Tangisan Suci

Tangisan Suci
Awal yang baik


__ADS_3

"mas... semoga kau tidak apa-apa". Rumi


nampak Rumi berjalan mondar-mandir dibalik pintu yang tertutup rapat, dengan raut khas khawatir nya.


"tenanglah nyonya, tuan pasti kuat. tuan tidak akan kemana-mana, (Jack mencoba menenangkan)".Jack


Rumi menoleh dan ikut duduk disebelah Jack duduk.


"huffft.... kenapa mas Romi bisa sampai pingsan seperti itu, diakan hanya kehujanan beberapa jam saja...anak kecil saja tidak apa-apa bermain hujan-hujanan.. bergumam". Rumi


"anda salah nyonya,...(nampak menerawang) tuan bukan pingsan karena hujan, (Rumi mendengarkan) tuan Romi selama seminggu ini selalu murung dan menyalahkan dirinya sendiri ...(mengambil jeda dalam kalimatnya) tuan tidak konsentrasi dalam bekerja dan tuan sampai lupa dengan jadwal kesehatannya meminum obatnya, ya bukannya tuan Romi juga memiliki luka/jahitan yang baru, hanya masih dengan waktu beberapa bulan ini saja .


hingga ia sulit untuk tidur dan sering mengalami demam. saya sudah mengingatkan dan menasehati ,namun tuan Romi tidak sedikitpun mendengarkan kata-kata saya. itu karena hanya nyonyalah yang tuan inginkan.". Jack


"apa seperti itu...(Rumi nampak mencernanya)". Rumi


Jack ingin melanjutkan pernyataan nya namun nampak dari lorong sana berjalan seorang wanita dengan wajah datar dan dengan gaya elegannya.hingga membungkam pembicaraan Jack yang nampak ia ingin lanjutkan.


wanita itu berhenti tepat didepan Rumi.


Jack nampak berdiri menyambut akan kedatangan nyonya Amanda dengan dikawal seseorang kepercayaan keluarga Wijaya. diikuti oleh Rumi ,Rumi ikut menyambut akan kedatangan calon mertuanya itu.


mereka saling berhadapan dengan sedikit ketegangan.


"apakah ini wanita yang Romi inginkan? (melirik kearah Jack)". Amanda


"ia nyonya (Jack berdiri dan menundukkan pandangannya)". Jack


"Hem...kau...(baru nyonya Amanda akan bertanya ruang yang menangani Romi terbuka lebar)". Amanda


" nyonya Rumi!!! tuan memanggil nyonya...)nampak seorang perawat berdiri diambang pintu dengan tatapan mencari)". perawat


"itu saya, (Rumi maju dengan terburu-buru) maaf nyonya Amanda..". Rumi


Rumi meminta izin dengan menghentikan langkahnya ia sangat senang Romi telah siuman hingga ia melupakan statusnya sebagai apa dalam keluarga Wijaya .


Amanda mengangguk memberi izin dan rumi pun bergegas untuk melanjutkan langkahnya yang terhenti tadi, selepas Rumi masuk nyonya Amanda tersenyum senang ia melihat ada benih cinta yang sangat jelas tergambar disorot mata jernih bulat itu.


"semoga gadis bermata bulat itu tidak seperti dara yang tega meninggalkan Rama dalam keadaan keterpurukkanya... bergumam". Amanda


dan amanda pun ikut menyusul Rumi yang masuk ke dalam ruangan dimana anaknya berada. Amanda mematung , netranya jeli melihat interaksi diantara anak dan gadis bermata bulat itu.


"mas...maafkan aku (Rumi melihat ada beberapa selang yang menempel ditubuh kekasihnya lebih tepatnya calon suaminya yang beberapa hari lalu ia minta putus darinya) maafkan aku gara-gara aku mas Romi menderita seperti ini...(Rumi mendekat perlahan kearah ranjang Romi dengan mata yang berkaca-kaca)". Rumi

__ADS_1


"kemarilah sayang aku tidak bisa bernafas tanpamu, aku sungguh menyayangimu...maafkan aku..maafkan aku telah mengecewakanmu...tapi sungguh aku tidak bisa mengembalikan semua itu aku telah membuat kak Ardi mu telah tiada (demam Romi sudah turun namun kondisinya yang tidak memperhatikan akan pola kesehatannya ia terlihat begitu kacau)". Romi


