Tangisan Suci

Tangisan Suci
Laki-laki pembawa petaka 2


__ADS_3

Rumi sudah rasa cukup dengan rasa perih ditubuh dan dibenaknya ia berusaha mencari-cari ponsel dan peralatan wanitanya yang ia senantiasa ia bawa kemanapun ia berada.


dikamar itu ia nampak obrak-abrik dengan cara yang acak namun alangkah tidak beruntung nya ia, apa yang ia cari ia tidak bisa berhasil menemukannya. tas yang senantiasa berada di pundaknya telah raib.


"ini pasti perbuatan pria semena-mena itu,aku tau pasti dua yang mengambilnya...Hem (Rumi nampak lesuh yang ia gambarkan diwajahnya) aku harus bagaimana supaya mas Romi dan ibu Rosa tau aku diculik sedangkan ponselku saja aku tidak ada huffft...(nampak Rumi berkutat memikirkan itu semua)". Rumi


tok...tok..tok... suara pintu diketuk dari arah luar membuyarkan lamunan Rumi.


"siapa?...(berteriak), jangan-jangan monster itu lagi huffft....membatin". Rumi


"saya nona".pelayan


"untunglah....huffft ....ada apa bi, aku sedang badmood, tolong aku ingin waktu sendiri tolong jangan suruh aku untuk keluar kamar... (berteriak)". Rumi


"makan malam sudah siap nona ,marilah makan dulu!!". pelayan


"yummm...makan (Rumi mengelus perutnya dan membayangkan sebuah hidangan menu kesukaannya sebuah daging panggang dengan beberapa potong sayurnya) bi apa tuan semena-mena itu ikut makan juga? (berteriak)". Rumi


"tuan semena-mena?.. bergumam!!!.


oh...tuan ikut makan bersama nona!!!".pelayan


"huffft...aku tidak jadi lapar bi, tolonglah bawakan saja kekamar bagian porsiku... (berteriak)". Rumi


"tapi... nona tidak ada bagian selain dimeja makan...tuan akan marah bila disuruh menunggu lebih lama lagi...". pelayan?


ya mereka berbicara tanpa membuka pintu ya walau pun pintu tidak dikunci Rumi enggan untuk membukanya ia sangat malas bertemu muka bertopeng itu lagi.


namun sejurus kemudian ia memiliki sebuah pertanyaan yang besar hingga ia terpaksa akan makan malam bersama dengan wajah bertopeng itu.


"eh...tunggu baiklah aku akan keluar...aku akan segera kesana...(berteriak lagi)".Rumi

__ADS_1


disinilah Rumi duduk berdua saling berhadapan dengan tuan yang Rumi anggap tuan semena-mena berwajah Monster itu. ia berusaha menyibukkan dengan makanannya tanpa mau melihat wajah bertopeng itu.


Rama sesekali melirik kearah Rumi yang makan Dengan sangat lahap dengan senyuman lucunya. pasalnya sedari tadi sore ia (Rumi) belum minum dan makan ditambah beberapa kejadian yang menguras tenaganya Rumi sengaja makan dengan gaya absurdnya.


"makanlah dengan pelan itu membuatku merasa kenyang (Rama menghentikan kunyahan nya jauh di lubuk hatinya ia merasa senang ya karena selama ini ia hidup sendirian tanpa seorang keluarga apalagi seseorang perempuan yang bukan muhrimnya. muhrim??? Rama menyeringai senang)". Rama


"stttt.....(Rumi menutup mulutnya dengan jemari telunjuknya ia tempelkan dibibir manisnya. mengisyaratkan supaya Rama tidak usah banyak bicara dan melanjutkan acara makannya hingga porsinya tandas habis tanpa sisa)". Rumi


"Alhamdulillah... (melantunkan doa sehabis makan) tuan terima kasih untuk makan malamnya aku sangat berterima kasih (Rumi bangkit tanpa mau menunggu jawaban dari Rama dan siap melangkahkan kakinya untuk tidur menuju kamar yang ia sempat singgahi tadi ia sengaja melakukan semua itu dengan maksud tersendiri)". Rumi


"tunggu apa kau tidak ada pertanyaan kepadaku (terlihat memancing)" , Rama


"tidak ada tuan, lagian untuk apa aku bertanya bukannya tuan tidak memiliki suatu alasan apapun untuk dibahas!!! (Rumi berbalik dengan tatapan malasnya)".Rumi


"berani-beraninya kau berbicara seperti itu...". Rama


"baiklah tuan karena kau memaksa aku akan bertanya padamu,namun kau harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang aku beri (dengan senyum sinis nya) kenapa kau menculik ku? dan mengapa kau mengambil ponsel serta tas kesayanganku? ". Rumi


"itu tidak masuk akal tuan, bagaimana bisa dengan kejadian seperti itu kau menaruh dendam padaku dan menculikku? lagian aku tidak salah seratus persen, aku menolong mu pada waktu itu bukan nya mobilmu mengalami kecelakaan kau juga sampai pingsan saat itu (membela diri)". Rumi


"baiklah aku menculik mu karena aku ingin menikahimu!!!". Rama


"menikahiku??? hahaha....(Rumi tertawa terbahak-bahak hingga ia mengeluarkan air mata disudut matanya) apa tuan tidak salah, aku tidak mengenalmu tuan dan aku tidak mencintaimu kita tidak ditakdirkan saling berjodoh (dengan khas mengguruinya)". Rumi


