiran kakak satu-satunya dengan keadaan yang mungkin lebih buruk dari ini)


tidak apa-apa mas jangan difikirkan, namanya juga anak-anak, bila keinginannya tertunda pasti akan seperti itu...(mencoba menenangkan)". gladis


"tapi benar aku terlalu sibuk dengan persiapanku hingga permintaan kecil Cacapun aku tidak bisa mengabulkannya (tatapan sedih)". Satria

__ADS_1


"sudahlah mas, masuklah dulu bersihkan dirimu dulu. aku tidak mau sampai mas ku ini sakit lagi". gadis


sok menggurui.


"kau sekarang pintar ya, mentang-mentang dekat dengan dosen tampan itu (sedikit godaan dan itu membuat rona samar dikeuda pipi gladis)". Satria


"kak, kau bicara apa sih, aku sudah menganggap dosen Dimas sebagai kakakku sendiri , sudahlah aku masuk duluan (kabur berusaha menutupi kegugupannya)". gladis


"Hem, (Satria geleng-geleng melihat kepergian adik semata wayangnya)". Satria


* makan malam *


"ehkm...ca, maafkan Daddy Satria, Daddy tidak bisa menepati janji yang Daddy buat sendiri (sesekali melirik kearah lawan bicaranya)". Satria


"Caca tidak masalah dengan Daddy, ataupun dengan janji yang daddy tidak tepati, tapi Caca tidak setuju Daddy menikahi Tante itu Caca tidak suka Daddy bersama Tante itu...(Caca berdiri dari posisi duduknya hingga membuat gladis dan Satria kaget)". Caca


"Caca, apakah Caca tidak menginginkan kasih sayang dari seorang bunda lagi? kasih sayang bunda akan Caca dapatkan dari Tante Nona, percayalah...!". Satria


"tidak dad, (tatapan tegas) tidak ada yang boleh menggantikan bundanya Caca siapapun itu...kecuali mommy Rumi". Caca


"cukup ca, kau ini selalu saja melibatkan apapun dengan nyonya Rumi , tidakkah kau melihat nyonya Rumi adalah ratu bagi tuan Rama? (Satria melempar foto bersama seseorang dengan manik mata bulatnya, ya foto itulah yang Caca berikan beberapa Minggu lalu kepadanya)". Satria


"Caca...(gladis tidak menyangka Caca melakukan hal nekad kepada Daddynya)". gladis


"hiks...(Caca menatap keduanya gladis/Daddynya tidak percaya tiada satupun yang mendukungnya)". Caca


Caca yang baru keluar dan baru setengah menyelesaikan ritual makannya sudah tidak mood dan kembali' mengurung dirinya.


grebbbb... suara pintu ditutup sedikit kasar.


"huffftt....(nafas berat antara keduanya gladis dan Satria)". gladis dan Satria


"tenanglah kak, semuanya pasti akan baik-baik saja ". gladis


"Hem, gladis sebenarnya esok aku akan mengunjungi ibu dan bapak dikampung sekaligus memperkenalkan Nona kepada ibu dan bapak". Satria


"a.. apa (syok ia tidak kefikiran tentang hal itu)".gladis


🌾 Di kediaman Nona 🌾


"tunggu....(nampak sosok tampan keluar dari tempat persembunyiannya disaat mobil milik Satria benar-benar sudah pergi)". Dimas


"kau...(kaget)???


".Nona

__ADS_1


"hei kenapa harus terlihat kaget seperti itu, apa kau terpesona dengan ketampanan ku?". Dimas


"uekghhhhhhh (membuang muka), kau terlalu pede dosen dari pada ribut-ribut dirumahku masih mending kau pulanglah dosen,waktuku terlalu sempit untuk meladeni gertakan dan ancamanmu. yang perlu kau tau dosen cinta diantara kami tidak akan terpisahkan sampai kapanpun!". Nona


__ADS_2