"aku sudah memaafkanmu mas, dan satu lagi ini semua sudah kehendaknya maafkan aku yang terlambat untuk menyadarinya (Rumi berdiri tepat disamping Romi yang terbaring lemah)". Rumi


"terima kasih sayang....aku sungguh mencintaimu ,aku tidak sanggup hidup tanpamu.maukah kau melanjutkan hubungan ini...aku mohon...menikahlah denganku(dengan tatapan penuh permohonan)". Romi


"mas..aku...(Rumi menunduk ia tidak enak membicarakan tanpa melibatkan nyonya Amanda sedangkan nyonya Amanda memiliki peran penting untuk kebaikkan hubungan ini)". Rumi


tap..tap..tap.... suara langkah kaki nyonya Amanda mendekat kearah mereka berdua.


"mommy...(Romi melirik kerah momnya, ia tidak menyadari keberadaan momnya saking fokusnya kepada sosok Rumi kini raut malu lah yang tercetak jelas di area wajahnya)".romi


"wah..wah...singa besar mommy sekarang jadi anak singa yah...(tersenyum menggoda)". Amanda


"mommy...cukup aku malu". Romi


Amanda sungguh tidak menyangka bahwasanya anak yang susah diatur dan terekspos arogan itu terlihat sangat manis saat menyatakan perasaannya kepada seorang gadis yang masih terlihat polos itu.


Amanda mendekat kerah Rumi dan meraih tangan Rumi dan menyatukan tangan Rumi dan tangan anaknya (Romi).


" mommy restui hubungan kalian, berbahagialah nak, Rumi....(mom Amanda mengelus pundak dan menatapnya ) mommy minta kepadamu tolong jangan pernah berniatan untuk meninggalkan Romi dalam keadaan apapun.


mamah melihat Romi sangat mencintaimu nak (dengan mata yang berkaca-kaca seperti nya ia mengatakan dengan setulus hati)". Amanda


"sayang....( tangan mom Amanda terulur mengangkat dagu yang nampak merosot turun) mommy Amanda tidak mempermasalahkannya sayang, status tidak memberatkan keluarga mommy. hanya satu yang keluarga Wijaya pegang. cinta yang tulus itu akan membuat kita merasa puas akan hasilnya. dan mommy bisa melihatnya mommy yakin hanya kau yang dapat membahagiakan anak mommy".amanda


"sayang kau tidak perlu sempurna di mata orang lain kau cukup sempurna dimataku!!!". Romi


"terima kasih mom, kau telah merestui hubungan kami aku sangat merasa bahagia.apa aku boleh memelukmu? ". Romi


"eem...(mengangguk) oh .. singa kecilku sekarang kau terlihat sangat manis. mom teringat akan masa kecil kalian. mom juga bahagia bila anak-anak mommy merasa bahagia...(mom Amanda berhambur memeluk anaknya ia sangat senang pasalnya kedua anak laki-laki nya selalu berlagak angkuh dan seakan tidak membutuhkannya selama mengenal dunia bisnis, apa lagi Sekarang Rama ia sedikitpun tidak menginjakkan kakinya dikediamannya. Rama seakan menghilang dari kehidupannya. ya karena tragedi itu Rama menjadi tidak pernah menunjukkan sosoknya dalam dunia bisnis ataupun bercengkrama dengan keluarga besarnya.


ia hanya bermain dibalik layar setelah mengalami kerusakan diwajahnya).


Rama semoga kau juga mendapatkan kebahagiaanmu mendapatkan seseorang perempuan yang baik dan murni seperti Rumi (ada kata/doa yang salah di pengucapannya) berbahagialah seperti saudara kembarmu meski kebahagiaan itu tidak bersama dara ,wanita yang gila harta itu...membatin". Amanda


"kemarilah sayang aku ingin memeluk kalian berdua (tangan Romi seakan menggapai tubuh Rumi)". Romi


"eem...(mengangguk terlihat ada kecanggungan, namun Rumi terlihat sangat senang, perasaan dianggap membuat Rumi serasa nampak sangat berarti bagi Romi)". Rumi


"kemarilah nak, jangan merasa canggung lagi mommy sangat menyayangi kalian (mom Amanda menarik lengan Rumi untuk bergabung saling berpelukan)". Amanda


_skip_

__ADS_1


"mommy akan keluar sebentar, mommy nitip Romi padamu sebentar sayang (menepuk pelan pundak Rumi)". Amanda


"eem...(mengangguk dengan senyuman simpulnya)". Rumi


selepas kepergian mom Amanda.