"benarkah... apa kau tidak mau menikahiku? (dengan tatapan sesuatu)". Rama


"tentu tuan aku tidak akan pernah menikah denganmu , aku akan menikah dengan mas Romi, kau pasti tau kan dengan sebutan tuan Romi Wijaya. dia pria terkenal dan berkuasa didaerah ini dia akan menyelamatkanku dari kejahatan mu tuan (dengan percaya diri nya)aku dan tuan Romi saling mencintai, aku dan dia akan segera melangsungkan pernikahan hanya menghitung hari lagi... jadi semuanya jelas tuan, tidak ada harapan buatmu ..biarkan aku pulang (dengan senyum entengnya) ". Rumi


"haha....(Rama tertawa tidak jauh mengeleggar namun tawanya ini dengan tawa sesuatu kepuasan) Rama mengambil sebuah layar berbentuk pipih dan dilayar itu memperlihatkan seseorang yang terbaring lemah, mata seseorang yang terbaring lemah itu nampak terpejam ) lihatlah gadis nakal apa kau masih ingin menolak menikah dengan ku!!! apa kau tidak mengenalinya???? (menyeringai)". Rama


"tidak...itu tidak Mungkin....kau pembohong, kak Ardi sudah tiada. ini pasti rekayasa...kau pembohong tuan (netra Rumi membulat lebar dan meloloskan kristal beningnya ia sungguh terkaget dengan tampilan dilayar berbentuk pipih itu,disana ia bisa melihat dengan jelas bahwa kakak ardinya masih hidup dan masih menghembuskan nafasnya seperti dirinya dengan terbaring disebuah kasur dan itu terlihat seperti ruang inap disebuah rumah sakit)". Rumi

__ADS_1


"aku tidak pernah bermain-main dalam hidupku...jadi percayalah dengan apa yang kau lihat itu.". Rama


"tidak tuan...kau pembohong besar (Rumi berjalan Mundur secara perlahan,)" Rumi


"Hem... kalau kau tidak percaya aku akan membawamu kepada kakak kesayanganmu itu ". Rama


🌾 negara.....(tidak usah disebut ya🌾


"ayo cepat tanda tangan , sebelum aku berubah pikiran (terlihat Rama menguasai keadaan)". Rama


"huffftt....ini kulakukan demi mu kak ardi, aku pertaruhkan masa depanku. ku pertaruhkan cintaku. aku tidak akan pernah menyesalinya. ya menikahi tuan buruk rupa adalah satu-satunya jalan aku membalaskan jasamu (tangan Rumi mencoretkan tinta hitam kebeberapa lembar kertas di dalamnya ada sebuah perjanjian yang diluar akal sehat)....membatin". Rumi


"good...(terlihat raut senang dari pihak rama dan Rama segera menyimpan dokumen penting yang berisi sebuah perjanjian itu)". Rama


"kakak... (Rumi berhambur memeluk sosok yang masih bernyawa itu sosok yang sangat ia rindukkan) tenanglah kak Rumi Sekarang bersama kakak, kakak tidak sendiri lagi ". Rumi


"(nampak Ardi yang sudah terbangun menyunggingkan senyuman khasnya namun ia tidak sepatah katapun ia ucapakan kepada Rumi, hanya anggukan dan beberapa gerakkan tangannya masih dalam tahap penyembuhan dan terapi khusus hingga tangan dan pita suaranya bisa kembali walau tidak seperti semula),".Ardi


"maafkan Rumi kak, hanya ini yang Rumi dapat lakukan....(Rumi merangkul erat kakak kandung semata wayangnya dengan tangisan yang meleleh ia meluapkan segala keresahannya)". Rumi


_skip_


Rama memakaikan sebuah cincin perkawinan biasa dengan harga yang standard namun terbilang mewah bagi kalangan sederhana seperti Rumi.


dan sebelumnya ia sudah menyuruh Rumi untuk melepaskan cincin pemberian dari Romi /cincin pertunangan mereka.


ia memakaikan cincin itu dijemari manis milik Rumi dan Rumi pun seperti itu Rumi memakaikan cincin itu dijari manis Rama.


"maafkan aku mas Romi...aku telah menghianati cintamu (setetes *tangisan suci* dari lubuk hati yang paling dalam menetes dari sudut matanya ,bagaikan goresan yang tidak bisa disembuhkan dengan obat apapun)...ini aku lakukan demi rasa terima kasih ku kepada kakakku maafkan aku...maafkan aku ... mas Romi... membatin!!!.". Rumi


"akhirnya kau sah menjadi istriku kau akan terikat denganku dan tidak akan bisa semena-mena kepadaku (membisik) cup...(sebuah kecupan ia labihkan di kening Rumi dan Rama menyodorkan punggung tanganya kepada Rumi...) cup...(sebuah kecupan punggung tangan Rama dengan berat hati Rumi melakukanya)". Rama

__ADS_1


pernikahan itu dilaksanakan dinegara...(tidak usah disebut ya) dengan kekuatan uang dan handalnya seorang Exel membuat semuanya terasa mudah. acara pernikahan itu diadakan dengan secara sederhana hanya beberapa saksi dari bawahan Rama dan saksi Rumi hanya Ardi dan beberapa teman rama karena keadaan nya tidak memungkinkan untuk Ardi dijadikan wali bagi Rumi.


__ADS_2