Tangisan Suci

Tangisan Suci
Benar-benar Jatuh 1


__ADS_3

"huffft....(nampak dokter menjelaskan dengan raut cukup sulitnya hingga membuat diruangan itu terasa bagaikan udara yang semakin menipis) kalau keadaan ini berulang lagi kepada pasien dan mengenai organ vitalnya kami tidak bisa menjamin akan keselamatannya, kami permisi hanya ini yang terakhir kami sampaikan...mohon untuk kedepannya anggota keluarga untuk saling mengingatkan dan saling menjaga ...".dokter yang menangani Dimas


"dosen....(gladis menghampiri ranjang dimana Dimas tengah tertidur lelap)".gladis


semuanya melihat gerakkan gladis.


"ehkm...saya permisi, kalau ada sesuatu dengan pasien segera hubungi saya (dengan sedikit senyuman ramahnya)".dokter yang menangani Dimas


"terima kasih dok (Ardi mewakili)". Ardi


setelah kepergian dokter beserta bala bantuanya.


gladis mulai menceritakan apa saja yang pengelihatannya tangkap dan dengar diwaktu kejadian berlangsung, penjelasan gladis membuat cukup Ardi dan Adam bungkam, dan disaat Satria mulai menjelaskan dengan apa yang mereka lalui hingga Dimas bisa masuk kerumah sakit membuat Ardi dan Adam bertambah dengan rasa campur aduknya.


"Daddy jahat, ...(diakhir kalimat disaat satria menjelaskan dan semua mata tertuju kepada Caca)". Caca


"apa maksudmu sayang, Daddy hanya ingin yang terbaik untuk semuanya...!". Satria


"dan tolong Tante jangan dekati Daddyku, Daddyku hanyalah untuk mommy Rumi...(Caca melotot tidak terima Daddynya dekat-dekat dengan wanita cantik disebelahnya)". Caca


"Caca sayang, kau tidak boleh seperti itu kepada Daddymu...(gladis mencoba menenangkan Caca yang emosi)". gladis


"tidak bi, Daddy memang jahat kenapa Daddy bilang kepada mommy Rumi akan menikahi Tante ini...Caca benci Daddy, Caca tidak suka dengan Tante yang menggunakan kesempatan hilang ingatannya Daddy untuk mendekati Daddy...Caca benci Tante...(Caca berdiri dengan tubuh bergetarnya membela mom kesayanganya)". Caca


"Caca, (Ardi mendekati Caca ia begitu terharu atas pembelaan seorang anak kecil manis didepannya) om tau Caca sedih dan khawatir dengan keadaan mommy Rumi mu ,tapi Caca tidak boleh berbicara benci kepada Daddy Satria...ya!". Ardi


"mas... sebaiknya aku pulang saja, aku tidak enak dengan keadaan ini, (dengan wajah malu sekaligus sedih mendengar Caca dengan pengakuannya tentangnya)". Nona


"tidak Nona aku akan mengantarmu pulang...!". Satria


"mas....(gladis tercekat)".gladis


rasanya gladis ingin memarahi kakaknya ,tapi keadaan ingatan kakaknya tidak boleh dipaksakan ya Mereka tidak mau sampai kehilangan Satria karena terlalu keras untuk mengembalikan kembali ingatannya.


"Caca...(ucapanya terpotong karena diserobot Caca)". Satria


"Daddy sudah tidak sayang Caca lagi, urus saja urusan Daddy... (disaat mata kecilnya melihat suasana yang spesial yang satria berikan untuk Nona)". Caca


"bukan begitu ca, Daddy sayang Caca tapi Daddy tidak bisa membiarkan Tante Nona pulang sendirian ini sudah terlalu larut untuk seorang perempuan untuk pulang sendirian...(mencoba menjelaskan)". Satria


"sudahlah mas tidak apa-apa , (tersenyum kaku) aku bisa pulang sendiri...!".Nona


"tidak Nona,aku akan tetap mengantarmu, aku tidak mau kalau kau sampai kenapa-kenapa, (dan beralih kepada gladis) gadis aku akan segera kembali tolong jaga Caca dulu...!". Satria


gladis hanya diam , ia juga sangat kaku dengan keadaan ini.