"jadi kapan kita akan melangsungkan pernikahan? apa kau siap besok? aku sudah tidak tahan...(Romi menatap intens kearah bolat mata murni bulat itu)". Romi


"sembuh lah dulu, aku siap kapanpun itu (terkekeh akan penuturanya sendiri)". Rumi


"kau terlihat polos tapi otakmu cukup mesum juga ya (mengacak gemas rambut milik Rumi)". Romi


"hei .. anak singa jangan, rambutku akan terlihat jelek (Rumi berusaha menangkis tangan Romi) aku akan terlihat jelek nanti kau tidak mencintaiku lagi". Rumi


"aku lebih suka melihat rambutmu acak-acakan itu membuatku semakin menginginkanmu (dengan tatapan yang hanya Romi yang tau arti dari tatapan itu)". Romi


"sudah...cukup, (Rumi mencubit lengan Romi dengan gemas dan sedikit menjauhkan tubuhnya dengan berusaha merapihkan rambut panjangnya yang sempat di usap acak oleh romi)". Rumi


"aw....aku kesakitan lihatlah lenganku sampai berdarah (dengan pura-pura dan menutupi bekas cubitanya)". Romi


"Hem...(Rumi menentengkan kedua tangannya) sudahlah tuan jangan berakting aku tau batasan jurus ku, aku hanya mencubit dengan energi terendahku...)". Rumi


"hihi...aku ketahuan deh, aku tidak berhasil membuatmu merasa empati kepadaku (dengan bibir manyunnya)". Romi


entah seorang Romi yang notabene nya seorang yang terkenal dengan keangkuhannya kini menjelma menjadi seorang yang sangat manis, tapi itu bagi orang-orang terkasihnya saja.


terlihat Rumi melirik kesebuah meja dan disana ia mendapati sebuah kotak yang berisikan nasi dan lauk-pauk sehatnya. yang beberapa menit tadi seorang perawat bawa.


"cup...cup...kau terlihat sangat menggemaskan tuan tampan, Sekarang ayo....buka mulutmu aku akan membantu menyuapimu (nampak Rumi sedang membuka penutup yang terbuat dari plastik transparan itu dan menyendokan satu suapan kearah Romi)". Rumi


"asyik... pasti akan terasa lebih nikmat bila kau yang menyuapiku! ayo kemarilah aku sudah tidak sabar. (dengan senyum binarnya, padahal kondisi Romi terbilang parah namun entah energi apa yang Rumi punya hingga bisa membangkitkan semangat seorang Romi)". Romi


"ayo...a buka mulutnya...(Rumi dengan sangat telaten menyuapi Romi)". Rumi


"ummm...betul kan rasanya seratus kali lipat ,tanganmu membuat rasanya jauh lebih nikmat (Romi ikut mengenggam sendok yang dipegang Rumi dengan menatap mata bulat milik Rumi)". Romi


mereka saling membalas tatapan, dan tertawa bersama. mereka sangat menikmati momen ini ya walaupun Sekarang posisinya sedang ada dirumah sakit itu tidak membuat keduanya merasa bersedih dan merasa kehilangan lagi. hanya ada rasa bahagia dan rasa memiliki yang menghinggap saat ini.


tanpa mereka sadari nyonya Amanda yang beberapa saat tadi sudah datang kembali hanya bisa mematung menyaksikan suasana harmonis itu.


"andaikan Rama bisa seberuntung nasibmu sayang....dimana kamu Rama mommy sangat merindukanmu.....membatin (Amanda menitikkan air matanya tiba-tiba saja ia rindu dengan sosok anak nya/ Rama)". Amanda


hubungan Rama dan Romi tiba-tiba saja merenggang (dalam artian tidak secara langsung) setelah mengenal sosok dara, apalagi setelah Rama menikahi sosok dara dan kejadian yang membuat wajah Rama menjadi buruk rupa membuat permusuhan itu muncul kepermukaan dengan sendirinya.

__ADS_1


seperti nya ada kesalahpahaman diantara keduanya (Rama dan Romi) entah itu sebuah kebetulan atau kah sebuah tujuan dan di sanalah Amanda bingung untuk memihak kepada siapa, ia (Amanda) menyimpulkan diantara Rama dan Romi merekalah sasaran dari sebuah sandiwara seseorang. sebuah tujuan yang masih dirahasiakan.


__ADS_2