
waktu menunjukan pukul 6 pagi Rumi yang baru beberapa jam tertidur kini dikagetkan dengan tangisan yang menggemaskan dari bibir mungil milik Raka.
"astagfirullah....aku bangun kesiangan, (dengan bergegas bangun Rumi yang hanya mencuci mukanya keluar kamar dengan terburu-buru berniat untuk menghampiri jeritan dari anaknya), ada apa ini bi kenapa Raka menangis kencang... (ya pasalnya sejak bayi memanglah Raka paling anti rewel terkecuali dimasa sedang sakit dan Alhamdulillah Raka termasuk anak yang kuat imunya hingga ia bisa dibilang sangat jarang sakit ya semuanya itu tidak terlepas dari pengawasan telaten seorang Rumi seperti asupan gizi yang seimbang dan terbagi pas?)". Rumi
"tidak tau nyonya , dari sejak bangun tadi tuan muda menangis terus dan semakin kencang saja menangis nya, apa tuan muda kangen Daddynya ya...(dengan raut yang polos)". Sumi
"entahlah....bi, Daddy Raka memang dari semalam belum pulang....menerawang". Rumi
"ma..maafkan...atas ke lancangan saya nyonya saya tidak bermaksud seperti itu..me..membuat nyonya berfikiran yang tidak-tidak... membuat nyonya bersedih (ya pasti Taulah seorang yang serumah dengan segala keadaannya)". Sumi
"tidak apa-apa bi, semua itu memang benar...(dengan senyum simpulnya dan mengambil Raka dari gendongan bi Sumi dan mengendongnya dalam dekapannya) sayang....cup...cup....(Rumi berusaha menenangkan bayinya ya sejak beberapa bulan lalu Raka sudah tidak menyusu pada Rumi, kini Raka yang sudah berusia 1 tahun lebih ,lebih memilih susu formula entah kenapa bisa seperti itu padahal Rumi selalu telaten dan sangat memprioritaskan Raka, namun apakah ada sebuah pertanda ataukah itu hanya sebuah hal yang biasa terjadi pada bayi umumnya)". Rumi
_skip_
mentari sudah semakin meninggi Rumi yang sedang bermain dengan anaknya dikagetkan dengan sebuah bunyi klakson dihalaman rumahnya.
dan Bi Sumi yang ikut menenami mereka terbangun dari duduknya untuk melihat siapa gerangan yang datang. pasalnya Suara mobil itu memang barulah Mereka dengar, tidak seperti mobil milik Rama.
"nyonya... (membawa wajah kaget dan bingungnya bi Sumi masuk kedalam rumah dan menghampiri nyonya nya/ Rumi yang sedang asyik bermain dengan Raka)". Sumi
"ada apa bi kenapa wajahmu terlihat seperti i....(dan ucapan dari Rumi tergantung di saat nertanya menangkap wajah tampan milik suaminya tengah berdiri dengan seorang perempuan cantik berumur sekitar 31 tahun namun masih terlihat segar dan cantik dengan perawatan dan fashion serba mahalnya terlihat berdiri disampingnya, tangan perempuan itu menggandeng erat lengan milik suaminya) my love siapa perempuan ini (dengan bahasa tubuhnya memberi kode kepada bi Sumi supaya mengambil alih Raka dan bi Sumi dengan cepat meresponnya dan membawa Raka kecil ke taman kecil belakang rumah menjauh dari mereka bertiga)". Rumi
__ADS_1
"Daddy...Daddy...(Raka yang melihat Daddynya antusias ingin menyerbu berlari kearah mendekap Daddynya)". Raka
"ayo...tuan muda ikut bibi dulu ya (bi Sumi nampak sedikit kualahan menggendong Raka yang ingin pergi kearah dimana Daddynya tengah berdiri namun dengan bujukan bi Sumi akhirnya Raka mau diam juga)". Sumi
Rama memandang kearah anaknya,ada rasa kasihan, namun ia tahan dengan keputusan yang dibawanya.
"sayang apa kau masih ingat dengan cerita istriku yang dulu, kau sudah taukan kalau dulu aku sudah pernah menikah? dan seperti yang kau lihat dialah dara istriku yang telah kembali...(dengan ketenangan)". Rama
"deggg....dara? oh ...ini dia, seperti ini penampakannya...dalam hati.". Rumi
ya Rumi memanglah sudah tau dengan cerita kisah cinta suaminya dan istri yang bernama dara ,dara kabur meninggalkan suaminya disaat suaminya mengalami kerusakan diwajahnya /cacat.
dengan Rumi yang mematung tanpa menjawab Rama mulai melepaskan pengangan dara yang melekat di lengannya, dan mendekat kearah Rumi.