__ADS_1


"baiklah...(dengan senyum terpaksa disaat Satria ngotot untuk mengantarnya dia sendiri sangat senang mendengar pengakuan dari Satria ternyata perasaannya terbalas sudah dia tidak akan melepaskan Satria) Ardi maafkan aku, aku harus pamit...(lidah Nona ingin berpamitan kepada Caca calon anak tirinya namun ia urungkan disaat tatapan Caca tidak sangat bersahabat) semuanya aku pamit...(tersenyum sopan)". Nona


"ya hati-hati, dan terima kasih atas bantuannya ( Ardi mewakili)". Ardi


"emmm, (ada sedikit ketidak enakkan Nona kepada Ardi disaat ternyata Rumi adalah adik kandung dari Ardi sendiri,ya sejatinya Nona dan Ardi cukup kenal dekat meskipun hanya sebatas teman namun kenapa nona baru mengetahui bahwa Rumi adalah adik kandung Ardi kemana saja sosok Rumi selama ini, kenapa ia bisa tidak melihat sosok Rumi ya semua itu tidak terlepas karena Ardi dan Rumi yang selalu terpisah untuk masa dan waktu yang berbeda dan cukup lama) aku pamit". Nona


Caca berdiri dengan posisinya dengan tatapan sinisnya.


hingga daddynya hilang dibalik pintu bersama seseorang perempuan yang ia tidak suka.


"Caca benci, (Caca ikut keluar ruangan dan gladis akan mengikutinya namun Adam melarangnya)". Caca


"aku saja yang mengejarnya ini sudah terlalu larut bagi perempuan seperti kalian...(dengan segera Adam mencoba menyusul langkah kecil milik Caca)". Adam


setelah kepergian semuanya.


"huffft....om Ardi kenapa ini bisa terjadi kepada rumah tangga mas Satria, sebenarnya aku tidak tega dengan keadaan ini...aku tau pasti mba Rumi sangat sakit hati, tapi maaf om, gladis tidak bisa berbuat apa-apa...hiks...(gladis terduduk sedih dengan saling menggenggam kedua tangannya)". gladis


"kau tidak salah gladis...ini memang keadaan yang sangat rumit dan menyakitkan, pasti semua terguncang dengan keadaan ini...(nampak Ardi ikut duduk bersebrangan dengan gladis dan nampak ia memejamkan netranya).


ini tidak boleh terjadi terus-menerus ...membatin". Ardi


sementara itu.


"biarkan saja om, kenapa om mengikuti Caca sedangkan Daddy Satria saja sudah tidak perduli dengan Caca...(dengan isakkanya)". Caca


"ca....(disaat lagi-lagi Adam harus mengejar kaki lincah dan cepat milik Caca)". Caca


"brukkkkgh....ahhh....(Caca terjatuh menubruk tubuh besar dengan sebotol minuman disalah satu tangannya)". Caca


"anak manis..apa kau sendirian, ayo temani om minum ini enak ...manis... seperti susu soda...kau mau sayang...". seseorang dengan postur tubuh besarnya


"hei... jangan sentuh bocahku, (Adam menarik kasar tubuh besar yang akan menggapai Caca kecil)". Adam


"om... Caca takut (Caca berlindung dibelakang Adam disaat berhasil bangkit)". Caca


"siapa kau tuan...oh...apa kau orang tuanya, maafkan saya tuan...saya hanya sedikit sedang mabuk...(pria bertubuh besar itu menjauh disaat bisa bangkit dari Adam yang menghempaskan tubuh besarnya)". seseorang dengan tubuh besarnya


"aku melepaskanmu...(berteriak dengan raut sedikit kesalnya)". Adam


setelah seseorang bertubuh besar itu pergi.


