
Rumi meratap kepergian dari satria dengan memegangi punggung tangan yang masih membekasan rasa kecupan hangat dan mesra dari sang kekasih, sungguh pilu dan perih hatinya dia sungguh tidak rela ditinggalkan begitu saja sementara dihatinya semakin hari semakin cinta diantara keduanya. namun ia harus bisa menghargai keputusan dari kekasihnya itu dengan berat hati Rumi perlahan mendekat kearah dimana anaknya berada. setelah ia memastikan satria benar-benar sudah hilang dari pengelihatanya, dengan menghela nafas beratnya.
"huffft.....Raka sayang sekarang kau mendapatkan apa yang kau mau...Romi aku akan pulang bersamamu, tapi yang perlu harus kau ingat kau tidak akan pernah mendapatkan hatiku (dengan senyuman hambarnya)". Rumi
dulu benar ia pernah melabuhkan cintanya kepada tuan Romi namun perasaan itu kini sudah benar musnah sudah , apalagi disaat Rumi telah bisa melupakan dan terfokus kepada Rama dan lagi-lagi cintanya harus kandas dan ketika cinta itu mulai berubah rumi memutuskan untuk menutup hatinya untuk siapapun dan pada akhirnya satrialah orang pertama yang bisa meluluhkan hati Rumi setelah lama Rumi menutupnya. ya 5 tahun bukanlah waktu yang singkat baginya.
dengan senang hati tanpa rasa bersalah Romi menyambut kedatangan Rumi dengan segera menggandeng kedua-nya anak dan mommynya itu. meskipun lebam diwajahnya seakan Romi melupakan rasa nyeri yang mendera, karena ia begitu bahagia dengan kemenangannya.
"dah... para Daddy, Daddy yang sesungguhnya mau pulang duluan bersama anak dan istrinya (Romi tersenyum mengejek kepada Adam yang masih dengan tatapan meradangnya)". Romi
"mom...(,Raka bisa menangkap raut kesedihan dari sang mommy namun besar tekadnya untuk menyatukan kembali hubungan baik diantara keduanya orang tua nya itu)". Raka
"Rumi, (Adam terlihat tidak terima dan akan kembali menyerang Romi yang sejak tadi menampilkan senyuman kemenangannya)". Adam
"biarkan dam, kita tidak mungkin menggunakan cara ini untuk mengalahkannya.(Ardi mencekal lengan milik Adam dengan susah payah ya karena disini Ardi sebagai laki-laki yang tingginya minim dari para laki-laki yang lainya. Satria benar kita tidak bisa mengabaikan perasaan Raka juga, Raka adalah korban sebuah doktrin... kita tidak bisa bermain dengan otot, aku takut Raka akan semakin nekad lebih dari ini.(1 ya semuanya itu tidak terlepas dari hasutan Romi.) Hem....(Ardi memikirkan sesuatu)..mari kita gunakan cara yang lebih ekstrim...menyeringai". Ardi
"tu... tuan...(Adam menatap horor kearah Ardi dengan seringai yang ditunjukkannya)". Adam
_skip_
🌾 Di kediaman Arumi 🌾
__ADS_1
"aku tinggal dulu (Rumi yang nampak masih memendam kesedihan melangkah kearah dimana kamarnya berada)". Rumi
"mom...tunggu mom, (Raka menyusul mommy Ruminya dan meraih tangan mommynya itu) Daddy mom, apa mommy tidak lihat wajah Daddy penuh luka, Raka mohon mom...obati luka Daddy...(dengan tatapan polosnya)". Raka
Rumi melirik kearah dimana Romi tengah duduk kalem dengan ringisan dan sebuah senyuman yang samar.
"tuan Romi bisa mengobati lukanya sendiri sayang...(Rumi memberi pengertian kepada anaknya)". Rumi
"berhentilah memanggil Daddy Raka dengan panggilan tuan dan semacamnya mom, apa mommy tidak kasihan kepada Raka? apa mommy sengaja menjauh dari Daddy supaya Raka tidak bisa memiliki dan merasakan kasih sayang dari daddy kandung Raka sendiri....". Raka
jlebbbbbb..... penuturan itu sampai kehati. semua ucapan dari anaknya memanglah benar. Rumi telah meninggalkan Rama, Namun sedikitpun tiada maksud Rumi seperti itu. ia melakukannya karena keadaan dan hati yang terluka membuatnya mampu melakukannya.