"dan ternyata aku sudah membuang sia-sia waktuku untuk mecemaskanmu my love, (Rumi terkekeh dengan ucapannya sendiri)". rumi
ya tanpa dijelaskan oleh pihak Rama Rumi sudah tau kemana suaminya menghilang semalaman ini.
"dan aku akan menikahinya lagi sayang, kami akan melangsungkan sebuah pernikahan disebuah...(Rama memberikan sebuah alamat) dan aku harap kau akan datang membawa Raka ,aku ingin kau dan dara menjadi pendampingku kau tau sayang aku tidak bisa membiarkan dara pergi lagi dari hidupku karena cintaku masih utuh untuknya dan akupun tidak akan pernah melepaskanmu karena aku juga sudah terlanjur mencintaimu. aku harap kau mau mengerti...".Rama
Rumi menarik Rama dan menggenggam tangan hangat milik suaminya dan sedikit menjauh dari samping dara. ia akan mengambil sebuah keputusan.
__ADS_1
"haha....(Rumi tertawa kecil dengan segala kekecewaan nya runtuh sudah dunianya ternyata yang ditakut-takutkan kini menjadi kenyataan ,ya selama ini Rumi sadar pernikahnya dengan Rama adalah sebuah pernikahan yang didasari dendam Rama kepada saudara kembarnya Romi dan sebuah balas Budi akan Rama kepada kakaknya Ardi namun apakah rasanya ini adil baginya??? setelah cinta dan seluruh hidupnya Rumi telah serahkan kepadanya/Rama. apalagi ia telah memiliki seorang bayi lucu yang sangat menggemaskan raka) aku hargai akan kejujuranmu, mungkin ini saatnya aku pergi (dengan senyuman simpulnya) tugasku sudah selesai my love ,biarkan aku pergi itu sesuai perjanjian yang pernah kita sepakati hitam diatas putih (dengan nada yang tertahan)". Rumi
"itu tidak bisa sayang, kau memang telah memberiku keturunan. namun aku tidak akan pernah melepaskanmu, kau ingat kita pernah berjanji akan terus bersama (dengan memegangi kedua pundak Rumi)?". Rama
"tapi kau sudah kembali padanya my love, kau telah menemukannya kau tidak perlu seorang Rumi lagi (berusaha setenang mungkin)". Rumi
"tapi Raka masih sangat membutuhkanmu!!! aku tidak bisa , aku akan tetap mengikatmu ...kau akan tetap menjadi istriku (mulai emosi karena Rumi sejak tadi membantahnya)". Rama
"aku akan tetap manjadi mommy nya my love, aku hanya tidak mau berbagi cinta dalam hidupku tidak ada catatan seperti itu jadi biarkan aku untuk pergi, aku tau cintamu kepadanya lebih Besar...(mencoba membujuk)". Rumi
"kenapa kau berbicara seperti itu ,apa kau akan mengejar Romi yang seorang duda setelah berpisah denganku? apa selama ini kau masih mengharap kembali kepadanya hah...jawab Rumi? (dengan tatapan merahnya)". Rama
nampak dari ujung sana dara mulai tidak sabar.
"darling?....aku lelah...aku ingin segera pergi disini panas...(dengan nada manjanya)".dara
ya memanglah rumah yang Rumi tempati sangatlah sederhana , terlihat kecil dan hanya memiliki 3 kamar saja dan disetiap kamarnya memiliki kamar mandi sendiri namun dengan segala sesuatu yang mencukupi itu sudah lebih dari cukup bagi seorang Rumi ia tidak pernah mengeluh sama sekali.
Rama melirik kerah dara dan kembali menatap kepada Rumi.
"dengarkan aku baik-baik, aku anggap semuanya ini sudah jelas kau selamanya akan menjadi istriku dan akan menjadi seorang ibu bagi anak-anakku... cobalah untuk menerima kenyataan pada dasarnya aku tidak bisa memilih salah satu diantara Kalian...huffft....(terdengar helaan nafas berat) maafkan aku sayang (Rama akan mengecup kening Rumi seperti biasanya namun Rumi sengaja menghindarinya terlalu menyakitkan baginya ya walaupun Rama telah bersikap terbuka dan selalu jujur padanya Rumi perlu waktu untuk menerimanya hingga mengejutkan dari pihak Rama namun ia tidak mempermasalahkannya, ia mengerti Rumi pasti sangat kecewa padanya) aku akan pulang bersamanya , datanglah lusa bersama Raka, kita menunggu kedatangan kalian". Rama
__ADS_1
Rama menjauh meninggalkan Rumi yang terdiam tanpa menatapnya pergi. dan perlahan suara deru mobil melaju meninggalkan pelataran rumah sederhana itu.