"kau tidak apa-apa ca, (Adam memeriksa diantara tangan dan kaki Caca dan itu membuat Caca dan Adam terlalu dekat hingga mata kecil bening milik Caca terkesima dengan wajah tampan nan manis milik Adam sedekat itu)hanya luka kecil (disaat Adam melihat luka kecil dilutut dan telapak tangan Caca)". Adam


"ca, jangan diam saja (disaat Caca diam dengan tatapanya membuat Adam merasa khawatir dia takut ada yang Caca sedang rasakan ditubuhnya selain luka kecilnya, misal rasa sakit yang berasal dari bagian tubuh dalamnya?)". Adam

__ADS_1


"dah ..dig..dug...(perasaan ini selalu muncul disaat Adam ada didekatnya apa yang salah dengan dirinya, bukanya dirinya adalah anak-anak yang belum saatnya mengenal dengan yang namanya cinta??? tapi disini Caca mengartikan dengan rasa suka dan kagumnya kepada om tertampan dan termanisnya sejak pandangan pertamanya) tidak, Caca tidak apa-apa om...(raut mukanya ia sembunyikan diantara rambutnya yang panjang ya Caca menundukkan pandangannya disaat Adam berusaha menatapnya)". Caca


"hufft ,, syukurlah, ayo kita obati lukamu (Adam mengenggam menuntun tangan kecil milik Caca namun Caca masih diam enggan bergeser dari tempat ia berpijak).


hei...gadis kecil kenapa kau selalu menunduk seperti itu, dan tidak mau negikutiku?.


(Adam mensejajarkan pandanganya dan menangkap kedua pipi Caca,ya bukannya alam sejatinya menyukai anak-anak seperti ia menyukai Raka! )


ayo kita obati lukamu, aku takut lukamu terinfeksi bila tidak segera ditangani dan kau tidak mau kan kalau bibimu mengkhawatirkanmu?". Adam


"Caca...Caca lapar...!!! (entah rasa kesalnya kepada sang Daddy menguap kemana disaat dirinya mendapatkan perlakuan manis dari seseorang yang termanis dihatinya)". Caca


"kau lapar? ". Adam


"eem...(mengangguk mengiyakan dengan tatapan binar )". Caca


"baiklah...aku akan mengajakmu mencari makan , (adam mengedarkan pandangannya dan ia melihat salah satu tempat makan cepat saji yang buka 24 jam dan mengajak Caca kesana).


ini lebih baik , daripada aku harus melihatmu menangis...membatin". Adam


entahlah Adam lebih dekat dengan sosok Caca berawal dari beberapa bulan lalu disaat dirinya menyelamatkan Caca dengan keadaan syoknya.


dan Sampai saat ini hatinya masih dibiarkan ia kosongkan, mencintai seorang Rumi baginya adalah sebuah hal yang selalu namun tidak dapat ia gapai. cukup dirinya saja yang tau dengan hal itu.


🌾 Dikediaman Rama Wijaya 🌾


"uhhh....". Rumi


perlahan Rumi membuka matanya, netranya dapat melihat waktu yang terpajang dikamar luas nan megah itu.


beberapa menit kemudian ia baru menyadari kondisi ditubuhnya saat ini.


tiada sisa Rama membiarkan permukaan kulit Rumi terekspos tanpa sentuhnya.


"kau sangat kejam dan gila mas...(masih sangat jelas diingatkan disaat sang suami menguasainya tanpa ampun meskipun ia dengan jeritan dan tangisannya, perlahan ia membuang tangan makhluk yang tidak terlalu tampan dari area pinggangnya)". Rumi


syurrrrrrrrrrr......suara sebuah shower yang memancarkan air segarnya jatuh mengenai tubuh polos dengan segala beban yang sedang diembannya, membasuh mencoba melunturkan segala kejadian yang berurutan mengantri di ingatan, berharap semua beban dihidupnya jatuh bersama jatuhnya air yang melewati tubuhnya.


tiada tangisan hanya tatapan kosong , perlahan Rumi bersimpuh diguyurkan air dipagi buta itu.


rasa sedihnya , kecewa, terpukul, hancur, rapuh, harapan yang hilang... membuat dirinya tidak percaya dengan dirinya sendiri.


"esok apa lagi yang akan aku dapatkan.... bergumam". Rumi


ya rasanya Rumi benar-benar terjatuh diposisi ini.

__ADS_1


__ADS_2