"sudahlah Raka sayang, jangan memaksakan mommy ... kasihan mommy,... biarkan mommy Rumi untuk pergi beristirahat hari ini mommymu terlihat sangat lelah...Daddy pulang dulu, (Romi bangkit dari posisi duduknya dan perlahan mendekat dimana dua sepasang anak dan mommynya berdiri dan mengelus pelan rambut hitam milik Raka dan beralih menatap intens kepada Rumi yang nampak kacau), cup...(dengan cepat Romi mengecup kening milik Rumi hingga Rumi tidak bisa membaca gerakkannya) aku pulang dulu, jaga anak kita....(dan beralih kepada Raka lagi) Daddy titip mommy... Raka ingatkan (ya sepertinya ada sebuah perjanjian diantara Raka dan Romi)". Romi
"siap Raka akan selalu ingat pesan dari Daddy...!!! Daddy tolonglah....(Raka menyuruh Daddynya untuk mensejajarkan tingginya hingga Romi membungkukkan tubuhnya) cup...(satu kecupan sayang Raka labuhkan dipipi yang menurut ia Daddy kandungnya) Raka sangat menyayangi Daddy, Raka tidak mau lagi bila harus kehilangan Daddy ,Raka mohon kepada Daddy jangan tinggalkan Raka dan mommy lagi...(dan memeluk erat tubuh ideal milik Romi)". Raka
"Hem.... anak Daddy yang pintar, terima kasih sayang. Daddy janji Daddy tidak akan meninggalkan kalian lagi...(dengan menyambut dekapan erat dari anak saudara kembarnya sendiri)". Romi
sementara itu Rumi masih mematung dengan diam seribu bahasanya. dibenaknya terasa bercampur aduk hingga ia tidak bisa berfikir jernih. ia menangkap semua ocehan polos dari anaknya yang sudah mulai beranjak remaja itu, betapa teriris hati nuraninya. betapa ia gagal dalam menjadi seorang ibu. dan satu yang ia fikiran , *Apa yang akan terjadi jikalau Raka anaknya ketika bertemu dengan Daddy kandung yang sebenernya dan kisah yang telah terjadi sebenarnya apakah anaknya dapat menerimanya???.
_skip_
__ADS_1
"terima kasih mom...mommy sudah menuruti keinginan Raka, Raka sayang sekali kepada mommy...(dengan nada manja khas bocah dan tatapan hangatnya, Raka menyelimuti Rumi yang sudah cantik dalam baringan nya) cup...(satu kecupan hangat Raka labuhkan untuk mommynya) beristirahatlah...(dengan senyuman manisnya)". Raka
"terima kasih juga nak, mommy juga sangat menyayangimu...(Rumi mengelus kedua pipi milik Raka dan tersenyum kepadanya)". Rumi
Raka pergi keluar dari kamar tidur mommynya.
dan beberapa waktu setelah Raka pergi Rumi bangkit dan meraih selullernya dan menghubungi seseorang diseberang sana.
dan beberapa saat terdengar suara tangisan yang menyayat hati dari Rumi dengan suara volume yang Serendah mungkin.
📲 *"mas.......".* Rumi
_skip_
ya tangisan itu berasal dari seseorang perempuan dewasa dengan sejuta ceritanya. rasa gelisah dan kesakitan yang sempat ia rasakan dulu rupanya belum juga usai didalam kehidupannya. derai air mata ,rasa sesak yang ia rasakan dulu kini rasa itu menghinggap lagi.
setelah ia selesai dengan obrolannya dengan seseorang disebarang sana.
Rumi perlahan membuka laci dan mendekap sebuah gambaran usang yang sudah di makan usia.
"hiks.........(Rumi menerawang kepada masa silamnya , dimana masa tanpa rasa beban dan penuh dengan tawa keceriaan, ya Rumi pada titik ini juga sangat membutuhkan sentuhan dari seseorang yang sangat ia sayangi) nertanya menatap kepada dua sosok disebuah gambar foto ditangannya yang sangat ia teramat rindukan, ya kedua sosok itu adalah orang tua kandung dari Rumi)". Rumi
__ADS_1